KRI Malahayati-362 “Gasak” Kapal Selam Jiran

Latihan Anti Kapal Selam di Laut Ambalat melibatkan KRI Malahayati-362, Kapal Selam KRI Cakra – 401 dan Pesawat  Cassa U-625 (photo:Dispenarmatim)

Pasukan pengamanan perbatasan TNI AL dengan sandi “LAKS OPS Tameng Hiu 13” menggelar Latihan Anti-Selam di Perairan Karang Unarang, Ambalat, Sulawesi, dipimpin Komandan KRI Malahayati-362 Letkol Laut (P) Moch. Irchamni. Latihan ini melibatkan kapal selam KRI Cakra – 401 dan Pesawat Udara Cassa U-625 yang berada dalam satu gugus tugas di bawah komando Komandan Gugus Tempur Laut Koarmatim.

Skenario latihan dimulai dengan terdeteksinya kontak kapal selam musuh di sekitar Perairan Karang Unarang oleh pesawat patroli maritim TNI AL Cassa U-625 yang melaksanakan patroli rutin. Informasi tersebut segera dilaporkan ke komando atas dan ke unsur teman terdekat KRI Malahayati-362 yang melaksanakan patroli di Perairan Karang Unarang. Komandan KRI Malahayati-362 dengan kecepatan penuh menuju ke posisi data kapal selam yang diberikan Cassa U-625 dan meningkatkan derajat kesiagaan dengan melaksanakan peran tempur bahaya kapal selam.

Seluruh prajurit mengawaki pos tempur masing-masing dan sonar aktif melaksanakan identifikasi terhadap datum kapal selam. Setelah berhasil mendeteksi keberadaan kapal selam, Komandan KRI Malahayati-362 memerintahkan Principle Warfare Officer (PWO) untuk mengunci musuh dalam jarak tembak dengan Torpedo dan Anti Submarine Rocket (Asroc). Melalui Under Water Telephone (UWT) KRI Malahayati-362 mencoba menjalin komunikasi untuk melaksanakan prosedur peringatan, sementara itu koordinasi terus dilaksanakan KRI Malahayati-362 dengan Cassa U-625 untuk memantau posisi kapal selam musuh. Sadar akan posisinya yang sudah diketahui, kapal selam negara tetangga pun muncul ke permukaan dan bersedia menjalin komunikasi menggunakan radio. Komandan KRI Malahayati-362 segera memerintahkan kapal selam negara tetangga untuk keluar dari perairan Karang Unarang yang merupakan wilayah kedaulatan NKRI.

Skenario Latihan: Di bawah “todongan” Torpedo dan Asroc KRI Malahayati-362 serta pengawasan dari Cassa U-625 kapal selam negara tetangga digiring meninggalkan wilayah perairan kedaulatan NKRI (photo:Dispenarmatim)

Di bawah “todongan” Torpedo dan Asroc KRI Malahayati-362 serta pengawasan dari Cassa U-625, kapal selam negara tetangga digiring meninggalkan wilayah perairan kedaulatan NKRI.

Komandan KRI Malahayati-362 Letkol Laut (P) Moch. Irchamni mengatakan latihan sudah menjadi kebutuhan bagi prajurit TNI AL. Daerah operasi di perbatasan bukan tempat untuk bermain-main dan ancaman bisa datang dari manapun dan kapanpun. “Lebih baik banjir keringat di medan latih, dari pada harus mandi darah di medan tempur,” tegas Komandan KRI Malahayati-362 .

Latihan Anti-Kapal Selam ini merupakan rangkaian kegiatan TNI AL, setelah melakukan melakukan upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi peringatan HUT RI ke-68 bersama unsur-unsur operasi pengamanan perbatasan di Perairan Karang Unarang.(Dispenarmatim).

Tinggalkan komentar