Apr 242019
 

Korvet Project 20385 Gremyashchiy (foto:Severnaya Verf))

Kapal perang pertama dari Project 20385 Gremyashchiy milik Angkatan Laut Rusia untuk pertama kalinya diluncurkan di laut, lapor perusahaan galangan kapal Severnaya Verf pada 21 April. Kapal perang pertama tersebut akan mulai bergabung ke Angkatan Laut Rusia pada akhir tahun 2019, sebelum akhirnya dipindahkan ke Armada Pasifik.

Gremyashchiy class adalah kapal perang korvet dari dua kapal yang mulai pertama kali dirakit pada tahun 2012. Berbobot 2.200 ton, korvet dilengkapi dengan persenjataan 1 x 8 sel peluncur VLS untuk sistem rudal jelajah Kalibr-NK, 2 x 8 peluncur VLS untuk sistem rudal anti-pesawat Redut, 2 x 4 peluncur tabung torpedo 330 mm untuk sistem Paket-NK anti-kapal selam dan senjata otomatis AK 630M CIWS.

Sebenarnya Angkatan Laut Rusia akan membangun korvet Gremyashchiy class sebanyak delapan unit yang dimulai pada tahun 2011 dan selesai pada tahun 2020.

Namun karena beberapa perubahan peningkatan kemampuan, dan kesulitan mendatangkan mesin diesel MTU Jerman, karena blokade sanksi pada tahun 2014, menyebabkan Angkatan Laut Rusia akhirnya membatasi produksi korvet itu hanya dua kapal.

Meskipun demikian, Laksamana Muda Vladimir Tryapichnikov, Kepala Departemen Produksi kapal Angkatan Laut Rusia, sebenarnya pada 30 Juni 2017, Rusia masih berencana untuk membangun dua korvet tambahan lagi, selain dua yang sedang dibangun. Namun hingga kini masih belum diketahui kejelasan pembangaun dua korvet tambahan lagi.

Pembangunan korvet Gremyashchiy class sangat tertunda karena tidak adanya pengiriman mesin diesel MTU utama. Rusia kemudian mengIntegrasikan mesin diesel buatan sendiri yang terdiri empat set mesin 1DDA-12000, yang dikirimkan pada kuartal ketiga tahun 2016 hingga kuartal ketiga tahun 2017.

Navalnews

 Posted by on April 24, 2019

  9 Responses to “Korvet Project 20385 “Gremyashchiy” Memulai Uji Coba Pertama”

  1.  

    See, Rusia masih mengalami kendala buat memproduksi sendiri diesel yg biasanya dipasok dari Ukraina. Apalagi dg kondisi keuangan yg mepet makanya ane heran buat apa Rusia bermain di Suriah dan sekarang Venezuela,orang mau produksi alutsista aja tak de Wang.

    •  

      memang Ukraina adalah langkah barat untuk menekan kemampuan Russia terutama dalam pembuatan alutista baru… justru itu akan membuat Russia berusaha untuk bisa membuatnya sendiri dengan segala kondisinya… bukan kemunduran justru sebuah awal untuk misi kedepan yang lebih mandiri…
      tak de wang tapi mampu menghabisi ISIS di Suriah sampai koalisi barat sewotnya setengah ampun… diawal2 seperti mentertawakan karena pasti akan membuat Russia bangkrut… senjatanya yang sering di bully ternyata jauh lebih gahar dan seperti pameran kemampuan, sesuatu yang tidak disangkan oleh barat…
      Venezuela… jika dibiarkan diacak2 sama USA, paling nasibnya bakalan seperti Libya…
      Lihat saha USA yang uangnya bejibun bahkan tidak mampu berbuat banyak di Afganistan… Arab Saudi yang kaya raya ga mampu mengalahkan perjuangan Houthi… uang bukan segalanya bung

  2.  

    Bukan tak de wang tapi tak de mesin kapal

    •  

      Tak ada uang + tidak dapat membuat mesinnya sendiri..

      Plus kesulitan membuat kapal-kapal besar jadi yg dibuat cuma kapal2 medium saja

      •  

        Makanya mereka lebih banyak membuat dan melakukan RnD pengembangan rudal hipersonik. Masalahnya mereka masih berkutat pada seeker aktive homing dan terlalu bergantung pada satelit. Padahal kalo perang nyata, satelit aja bisa di hack, digeser posisinya biar jatuh dan bahkan ditembak dg ASAT. Jelas Rusia cuman bisa bertahan total sambil nembakin rudal balistik. Kalo mereka maksa nyerang dengan alutsista tua jelas akan jadi blunder besar karena lawannya bukan satu negara kayak ngadepin Nazi dulu tapi gabungan aliansi puluhan negara besar.

        •  

          jiaahh… ngaku saja ketinggalan dalam hal rudal hypersonic…

          memang sengaja terus ditekan biar ga bisa berkembang sehingga tidak bisa menjadi pesaing… lagian untuk negara dengan anggaran militer sebesar 5% dibanding USA jelas capaian Russia puar biasa… mana negara didunia yang mampu mengimbangi kekuatan USA???

          •  

            Begini bung Yuli, kapal patroli proyek 20380 dilengkapi sistem manajemen informasi tempur Sigma-20385. Sistem ini menggabungkan semua senjata, pengawasan, dan kecerdasan buatan, yg bakal dikembangkan setelah peluncuran proyek 20380 dalam rangkaian korvet dan akan dipasang di kapal Shrezny, Strict, Retivy, Aldar Tsydenzhapov, dll.

            Sigma-20385 adalah otak jenius yg bertanggung jawab untuk hampir semua sektor, termasuk manuver, kontrol pertahanan anti-kasel dan senjata rudal, serta komunikasi. Menurut para ahli, melengkapi korvet dengan peralatan tersebut versi paling modern akan memberi mereka sensasi tempur baru.

            Saat ini, armada Rusia butuh kapal permukaan baru, tetapi ada kesulitan obyektif dengan pembangunan frigat dan kapal perusak. Pada saat yang sama, korvet multi-fungsi ini mampu menyelesaikan berbagai tugas di zona laut dekat, yang sangat penting jika ada kekurangan dan memiliki zona garis pantai panjang.

            Satu2nya negara di permukaan bumi yg sanggup mengalahkan aliansi negara sekutu NATO cuma ini => ZIMBABWE

          •  

            Banyak faktor yang membuat Russia tidak memiliki kemampuan kapal permukaan yang sangar… berbanding terbalik dengan kemampuan kapal selam mereka bahkan sejak era Soviet… tetapi memang Russia tidak memiliki banyak lokasi dengan garis pantai ideal untuk mengembangkan kapal permukaan… bahkan aneksasi Crimea juga ada hubunganya dengan hal ini… kehilangan Crimea jelas akan semakin membunuh Russia terutama untuk pelabuhan militer bagi mereka…
            Sejarah perang dunia menunjukan kalau Russia tidak memiliki cukup pengalaman pada perang laut, dan mereka jarang menghadapi perang laut, berbanding terbalik dengan USA yang sangat kenyang dengan pengalaman perang sehingga mereka memiliki armada kapal induk paling kuat di dunia…
            Karena bagian besar dari wilayahnya adalah daratan dibangingkan garis pantai yang lebih didominasi pantai di posisi kutub jelas saja Russia lebih berkembang di alutista darat dan rudal…

  3.  

    Jd kan pelajaran buat indonesia kalao emang mau mandiri Alustista hal yang di kuasai tidak hanya merancang dan merakit semua hal harus dikuasai dari hal yg terkecil sampai ke yang besar, agar pengadaan Alustista kita tidak terhambat karena sangsi dan embargo dr luar. Belajarlah dr negara Jepang yg sebelum restorasi meiji Jepang banyak tertinggal di berbagai bidang tp liat hasilnya sekarang.
    kalao kita TDK melakukan perubahan maka kita akan selalu tertinggal…
    Agato setiap negara punya kelebihan dan kekurangan masing2, kalao suatu negara menyadari kekurangannya dan belajjar untuk mengatasi kekurangan dan kelemhan tsb maka bukan TDK mgkin negara tsb bisa menjadi LBH dan lebih karena mereka bljajr mengembangkan untuk mengatasi kelemahan mereka.
    Dan saya berharap pemerintah kita menyadari kelemahan negara kita. ada yang tau kelemahan negara kita???……kalao ada yg tau tolong tulis di komen siapa tau bisa menjadi rujukan buat punya kuasa. Di negara kita.