KRI Bima Suci Memukau Warga Kota Civitavecchia, Italia

KRI Bima Suci

Zeynita Gibbons Civitavecchia – Masyarakat Italia yang berada di kota Civitavecchia, kota pelabuhan di laut Tirrhenia, 80 km bagian barat Roma serta wisatawan mancanegara yang kebetulan berada di kota pelabuhan menyambut hangat kehadiran kapal layar KRI Bima Suci.

Kapal Bima Suci” yang mengadakan acara mengunjungi kapal itu atau “open ship” selama 3 hari sejak Jumat 29-9-2017 sampai dengan Minggu 1-10-2017 malam, demikian laporan Antara dari Italia.

Selain mengadakan acara open ship kapal baru penganti KRI Dewa Ruci dibuat di kalangan kapal Freire Shipyard melakukan kirab di taman dekat pantai Civitavecchia disaksikan Gubernur AAL, Atase Pertahanan KBRI Roma. Komandan KRI, serta perwira lainnya.

Kota Civitavecchia berpenduduk 50.891 jiwa dan mempunyai luas wilayah 71 km dengan antusias menyaksikan kirab yang berlangsung dari jam 10,00 hingga 11,30 kirab kota sampai selasai menuju KRI Bima Suci yang dilengkapi bendera Merah Putih berukuran besar di buritan kapalnya.

Seorang warga Italia yang menyaksikan langsung kecanggihan KRI Bima Suci mengakui kapal tersebut sangat indah dan menyampaikan penghargaan sebab mendapat kesempatan untuk melihat langsung kecangihan kapal latih milik Indonesia.

“Bima suci adalah kapal yang indah atau “is nice a ship. It has been a good experience of people showing their culture in a very nice and friendly way, ujar Emanuele Sotgiu kepada Antara pada Minggu 1-10-2017 London.

Taruni AAL Kapal Layar KRI Bima Suci

Antusias menyaksikan kapal tiang panjang yang digunakan untuk pelatihan taruna Akademi Angkatan Laut tidak saja ditujukan warga kota wisata menyaksikan kirab yang dimeriahkan dengan penampilan drumband Taruna AAL tapi juga wisatawan mancanegara yang mengikuti cruise kebetulan kapal pesiarnya tertambat di kota di Civitavechia.

Kirab berlangsung di taman di dekat pantai itu berlangsung sampai selasai menuju KRI Bima Suci yang pada Minggu 1-10-2017 melanjutkan perjalanan nya ke Port Said, Mesir.

Wakil komandan KRI Bima Suci M Sati Lubis kepada Antara London mengatakan kegiatan Kirab Kota juga digelar pertunjukan kebudayaan dan penampilan music dari Genderang Suling Gita Jala Taruna yang dibawakan para taruna dan tarunawati.

Dikatakannya, parade Roll 93 Taruna Akademi Angkatan Laut Angkatan ke 64 berhasil memukau penonton tidak saja masyarakat Italia dan wisatawan mancanegara yang berada di kota wisata sekitar satu jam perjalanan dengan kereta api.

Kelilingi kapal Wakil Komandan M Sati Lubis pun mengajak para pengunjung berkeliling kapal menyaksikan kecanggihan kapal latih yang baru saja melakukan perjalanan panjang dari Vigo Spanyol tempat kapal dibuat.

KRI Bima Suci menggelar “open ship” bagi wisatawan dan juga masyarakat untuk menyaksikan secara langsung interior dan eksterior KRI Bima Suci mendapat apresiasi masyarakat .

Jurike Woworuntu, seorang warga Indonesia yang lama menetap Italia datang dari Roma dengan kereta api bersama rekan-rekan mengatakan bahwa ia merasa bangga mendapat kesempatan meliat kapal KRI Bima Suci di Italia.

Drumband Taruna AAL di kapal layar KRI Bima Suci.

Wanita kelahiran Menado yang pertama kali masuk Italia tahun 1992 sangat bangga pada waktu mendengar ada kapal Bima Suci datang dan berlabuh di pelabuhan Civitavecchia.

Sementara itu Komandan KRI Bima Suci Letkol Laut (P) Widyatmoko Baruno Aji mengatakan acara Open ship bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat Italia atau pun wisatawan mengenai KRI Bima Suci.

Sedangkan Atase Pertahanan Indonesia untuk Italia, Kolonel Laut (P) Bambang Dharmawan bersama keluarga dan beberapa staf KBRI menyambut kedatangan KRI Bima Suci di Itali mengatakan adalah suatu kebanggaan sebab kapal ini akan menjadi duta bangsa yang akan membawa harum nama Indonesia ke seluruh dunia.

KRI Bima Suci yang masuk dalam jajaran elit kapal layar ukuran besar dunia, dan menjadi warga terbaru. selanjutnya akan melaksanakan pelayaran di Port Said, Mesir.

KRI Bima Suci karya galangan kapal Freire Vigo, ada di kelas Bark dengan ukuran panjang di kisaran 110 meter, 3 tiang, dengan 36 bilah layar ukuran besar, yang dapat dikembangkan secara mekanis ataupun manual merupakan kapal latih layar pengganti KRI Dewaruci dicanangkan sejak tiga tahun lalu, tetapi penandatanganan kontrak pengadaan baru dilaksanakan 2 tahun lalu.

Keberadaan kapal layar latih bagi angkatan laut atau instansi pertahanan kemaritiman suatu negara, semisal penjaga pantai, sangat vital. Di kapal layar tiang tinggi-lah prinsip-prinsip ilmu pelayaran, ilmu navigasi laut, dan keperwiraan diberikan secara nyata kepada para kadet (Antara).

Tinggalkan komentar