Feb 032018
 

dok. KRI Tenggiri-865 (Seasickers via commons.wikimedia.org)

Perairan Sungai Liat, Jakartagreater.com – KRI Tenggiri-865 salah satu unsur Koarmabar yang sedang melaksanakan operasi Benteng Sagara – 18 BKO Guskamlabar berhasil menangkap 3 kapal penambang pasir timah ilegal pada Rabu 31 Januari 2018 di Perairan Sungai Liat sebelah Timur laut Bangka.

Kejadian Penangkapan tersebut berawal dari kecurigaan KRI Tenggiri-865 saat melaksanakan patroli, melihat segerombolan kapal kayu berukuran kurang lebih 15 GT sedang melakukan aktivitas penyedotan dengan menggunakan pipa ke dasar laut. Selanjutnya Komandan KRI Tenggiri-865 mengarahkan kapal mendekat ke sasaran untuk melaksanakan pengecekan dan pemeriksaan terhadap kapal-kapal tersebut.

KRI Tenggiri-865 Koarmabar tangkap 3 Kapal Timah ilegal di perairan Sungai Liat

Tetapi pada saat didekati, kapal-kapal tersebut secara serentak berpencar untuk melarikan diri dari kejaran KRI. Berkat kesigapan KRI Tenggiri-865, maka berhasil ditangkap 3 kapal tanpa nama. Selanjutnya dilaksanakan pemeriksaan dan didapati beberapa barang bukti berupa mesin pencari timah yang masih menyala dan ember material pasir timah hasil penambangan.

Hasil dari pemeriksaan awal, ketiga kapal tersebut bermuatan total kurang lebih 95 Kg timah mentah. Selain itu, ketiga kapal tersebut tidak memiliki dokumen kapal, dokumen pelayaran dan izin usaha penambangan.

Atas dasar hasil pemeriksaan tersebut maka KRI Tenggiri-865 mengawal ketiga kapal penambang pasir timah ilegal tersebut menuju ke Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Bangka Belitung untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. (Dispenarmabar).

  3 Responses to “KRI Tenggiri-865 Koarmabar Tangkap 3 Kapal Penambang Timah Ilegal”

  1.  

    Ini kan kapal hibah dari aussy, sejenis yg minta ditarik kapal tunda dimedan tempo hari…

  2.  

    Habis klu masalah pertambangan selalu diserahkan ke korporasi besar terutama asing tanpa melibatkan masyarakat sekitar agar bs sejahtera diwilayahnya sendiri bukan hanya menjadi penonton yg nelangsa.

  3.  

    bener bang, nih tambang minyak bumi yg dioperatori E**on Mobil hnya menyejahterakan ekspartiatnya. Klo masyarakat lokal jg dapet sih, dapet konflik sosial dan dampak lingkungannya…hehe