Dec 282018
 

Proses evakuasi terhadap warga Pulau Sebesi dilakukan dengan menggunakan 2 perahu nelayan, 1 perahu karet, dan 1 sekoci menuju KRI Teluk Cirebon-543 untuk selanjutnya dibawa menuju Dermaga Panjang Lampung.

Pulau Sebesi, Lampung, Jakartagreater.com    –    Memasuki hari keenam pasca tsunami yang melanda pesisir Banten dan Lampung, masih banyak pengungsi yang terisolasi dan bertahan di daerah pengungsian terutama di pulau-pulau yang sulit dijangkau dengan sarana transportasi.

Menindaklanjuti hal tersebut, TNI AL  mengerahkan KRI Teluk Cirebon-543 Unsur Koarmada I untuk membantu proses evakuasi terhadap 432 orang pengungsi dari Pulau Sebesi menuju Dermaga Panjang Lampung pada Kamis 27-12-2018. Pulau Sebesi merupakan pulau berpenghuni terdekat dengan Gunung Anak Krakatau yang berjarak sekitar 11 mil atau sekitar 17  Km dari Gunung Anak Krakatau.

Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikan status Gunung Anak Krakatau menjadi level III Siaga, warga nelayan dan pengunjung dilarang mendekat dan beraktifitas dalam jarak 5-6 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.

Untuk menghindari terjadinya erupsi susulan Gunung Anak Krakatau, TNI Angkatan Laut mengerahkan KRI Teluk Cirebon-543 untuk membantu proses evakuasi terhadap 432 warga Pulau Sebesi yang masih bertahan di daerah perbukitan terdiri dari laki-laki dewasa 149 orang, wanita dewasa 190 orang, anak-anak 82 orang, dan bayi 11 orang.

Proses evakuasi terhadap warga Pulau Sebesi dilakukan setelah berkoordinasi dengan Sekertaris Desa untuk membantu proses evakuasi dengan menggunakan 2 perahu nelayan, 1 perahu karet, dan 1 sekoci menuju KRI Teluk Cirebon-543 untuk selanjutnya dibawa menuju Dermaga Panjang Lampung. (Dispen Koarmada I)