Apr 132017
 

Prajurit TNI (istimewa)

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi merespons positif tentang bantuan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang akan menyiapkan personel secara profesional bila diminta untuk melakukan pengawasan selama 24 jam bagi penyidik KPK.

“Kami membaca dan mendengar informasi dari Panglima TNI. Saya kira itu hal positif bagi KPK, ini akan direspons secara positif ke depan,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, 11/4/2017.

Febri mengatakan KPK mengucapkan terima kasih kepada Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan jajarannya jika ada inisiatif pengamanan dan dukungan atas pemberantasan korupsi oleh KPK.

“Karena dua hal, pertama panglima TNI sebelumnya mengatakan TNI memiliki komitmen dalam pemberantasan korupsi, baik di internal TNI atau pun dukungan dan kerja sama dengan KPK,” ucap Febri.

KPK juga memiliki MoU atau Nota Kesepahaman dengan TNI dalam hal pemberian dukungan pemberantasan korupsi tersebut.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, pihaknya menyiapkan personel yang diperlukan secara profesional bila diminta untuk melakukan pengawasan selama 24 jam bagi penyidik KPK.

“Ini (permintaan pengawalan) sudah dikoordinasikan, tinggal pelaksanaannya saja,” kata Panglima TNI setelah Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kemendes PDTT dan Mabes TNI, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, 11/4/2017.

Ia tidak menyebutkan prajurit yang disiapkannya itu merupakan pasukan khusus yang dimiliki TNI.

“Saya berikan prajurit yang terbaik. Saya tak sebutkan siapa orangnya. Kita pengawalan secara tidak terlihat. Jumlahnya tergantung permintaan dan kebutuhan,” ujar Gatot.

Salah satu penyidik KPK Novel Baswedan disiram air keras sepulang sholat subuh pada Selasa (11/4).

Terkait perkembangan Novel itu, Febri mengatakan bahwa Novel pada Rabu pagi sudah dibawa ke Singapura untuk perawatan yang intensif.

“Informasi yang kami terima sudah mulai dilakukan pemeriksaan dan diagnosa awal di Rumah Sakit di Singapura. Mohon maaf kami tidak bisa sampaikan informasi Rumah Sakit di Singapura tersebut,” tuturnya.

Lebih lanjut, Febri menyampaikan KPK berharap bisa melakukan semaksimal mungkin untuk kesembuhan dari Novel Baswedan.

“Dan secara pararel kita koordinasi dengan pihak kepolisian. Seperti yang ditegaskan pimpinan KPK kemarin, penanganan kasus korupsi di KPK tetap ditangani semaksimal mungkin, karena itu adalah tugas yang harus dilakukan KPK,” kata Febri.

Antara

https://web.facebook.com/JakartaGreater

  10 Responses to “KPK Sambut Rencana TNI Kawal Penyidik”

  1. mantap ini..

    • Semoga bung Novel cepet sehat dan beraktifitas normal……

      Buat bung Lingkar, kalo habis sholat Subuh jangan langsung pulang…… tidur aja di Masjid sampe siang, baru deh berangkat komen…… glekk…glekk…glek..

    • Komenku ilang bang….

  2. Tni wajib melindungi aparat yg sedang menjalankan instruksi negara menegakkan kewibawaan departemen yg di kelolanya,bravo Tni-kpk.

  3. Harusnya ini bukan tugas tni

  4. Penyidik akan melakukan tugasnya hingga selesai, biarkan Para Prajurit yg melindungi mereka, insyaallah aman……….

    Semoga pelaku dan si koruptor yg menyuruhnya ketemu….

    Yg terbaik buat KPK dan rakyat indonesia.

  5. Kayak film The Bodyguard from Beijing dong . . 🙂

  6. Orang bawa pistol dikawal orang bawa pistol lg. Aneh. penghamba kekuasaan

  7. Moga kasus E-KTP dapat terselesaikan dengan bantuan pihak TNI..

  8. Bravo TNI, KPK jg berkoordinasi dgn POLRI semoga kedepan gak ada lg Koruptor yg bs bermain api!

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)