Nov 182017
 

KRI I Gusti Ngurah Rai-332 (Foto : Antara/ Irfan Anshori)

Denpasar, Jakartagreater.com – Pahlawan asal Bali I Gusti Ngurah Rai diabadikan menjadi nama salah satu kapal perang Republik Indonesia, yakni KRI I Gusti Ngurah Rai-332 (GNR-332), yang langsung memperkuat poros maritim Indonesia di Pulau Dewata dan sekitarnya.

“Pengukuhan KRI GNR-332 rencananya digelar pada 30 Desember 2017, dengan terlebih dahulu upacara secara adat Bali dan diharapkan dihadiri langsung oleh Gubernur Bali,” kata Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Denpasar Letkol Laut (P) Gusti Bagus Tapayasa di Denpasar, Kamis, 16/11/2017.

Saat beraudiensi dengan Gubernur Bali, Letkol Laut (P) Gusti Bagus Tapayasa mengemukakan kecanggihan yang dimiliki KRI tersebut, diantaranya memiliki panjang 105,11 meter, lebar 14,02 meter dan berbobot 3.216 ton, dengan kecepatan maksimal mencapai 28 knot serta mampu menampung lebih dari 100 orang kru.

Tak hanya itu, KRI GNR-332 juga mampu melakukan perang di empat matra sekaligus, yakni perang permukaan sesama kapal perang, perang bawah air melawan kapal selam, perang udara pesawat tempur dan perang elektronika.

Selain itu, kapal ini juga mampu membajak sistem persenjataan dan kendali dari kapal perang musuh.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyampaikan apresiasi karena penggunaan nama Ngurah Rai tersebut merupakan penghargaan kepada pahlawan asal Bali.

Dalam makna yang lebih luas, Pastika mengharapkan para prajurit dan juga Danlanal yang seorang putra Bali agar meneladani semangat para pahlawan seperti I Gusti Ngurah Rai agar bisa meningkatkan daya saing pada kesatuannya masing-masing.

Dengan demikian, bisa berguna bagi nusa dan bangsa maupun mengabdikan dirinya bagi daerah kelahiran.

“Seperti apa yang sudah dilakukan para pahlawan kita, para generasi muda yang saat ini bergelut di dunia TNI harus bisa maju, harus hebat secara kualitas, harus berani tampil, harus seimbang kemampuan dan ketrampilannya,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Pastika hadir dengan didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Bali I Gede Putu Jaya Suartama. (Antara).

  16 Responses to “KRI I Gusti Ngurah Rai Dikukuhkan Desember 2017”

  1. Barengan dgn su dtg

  2. Nanti kalo kesampeyan beli iver huitfeldt….salah satunya mbok dinamai KRI R. Soebijakto.

    Beliau ini jasanya sangat besar dalam membangun ALRI modern…salah satu kegemilangan kiprah beliau adalah dalam melaksanakan operasi amfibi di 3 trouble spot sekaligus yang jarak terjauhnyanya mencapai 2000 nm dari markas besarnya (operasi memadamkan pemberontakan PRRI/Permesta dg menggempur/menduduki Dumai, padang dan manado).

    Sayang….tanpa alasan yang jelas, kiprah beliau seperti hilang tak berbekas.

    Merancang operasi atas air&amfibi, merintis pembentukan kader utk membangun eskader kapal selam, membangun penerbangan AL dg pesawat gannet-nya dan merintis pendirian komando pasukan katak adalah wujud tangan dingin beliau

  3. Tgl PT.PAL bikin Destro walau melalui TOT sekalipun.

  4. Yang penting itu …
    Kapan segala macam missile & torpedo nya di install?
    Kosong Seperti itu Tidak siap secara operational nama nya…
    Se.oga saja budget Alutsista nya turun …

  5. Tambah lg 13 unit …cuma 2 ya msh dikit bgt…minimal 15 smpe 20 unit…..

  6. Idealnya Indonesia memiliki 10 – 15 unit kapal sekelas PKR RE.MartaDinata ini , dengan ufgrade sistem senjata hususnya Anti Udara yang masih mengadopsi VLS MICA dan menggantinya dengan yang lebih Modern ( jangkauan dan kecepatan ). Akan lebih sempurna jika Indonesia juga mendatangkan kapal perang permukaan yang lebih canggih ( bisa sekelas Salva atau Iver ) sebagai Plags Ship ( kapal pimpinan / komando ) dengan alutsista yang mumpuni . Ini untuk mendukung Poros Maritim Indonesia , sementara di bawah lautan kita sudah mampu membuat Nagapasa class , tentu akan semakin mengetarkar jika disandingkan dengan improved Killo ‘ 363 ” class atau kasel yang sebanding dengannya . Sementara untuk udara mungkin kehadiran Su35 yang akan berduet dengan Su30/27 dan kombinasi F15 block 15 OCU – Block 25ID ufgrade sudah cukup membuat calon lawan merinding , hanya jumlahnya saja yang harus disesuaikan ( ditambah ) .
    @Harapan anak negeri

  7. minimal butuh 12 KRI sekelas ini ….. menggantikan kelas prcm …..

 Leave a Reply