KRI Latihan Tembakan Anti Serangan Udara Malam Hari di Natuna

JakartaGreater  –  Serial latihan penembakan cepat anti serangan udara di malam hari pada Minggu 11-4-2021 atau Anti Air Rapid Open Fire Exercise (AAROFEX) oleh Unsur KRI yang tergabung dalam pull back Latihan Operasi Amfibi Koarmada I (Latopsfib Koarmada I), merupakan gelaran Latihan TNI AL yang berlanjut di Perairan Natuna Selatan, dirilis Dispen Koarmada I pada Senin 12-4-2021.

“Peran tempur…peran tempur…peran tempur bahaya udara…” seketika bergema dari pengeras suara unsur KRI yang tergabung dalam Latopsfib. Seluruh ABK menempati pos tempur masing-masing dan bersiap melaksanakan instruksi lanjutan.

Sejumlah prajurit TNI AL tampak bersiap menyiapkan senjata serta amunisi di atas KRI Teluk Ende-517. Di bawah kemerlip bintang-bintang langit, para prajurit TNI AL tanpa kesulitan menyiapkan pos tempurnya sesuai yang diperintahkan meski dengan penerangan yang minim pada saat keadaan kapal gelap gulita.

Latihan Tembakan Anti Serangan Udara Malam Hari di Natuna

Para penembak bersiap dibelakang menara senjata Meriam 40 mm di haluan dan senjata Mitraliur 20 mm di bagian buritan.

Tak lama, dari langit Perairan Natuna Selatan terlihat cahaya merah yang mengudara. Secara cepat, instruksi untuk menembak dikeluarkan ke titik dimana cahaya itu tertuju.

Saat meriam berkaliber 40 mm itu mulai melesat ke udara. Keheningan malam seketika dipecahkan oleh suara letusan senjata. Percikan cahaya pun keluar dari ujung laras senjata itu, disusul dengan rentetan senjata Mitraliur 20 mm menuju sasaran dengan mengeluarkan cahaya yang kemudian seolah-olah menghiasi langit yang gelap.

Tak hanya itu, perintah untuk kembali mengisi peluru dikeluarkan. Prajurit lainnya pun bergegas mengangkat peluru kaliber 40mm ke dekat juru tembak, begitupun dengan prajurit di bagian senjata mitraliur 20 mm di buritan Kapal.

Latihan Tembakan Anti Serangan Udara Malam Hari di Natuna

Instruksi untuk melakukan penembakan kembali keluar. Langit Perairan Natuna Selatan pun kembali dihiasi percikan cahaya dari peluru yang melesat. Pemandangan pun semakin indah saat peluru yang di tembakan itu turut menghiasi malam.

Seluruh rangkaian penembakan merupakan serial latihan penembakan cepat anti udara di malam hari dengan sasaran flare/peluru suar. Hal ini juga menjadi rangkaian serial latihan pada pull back Latihan Operasi Amfibi (Latopsfib) TNI AL tahun 2021 yang dilaksanakan oleh Koarmada I.

Latihan Tembakan Anti Serangan Udara Malam Hari di Natuna

Panglima Komando Tugas Gabungan Amfibi (Pangkogasgabfib) dalam Latihan Operasi Amfibi Koarmada I TA. 2021, Laksamana Pertama TNI Dato Rusman S.N., S.E., M.Si. yang onboard di Kapal Markas KRI Teluk Ende-517 menyaksikan seluruh kegiatan penembakan malam oleh 5 unsur KRI, yakni Bung Tomo-357, KRI Pattimura-371, KRI Teuku Umar-385, KRI Teluk Ende-517, KRI Teluk Sibolga-536 dan KRI Teluk Cirebon-543.

Pangkogasgabfib Laksma TNI Dato Rusman mengatakan bahwa :

  1. Anti Air Rapid Open Fire Exercise (AAROFEK) merupakan latihan guna mengantisipasi serangan musuh dari udara.
  2. Kita melaksanakan simulasi melakukan penembakan flare dan amunisi tracer yang kita asumsikan sebagai bahaya ancaman udara berupa ancaman pesawat yang mendekat.
  3. Tujuan dari latihan AAROFEX ini adalah melatih kesigapan, kecepatan reaksi serta respons terhadap ancaman yang mendekat ke Kapal serta kesiapan senjata yang ada di masing-masing unsur KRI.
  4. Mengharapkan pada saat ditembakan flare nya, kecepatan reaksi dari pos tempur unsur-unsur kapal perang yang melihat langsung menembakan meriamnya.
  5. Respons atau reaksi seberapa cepat mereka menembak dan tepat sasaran menjadi tujuan dari serial latihan ini.

 

Tinggalkan komentar