Oct 222016
 

kri-pulau-rimau-tni

KRI Pulau Rimau-724 / KRI PRU-724 dari Unsur Satuan Kapal Ranjau (Satran) Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), berganti Komandan dari Mayor Laut (P) Putu Agus Harianto kepada Mayor Laut (P) Tato Taufiqorrahman. Upacara serah terima jabatan dipimpin Komandan Satran Koarmatim Kolonel Laut (P) I Bayu Trikuncoro, S.E., di Lapangan Apel Satran Koarmatim, Ujung Surabaya, (20/10/2016).

Mayor Laut (P) Putu Agus Harianto merupakan Alumni AAL Angkatan 50 tahun 2004 selanjutnya menempati Jabatan baru sebagai Paban III Lat Sops Mabesal, sedangkan Mayor Laut (P) Tato Taufiqorrahman yang juga Alumni AAL Angkatan 50 tahun 2004, sebelumnya menjabat sebagai Kasubbag Fasjar AAL.

Dalam amanatnya Dansatran Koarmatim mengatakan bahwa, sosok seorang Komandan bagi suatu satuan operasional sangat mewarnai gerak langkah satuan tersebut. Karena keberhasilan suatu satuan operasi tidak lepas dari kemampuan seorang Komandan dalam melaksanakan pembinaan yang terarah, efektif dan efisien serta berkelanjutan terhadap anggota yang dipimpinnya.

KRI Pulau Rimau-724

KRI Pulau Rimau-724

Untuk itu, setiap Komandan KRI memiliki tugas dan tanggung jawab yang tidak ringan sebagai pembina kesiapsiagaan dan kemampuan alutsista yang diawakinya, sehingga setiap saat mampu hadir di laut untuk menegakkan dan mempertahankan kedaulatan serta mengamankan keutuhan wilayah perairan yuridiksi Nasional.

KRI Pulau Rimau-724 merupakan Kapal Penyapu Ranjau Tipe Kondor buatan pabrik kapal “Peenewerft Wolgast” Jerman Timur, tahun 1972 dengan nama asli “Bitterfeld-332 M 2672”. Kapal ini memiliki kemampuan untuk melaksanakan penyebaran maupun penyapuan ranjau, yang memiliki tiga jenis Alat Penyapu Ranjau (APR) yaitu APR Mekanik, APR Magnetik dan APR Akustik.

Kapal yang memiliki panjang 56,79 meter dan berat 506,52 ton ini dibeli Pemerintah Republik Indonesia dan diadakan renovasi di PT. PAL Indonesia.

Dispen Armatim

  9 Responses to “KRI Pulau Rimau-724 Berganti Komandan”

  1. waktunya kapal jenis ini dganti yg lbh moderen tanpa yg lama disingkirkan.

  2. hore pertamax lagi

  3. wah kok sepi yaa

  4. Sudah di perbaiki PT PAL ? Apa sonar nya mau diganti versi standard? Tidak disangka kapal ini masih Ada ….
    Sonar nya ..bull horn …sudah kuno Dan Tidak bisa mengatasi masalah ….
    Pabrik nya tutup …

  5. semua kapal penyapu ranjau di dunia tidak ada yang besar, mereka semua kecil2 sesuai dengan fungsinya utk menetralisir ranjau, kapal yang kecil bisa manuver lincah dan cenderung tidak meng “ignite” sumbu ledak ranjau karena efek magnetik kapal yang kecil, pengadaan kapal penyapu ranjau baru sudah masuk dlm RENSTRA 2015 – 2019 kata petinggi AL cuma jangan sekali kali tanya beli dimana, spek dan model seperti apa itu semua rahasia paling spt BTR 4 dari Ukraina beritanya batal beli tiba2 contoh barang dikirim 5 unit dari pesanan 50 unit

  6. Mantap

  7. Kalau mau tetap dipakai …operational ….Dan mau diperbaiki … Ya .. sonar nya diganti versi standard….
    Sonar bull horn itu sudah kuno….
    Pabrik nya sudah tutup…

  8. kapalnya masih bagus, pakai sonar buatan sendiri saja buat ujicoba

  9. immer noch ein schoenes Schiff die alte 332

 Leave a Reply