KRI Sultan Hasanuddin Latihan Bersama 4 Kapal Perang UNIFIL

20210321 114651

JakartaGreater  –  KRI Sultan Hasanuddin-366 dari Satuan Kapal Eskorta Koarmada II, yang tergabung dalam Satgas Kontingen Garuda di UNIFIL, kembali melaksanakan latihan manuver taktis atau Miscellenous Exercise (Miscex) 831 Advanced Maneuvering Exercise dengan unsur-unsur MTF UNIFIL dari negara lain di Area of Maritime Operation (AMO), perairan Mediterania, Lebanon, Jumat, 19/e/2021.

IMG 20210321 WA0006 e1616300688971
 
Komandan KRI sekaligus Komandan Satgas MTF TNI Konga 28-L/UNIFIL, Letkol Laut (P) Ludfy S.T menuturkan pada serial latihan kali ini KRI Sultan Hasanuddin -366 bertindak sebagai penanggung jawab pelatihan atau Officer Conducting Exercise (OCE).

“Latihan ini bertujuan untuk melatih prajurit khususnya tim anjungan dalam memecahkan persoalan manuver kapal, formasi serta menghitung halu dan waktu dalam menempati posisi, ” tuturnya di sela latihan, dirilis Pen Koarmada II.

Latihan manuver taktis bersama pada Jumat 19-3-2021 di perairan Mediterania, Lebanon, melibatkan:

IMG 20210321 WA0005 e1616300678306

  1. Kapal perang Jerman FGS Magdeburg F 261.
  2. Kapal perang Turki TCG Yildirim F 243.
  3. Kapal perang Yunani HS Navarinon F 46.
  4. Kapal perang Bangladesh BNS Sangram F 113. pada Jumat 19-3-2021  di perairan Mediterania, Lebanon.

Kelimanya membentuk beberapa formasi antara lain, formasi Line Abreast, formasi Echo, formasi Delta dan formasi Foxtrot yang diatur oleh FGS Magdeburg F 261 selaku penanggung jawab serial latihan/ Officer Conducting Serial (OCS).

IMG 20210321 WA0007 e1616300653726

Latihan ini juga dalam rangka farewell dengan kapal perang Turki TCG Yildirim F 243, yang telah selesai melaksanakan tugasnya sebagai salah satu unsur MTF UNIFIL.
 
Di akhir latihan yang memakan waktu sekitar 3 jam tesebut, seluruh kapal unsur-unsur MTF UNIFIL memberikan salam penghormatan dengan saling menyemprotkan air dari pompa hydrant.
 

1 thought on “KRI Sultan Hasanuddin Latihan Bersama 4 Kapal Perang UNIFIL”

Leave a Reply