Nov 212013
 
KRI Teluk Peleng-535 akan diangkat menggunakan balon pengapung (photo: Dispenal)

KRI Teluk Peleng-535 akan diangkat menggunakan balon pengapung (photo: Dispenal)

Kapal perang pendarat amfibi kelas Frosch-I, KRI Teluk Peleng-535, yang kandas dan miring 90 derajat di dermaga Pondok Dayung, Jakarta Utara, diupayakan diangkat memakai “balon pengapung”. “Kami tengah mendatangkan ‘balon-balon pengapung’ itu dari Surabaya. Instrumen penyelamat kapal itu ada di Dinas Penyelaman Bawah Air TNI AL, dan akan dipakai untuk mengangkat badan kapal,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Untung Surapati, di Jakarta, Kamis.

TNI AL memiliki pengalaman dalam proses penyelamatan dan pengangkatan badan kapal perang memakai “balon-balon pengapung” sebagaimana akan diterapkan pada KRI Teluk Peleng-535 itu. KRI Teluk Peleng-535 diketahui sandar di dermaga itu pada posisi “badan keempat”, Senin pagi lalu (18/11). Saat dia sandar dan telah selesai bermanuver untuk proses merapat, kapal perang buatan Jerman Timur pada 1978 itu langsung “diikat” di titik-titik tambat.

KRI Teluk Peleng karam di perairan Pondok Dayung,Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (20/11).  ANTARA FOTO/Deni Armando/pras/13

KRI Teluk Peleng karam di perairan Pondok Dayung,Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (20/11). ANTARA FOTO/Deni Armando/pras/13

“Sebetulnya, merapat dan ditambat di posisi ‘badan kedua, ketiga, atau keempat’ seperti itu sudah sering dilaksanakan. Itu biasa terjadi dan sejauh ini tidak ada masalah. Kami tengah mengkaji sebab-musabab kebocoran lambung di buritan kapal itu,” kata Surapati.

Kebocoran kapal perang pendarat amfibi itu ada di bagian buritan, di ruang pembangkit daya listrik, di kompartemen mesin kapal. Dari titik itulah kemudian petugas jaga kapal menemukan genangan air pada saat mereka patroli rutin pada Senin petang.

“Dugaan sementara kami, mungkin di perairan ‘kolam’ dermaga itu terdapat bekas-bekas tiang besi yang besar. Kondisi perairan pada saat itu surut dan perairan cukup bergolak terkait cuaca, sehingga kapal-kapal seolah diombang-ambingkan, walau sudah diikat di tambatan dermaga,” kata dia.

Kemungkinan kedua, kata dia, benturan terjadi pada titik-titik rampa yang memang mungkin terjadi pada bagian penyambungnya.

KRI Teluk Peleng karam di perairan Pondok Dayung,Tanjung Priok, Jakarta

KRI Teluk Peleng karam di perairan Pondok Dayung,Tanjung Priok, Jakarta

Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko, dalam keterangan langsungnya, secara terpisah, menyatakan, “Ini masalah teknis sekali dan menjadi tanggung jawab komandan kapal.”

KRI Teluk Peleng dibangun oleh VEB Peenewerft, Wolgast, Jerman Timur pada 1978 untuk Angkatan Laut Jerman Timur dengan nomor lambung 632. Kapal berjenis Frosch-I/Type 108 ini kemudian dibeli pemerintah untuk TNI AL dan masuk armada pada 1993.

Kapal-kapal perang ini termasuk dalam paket pembelian sejumlah kapal perang eks Jerman Timur pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. KRI Teluk Peleng-535 adalah kapal pendarat bagi pasukan Korps Marinir TNI AL dan juga sebagai kapal pengangkut logistik.

Termasuk dalam kelas Teluk Gilimanuk bersama KRI Peleng-53, Β antara lain KRI Teluk Gilimanuk-531, KRI Teluk Celukan Bawang-532, KRI Teluk Cendrawasih-533, KRI Teluk Berau-534, KRI Teluk Sibolga-536, KRI Teluk Manado-537, KRI Teluk Hading-538, KRI Teluk Parigi-539, KRI Teluk Lampung-540, KRI Teluk Jakarta-541, KRI Teluk Sangkulirang-542, KRI Teluk Cirebon-543, dan KRI Teluk Sabang-544. (AntaraNews / Unggul Tri Ratomo)

  22 Responses to “KRI Teluk Peleng Coba Diangkat”

  1. tahun 78? bentar lagi juga ditenggelamkan lagi dong? πŸ˜€

    Russia melakukan daur ulang baja dan besi dari armada tua kapal perangnya, mengapa kita tidak melakukan hal yang sama? jual sebagai scrap dan uangnya bisa untuk tambahan biaya operasional kapal yang masih beroperasi, katanya kan dana operasional masih terbatas

    • kurang setuju untuk discrap. dalam kondisi perang, kapal2 itu bisa dijadikan decoy untuk mengecoh lawan.
      lebih bagus tetap dioperasikan, walaupun tanpa taring.
      Minimal bisa kita ‘umpankan’ di front depan…
      Utara ataupun selatan..
      Produk2 lawas ini masih banyak manfaatnya kalau kita ketahui potensi2nya..
      seandainya terjadi insiden, tidak terlalu rugi dengan kehilangan alutsista2 baru….

      • maksudnya daripada dijadikan sasaran tembak. saya lihat Navy negara lain menggunakan sasaran tembak khusus (bukan kapal pensiun).

        dan menyimpan kapal perang tua untuk digunakan di masa perang belum pernah saya dengar gan, kemungkinan karena memboroskan biaya perawatan dan jika tidak dirawat akan habis dimakan korosi. Pilihannya didaur ulang atau diistirahatkan di laut dengan menjadi sasaran tembak

        • Kalau menurut saya gan, tetap operasikan dunkz..
          Nih kapal adalah kapal tempur, kapal pejuang.
          Kapal itu juga punya “jiwa” dan “nyawa” yang harus kita ketahui dan hormati.
          Walaupun dia cuma benda mati, tapi bagi orang2 yang sudah lama ‘bergaul’ dengannya pasti ada semacam ‘ikatan batin’ yang tidak akan dimengerti oleh orang lain.
          Berilah kapal ini kesempatan dan kehormatan untuk melanjutkan perjuangannya dimedan laga, di front terdepan, di Laut Cina Selatan atau selatan indonesia. Tentu dengan memperhatikan keselamatan kru2 dan awak kapalnya.

          • Yupz… karam diujung amunisi lawan lebih terhormat daripada karam dengan amunisi kawan.
            apalagi di medan juang, sungguh suatu misi yang suci…

          • Maksud saya ketika memasuki masa pensiun di masa damai gan πŸ™‚ . menyimpan kapal laut tua setelah pensiun untuk cadangan masa perang seperti (pesawat terbang US) tidak ekonomis dan hanya akan membebani AL untuk perawatannya. Bahan pesawat sudah anti karat sementara kapal perang akan habis dimakan korosi jika tanpa perawatan. Pilihannya hanya ada dua yaitu ditenggelamkan atau di daur ulang.

            Ditenggelamkan memang lebih terhormat dan romantis, sedang didaur ulang lebih ekonomis dan memberikan nilai tambah,

            Saya sendiri cenderung opsi daur ulang karena perjuangannya akan terus berlanjut dalam bentuk dana segar bagi TNI AL, daripada hanya menjadi rumah ikan

          • satuju dengan bro nowyoudont

            kapal2 kelas sigma aja jatah bunker (minyak solar maritim) aja masih pas2an masa mau dipakai juga duitnya dengan beban ngerawat kapal2 tua

            yg sudah tidak ekonomis sudah seharusnya dihapus
            pendekatannya sudah harus ke arah kualitas kapal perang (sedikit tetapi kemampuan asasinya kumplit — ASW, ASuW, AAW + perang elektronik) bukan lagi kuantitas

            kekurangan di kuantitas bisa ditutupi dengan kemampuan kapal ‘menghilang’ dari radar lawan kalau memang benar2 kualitas kapal kita bagus.

            sekarang Royal Navy sama US Navy juga sudah mulai mengarah ke kualitas bukan lagi kuantitas biarpun tetap saja ada minimum number yg harus dijaga supaya tetap seimbang/nggak njomplang banget secara jumlah.

          • Yah… setuju aja decgh.. πŸ™‚
            Tapi IMO, jumlah kapal itu selayaknya harus tetap ataupun bertambah. jangan semakin berkurang.
            Misalnya, 1 Kapal bisa dicincang/disate/dieksekusi jika sudah ada penggantinya. sehingga jumlahnya tetap. kalo dieksekusi sebelum ada gantinya, makin lama makin berkurang dunkz jumlah kapal kita.
            Tapi itu hanya pendapat saya saja…

          • bung joni

            untuk kapal2 perang MPP dari berbagai negara perlu dirancang ajang baku tembak dong, biar karam terhormat…

            hehe piiis bro..

  2. Jika memang benar akibat kelalaian jangan sungkan memberikan sanksi berat agar menjadi pembelajaran anggota TNI lain untuk lebih awas dan menjaga keprofesionalan masing2 dan sesama anggota.

    Kalau sudah berhasil diangkat, kapal ini sepertinya sudah tidak layak lagi untuk dipakai mengingat umur yang sudah uzur dan biaya perbaikan yang tinggi untuk persiapan operasional kembali. Gimana kalau dibuat kapal sasaran penembakan Yakhont? Latgab + Yakhont Part II…? Setuju saudara2? Hehehe…

    Salam…

  3. hehehe masalah teknis ya…?gpp lah sudah saatnya pensiun

  4. Miris sekali INDONESIA ku ini ALUTSISTA nya sampai bunuh diri segala (udah bosan kagak pensiun – pensiun) !!! :v

  5. Perusahaan dalam negeri mampu mendaur ulang besi tua. di scrap saja di dalam negeri dengan perjanjian tidak mempublis rancang bangunnya.

  6. mungkin bkn sepenuhnya kesalahan komandan kapal,tp karena cuaca

  7. mulai lagi paktor cuaca nanti malah sampai pada dampak badai haiyan gkgkgkgkgkgkgk

  8. RUSIA – INDONESIA SEPAKATI TECHNOLOGI ANTI SADAP

  9. kalau kapal bisa capsized / terbalik / terguling saat sandar atau proses bongkar muat, besar kemungkinan memang kesalahan teknis.

    bisa dari salah perhitungan dalam membuka/tutup balast penyeimbang kapal, bisa jadi juga kesalahan murni teknis dari tidak beroperasinya pompa balast dengan benar.

    tinggal ditelusuri apa yg terjadi saat proses sandar/bongkar.
    btw kapal ini kan LST, seharusnya punya draft yg sangat2 dangkal karena untuk keperluan ‘beaching’ kok kapal yg draftnya dangkal bisa sampai capsized / terguling ya..
    agak aneh juga ini

  10. menurut info orang dalam ini murni kesalahan komandannya… udah tau kapal bocor dia malah santai aja… dan ironisnya ini sudah jadi kebiasaan di TNI. klopun ada kapal bocor yg masih sedikit (2/3 meter lambung robek) itu malah masih dipakai untuk operasional… miris kan gan…??!! dan sekali lagi ini bukan kapal tempur tapi kapal bantu logistik. kapal tempur dan logistik beda fungsi gan… πŸ˜€

  11. powersea21 DDG-1000 Zumwalt Class Destroyer>> http://www.youtube.com/watch?v=EM3L0w816kE <<

 Leave a Reply