Sep 012018
 

Dalam pembekalannya, Dubes RI di Korea Selatan Bapak Umar Hadi, mengatakan kita bangsa Indonesia harus bangga karena sampai dengan saat ini kekuatan pertahanan Indonesia tidak tergantung kepada negara lain.

Kota Yeosu, Jakartagreater.com – KRI Bima Suci beserta Satuan Tugas Kartika Jala Krida Taruna AAL tingkat III angkatan ke-65 tahun 2018 (Satgas KJK 2018) tiba pada Senin 27-8-2-18 pukul 10.00 waktu setempat di Kota Yeosu, Korea Selatan, setelah berlayar selama 7 hari dari Zhanjiang, China.

KRI Bima Suci sandar di pelabuhan Yeosu mendapat sambutan meriah dari masyarakat sekitar maupun Abk sesama peserta lomba Sail Regatta. Mereka kagum dengan kedatangan KRI Bima Suci saat melihat Taruna AAL mengenakan berbagai kostum kesenian Indonesia mulai dari personel yang menarik tali tross hingga yang melakukan peran parade diiringi riuh suara Genderang Suling Gita Jala Taruna di atas geladak kapal.

Kedatangan Satgas KJK 2018 disambut oleh Duta Besar RI di Korea Selatan Bapak Umar Hadi dan Athase Pertahanan (Athan) RI di Seoul, Korea Selatan Kolonel Laut (E) AAGB Oka Wirayudhatama, S.T., dilanjutkan dengan kunjungan ke KRI Bima Suci yang disambut dengan penampilan kesenian Tari Merak yang dibawakan oleh dua Taruni AAL di geladak KRI Bima Suci.

Penampilan Tari Merak yang lemah gemulai ini mendapat apresiasi dari Bapak Duta Besar. Selain itu KRI Bima Suci juga dikunjungi kantor otoritas (imigrasi dan karantina) setempat dalam rangka joint inspection serta kunjungan dari panitia lomba Sail Regatta untuk mengecek dan meninjau kelayakan KRI Bima Suci dalam mengikuti lomba.

Pada kesempatan tersebut, Duta Besar RI di Korea Selatan Bapak Umar Hadi memberikan pembekalan kepada para Taruna AAL di ruang kelas utama Taruna. Dalam pembekalannya, Dubes RI mengatakan kita bangsa Indonesia harus bangga karena sampai dengan saat ini kekuatan pertahanan Indonesia tidak tergantung kepada negara lain.

Selain itu Indonesia juga merupakan sedikit dari sekian negara di dunia yang memiliki prinsip dan semboyan Bhineka Tunggal Ika atau mengakui keanekaragaman suku, agama dan budaya. Oleh karena itu menjadi kewajiban kita untuk menjaga Bhineka Tunggal Ika karena itu merupakan roh daripada bangsa Indonesia. “Tentunya keanekaragaman yang memupuk jiwa nasional”, kata Dubes RI.

Kemudian pada sore harinya, Komandan KRI Bima Suci Letkol Laut (P) Widiyatmoko Baruno Aji selaku Dansatgas KJK 2018 dan Palaklat KJK 2018 Letkol Laut (P) Joko Purwanto didampingi perwakilan Taruna dan Taruni AAL melaksanakan courtessy call kepada Walikota Yeosu Mr. Kwon Oh-Bong.  Sedangkan pada malam harinya prajurit dan Taruna AAL menghadiri Welcome Ceremony and Party dari panitia lomba Sail Regatta.

Sholat Idul Adha Di Selat Taiwan. Saat berada di perairan Selat Taiwan dalam perjalanan menuju Korea Selatan, Taruna AAL dan prajurit KRI Bima Suci melaksanakan Sholat Idul Adha 1439 H di geladak utama kapal. Sholat diimami Lettu Laut (T) Hari Setyo Mukti dan khotib Sertu Bah Masrukan.

Usai sholat dilanjutkan makan bersama di ruang kelas Taruna. Nuansa kekeluargaan semakin terasa saat diantara prajurit dan Taruna bersalam-salaman mengucapkan selamat hari raya Idul Adha. (Bagpen AAL).

  2 Responses to “KRI Bima Suci dan Taruna AAL Tiba di Korsel”

  1.  

    tes tes

  2.  

    KRI Bima Suci – Kapal Latih TNI AL

    https://www.youtube.com/watch?v=cRjZbMY93VY

 Leave a Reply