KRI Usman Harun-359 Siap Beraksi

63
103
KRI Usman Harun siap ramaikan HUT TNI ke  69 di Surabaya
KRI Usman Harun siap ramaikan HUT TNI ke 69 di Surabaya

Jakarta – KRI Usman Harun yang sempat ramai dibicarakan ternyata sudah berada di Indonesia. Kapal yang dibuat di Inggris itu tiba pada 25 September 2014, dan akan mulai aksinya saat perayaan HUT TNI ke-69 di Surabaya.

Dikutip dari situs TNI AL, Minggu (28/9/2014), kapal Usman Harun datang bersamaan dengan KRI John Lie. Masing-masing memiliki nomor lambung: KRI Usman Harun-359 dan KRI John Lie-358.

Acara penyambutan digelar di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (25/9) lalu. Para pejabat TNI yang menyambutnya adalah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Marsetio, Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Laksda TNI Arie H. Sembiring, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A. serta pejabat teras Mabesal lainnya.

Kedatangan kedua KRI tersebut, disambut dengan tari Jaipongan dari Jawa Barat dilanjutkan pengalungan bunga oleh Kasal sebagai ucapan selamat datang kepada Komandan KRI John Lie-358 dan KRI Usman Harun-359 yang telah berhasil menyeberangkan kapal perang dari Inggris. Sebelumnya KRI Bung Tomo sudah tiba lebih dulu.

KRI Bung Tomo-357, KRI John Lie-358 dan KRI Usman Harun-359 merupakan Kapal Perang produksi BAE System Maritime Naval Ship Inggris yang dibeli oleh pemerintah Indonesia. KRI Bung Tomo-357, KRI John Lie-358 dan KRI Usman Harun-359 tiba di Indonesia setelah menempuh perjalanan mengarungi samudera sejauh 9740 Nautical Mile dengan masing-masing membawa 87 ABK Perwira, Bintara dan Tamtama serta 5 orang sipil warga negara asing sebagai teknisi kapal.

KRI Bung Tomo-357, KRI John Lie-358 dan KRI Usman Harun-359 mempunyai Spesifikasi berat tonase 1,940 ton dengan panjang keseluruhan 95 meter, lebar 12,8 meter, dengan tenaga penggerak mesin 4 X Man B&W ruston diesel engine yang dapat menyemburkan tenaga hingga berkecepatan mencapai 30 knot dengan daya jelajah 9.000 km

Persenjataan yang dimiliki antara lain: Meriam Oto Melara 76 mm, dua meriam MSI Defence DS 30 B REMSIG 30 mm, Peluncur Triple BAE System kaliber 324 mm untuk perang atas air, enam belas tabung peluncur peluru kendali permukaan ke udara VLS MBDA VLS Mica (BAE System), dua tabung peluru kendali MBDA (Aerospatiale) MM-40 Block II Exoxet. Serta dilengkapi juga dengan Radamec 2500 yang merupakan perangkat sensor elektro optic weapon director, dimana alat ini dapat disetting multi mode auto tracker, yaitu lima sasaran dapat dipantau sekaligus dari jarak 18.000 meter.

Penamaan kapal Usman Harun pernah jadi perhatian pemerintah Singapura. Mereka menyesalkan Indonesia memilih nama tersebut, sebab dua orang itu adalah pelaku pengeboman di gedung MacDonald Singapura. Indonesia tak mengubah keputusan pemberian nama tersebut karena sudah menganggap Usman dan Harun sebagai pahlawan.

Rencananya, kapal itu akan diresmikan oleh Presiden SBY berbarengan dengan perayaan HUT TNI di Dermaga Ujung Surabaya pada 7 Oktober mendatang. (Detik.com).

63 COMMENTS

  1. Next goverment, danain pt pal/pt kodja bahari untuk bikin kaprang ragam class kaya kri usman harun dkk,saya yakin teknisi kita(kawan-kawan dari pt pal/kodja bahari) pasti bisa bikin kri ragam class kaya usman harun dkk.

  2. Dengan dimilikinya kapal ragam class merupakan titik awal bagi galangan kapal swasta untuk memproduksi kapal sejenis dengan rasa khas indonesia. Setelah mampu menyuplai KCR bagi AL kini saatnya untuk naik kelas. KRI Usman Harun kemungkinan besar akan di jadikan prototype galangn kapal swasta. Bisa kita bayangkan ketika PT. Koja bahari & PT. Palindo marine memproduksi KCR dengan cita rasa ragam class(kecil~kecil cabe rawit) apalagi KCR yg,baru di resmikan sudah memakai baja khusus produksi PT. Krakatau Steel dan dikombinasikn dgn rudal nasional. PT. PAL cukup fokus membuat kapal selam, frigate & light destroyer. Agak ngawur (nulis sambil ngimpi)

  3. Bung coto makasar@bukannya tdak mampu PT. PAL cukup mnjadi supervisi bgi galangan swasta. Tujuannya adlah pembagian porsi biar galangan swasta tdak di becking oleh asing dan memajukan perusahaan kapal dlm negri. Untuk menjadi poros maritim d butuhkan perusahaan galngan kpal yg banyak. trimakash jgn lupa bung bagi2 cotonya

    • sebenarnya PT PAL tdk perlu ada di setiap ibu kota provinsi karena galangan kapal BUMN/BUMD sudah ada. contohnya PT IKI yg ada di makassar. yg perlu ditingkatkan menurut saya adalah kerjasama antara galangan kapal negeri dan swasta, sebagai contoh jika PKR sudah full dikerjakan di indonesia maka sebaiknya PAL menggandeng PT IKI dan Kodja bahari sebagai subkont untuk mengerjakan beberapa modul dr PKR sehingga pekerjaan di PT PAL tdk numpuk dan penyelesaian bisa tepat waktu.

LEAVE A REPLY