Des 022016
 

kri-fatahillah-361-gunakan-sistem-senjata-yang-lebih-canggih-dan-modern-1
PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero) telah merampungkan modernisasi KRI Fatahillah-361. Penyerahan kapal perang jenis perusak kawal berpeluru kendali ini dilakukan oleh Direktur Utama PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero), Imam Sulistiyanto, kepada Kementerian Pertahanan, di galangan kapal Tanjung Perak, Surabaya, Jumat (2/12).

“Alhamdulillah, kami bisa merampungkan pesanan secara tepat waktu dan tidak sampai dua tahun, bahkan lebih awal. Modernisasi ini adalah kali pertama dilakukan Kemenhan untuk jenis kapal perang,” ujar Imam, seperti dikutip Antara News pada Jumat (2/12).

Imam menjelaskan bahwa KRI Fatahillah-361 merupakan kapal perang buatan Belanda pada tahun 1973, yang saat ini telah memiliki teknologi dan persenjataan terbaru dan modern.

Menurut Imam, kapal dengan bobot 1.450 ton ini memiliki command management system, di antaranya sistem pendorong, yang diperbaiki dengan kerja sama Ultra dari Inggris. Bahkan, beberapa persenjataan atau peluru kendali kapal perang dengan dua sumbu baling-baling yang masing-masing berkekuatan 8.000 bhp itu sudah diuji coba tembakan, dengan hasil keseluruhan tembakan tepat sasaran.

Penyerahan KRI Fatahillah-361 kepada TNI AL setelah menjalani MLU. (@imf)

Penyerahan KRI Fatahillah-361 kepada TNI AL setelah menjalani MLU. (@imf)


KRI Fatahillah-361 juga dilengkapi radar Decca AC 1229, pemandau tembakan signal, surface search, dan signal DA 05. Kapal perang yang awal komponennya sekitar 80 persen tidak terpakai itu, kini memiliki sistem sonar yang menggunakan signal PHS 32 (Hull Mounted), dan sistem pengecoh yang menggunakan 2 Knewbworth Corvus 3 – tubed launchers dan 1 T-Mk 6 torpedo decoy.

Dalam kesempatan itu, Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan, Laksamana Muda TNI Leonardi, mengatakan bahwa kontrak kerja dengan PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero) menjadi usaha memajukan industri pertahanan dalam negeri.

“Perbaikan atau pemeliharaan harus sesuai nafas UU yakni dilakukan dalam negeri, dan untuk kandungan lokalnya juga harus didorong dari dalam negeri, meski soal mesin kita belum semua bisa,” ujar Laksamana Muda Leonardi.

Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan berharap bahwa proyek modernisasi KRI Fatahillah-361 yang dilakukan kali pertama ini menjadi gambaran dan acuan, sehingga ke depan industri pertahanan bisa lebih cepat dalam proses pengerjaan atau manajemen proyeknya dan mandiri.

Sumber: Antara News

 Posted by on Desember 2, 2016

  22 Responses to “KRI Fatahillah-361 Gunakan Sistem Senjata yang Lebih Canggih dan Modern”

  1.  

    tes

  2.  

    tes tos tes

  3.  

    keren..

  4.  

    Perbaikan besar2an nih…kapal2 tua ga jdi pensiun malah d upgrade untuk menghadapi aseng n asing.

  5.  

    setidaknya masih bertugas hingga adik2nya selesai dibangun dan siap untuk beraksi
    selain itu jg memberi kesempatan kepada perusahaan DOK dlm negeri belajar modernisasi kapal perang, siapa tau kedepannya bisa merancang yg lbh baik

  6.  

    Ga punya rudal

  7.  

    Ada kemajuan disektor mata dan telinga dg penggantian radar baru buatan Therma dan pemasangan 2x FLIR diatas anjungan dan dimenara_belakang kanon 40 mm…modelnya sama. dg yang terpasang di kapal Bung Tomo class

    #PKR aja malah tidak punya FLIR

  8.  

    mayan buat pelipur lara gara gara rudal 5menit

  9.  

    Rudal apa saja ……….. ???

  10.  

    harusnya dirilis pensiun aja
    tidak perlu dirilis peremajaan besar

  11.  

    tes

  12.  

    H>

  13.  

    Mantap

  14.  

    Apa yg diganti..bentuknya gk berubah

    •  

      @kojot

      Coba dijejer dulu dg foto lamanya, nanti baru ketahuan mana yang diganti…

      Ini yang kelihatan aja ya bang, mulai dari atas: dulu ada 2 radar surveillan utama, yang satu didepan didalam dome dan satu lagi dibelakang yang seperti serokan didapur…keduanya digantikan oleh 1 radar (therma)yang mewakili kedua fungsi radar lama.

      Sekarang kapal ini diberi 2 biji flir (buatan bae), satu diatas anjungan, satu lagi dibekas menara radar, dibelakang kanon 40mm

      Trus dipucuk antene (yang paling tinggi) ada sensor R-ESM…mungkin sama dg punya PKR.

      Kalo yg gak terlihat digambar adalah CMS yang sdh dibaruin, dan “mungkin” sistim chaff&flarenya diganti dg buatan therma spy seragam dg milik PKR/sigma

  15.  

    Juos

  16.  

    “Beberapa persenjataan atau peluru kendali kapal perang dengan dua sumbu
    baling-baling yang masing-masing berkekuatan 8.000 bhp itu sudah diuji
    coba tembakan, dengan hasil keseluruhan tembakan tepat sasaran”

    Persenjataan/peluru kendali macam apa yg dimaksud?

  17.  

    KRI Usman Harun pada ngumpet kemana? Waaah saya paling suka dgn KRI ini….kapan KRI Usman Harun akan di cloning? Tiga nama KRI Usman Harun, satu di pasang di natuna, satunya lagi di selat malaka dan satunya lagi di sorong….mantaf….kalau bisa di perlengkapi rudal jelajah dgn range 300 km buatan Turki….sopo siro sopo insun….KRI Usman Harun hajar musuh tiada ampun

  18.  

    KRI Usman Harun pada ngumpet kemana? Waaah saya paling suka dgn KRI ini….kapan KRI Usman Harun akan di cloning? Tiga nama KRI Usman Harun, satu di pasang di natuna, satunya lagi di selat malaka dan satunya lagi di sorong….mantaf….kalau bisa di perlengkapi rudal jelajah dgn range 300 km buatan Turki….sopo siro sopo insun….KRI Usman Harun hajar musuh tiada ampun….