Kozak-2M Masuk Arsenal Alutsista Indonesia ?

Jakartagreater – Delegasi Kementerian Pertahanan Indonesia dipimpin N. Ponang Djawoto (Marsekal Madya Angkatan Udara) selaku Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan-Kementerian Pertahanan RI, mengadakan kunjungan kerja ke Kyiv, Ukraina pada 2-4 September 2020, dirilis situs Kementerian Luar Negeri RI. Selain delegasi Kemenhan RI, turut hadir juga delegasi PT Pindad dan delegasi PT. LEN Industri.

Kunjungan Delegasi Kementerian Pertahanan RI ke Ukraina. (@ Kemenlu RI)

Kunjungan ini sebagai tindak lanjut kunjungan kerja Wakil Menteri Pertahanan RI pada Februari 2020 dan sebagai implementasi Perjanjian Kerja Sama Bilateral Bidang Pertahanan yang telah ditandatangani tahun 2016 dan telah diratifikasi kedua negara.

Kunjungan Delegasi Kementerian Pertahanan RI ke Ukraina. (@ Kemenlu RI)

Kegiatan utama kunjungan antara lain melakukan Courtesy dan Pertemuan dengan Oleksandr Myroniuk, Wakil Menteri Pertahanan Ukraina.

Pada saat pertemuan, Pihak Ukraina menyampaikan secara resmi surat dari Menteri Pertahanan Ukraina kepada Menteri Pertahanan RI berisikan undangan kepada Menhan RI untuk dapat melakukan kunjungan resmi ke Ukraina pada waktu yang disepakati Bersama.

dok. Armoured combat vehicle Kozak-2M Ukraina (@ VoidWanderer – commons.wikimedia)

Untuk lebih mengetahui lebih banyak mengenai kemampuan industri Alutsista setempat, Delegasi selanjutnya mengadakan kunjungan ke beberapa perusahaan industri BUMN dan swasta setempat, termasuk, melihat kesiapan 2 jenis kendaraan angkut pasukan beroda (APC) ‘Kozak II M’ yang dibeli pihak Indonesia dan direncanakan akan diikutkan dalam parade militer perayaan Hari Ulang Tahun Angkatan Bersenjata Republik Indonesia ke-75 bulan Oktober 2020 mendatang.

dok. Armoured combat vehicle Kozak-2 Ukraina (@ practika.ua)

3 pemikiran pada “Kozak-2M Masuk Arsenal Alutsista Indonesia ?”

  1. Sapa ya yg kemaren bilang ktanya gk beli ni barang. Asli lah gw males bahas perkembangan sista sendiri sejak dulu sampe sekarang ya gitu gitu aja muter muter gk jelas, kalau gw jadi presiden militer gw kasi budget paling gede se riset risetnya soal ekonomi mah ntar gw ekspansi rebut rebut wilayah negara orang..sejarah membuktikan negara ekspansionis menang kalah tetep jadi negara maju..

Tinggalkan komentar