Mar 282019
 

KRI Karang Pilang 981, akan melakukan operasi pengamanan di periaran Bali dan Lombok sejak 2 minggu jelang Pemilu hingga 2 minggu setelah pelaksanaan Pemilu.

Banyuwangi, Jawa Timur, Jakartagreater.com   –   Menjelang Pemilu serentak pada 17 April 2019 mendatang, perairan Selat Bali dan Lombok mendapat perhatian khusus dari Komando Armada ll dengan mendatangkan KRI Karang Pilang 981 yang bersandar di Dermaga Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banyuwangi, Lantamal V, Koarmada ll.

“Kapal perang milik TNI AL tersebut diterjunkan di perairan Selat Bali dan Lombok untuk memonitor dan menjaga keamanan laut sebelum dan sesudah pelaksanaan Pemilu 2019,”jelas Danlanal Banyuwangi, Letkol Laut (P) Yulius Azz Zaenal saat menyambut kedatangan KRI Karang Pilang – 981 yang tiba dan bersandar pada Rabu 27-3-2019 di dermaga Lanal Banyuwangi.

Kedatangan kapal perang tersebut lanjutnya, guna mengamankan wilayah meliputi Perairan Probolinggo, Jember, Lumajang, Situbondo, Banyuwangi, hingga Bali dan perairan Lombok. “Sasaran operasi untuk memberikan dukungan bagi pengamanan di darat dan mengantisipasi kemungkinan pengiriman barang-barang terlarang,” ujar Danlanal Banyuwangi.

KRI Karang Pilang lanjutnya, akan melakukan operasi pengamanan di periaran Bali dan Lombok sejak 2 minggu jelang Pemilu hingga 2 minggu setelah pelaksanaan Pemilu. Selama operasi, kapal perang tersebut menyasar titik-titik perairan yang dianggap rawan, sehingga kemungkinan adanya gangguan dari arah laut bisa diantisipasi sejak dini.

“KRI Karang Pilang kesini ini dalam rangka bekal ulang, fungsi pangkalan, salah satunya memberi dan melaksanakan pelayanan kepada unsur-unsur TNI AL, pesawat udara AL maupun Marinir yang melaksanakan operasi. Kita melayani mereka untuk bekal ulang, KRI disini sedang mengisi bahan bakar ulang, air tawar ulang, belanja bahan basah, itu fungsi pangkalan,” paparnya.

KRI Karang Pilang tambahnya, juga dilengkapi dengan radar pengintai serta persenjataan lengkap selama operasi berlangsung. Radar tersebut berfungsi untuk mendeteksi jika ada gangguan-gangguan dari kapal yang mencurigakan di perairan selat Bali dan Lombok. Tidak hanya itu KRI Karang Pilang membawa 43 prajurit yang memiliki kemampuan skill yang berbeda.

Sementara itu Komandan KRI Karang Pilang 981 Mayor Laut (P) Farid Ardiansyah, mengatakan bahwa dirinya mendapat perintah, disampiang keamanan laut, kita juga melaksanakan operasi tambahan yang sesuai kofergenis yang berlaku jelang Pemilu.

“Kita melaksanakan operasi pengamanan Pemilu jenisnya banyak, kita standby 2 minggu sebelum Pemilu dan 2 minggu sesudah Pemilu, titik operasinya meliputi Bali, Banyuwangi dan Lombok. Jadi kami hanya memiliki senjata standar untuk melaksanakan patroli, namun kemampuan prajurit kemampuan tempur perorangan, kemampuan personel,” ujarnya. (Dispen Lantamal V).