Nov 222018
 

KD Tunku Abdul Rahman, kapal selam kelas Scorpene milik Angkatan Laut Malaysia (TLDM) © Mak Hon Keong via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Sebuah sumber di Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC) telah mengatakan kepada New Strait Times bahwa mantan Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Razak dipanggil ke markas anti-rasuah pada hari Minggu, untuk dimintai keterangannya mengenai pembelian kapal selam Scorpene-Class oleh pemerintahan Barisan Nasional (BN).

Dengan pemanggilan Najib ini, maka secara efektif berarti MACC membuka kembali penyelidikannya atas pembelian 2 unit kapal selam kelas Scorpene senilai 4,67 miliar ringgit atau sekitar US $ 1,11 miliar yang telah mengundang kontroversi.

Bekas Perdana Menteri tersebut menghabiskan waktu selama empat jam di markas anti rasuah Malaysia (MACC) setelah sebelumnya tiba pada pukul 09.23 waktu setempat. Kendaraan yang mengangkutnya terlihat meninggalkan lokasi pada pukul 13.15 sore.

Sumber itu mengatakan beberapa individu lain diharapkan dipanggil untuk membantu penyelidikan termasuk “pengamat politik” Abdul Razak Baginda yang diduga terlibat dalam proses transaksi 2 Scorpene tersebut.

Dua kapal selam pertama kelas Scorpene buatan DCSN Prancis dibeli pada tahun 2002 silam ketika Najib manjabat sebagai menjadi Menteri Pertahanan Malaysia.

Dia dikatakan telah mengawasi pembelian, dan termasuk pembelian kapal selam kelas Agosta untuk tujuan pelatihan dari DCNS Prancis senilai hampir £ 1 miliar atau sekitar US $ 1,17 miliar.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Malaysia Lim Guan Eng mengatakan bahwa dia telah diberitahu oleh duta besar Prancis untuk Malaysia, Frederic Laplanche bahwa saat ini pengadilan Prancis akan mengejar skandal korupsi pengadaan Scorpene.