KRI Kujang Bertugas Tembakkan Rudal C-705 di Latihan Perairan Natuna

JakartaGreater   –  KRI Kujang-642 bertipe Kapal Cepat Rudal (KCR) merupakan :

  1. Kapal pemukul reaksi cepat yang dalam pelaksanaan tugasnya mengutamakan unsur pendadakan.
  2. Mengemban misi menyerang secara cepat.
  3. Menghancurkan target sekali pukul.
  4. Menghindar dari serangan lawan dalam waktu singkat pula.

Pada Latihan operasi laut gabungan (Latopslagab) Tahun 2021 di perairan Natuna, KRI Kujang-642 bertindak sebagai kapal penembak Rudal C-705, dirilis Situs TNI AL pada Selasa 6-4-2021.

Dalam rangka mengecek kesiapannya, Wakil Asisten Umum Logistik Kasal (Waaslog Kasal) Laksamana Pertama TNI Rachmat Hartoyo, S.Sos., M.M., CHRMP mengunjungi KRI Kujang-642 yang sedang sandar pada Senin 5-4-2021 di Dermaga Batu Ampar.

Waaslog Kasal Laksma TNI Rachmat Hartoyo, menyampaikan :

  1. Kebanggaannya kepada ABK KRI dan community Logistik yang mampu menyiapkan KRI Kujang-642 dalam waktu relatif singkat, karena KRI Kujang-642 dalam status Depo dimana ketiga mesin kapal harus dioverhoule, namun dalam waktu singkat berhasil memindahkan ketiga mesin dari kapal sejenis yaitu KRI Surik-645.
  2. Hal ini dapat terlaksana karena kebijakan pemimpin TNI AL dalam pengadaan kapal harus memenuhi prinsip Communality, yaitu mampu menyiapkan kapal dalam waktu singkat dengan memindah mesin dari kapal sejenis.

Dalam kunjungan tersebut, Waaslog Kasal didampingi Paban III Senkomlek Slogal Kolonel Laut (E) Anang Sufiantono meninjau kesiapan system Sewaco di Pusat Informasi Tempur (PIT), Ruang Kendali permesinan dan ruang Mesin dan menerima penjelasan baik dari Komandan KRI, KKM dan Kadepsenlek.

KRI Kujang-642 saat ini telah siap tempur, karena telah onboard 2 Rudal C-705, Platform kondisi siap diawaki personel yang terlatih. Selanjutnya KRI Kujang bertolak menuju daerah latihan untuk bergabung dengan unsur lain yang akan melaksanakan latihan di perairan Natuna.

Sharing

5 tanggapan pada “KRI Kujang Bertugas Tembakkan Rudal C-705 di Latihan Perairan Natuna”

    1. Biasa nya itu 4 Missile .
      Bukan 2 Missile seperti ini.
      KCR ini tidak ditambah Missile nya …mungkin karena uang nya terbatas… dan KCR 60 jenis lain dari ini .. meriam nya masih Bofors manual ex LST made in korea .
      Di tingkat kan donk pak MenHan…jangan tanggung begini.

Tinggalkan Balasan