Apr 242012
 

Kostrad ke Perbatasan - RI Malaysia


Secara diam diam Markas Besar TNI Cilangkap Jakarta, mengambil kebijakan radikal, dengan menempatkan pasukan pemukul di perbatasan Indonesia – Malaysia.

Batalyon Infanteri 413 Bromoro, Lintas Udara Kostrad, didatangkan untuk menggantikan posisi Batalyon 621/Manuntung di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Mereka bertugas menjaga berbatasan RI dengan negara bagian Sabah dan Sarawak, Malaysia Timur.

Yonif 413 Linud Kostrad yang bermarkas di Solo Jawa Tengah, mulai April 2012, bertugas menjaga tiga kabupaten yang berbatasan dengan Malaysia: Kutai Barat, Malinau, dan Nunukan, sepanjang 1.038 km. Dengan masuknya Batalyon Yonif Linud 413 Kostrad, ada 1.300 prajurit diperbatasan Kalimantan Timur mengisi 44 buah pos.

Jika pasukan Kostrad diterjunkan ke sebuah daerah, berarti mereka disiapkan untuk bertempur. Mereka pasukan mandiri, yang tidak membutuhkan pasukan lain, untuk melakukan pertempuran. Dari urusan dapur hingga senjata anti pesawat terbang, semua diurus sendiri.

Malam itu Yonif 413 Bromoro Linud Kostrad, mulai patroli. Satu kompi Kostrad (100 prajurit) berkumpul di Kutai Barat, untuk menyisir perbatasan di wilayah Timur. Memasuki dua jam perjalanan, pasukan dipecah menjadi tiga peleton (33 personil), bergerak ke tiga tempat terpisah. Pasukan yang satu peleton (33 personil) dipecah lagi menjadi tiga regu setelah berpatroli selama empat jam.

Patroli 1 Regu Kostrad


Patroli Malam
Pukul tiga pagi, satu regu (11 personil) pasukan beristirahat (tidur sejenak) dan bergerak lagi saat lembayung pagi mulai muncul. Sekitar pukul 8 pagi, mereka tiba dipatok perbatasan Indonesia – Malaysia, Kalimantan Timur. Mereka memeriksa, mencatat kordinat patok perbatasan serta mendokumentasikannya ke dalam foto.

Dari 11 anggota Kostrad ini, dua memegang senjata mesin, satu pemegang radio punggung serta dua bertugas sebagai pembuka jalan/ penjejak. Selain menyandang senjata SS pindad, sebagian mereka menyandang granat launcher dengan amunisi tabung pelontar anti personal dan tabung pelontar anti tank, tergantung di pinggang kiri dan kanan.

“Kami tidak membawa RBS 70, karena terlalu berat. Inikan cuma patroli tapi penuh kewaspadaan”, ujar seorang perwira letnan dua. RBS 70 adalah senjata anti pesawat milik Kostrad.

Setelah memeriksa patok patok perbatasan, pasukan ini kembali pulang ke Pos mereka yang baru di Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Pengalaman tempur Yonif Linud 413 Kostrad telah panjang. Mereka terjun ke berbagai medan perang dan konflik bersenjata, antara lain: Kompi Pemburu Satgas Darat di Timor Timur, Satgas Pengamanan Daerah Rawan Aceh, Ambon dan Papua. Mereka juga pernah bertugas sebagai Kontingen Garuda VII di Timur Tengah.

Batalyon 305 Kostrad
Selain di Kalimantan Timur, Pasukan Kostrad ternyata dikirim juga ke perbatasan Kalimantan Barat. Wilayah perbatasan dengan Serawak Malaysia di Kalimantan Barat, dijaga 600 personil Batalyon 305 Lintas Udara Kostrad menggantikan pasukan Batalyon Infanteri 643 Wanara Sakti Sintang. Mereka ditempatkan pada 34 pos pengamanan perbatasan.

Selama ini pasukan yang menjaga perbatasan di Kalimantan Barat, hanya dari tiga batalyon yang ada di bawah Kodam XII/TPR, yakni Batalyon Infanteri 643 Wanara Sakti, Batalyon Infanteri 641 Beruang Hitam di Kota Singkawang, Batalyon Infanteri 642 Kapuas.

Panjang perbatasan Kalimantan Barat dengan Malaysia mencapai 966 kilometer, mulai dari Tanjung Datuk di Kabupaten Sambas, hingga Gunung Cemeru di Kabupaten Kapuas Hulu. Di tempat inilah 600 anggota Yonif 305 Tengkorak Linud Kostrad (Kerawang -Jawa Barat), bertugas menjaga perbatasan.

Kostrad


Pasukan Yonif 305 Linud Kostrad memiliki segudang pengalaman. Mereka baru saja pulang dari Lebanon sebagai pasukan Garuda XXIII-A ” 2006-2007. Jadi tidak main-main. Kini pasukan yang disimpan di perbatasan Malaysia, pasukan berkualitas nomer satu.

Yonif 305 Linud Kostrad pernah beroperasi di Kamboja “Garuda XII-A s/d C “, Operasi Pengamanan Papua 1996, Penumpasan Aceh Merdeka, Operasi Seroja, Penumpasan PGRS PARAKU Kalbar, Penumpasan G30S PKI, Operasi Dwikora, PRRI/Permesta dan Penumpasan DI/TII. Untuk urusan perang, mereka sudah kenyang.

Kodam XII/Tanjungpura bermarkas di Pontianak mencakup dua provinsi yakni Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Sedangkan Kodam VI/Mulawarman menjaga wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.

Yang menjadi pertanyaan, mengapa garis perbatasan dengan Malaysia di sepanjang Kalimantan Timur dan Barat, kini dijaga Kostrad ?. Satu. Anda tidak bisa main main atau mencoba adu kekuatan dengan pasukan baret hijau ini. Mereka sangat menyukai perang yang berlarut yang meneror dan menguras psikologi lawan.

Kostrad

Kostrad sedang mengenali medan Kalimantan Timur dan Barat, sehingga jika terjadi pertempuran, mereka tahu persis harus berbuat apa. Kalau sudah begini, pasti ada pasukan clandestine berpakaian preman yang akan memetakan garis pertahanan lawan, termasuk pos komando, logistik dan geografis. Jika sedang menggunakan pakaian militer, ada badge kuning melengkung di baju lengan atas mereka bertuliskan “Clandestine”.

Marinir Bergabung

Marinir Taifib


Let’s Rock and Roll. Pasukan TNI AL tidak mau ketinggalan untuk berpartisipasi, bahu membahu menjaga perbatasan dengan temannya di Kostrad.

Sebanyak 130 prajurit petarung Batalyon Infanteri-5 Marinir bertugas sebagai Satgas Ambalat XIV/2012.

Tugas yang disampaikan Komandan Pasmar-1 Brigadir Jenderal TNI (Mar) Tommy Basari Natanegara kepada mereka sangat jelas. “Amati dan waspadai gerakan pasukan Malaysia di Pulau Sebatik Utara, serta pertahankan garis paralel perbatasan di Pulau Sebatik”, ujar Dan Pasmar-1.

“Laksanakan penyiapan unsur perlawanan wilayah bersama satuan samping, waspadai pergerakan kekuatan Malaysia di sekitar Pulau Sebatik dan Pulau Nunukan,” tambah Komandan Gugus Tempur Laut Wilayah Timur, Laksamana Pertama TNI Arie Soedewo SE.

Pada 2013 mendatang, penjagaan perbatasan akan lebih ketat lagi. TNI akan mulai mengaktifkan tank-tank Leopard, heli tempur Super Cobra, serta UCAV/Drone Heron TP. (Jkgr).

  35 Responses to “Kostrad -Marinir Merapat Ke Perbatasan Malaysia”

  1. batalion RAIDERS kok nggak ikutan ya Om ?

    • Kenapa kita tidak bangun di sepanjang perbatasan jalan dan pagar pembatas seperti Israel, sehingga mobilitas kendaraan militer bisa mobil dengan lebih cepat. Mungkin nggak punya uang lagi. Seharusnya anggaran pertahanan kita minimal $10 milyar, sehingga lebih gagah lagi mengembangkan Alutsista. Siapa tidak bangga dengan pertahanan yang mumpuni, sehingga rakyat Indonesia tidak dilecehkan lagi oleh bangsa lain.

      • Mungkin akan lebih efektif jika uangnya (kalau ada) dibelikan banyak pesawat ultralight untuk mengontrol patok2 perbatasan secara berkala. Pesawat ini dipangkalkan di pos2 perbatasan terdepan sebagai kelengkapan TNI AD.

      • karena didunia militer kita disegani dengan kemampuan gerilyanya yang efektif..
        sejarah membuktikan membangun jalan/tembok pertahanan sepanjang perbatasan tidak pernah efisien.
        lain halnya dengan tembok ‘virtual’ pasukan elite, secara kasat mata sulit dilihat, secara strategis sulit diprediksi & secara taktis lawan akan berpikir 2x utk melintas

        *Hanya pendapat saya om.. 🙂

  2. Patroli lagi tuh:
    Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Marinir TNI-AL Ambalat-Pulau Sebatik bersama Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Kostrad 413 TNI AD mengadakan patroli patok perbatasan Indonesia-Malaysia, 25-26 Juni.

    “Patroli patok ini merupakan kegiatan rutin oleh Satgas Marinir Ambalat, dan merupakan pertama kali dilakukan secara gabungan dengan Satgas Pamtas,” ujar Komandan Satgas Marinir Ambalat Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kapten Suherman, di Sebatik, Kalimantan Timur, Minggu (24/6).

    Patok yang akan ditinjau yaitu patok 7 dan 8 yang terletak di sekitar Desa Ajikuning, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur. Selanjutnya, Selasa (26/6) akan meninjau patok 9, 10, 11 dan 12 yang masih berada di sekitar Ajikuning.

  3. jika hanya 1300 TNI yang menjaga perbatasan dengan malaysia,apa itu sudah cukup..?

    sedangkan malaysia dikatakan menempatkan 18.000 hingga 54.000 tenteranya di perbatasan mereka di kalimantan.

    • makanya diperlukan pre-empative strike terhadap posisis strategis malaysia,entah itu depot minyak,pangkalan tempur…..dll
      malaysia mau naruh seluruh pasukannya di malaysia jg ngga apa2,kalau pintar menyiasati kita bisa dengan mudah meluluh-lantakkan pasukan mereka yang sudah berkumpul di perbatasan dengan senjat2 strategis entah itu dengan bom,rudal,serangan udara dll

      • Ga masalah….biasalah….negera kaya pasti penjaganya lebih banyak daripada negara miskin. Karena apa? ya karena penduduk negara miskin pasti pengen ke negara kaya.
        Dan perang jaman sekarang sebenarnya bukan masalah banyak-banyakan tentara, tapi banyak-banyakan bom.

        • dan siapa yg lebih banyak duit,….tapi sayang nya kalau malon duitnya turun ke bawah makanya prajuritnya makmur,..beda dengan TNI kebanyakan di korup sama komandan nya makanya jangan heran pakaian nya banyak yg LUSU alias BLEL dan pada gak semangat jika perang bukannya nembak musuh tapi nembak komandan nya sendiri.

    • Cukup sekali…bro karena kualitas mereka ayam sayur….

  4. Memang udh saatnya Indonesia meninggalkan politik doplomasi atau gertak sambal dlm menghadapi berbagai permasalahan perbatasan dg Malaysia. Pasukan2 dan alutsista TNI yg digelar utk menjaga perbatasan saat ini sebagian besar adalah BKO. Saatnya TNI utk menambah 1 Divisi Kostrad di kalimantan dg diperkuat Yon Kav yg berkekuatan MBT Leopard, menggelar satuan pertahanan udra, mendirikan skadron tempur di balikpapan, Tarakan & mengganti Hawk 100/200 di pontianak dg pesawat tempur yg lbh bertaring spt F16 atau Sukhoi 27/30 MK atau jg F 33/KFX/IFX yg mmg saat ini msh dlm tahap prototipe. Mau perang dg Malaysia…nggak juga, asal mereka tau..”jangan pernah usik kami or I hit you”..

  5. “…Mereka pasukan mandiri, yang tidak membutuhkan pasukan lain, untuk melakukan pertempuran. Dari urusan dapur hingga senjata anti pesawat terbang, semua diurus sendiri…”

    Pak admin, pasukan Linud berarti infanteri, tidak membutuhkan pasukan laen? pernah denger dukungan utk pasukan infanteri salah satunya BTU (Bantuan Tembakan Udara), Tembakan Meriam Kavaleri, atau kapal. Semua pasukan itu saling terkait, bahkan satuan/ unit yg bergerak mandiri dalam suatu operasi khusus pun masih membutuhkan bantuan satuan lainnya…

    • Pasukan Kostrad didesain untuk mampu melakukan pertempuran sendiri, krn mrk memiliki artileri, kavaleri dan anti-udara. Berbeda dengan Kopassus, mereka adalah pasukan khusus, pembuka jalan. Untuk melakukan pendudukan sebuah wilayah Kopassus membutuhkan bantuan pasukan lain, sementara Kostrad bisa mandiri. Tentu idealnya sebuah pertempuran bekerjasama semua Matra.

      • semoga antar pasukan tetap saling medukung, jangan menyerang sendiri” nanti malah nyerang teman sendiri seperti kasus di seroja war

      • Bukan idealnya tp pastinya itu yg lebih paten, krn senjata anti-pesawat jarak terbatas sejenis yg dimiliki kostrad, satuan lain baik marinir, paskhas pun punya.
        Saran gunakan bahasa pemersatu jgn hiperbola tertentu, ntr malah debat krn ego satuan masing-masing.

        • pasukan linud memang seperti itu, pada masa perang mereka yg ditugaskan beroperasi dibelakang garis depan lawan-behind enemy lines, umumnya diterjunkan lewat parasut (airborne), sehingga unitnya didesign untuk beroperasi mandiri tentu sesuai target yg ditentukan. mohon dibedakan

    • Yang dimaksud pasukan sendiri itu didukung satuan pendukung dr organik kostrad sendiri bkn dr organik kodam setempat..krn kostrad punya organik yonkav, yonarmed, yonbekang, dll sendiri. Jd mereka bisa bergerak lbh cepat krn satu komando.

  6. TERLEPAS Dari BENAR Atau TIDAKNYA Wilayah SABAH Sejatinya Milik Kesultanan SULU…biarlah Konflik ini jd PELAJARAN bwt MALAYSIA yg Suka USIL dan srg MENZALIMI Indonesia !!

    TERBUKTI Malaysia KEDODORAN menghadapi Milisi SULU…MESKIPUN :
    10.000 personil Tentara Gabungan sdh diterjunkan di wilayah Konflik,..di dukung oleh Arrtileri Berat spt Meriam, Roket,…dan jg Rantispur ( Kendaraan Taktis Tempur ) spt Panser & Tank,…bahkan Banpur ( Bantuan Tempur ) dari Udara berupa F-18 Hornet dan Sukhoi telah berlalu lalang di udara….namun sampai saat ini PERANG masih BERKECAMUK dan sampai saat ini Pejuang Sulu juga Belom bisa DIKALAHKAN…

    ARTINYA :
    Militer Malaysia tuh sbnrnya DODOL MARKODOL,..cuman KEREN PENAMPILANNYA Doank !!

    Jadi saat ada KONFLIK dg Malaysia,..TNI Tak Perlu TAKUT dg Tentara Diraja Malaysia…!!!

  7. kalok ada yang coba” masuk wilayah NKRI tembak aja perang pun perang kami yang di malay cuman mitak di kirimin senjata aja

  8. Saya sangat bangga dengan adanya Batalyon Infanteri kelas 1 yang diterjunkan untuk menjaga kedaulatan RI-Malaysia,semoga Malaysia berfikir 1.000 X utk main-main dengan NKRI.
    Saat genting Indonesia dengan malaysia sy sdh melakukan penyusupan ke perbatasan dan masuk ke wilayah malaysia baik Sabah dan Sarawak, kami tergabung dalam satgas Intel Strats 1 yang mempunyai tugas pokok menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan, wawasan kebangsaan serta menimbulakan jiwa patriotik masyarakat di perbatsan RI-Malaysia, dan yang paling utama yaitu untuk mengetahui kekuatan TDM dan pergerakan dari TDM. TDM mentalnya lemah lain dengan TNI….
    Hidup TNI…..
    NKRI Harga Mati.

  9. Apa mau hbs tu pasukan tdm,,sy percya pasukn baret hijau,,mereka berkamuflase,,ibrt spt rambo,,indo bkn negra agresor tp jangn usik kenymnn kami,,sejengkalpun gak akan hilang,0,1 mil lautpun gak akan diambil,,mereka gak pnh perang tp mereka menunggu perang,,blm lg kopasus,raiders,,kekuatan militer no 3 dlm srtegi perang,,lbhj baik mati di medan perang dri pd pulang dengn kekalahn,,walaupun diblkang malon ada linggis ataupn ausss,,pr kamuflase ini sy ykin gak akn gentar,,klu urusn bgni gak ada kt serumpun,nhrga dri kebangsaan,,habisin mereka,DOOOOORRR,,,,!

  10. @Mr .Diego,

    Sepertinya menarik utk diulas lbh mendalam penugasan yon raider 100 di border ri-malaysia..
    (yon 412 raider jg sedang tugas pamtas di border ri-papua nugini)

  11. di pos pos penjagaan di perbatasan malaysia indonesia kog cuma di jaga 24 orang..
    Q lihat nd tau ketika q masih di malay,,waktu itu q di kedai kopi. Q lihat kog ada org indonesia. Setelah q tanya trnyata mereka tentara penjaga pos perbatasan..akhirnya drpd saya penasaran saya ikut pergi ke pos yg berjarak kurang lebih 10/15 km,karena perjalan jalan kaki naik turun gunung mmencapai 4jam..menariknya adalah dari pos ke pos yang lain mencapi puluhan km,dan ada sekitar 26 pos di batas katulistiwa antara malaysia indonesia dari kalimmantan barat.karena yg dekat itu ada lah wilayah sriaman lubuk antu (malaysiax) yg berbatasan dgn ngabang /putusibau (indonesia) maklom ane skedar info karena kbiasaan ane lewat jalan gelap malaysia jd banya tau ttg jalan tikus malaysia..
    itu sekitar 2010 yang lalu,di setiap pos juga tersedia helypad,,itu ketika saya masih kerja ilegal loging di malaysia.. Sungguh elok hutan indonesia yg indah belum terjamah dg kayu bungas yg besar”..perlu di jaga..

    Anehnya kalau emang terjadi perang maka yg pertama di sabotase adalah air..karena warga malaysia minum air dr pegunungan di indonesia.. Jadi seumoama d taburi racun di air yg buat aer minum mereka pasti bnyak yg mmati.. Karena mereka mnyediakan tempat penampungan air di dekat sungai yg berbatasan indonesia…

    Jadi bila indonesia mo perang dg malaysia.. Ribuan TkI sudah siap.. Tapi gimana dengan alutsista nd mental mpimpinan kita..
    Apa beraniii..
    Karena kami para TKi siap memblasaahh para warga malaysia….

    Salam 1jiwa NkrI

  12. Disarankan perlu segera dibangun jalan darat yang menghubungkan antar desa atau daerah, daerah dengan pusat pemerintahan serta di sepanjang wilayah perbatasan yang dapat mengakomodir baik kepentingan ekonomi masyarakat maupun kepentingan pertahanan negara.
    pembangunan jalan darat diperbataskan sebaiknya mengkaryakan TNI/POLRI yang sedang pendidikan maupun bertugas sepertihalnya AMD dari setiap kesatuan Kita bisa sebut TNI “Membangun Perbatasan”. Bagi TNI yang sedang pendidikan sebaiknya sebelum di terjunkan di Masyarakat ada baiknya membangun perbatasan selama 3 -6 bulan dengan cara membangun jalan secara ber-Gotong royong sehari 100 meter lama-lama terhubung Pontianak ke Kaltara, sehari 10m lama-lama terhubung Jaya Pura Ke Maroke. Usulan ini memperhatikan kerja TNI sesungguhnya kurang maksimal tetapi tetap di gaji dari pada kerja hanya lapor dan apel setiap hari Senin alangkah baiknya Anggota TNI baik Prajurit maupun perwiranya terjun di perbatasan untuk membuat jalan litas Kalbar Kaltara atau Jaya Pura Maraoke membangun daerah transmigrasi lokal penduduk setempat dijadikan pagar pembatas kedaulatan NKRI.

    • apa dana pnpm gak masuk kesana ya …. paling tidak tiap tahun ada jalan yang dibuat dari dana pnpm ( maklum saya pernah ngurusin pnpm dikecamatan saya ) dan hasilnya setiap tahun jalan semenisasi terus bertambah dan sekarang satu pulau sudah cukup untukk sarana transportasi bahkan pulau kami hampir menyamai bali dalam sekala kecil dari dana pnpm loh …. dan apbd … malahan bangunan yang asalnya dari pnpm lebih kokoh dibanding yang dari proyek ( tender ) kualitasnya 2 kali lipat

  13. Terkadang kita orang awam di nina bobokkan oleh, propaganda dan kontra propaganda. Kenapa kostrad dilibatkan untuk turut menjaga perbatasan, baru saat sekarang knp tdk dari kemaren-kemaren sejak ambalat ribut. atau karena alut sista kita yg baru dan canggih, baru saja berdatangan, tidak juga, kalau itu yang terjadi. cukuplah drone, atau TUCANO yg berpatroli.,,,,.:: “” . Jawaban sesungguhnya adalah. Karena pasukan sulu baru saja masuk dan menyerang Malaysia,..
    Indonesia dan Malaysia sangat khawatir dengan ancaman Sultan Sulu Untuk terus berjuang merebut wilayah yg mereka klaim milik mereka. “Apa masalahnya bagi Indonesia, toh itu urusan malaysia. tentu itu pikiran kita yg, awam, namun bagi mereka yg ahli strategi, tentunya berpikir, cepat atau lambat masalah sulu ini akan merembet ke Indonesia, dan bisa meninbulkan kesalahpahaman yg berbahaya bagi Indonesia dan malaysia.
    Apa pasal, Jika wilayah Indonesia tidak diawasi secara efektip, tentunya pasukan sulu akan datang dan bersembunyi di wilayah kita untuk menyerang malaysia. Laalu setelah mereka menyerang mereka kembali ke wilayah Indonesia, dan pastinya malaysia akan mengejar. Dan apa yang terjadi setelah itu. hanya tuhanlah yg tahu. dan tentunya pastilah hal yg sangat tidak mengenakkan. bagi Indonesia.
    Hanya saja satu hal yg mengganjal. di hati, apakah hal ini semata-mata inisiatip Indonesia, atau ada permintaan dari jiran, yg selalu saja minta, di emong dan dimanja, tapi kalau lagi nggak ada maunya dia ngelunjak. ” Sekali lagi jawabnya hanya tuhanlah yg tahu.”

  14. Meskipun di Indonesia ini banyak juga yang Males, Tapi yang Pekerja Keras Juga Banyak. Juga Banyak Yang memiliki Jiwa Wirausaha Selain imigran dari Utara itu.

  15. Kelemahan Kita di Banding China salah Satu nya di Bidang Kewirausahaan. Ekonomi Indonesia diKuasai Satu Etnis doang, Padahal Kita Negeri Multi Etnis. Salah Satu nya Salah Soeharto, yang Meng-Anak-Emaskan Pengusaha Satu Etnis untuk menguasai Perekonomian Negara Kita. Sedangkan Yang Lain di Curigain Takut2 Kalo Sampe Kuat Pengusaha Yang Lain itu yang bukan Etnis dari Utara itu, nantinya bisa bikin Revolusi dan Menggulingkan Soeharto. Terutama di Persulit dari Segi Permodalan. Akhir nya Perekonomian Kita di Kuasain Satu Etnis. itulah Salah Satu nya Yang Membuat Garuda agak Sulit Terbang Tinggi Karena di Lilit Naga.

  16. saya rasa, kita tak usah risau. sistem yang kita pake menyerang dari dalam. seperti bom waktu, seperti yang telah di sampaikan Ryamizard Ryacudu. dia meminta waktu dalam hitungan menit (anda mungkin akan bertanya misi apa itu….).

  17. menitnya itu berapa bung bambang? bisa seribu menit bisa juga sejuta menit…. kwkwkwkwk

 Leave a Reply