KRI Irian, Kapal Perang Angkatan Laut Indonesia

52
11

KRI Irian. (©2013 Merdeka.com)
KRI Irian. (©2013 Merdeka.com)

Menyadari Indonesia sebagai negara kepulauan, Presiden Soekarno secara serius membangun kekuatan armada Angkatan Laut. Dari hubungan baiknya dengan Rusia, Indonesia pernah memiliki armada laut terbesar di Asia pada periode 1960-an. Kapal perang yang dibeli dari Rusia pada tahun 1962 ini diberi nama KRI Irian.

Indonesian navy's KRI Irian, 1969. (defence.pk/pr1v4t33r)
Indonesian navy’s KRI Irian, 1969. (defence.pk/pr1v4t33r)

Indonesia membeli kapal ini saat persiapan Tri Komando Rakyat (Trikora) untuk merebut Irian Barat. Mungkin karena itu pula, kapal akhirnya diberi nama Irian alias Ikut Republik Indonesia anti-Netherlands.

kri-irian-tni-angkatan-laut-3
KRI Irian sebelumnya bernama Ordzhonikidze atau Object 055. Nama kapal diambil dari nama Menteri Industri Berat era Stalin, Grigory ‘Sergo’ Ordzhonikidze.

kri-irian-tni-angkatan-laut-4
Kapal Ordzhonikidze dibuat di Admiralty Yard, Leningrad. Peletakan lunas pertama dilakukan pada tanggal 9 Oktober 1949 dan diluncurkan tanggal 17 September 1950. Kapal ini pertama kali dioperasikan oleh Armada Baltik Uni Soviet pada tanggal 30 Juni 1952.

kri-irian-tni-angkatan-laut-5
Ordzhonikidze merupakan kapal penjelajah kelas Sverdlov (Project 68-bis). Kapal ini memiliki panjang 210 meter, lebar 22 m, dan bobot 13.600 ton.

kri-irian-tni-angkatan-laut-7
Senjata utama KRI Irian adalah empat buah turret/kubah, yang setiap turret berisi 3 meriam kaliber 6 inchi. Sehingga total ada 12 meriam kaliber 6 inchi di geladaknya.

kri-irian-tni-angkatan-laut-8
Selain itu, kapal dilengkapi sepuluh tabung torpedo antikapal selam kaliber 533 mm. 12 Kanon tipe 57 cal. B-38 kaliber 15.2 cm (6 di depan, 6 di belakang). 12 Buah kanon ganda tipe 56 cal. Model 1934 6 (twin) SM-5-1 kaliber 10 cm. Selain itu 32 buah kanon multi fungsi kaliber 3,7 cm dan 4 buah triple gun Mk5-bis kaliber 20 mm (untuk keperluan antiserangan udara).

Sumber: merdeka.com

52 COMMENTS

    • Memang membanggakan bangsa yg dilakukan Soekarno dgn pemerintahannya. Sayang generasi turunan soekarno tdk ada niat melanjutkan pemikiran dan tindakan soekarno pd bangsa ini. Bahkan diantara mereka terlibat spionase asing demi kepentingan mereka sendiri, sampai menghambakan diri menjadi kaki tangan asing utk menguasai indonesia dng kebijakannya. Sayang seribu sayang.. Warisan kebesaran indonesia oleh soekarno tak ada kelanjutannya.

    • Sebenarnya seiring diterimanya KRI Irian thn 1962, taktik battleship sudah “obsoulete” alias kuno.

      Jepang tidak menemukan kesulitan berarti melenyapkan HMS Prince of Wales & HMS Repulse yang mengawal singapore di era PD2.

      Namun bisa dimaklumi disisi lain RI yang waktu itu hanya memiliki kapal cepat torpedo (tanpa torpedo) ex jerman sangat membutuhkan simbol deteren sebagai pengimbang kekuatan Belanda yang menggelar kapal Induk Karel Dorman di papua.

      Jendral Besar AH Nasution berada dibelakang pengadaan besar2an Alutsista TNI saat itu (bayangkan jika beliau bukan orang amanah, berapa besar peluang memperkaya diri dalam mega proyek tersebut) namun rasa2nya kita kurang menghargai jasa beliau sebagai “Arsitek” angkatan perang kala itu

      Poin saya:
      era battleship yang telah berakhir itu mungkin penyebab KRI Irian seolah tidak diperhatikan di era pak Harto, selain faktor embargo uni soviet. biaya yang dikeluarkan terlalu mahal & tidak sebanding dengan “peran” KRI Irian pada era Modern Warfare saat itu

      *omho

    • IRIAN itu berasal dari bahasa salah satu suku di Papua
      Ikut Republik Indonesia anti-Netherlands itu adalah Hoax yang diciptakan oleh orang yang tidak suka dengan Indonesia
      Kebetulan saja “enak didengar”

    • @jembling kemungkinan kalaupun di sembunyiin ngga bakalan bisa bang buat ngelawan CVN nya China karena ini kapal udah Tua plus sistem fire control nya pun masih Analog ngga bakal bisa di upgrade jadi digital…. kalaupun di upgrade di tambahkan sesuatu misalnya paling cuma Radar atau di pasang kan VLS seperti di Ohio Class Battleship punya mamarika… dan itupun bakal makan biaya yang bener bener gede, jadi kalaupun “Seandainya” ini kapal di munculkan kembali mending di jadikan Museum aja untuk mengingatkan kita kembali pada masa masa kejayaan tri-matra era 60an… gitu bang.

  1. hmmmm…..kalo ada yang mengusulkan TNI AL sekarang harus punya kapal segede gaban/sekelas destro/cruiser lagi..pasti banyak juga yang nolak/kontra….macem macem juga alasan nya…TOT lah..embargo lah…duite sopo lah…blok sanalah..blok sinilah…kaleng krupuk…sini setlong sono setlong…..
    semoga taon depan minimal absalon class udah masuk kartu keluarga tni al..aminn

  2. wihh gunner crew di twin gun anti aircraft ada 6 orang, mungkin masi semi auto kali yh jd butuh banyak orang..

    2 wheel adjust controller gun / trainer (operator yg mengatur derajat tembak dan rotasi pucuk meriam)
    2 ammo loader (operator pengisian amunisi ke meriam)
    1 gunner (operator penembak)
    1 Spotter / capten (kepala kru/pengarah)
    tergantung dari jenis senjatanya pst berbeda pula jumlah gunner dan posisinya serta julukannya

    http://4.bp.blogspot.com/-4gHbsQuZUJk/VAc6H36qniI/AAAAAAAAA0Q/lsmv3uffAYQ/s1600/Picture2.jpg

  3. Gagah dan perkasa meriam kri irian sayang belum ada penggantinya…
    Selam jadi kacungnya usa pasti tdk akan bisa…

    Kakean mau diatur sama asu…

    Terlalu ramah sama asu..bullshittt..

  4. Salam untuk rekan semua pecinta TNI AL .dan pecinta RI IRIAN 201 yang kita banggakan itu , untuk mengenang kejayaan RI IRIAN 201 dengan masuknya IRIAN BARAT kepada pangkuan RI ,yuk kita dibulan Desember 2017 nanti tepatnya digari Armada RI kita membuat kontes membuat replika kapal perang kebanggan Angkatan Laut dan Negara ini ,bagi mereka yang berniat untuk besama sama mengingat RI IRIAN 201 silahkan informasikan di nomor 085861411933 atau email di abdul_rivai2001@yahoo.com. Semoga Angkatan Laut kita Jaya terus .Yales veva jayamahe.di Laut kita Jaya.
    Salam
    Abdul Rivai 4102

LEAVE A REPLY