Home » Alutsista » KRI Todak-631 Pantau Pergerakan 3 Kapal Perang Thailand

KRI Todak-631 Pantau Pergerakan 3 Kapal Perang Thailand

JakartaGreater – KRI Todak-631 di bawah Kendali Operasi (BKO) Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada I, berpapasan dengan tiga kapal perang Thailand saat melaksanakan patroli di Perairan Selat Singapura, Minggu, 28/03/2021.

blank

KRI Todak-631 Pantau Pergerakan 3 Kapal Perang Thailand

Ketiga kapal perang itu adalah: RTN-422 (HTMS Taksin) yang merupakan Kapal Class Frigate dengan panjang 120,5 meter, Lebar 13, 7 meter, Draft 6 meter dengan kecepatan penuh 32 knots; RTN-442 (HTMS Sukhothai), jenis Kapal Class Corvette, Panjang 76,8 meter, Lebar 9,6 meter, Draft 4,5 meter, Kecepatan 24 knots dan RTN-911 (HTMS Chakri Naruebet) Class STOL Carrier, Panjang 182,65 meter, Lebar 30,5 meter, Draft 6,12 meter, Kecepatan 29 knots.

Ketiga Kapal perang Thailand tengah melakukan hak lintas transit memasuki selat Singapura yang digunakan sebagai pelayaran internasional, dirilis Pen Koarmada 1.

KRI Todak yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Anro Casanova, melaksanakan kontak melalui pesawat radio FM channel internasional sebagai bentuk kekerabatan pelaut-pelaut di dunia “seaman brotherhood”.

blank

KRI Todak-631 Pantau Pergerakan 3 Kapal Perang Thailand

Dari komunikasi yang terjalin diketahui bahwa kapal perang-kapal perang Thailand tersebut sedang dalam pelayaran (konvoi) dari Phang Nga Navy Base, Thailand sebelah barat menuju Songkhla Naval Base, Thailand sebelah Timur.

Selanjutnya KRI Todak-631 melaksanakan Passing Exercise berupa Flash Exercise (Flashex) dengan Kapal RTN-422 dan RTN-442 sampai ketiga kapal perang tersebut meninggalkan selat singapura menuju ke arah utara.

blank

KRI Todak-631 Pantau Pergerakan 3 Kapal Perang Thailand

Selat Singapura merupakan selat antara Indonesia dengan Singapura. Selat ini merupakan alur pelayaran internasional di mana hak dan kewajiban negara pantai dan maupun negara pengguna alur pelayaran, telah diatur dalam Unclos 1982.

Kapal negara lain memiliki kebebasan transit melalui selat yang digunakan untuk pelayaran internasional, namun tetap menghormati hak lintas damai yang ditetapkan.

Sementara negara pantai di lintasan itu mempunyai kedaulatan penuh atas Laut Teritorial, ruang udara di atasnya, dasar laut dan tanah di bawahnya serta kekayaan alam yang terkandung di dalamnya.

Tinggalkan Balasan