Apr 162018
 

dok. KRI John Lie (358). (photo : U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist 2nd Class Joe Bishop).

Jakarta, Jakartagreater.com – Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Yudo Margono, S.E., M.M., didampingi Danguskamlabar Laksamana Pertama TNI Dafit Santoso, Danlantamal III Laksamana Pertama TNI Denih Hendrata, S.E., M.M., dan para Pejabat Utama Koarmabar menyambut 2 KRI Jenis Multi Role Light Freegat (MRLF) KRI Bung Tomo-357 dan KRI John Lie-358 di Dermaga Sunda Komplek Satuan Koarmabar I Pondok Dayung Jakarta Utara, Jumat, 13/4/2018.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Alih Bina tiga unit KRI Multi Role Light Freegat (MRFL) dan satu unit KRI Corvette dari Koarmatim ke Koarmabar. Alih bina 3 unit KRI jenis Multi Role Light Freegat (MRLF) dan 1 Unit KRI Corvetter dari Koarmatim ke Koarmabarini dalam rangka perimbangan kekuatan dan kemampuan Koarmatim dengan Koarmabar sebagai bagian komponen utama pertahanan negara di laut.

Dalam penyambutan tersebut Pangarmabar Laksamana Muda TNI Yudo Margono, S.E., M.M., mengucapkan selamat datang dengan mengalungkan bunga kepada Komandan KRI Bung Tomo-357 Kolonel Laut (P) Heri Tri Wibowo dan Komandan KRI Jhon Lie-358 Kolonel Laut (P) Dados Raino, sebagai tanda resminya kedua KRI tersebut masuk dan bergabung di jajaran Koarmabar.

Pangarmabar dalam pers conference yang dilaksanakan di geladak buritan KRI Bung Tomo-357 mengatakan bahwa bergabungnya 2 kapal perang ini di Koarmabar adalah untuk memperkuat pengamanan dan sekaligus digunakan memperkuat Koarmabar dalam menghadapi ancaman di wilayah perbatasan Indonesia dengan wilayah negara lain.

“Kapal perang yang memiliki kemampuan multifungsi ini nantinya akan memperkuat Koarmabar bersama-sama dengan unsur-unsur Koarmabar lainnya dalam mendukung keamanan di seluruh wilayah Armada Barat”, tambah Pangarmabar.

Adapun KRI Jenis MLRF ini dibuat pada tahun 1995 di Inggris dan diluncurkan pada Tahun 2001 sampai dengan 2002 serta bergabung dalam susunan tempur TNI AL pada tahun 2014. KRI ini memiliki panjang 95 m dan lebar 12.8 m dengan bobot 2.000 Ton, dapat melaju dengan kecepatan maks 30 Knots. Persenjataannya meliputi Rudal Exocet MM 40, Rudal Pertahanan Udara Verical Launch Sea Wolf, Meriam Utama 76 mm Otomelara, 2 Menara dengan masing-masing 3 Peluncur Torpedo MK-46, serta dilengkapi Platform Helikopter (Helly Jenis AS 565 Panther).

KRI Jenis MLRF ini memiliki kemampuan peperangan 3 Dimensi yaitu Peperangan Anti Permukaan, Peperangan Anti Udara, Peperangan Anti Kapal Selam, misi SAR, misi Diplomasi seperti tergabung dalam Satgas Maritim TNI/Unifil serta berperan aktif dalam kegiatan International Fleet Review di beberapa negara. (Dispen Koarmabar).

Berbagi

  5 Responses to “KRI Bung Tomo dan KRI John Lie Perkuat Koarmabar”

  1.  

    Sdh lengkapkah persenjataannya?

    •  

      Lengkap tapi kadaluarsa ?

      •  

        Kadaluwarsa gimana..? Itu KRI kontraknya d mulai thn 1995 antara Brunei & Inggris… Kemudian d luncurkan berturut2 mulai 2001 – 2002… seharusnya masuk layanan tentara Brunei thn 2007… tp krn Brunei kekurangan personel akhirnya tdk jadi… Kemudian stlh itu d beli Indonesia… yg kadaluwarsa sebelah mananya…?

  2.  

    Buat patroli di LCS mungkin.

  3.  

    KRI John Lie (358)
    Sebagai mana Korvet kelas Bung Tomo lainnya, merupakan kapal perang yang dibuat untuk Angkatan Laut Brunei dengan nama KDB Nakhoda Ragam-28. Setelah diakuisisi Indonesia, kapal ini diberi nama yang diambil dari seorang tokoh pahlawan nasional Indonesia, yaitu Laksamana Muda TNI

    https://militerhebatdunia.blogspot.co.id/2016/09/kri-john-lie-358.html

 Leave a Reply