Nov 052014
 

Ditulis oleh: Bapak Besar

Reunifikasi Crimea dengan Rusia terjadi pada 17 Maret silam, menyusul adanya referendum dimana 96,8 persen rakyat Crimea mendukung penggabungan kembali wilayah tersebut dengan Rusia. Pada 21 Maret lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dokumen resmi menjadi sebuah undang-undang, sehingga sejak saat itu Crimea resmi menjadi bagian dari wilayah kedaulatan Rusia.


image

Krisis Crimea ini diawali dengan terjadinya Revolusi Ukraina pada awal tahun 2014 yang berpusat di semenanjung Krimea – Ukraina, dimana lebih dari setengah penduduknya adalah etnis Rusia. Pada bulan Februari 2014, pemerintah nasional pro-Rusia di Ukraina digulingkan dan diganti dengan pemerintahan yang menginginkan hubungan lebih dekat dengan Uni Eropa. Ketegangan meningkat antara yang pro-Eropa dan gerakan rakyat anti-maidan pro-Rusia. Media Rusia saat itu memberitakan bahwa pemerintah Ukraina baru sebagai “fasis” dan “anti-Rusia”.

Semenanjung Crimea sendiri merupakan wilayah Rusia yang menjadi pangkalan armada Laut Hitam sejak abad ke-18. Pada tahun 1954 Crimea “dihadiahkan” kepada Ukraina oleh pemimpin Uni Soviet saat itu, Nikita Kruschev. Walaupun bagian dari wilayah Ukraina, Crimea merupakan daerah dengan penduduk mayoritas etnis Russia, yang juga menggunakan bahasa Russia sebagai bahasa keseharian. Semenjak kejatuhan Uni Sovyet, daerah ini menjadi sebuah republik otonomi di bawah wilayah Ukraina. Sejak bergulirnya referendum 17 Maret 2014 Crimea berada di bawah kendali Rusia, walaupun hal ini tidak diakui oleh Amerika dan sekutunya.

Proses bergabungnya Crimea kedalam wilayah Russia ini sendiiri merupakan proses yang menarik untuk dicermati secara politik, ekonomi dan militer. Bagaimana bekas sebuah negara besar yang pernah terpuruk namun bangkit kembali, untuk selanjutnya berhasil melepaskan diri dari hegemoni Amerika dan sekutunya yang bisa dikatakan hampir tidak bisa dikalahkan.

Semenjak naiknya Geroge Bush Junior memegang tampuk pemerintahan, pada saat itulah diunia dijejali oleh sepak terjang negara yang menganggap dirinya “polisi dunia” dalam memerangi negara-negara yang diproklamirkan sebagai poros setan (the axis of evil), Berbagai kehancuran melanda negara-negara di berbagai belahan dunia yang dituduh memiiliki senjata pemusnah massal, pelanggaran demokrasi sampai pada pelanggaran hak azasi manusia,.Banyak penguasa di berbagai negara yang mengalami nasib tragis dan negaranya hancur luluh lantak.

Semenjak kejatuhan Uni Sovyet pada pasca perang dingin, pihak Barat berhasrat untuk mengajak negara-negara bekas Uni Sovyet dan bekas anggota Pakta Warsawa untuk bergabung dengan NATO, minimal mereka berpihak kepada barat dan menafikan serta menjauhkan diri dari Russia. Salah satunya adalah Ukraina, yang merupakan halaman belakang masuk ke wilayah Russia.

Pengunduran diri “secara paksa” mantan Presiden Victor Yanukovych dari tampuk pemerintahan, akibat dipecat oleh parlemen Ukraina. Hal ini terjadi berkaitan dengan keputusan Yanukovych menolak perjanjian dagang dengan Uni Eropa dan memilih hubungan yang lebih erat dengan pemerintah di Moskow. Krisis di Ukraina ini dikenal dengan nama “Operasi Oranye”.

image

Illustration 1: Kedatangan pasukan tanpa atribut ke Crimea

Hal ini merupakan skenario politik yang sudah dirancang secara matang oleh pihak Barat, dengan cara pengerahan massa terutama mahasiswa yang selama ini “lazim” digunakan dalam operasi “Arab Spring” dan juga digunakan dalam menjatuhkan mantan Presiden Suharto dalam krisis ’98. Dalam hal kejatuhan Suharto tampak bahwa sejarah berulang dalam bentuk yang berbeda, dimana dulu Suharto menjatuhkan Sukarno dengan demo mahasiswa juga yang tentunya dibackup Amerika dan Inggris, namun pada tahun 1998 juga dijatuhkan dengan cara yang sama.

Namun ada beberapa hal yang luput dari perhatian pihak Barat, dimana secara diam-diam pemerintah Russia mengerahkan pasukan elit (ditengarai dari unit Spetsnaz). Mereka masuk secara diam-diam ke wilayah Ukraina melalui Crimea. Pasukan khusus ini kemudian membaur dengan para pembangkang Crimea, yang kemudian mengobarkan pemisahan diri dari Ukraina.

Kedatangan pasukan elite Russia ini mendapatkan sambutan secara hangat dari penduduk Crimea, karena selain mereka datang dengan diam-diam mereka juga membaur dengan penduduk setempat dan ikut serta dalam kegiatan kemasyarakatan. Sehingga oleh beberapa media, mereka dijuluki tentara Russia yang simpatik.

image

Illustration 2: Pasukan tidak beratribut yang ditengarai merupakan unit Special Forces Russia tampak sedang membaur dengan penduduk Crimea.

Bisa ditebak dalam kejadian selanjutnya dimana terjadi peperangan secara sporadis, antara pihak pembangkang Crimea yang dibantu secara langsung oleh Russia melawan tentara Ukraina yang dibantu oleh Barat. Bantuan dari Barat pun tidak darang serta-merta namun mereka datang belakangan. Dari sini terlihat bahwa pihak Barat tidak memperhitungkan eskalasi konflik Ukraina, yang berubah secara drastis menjadi konflik senjata.

Pihak Ukraina yang dibantu Barat yang datang dengan terlambat tidak bisa berbuat banyak, karena skenario peperangan sudah dipersiapkan secara matang oleh pihak Russia. Bahkan kapal-kapal perang Ukrainan pun tidak bisa memberikan dukungan karena pihak Russia sudah bertindak terlebih dahulu. Armada Laut Hitam Rusia saat itu sudah memblokade kapal-kapal perang Ukraina dengan cara menenggelamkan sebuah kapal anti-kapal selam di pintu masuk ke pelabuhan kapal-kapal Ukraina itu di Crimea. Dengan demikian, secara otomatis armada kapal perang Ukraina secara teknis sudah dilumpuhkan terlebih dahulu, bahkan tanpa merusak kapal-kapal tersebut sedikitpun. Sebuah strategi yang sangat matang dan jenius.

Hingga saat ini pertempuran masih berlangsung dengan sengit, dengan menelan korban lebih dari tiga ribu orang dari kedua belah pihak. Walaupun peperangan ini masih berlangsung, namun yang aneh adalah media tidak memberitakan dengan gencar seperti halnya virus ebola atau pun kegiatan ISIL yang berlangsung di Arab. Ini juga merupakan bentuk perang media gaya baru yang berlangsung sampai saat ini.

image

Illustration 3: Kapal perang Russia yang sengaja ditenggelamkan di Laut Hitam untuk membendung gerak laju kapal perang Ukraina

Russia mendapat sanksi-sanksi dari Barat
Akibat dari rangkaian kejadian ini, akhirnya pihak Barat memberikan sanksi-sanksi ekonomi “secara hati-hati” dan terbatas kepada Russia. Hal ini dimaksudkan agar Russia bisa terpukul secara telak namun “dengan santun”. Sanksi-sanksi pertama diberikan kepada Putin dan orang-orang terdekat dan perusahaan-perusahaan yang notabene merupakan perusahaan besar, perusahaan negara dan perusahaan-perusahaan milik kroni-kroni Putin. Pemberian sanksi-sanksi ini meliputi:

• larangan bepergian kepada orang-orang terdekat Vladimir Putin (visa / travel ban),

• pemblokiran kartu kredit (Visa / Master Card) terhadap Putin dan orang-orang terdekatnya,

• penolakan pemberian kredit luar negeri bagi perusahaan besar seperti Gazprom dan perusahaan-perusahaan yang berkecimpung di bidang keuangan.

• larangan export teknologi tinggi dan militer dari Barat ke Russia sampai dengan,,

• pembekuan aset-aset orang-rang terdekat dan perusahaan-perusahaan Russia di wilayah Eropa dan Amerika.

• Mengeluarkan Russia dari kelompok negara-negara industri G-8.

image

Secara ekonomi dan teknologi, hal ini bisa berarti “kiamat ekonomi” bagi Russia, dimana sanksi-sanski ekonomi bisa melumpuhkan kegiatan perekonomian Russia serta menghentikan secara sepihak pasokan mesin-mesin berteknologi tinggi ke Russia.

Tanggapan Russia atas sanksi-sanksi dari Barat
Menghadapi sanksi-sanksi dari Barat ini Putin pun tidak tinggal diam, ada beberapa solusi dalam berkelit dari Barat, bahkan juga bisa melakukan tindakan balasan secara siknifikan. Beberapa tindakan tersebut antara lain sebagai berikut:

image

• Merangkul China dalam hal penjualan gas dan teknologi militer

• Mengenakan denda / tarif operasional perusahaan yang sangat tinggi kepada Master Card / Visa di Russia.

image

• Memberlakukan Union Pay sebagai kartu kredit pelengkap Master Card / Visa

• Memberlakukan penggunaan Rubel dan Yuan daam perdagangan internasional Russia.

• Pelarangan import bahan makanan dari Uni Eropa dan Amerika, termasuk penutupan operasional makanan cepat saji Amerika di Russia.

• Pelarangan eksport teknologi tinggi dan militer ke Amerika dan Eropa, termasuk di antaranya pengiriman mesin-mesin roket yang selama ini digunakan oleh Amerika merupakan buatan Russia.

• Menaikkan harga gas bumi dari Russia ke negara-negara Eropa, bilamana tidak Russia mengancam akan memutuskan pasokan gas ke negara-negara Eropa.

• Memblokir pasokan gas ke Ukraina selama belum dibayar, selama ini Ukraina menikmati fasilitas subsidi gas dari Russia.

• Mengalihkan perdagangan ke Asia yang dinilai lebih menarik dan tidak terkait dengan kebijakan embargo dari Amerika dan sekutunya.

image

• Menuntut Perancis untuk menyerahkan kapal Mistral dengan tepat waktu, bilamana Perancis ingkar janji akan dituntut untuk membayar denda yang tidak mungkin untuk ditanggung oleh Perancis sendirian. Selain itu Russia juga hanya akan melakukan pelunasan setelah kedua kapal tersebut sampai di Russia. Sebagaimana diketahui Russia telah memesan kapal Mistral senilai USD 1, 53 milyard dari Perancis. Proyek ini memungkinkan Perancis untuk bisa menghidupi sekitar seribu tenaga kerja dan menghindarkan perusahaan terkait dari kebangkrutan akibat resesi yang melanda Eropa.

Akibat tindakan balasan dari Russia ini, kedua belah pihak mengalami kerugian yang sama-sama berat untuk ditanggung. Di pihak russia terjadi kenaikan laju inflasi sampai dengan 1,5%. Selain itu juga penurunan laju ekonomi akibat embargo ekonomi yang diterapkan negara-negara Barat. Selain itu, pasokan komponen-komponen teknologi tinggi dari Eropa untuk pengembangan infrastruktur gas Russia juga mengalami jalan buntu.

Di lain pihak, negara-negara Barat pun menderita kerugian ekonomi yang cukup menonjol. Diperkirakan sekitar 25 ribu orang menganggur akibat larangan eksport bahan makanan ke Russia. Perancis sendiri terancam secara ekonomi akibat denda yang harus dibayarkan kepada Russia, jika melakukan wan prestasi atas penyerahan kapal Mistral kepada Russia. Selain itu program angkasa luar Amerika diperkirakan akan segera terhenti bilamana Russia menghentikan pasokan mesin-mesin roket kepada Amerika.

Dilihat dari sisi ekonomi, posisi antara Russia dan Barat bisa dikatakan berimbang, dalam arti sama-sama rugi, namun Russia lebih cerdik dengan menggandeng China dan membentuk kelompok ekonomi yang tergabung dalam BRIC. Selain itu, Russia juga berhasil menyerang Amerika secara telak dengan memberlakukan rubel dan Yuan sebagai mata uang resmi dalam perdagangan internasional.

Bila dilihat secara militer dan politk, Russia selalu berada selangkah di depan negara-negara Barat dengan beberapa poin kemenangan yang diraih. Seperti tidak adanya dukungan militer yang memadai bagi Ukraina dalam menghadapi pemberontak Crimea, apa lagi jalur kapal perang di laut Baltik berhasil dipotong oleh Russia. Namun keberhasilan ini sempat “ternoda” dengan kejatuhan pesawat Malaysia MH 17 di perbatasan antara Crimea dan Ukraina. Ini merupakan berkah yang tidak disangka-sangka oleh negara Barat. Bisa dikatakan “blessing in disguise” bagi pihak Barat dalam melakukan perlawanan terhadap Russia secara politik. Entah dengan cara bagaimana, namun Russia bisa berkilah dari tuduhan menembak pesawat Malaysia tersebut baik secara langsung maupun tidak. Bahkan Russia menuduh Ukraina bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat MH 17.

Selain merangkul China dan berpaling ke Asia, Russia sekarang menyadari pentingnya pencitraan melalui media massa. Untuk itulah, Russia modern sekarang banyak menggunakan media massa lokal dan media asing yang bersimpati dengan Russia untuk memberitakan citra Russia di internasional.

Sebut saja, Pravda edisi Inggris, RBTH indonesia, TASS edisi Inggris yang aktif dalam mencitrakan Russia di luar negeri, mulai dari pandangan Russia terhadap “ketidak adilan” yang dilakukan oleh pihak Barat, solusi dan ajakan Russia dalam menghadapi hegemoni pihak Barat, bahkan sampai pada fashion dan resep masakan dapur Russia pun disodorkan dalam pemberitaan sehari-hari. Hal ini untuk mengubah pencitraan Russia, yang dulu di masa Uni Sovyet dikenal sebagai negara yang menakutkan, dingin, tanpa senyum sama sekali menjadi negara yang masyarakatnya terbuka dan ramah terhadap pendatang.

Terlepas dari permasalahan siapa yang benar atau pun yang lebih berhak, kasus Crimea sebenarnya merupakan sebuah kesalahan perhitungan intelejen pihak Barat (Amerika dan sekutunya), yang dari awal berusaha menekan dan mengisolasi Russia dari bekas sekutu Uni Sovyet.

Alih-alih mengeliminasi bangkitnya Uni Sovyet dan mengisolasi Russia dari pergaulan dunia internasional, justru membuat si beruang merah bangun dari tidurnya yang panjang dan tumbuh menjadi negara besar yang bisa mengimbangi pengaruh Amerika dan sekutunya.

Keinginan Amerika untuk membentuk dunia unipolar tanpa syarat apa pun dan tanpa pengimbang telah gagal total dengan semakin kuatnya pengaruh Russia dalam pergaulan internasional. Operasi intelejen yang digelar Amerika di Arab, (Arab Spring) Eropa Timur (Oranye), Amerika latin dan sebentar lagi di Asia Tenggara tersandung dengan langkah-langkah catur yang diambil oleh Russia, dengan dukungan dari China dan negara-negara yang sudah jenuh dengan sepak terjang Amerika dan negara-negara Barat dalam melakukan “penjajahan terselubung” terhadap negara-negara dunia ketiga. Konsep The New World Order mengalami penyesuaian baru dengan adanya variabel X yang tidak diperhitungkan sebelumnya.

image

Bagi Indonesia sendiri hal ini merupakan suatu moment baru untuk bisa meraih kejayaan seperti pada jaman Majapahit. Kita ingat dahulu Presiden Suharto naik tahta dengan memanfaatkan kondisi perang dingin antara Barat dengan Timur. Sekarang merupakan suatu kesempatan untuk menjalankan langkah baru dalam menyikapi perang dingin versi baru. Bisakah kita memanfaatkan momen ini ataukah kita yang akan menjadi korban baru, hanya waktu yang bisa menjawab.

Diambil dari berbagai sumber, termasuk:
• Pravda.ru,
• RBTH,
• Hendrajit, “Krisis Politik di Ukraina” , Global Future Institute
,
• Wikipedia,
• Kompas Online,
• BBC Indonesia,
• Okezone.com,
• Deutsce Welle Indonesia.

* Tidak mewakili kepentingan Russia, hanya memberikan sebuah analisa semata

Bagikan :

  89 Responses to “Krisis Crimea, Sebuah Analisis”

  1.  

    rusia tetep strong

    •  

      Biar segeer..,

      Tuh kliatan nyali Mr. Putin yg berani dikeroyok main catur.

      Mr Sam aja sampai tengleng kepala, Tante Merkel sampe gk kuat nahan kepala yg mikir keras. Sementara Mr. England bingung pion catur dah salah penempatan.

      Sementara Mr. Putin melihat dgn tajam seakan menantang nyali lawan main..

      •  

        Mr. Putin ini core center Rusia. Putin mati begitu juga dengan ide Rusia. Pasalnya, mau posisi dimanapun Mr. Putin is Rusia. Dulu pernah jadi Presiden Rusia, Rusia is Putin. Jadi Perdana Menteri, tetap aja Rusia is Putin. Walaupun Presidennya Dmitri Medvedev, Putin is No.1, and Presiden Medvedev No.2. Skrg jadi Presiden lagi, Putin forever Rusia.

      •  

        bahkan setelah kunjungan tahun 2012 ke rusia, organisasi keagaaman islam terbesar itupun memberikan kajian bahwa berhubungan dengan rusia mudharatnya lebih kecil dibanding dengan us. silakan dianalisa.

      •  

        rusiya memang tempat lahirnya jago-jago strategi
        negara tempat lahirnya Garry Kasparov dan Anatoly Karpov

      •  

        Bagaimana anda menganggap Muhammadiyah dan Din Syamsudin sebagai tdk taat ama pemerintah? kecuali terkait dengan hal keyakinan orang muhammadiyah n din syamsudin selalu taat kepada pemerintah bahkan sangat membantu pemerintah dalam bidang pendidikan, coba anda lihat tokoh muhammadiyah yg ada di pemerintah selalu menjadi pejabat yg militan n bersih..

  2.  

    Lanjut seperti yg di katakan mr putin tatanan dunia yg baru

  3.  

    entahlah

  4.  

    hajar asu penjahat dunia

  5.  

    SeLamat sy ucapkan kepada rekanku BIRO SOLO Bung AchiLes teLah mendapat anugrah momongan , semoga ananda menjadi Anak yg shoLeh , berbati kepada org tua , agama , Lingkungannya dan NEGARA nya Amin ya Rob .

  6.  

    Dibikin rame ma rusia

  7.  

    Rusia dengan gaya barunya dan Mr Putin dengan ketenangannya….

  8.  

    absen, 10 besar!

  9.  

    Sekarang ada “sesuatu” di halaman belakangmu. Waspadalah.

  10.  

    Ayo kita optimalkan momentum langka ini untuk memperkuat sisi Pasific Indonesia yg masih lemah

  11.  

    klau orng yg suka nindas psti pobia dan was2 mau di tindas orng lain…ckckck… kyakny perang dingin lagi nih..

  12.  

    Ulasan yang menarik…

  13.  

    8

    Bravo Rusia

  14.  

    Selamat bung achiles biro solo yang d anugrahi momongan smoga bisa menjaga amanah dan ananda brbakti pda kedua orng tua, agama, lingkungan, bangsa dan negara….amiiin.

  15.  

    PapaBear Vs Mamarika

  16.  

    Rusia ga perlu pangkalan buat meluncurkan nuklir. Cukup laut dengan kedalaman yang cukup. 😀
    Rusia memang tidak memiliki pangkalan sebanyak AS di luar karena kebijakannya untuk tidak mencampuri urusan negara lain. Tapi bidak-bidak Rusia cukup membuat hegemoni barat tersandung spt d Suriah dan Ukraina.

    •  

      Bukannya gk perlu pangkalan!! Tp russia tdk mempunyai pangkalan, siapapun didunia ini kalau ingin menang kan hrs punya banyak teman..!! Sekuat apapun dia kalau dia seorang diri ya pasti kalah kalau dikeroyok kan???? hehehe!! Berapa banyak sih rudal nuklir rusia?? Terus kalau seandainya terjadi perang beneran ( emang sih both of them sama2 ancur ) tp coba lihat sekutu2 amerika mereka jg punya nuklir, nah kalau russia aja kewalahan ngadepin USA apalagi ditambah inggris perancis canada australia n mayoritas eropa!!

      •  

        pelajaran dari sejarah,jangan coba2 menginvasi rusia, napoleon dan hitler sudah merasakannya,

      •  

        Buktinya tuh negara-negara kawan amerika yang punya nuklir kalo emang benaran sok-sokan kuat gaberani nyerang rusia kam ? Kalo emng kuat serang aja ? Karena amerika tahu russia bisa meluncurkan ICBMnya dari mana saja dan dgn jumlah yang tidak disebutkan banyaknya . Anda tahu tidak Bulava Slbm itu bisa diluncurkan via kapal selam , sedangkan kapal selam sendiri bisa pindah kemana-mana , nah ayo gaperlu kan biat pangkalan yang hanya menelan biaya super banyak …. 😆 😆

      •  

        Klo gitu kenapa ga diserang aja russia sekarang bung? Buat ngebuktiin ucapan anda

    •  

      http://www.armscontrol.org/factsheets/Nuclearweaponswhohaswhat
      Masih kalah otot, mungkin tersandung biaya

  17.  

    rusia yg cerdik dlm menghadapi sanksi”musuh”nya..kita tunggu saja kebangkitan rusai sebagai penyeimbang ASU

  18.  

    Rusia Cerdas nd cerdik dlm setiap langkah menghadapi US nd teman2nya… :mrgreen:

  19.  

    Saat roda berputar di posisi bawah untuk barat, tinggal tunggu waktu . !

  20.  

    Wah diskusi menarik

  21.  

    Russia buat harus jd penyeimbang bangunlah beruang merah

  22.  

    rusiya hebat…
    izin sedot gambar main caturnya 😉

  23.  

    Gmana kalo Warga Jakarta Greater mengajukan petisi usulan pengadaan Sukhoi SU 35 dan SU 34 buat TNI AU dan armada Kapal Selam Kilo dan Slava Class buat TNI AL

  24.  

    artikel yang mantab bung..seyogyanya sejak saat ini para pemimpin kita mengambil sikap terhadap masalah ini. sudah saat nya terjadi tatanan dunia baru. Saat ini PBB sudah tidak relevan lagi..maka perlu BUBARKAN PBB..buat lagi organisasi yang netral dan adil bagi semua negara. NKRI jayalah terus

  25.  

    dunia sangat membutuhkan russia. sebagai penyeimbang langkah. negara2 barat anda bisa bayangkan jika rusia tidak ada atau lemah. seperti apa langkah nato. indonesia tentunya tidak mungkin juga memposisikan sebagai NON BLOK, dan yang pasti SDA negri ini sudah di pastikan menjadi harta ibarat harta rampasan…

    jelas langkah-langkah diktator barat akan semaunya mencakar di atas dunia ini
    bila russia tidak ada. hanya sang pencipta yang bisa menghentikan langkah sang adikuasa.

    maaf bila banyak salahnya.
    salam buat semua warjags.
    NKRI harus jaya.

  26.  

    bisa jadi skenario crimea akan di aplikasikan untuk wilayah timur indonesia..tentunya dengan aktor/dalang yg berbeda..patut di waspadai..

  27.  

    saya bangga jadi orang Indonesia, sangat sakit pahit dulu kita dihancur luluh lantakkan perekonomian indonesia ditahun 1998 oleh bangsa eropa dan asu, saya ingat ketika thn 2001seorang doktor ekonom itu berkata kepada saya mereka akan mendapat balasannya atas apa yg mereka lakukan kepada indonesia. ternyata semua terbukti ! hebat itu para doktor ekonom kita yg tersebar diseluruh dunia.

    •  

      Barat mengalami kemunduran,, timur maju secara pesat, apakah termasuk indonesia yg skrng perwakilan rakyat di DPR trus ribut dg kekuasaan??? Kadang saya berpikir, mungkin juga perlu malaysia dan austraia cri gara2 lg, byr nasionalisme bangsa kita terPECUT, byr qt ngebut memperkuat militer qt, PERLU DIKETAHUI DIPLOMASI DISKUSI HANYALAH BUALAN DARI KONSPIRASI, UDAH SAATNYA INDONESIA DIPLOMASI DENGAN KEKUATAN MILITER,

      ANDAIKAN GARUDA BERDIRI DIPUNGGUNG SI BERUANG, UNTUK SALING MELENGKAPI, GARUDA BAGIAN DI UDARA SEBAGAI PENGINTAI DAN BERUANG BAGIAN PENDOBRAK BATU DAN KERIKIL2, DGN BANTUAN SI PANDA UNTUK MENGINTAI MELALUI PEPOHONAN,, HEEHEE, MUNGKIN AKN SERUU 🙂

  28.  

    Blok Barat n Blok Timur….

    Tidak ada kawan yang abadi…..

    Tapi sekali lg…..kita harus menolak lupa………siapa yg pernah

    menyakiti kita………

  29.  

    Seharusna ASu dkk menghormati hasil referendum, kalau benar ASu negara yang menjunjung tinggi Demokrasi.
    Indonesia harus mengambil pelajaran dari kejadian ini dan apa yg hrs dilakukan, agar terhindar dari aksi embargo negara2 pengacau seperti ASu dkk.

  30.  

    OOT .. anak perempuan ane lebih seneng nonton Masha & The Bear dari pada Spongebob :mrgreen:

  31.  

    tinggalkan saja ASU dan Nato, terbukti sejak jaman Pak Sukarno , Indonesia menjadi Macan Asia dengan kekuatan Alutsista yang banyak kita peroleh dari Russia, kembalikan ke jayaan Indonesia.

  32.  

    Bung @STMJ dimana yaa?? kangen akan artikel geopolitik dan geostrateginya..

    •  

      Bung Nowyoudont jg hilang tanpa mninggalkan jejak.. mg mereka sehat semua

      •  

        Bung NYD, Bung Nara, Bung Melectech, Bung Afiq0110, Bung Yayan, Lare sarkem, Bung PS, bung Ngurah rai, bung wehr, bung Satrio, bung andri cahyadi, dan bung bung yang lain yang nggak bisa saya sebutkan satu persatu semuga engkau semuanya sehat selalu. kami sangat rindu akan wejangannmu semuanya…

  33.  

    setuju bung @RojoLele

    kapan2 tak angkat menjadi artikel di sini, tentunya setelah ada bahan2 masukan yang significant 🙂

  34.  

    Crimea dikobarkan sebagai pertaruhan hidup mati Russia, jika Crimea mengikuti Ukraina maka dipastikan Russia terisolasi dari arah Barat. Bagi rakyat Russia sendiri Crimea adalah persoalan harga diri bangsa dan mereka rela dan siap berperang untuk itu, tinggal bagaimana pemerintah Russia memainkan psikologis rakyatnya yang saat ini sangat bangga dengan Russia sebagai “motherland” mereka. Crimea secara historis dianggap adalah bagian dari Russia, persoalan Crimea sudah menjadi persoalan harga diri bangsa dan bukan sekedar faktor ekonomi dan geopolitik.

    Russia kelihatannya sudah siap dengan segala resiko dari AS dan sekutunya namun sepertinya Eropa yang tidak terlalu siap dimana mereka sebenarnya sangat bergantung kepada energi dari Russia dan beberapa negara Eropa misalnya Jerman sebetulnya tidak terlalu memiliki kepentingan terhadap isolasi Russia dari dunia luar. Dalam jangka panjang saya merasa kemenangan secara politis dan ekonomi ada di pihak Russia, kecuali AS bisa membuat negara lain di luar Eropa untuk membantu krisis energi di Eropa. AS sendiri sudah sangat kelimpungan dengan keuangannya sendiri, mereka sudah berencana memangkas jumlah personel tentaranya dan anggaran pertahanan juga akan dipangkas untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakatnya di dalam negeri terutama perihal kesehatan serta jaminan sosial.

  35.  

    Di satu sisi kita tidak menyukai amerika dan nato, tapi di sisilain ketergantungan kita terhadap mereka masih belum bisa di hilangkan.tidak bisa di pungkiri kita masih butuh mereka untuk penyeimbangan di setiap segi baik militer ekonomi dll. Coba sekarang bayangkan kalau tidak ada amerika?

    •  

      Masih ada mesin ketik merk “brother”. Untuk listrik masih ada hi-power pressure-tube reactors (reaktor nuklir pipa tekan berdaya tinggi) buatan Rusia yg pernah menggentarkan eropa tahun 1986. Jangan takut. Lawan asu.

  36.  

    infonya sangat bagus om…..

  37.  

    Dari dulu nyari-nyari video kopasus training yang lengkap ga pernah nemu, hingga akhirnya ada yang upload video berikut ini:
    http://www.youtube.com/watch?v=0YsH5MZIQoY

  38.  

    konflik Russia Vs Amerika & Eropa akan menguntungkan negara dunia ke-3 dari sisi teknologi. 🙂 🙂 🙂

  39.  

    -Amerika serang rusia 50 : 50
    -rusia serang amerika,rusia kalah
    -amerika serang china,china kalah
    -china serang amerika,china jg kalah
    -rusia serang china 50:50
    -china serang rusia,china kalah

  40.  

    Biarlah hansip yang penting kelakuan Asu dan pengikutnya tidak terlalu merajalela, yang selalu membuat kerusakan dan permusuhan dimuka bumi..

  41.  

    Menarik sekali.. Amazing.. Semoga kita juga tdk saja melihat hal ini sebagai tontonan belaka. Siapa yg setuju ikut serta dlm permainan ini? He..

    •  

      copas dr sebelah…
      permainan yahudi bung vox…
      Kehadiran tokoh Zionis-Prancis,
      Bernard-Henri Levy, di depan lautan
      manusia yang memenuhi Maidan –
      singkatan dari Maidan Nezalezhnosti
      atau Lapangan Kemerdekaan—di
      Kiev, menjadi simbol utama
      kesamaan template itu. Levy adalah
      seorang makelar perang. Dia dulu
      memprovokasi masyarakat Barat
      untuk ‘membantu’ rakyat Suriah
      menggulingkan Assad (sebelumnya,
      juga hadir di Libya, di depan para
      demonstran anti-Qaddafi). Kini di
      Kiev, dia berpidato berapi-api,
      menyeru rakyat Ukraina, “ Les gens de
      Maidan, vous avez un rêve qui vous
      unit. Votre rêve est l’Europe! ” (wahai
      orang-orang Maidan, kalian punya
      mimpi yang mempersatukan kalian.
      Mimpi kalian adalah Eropa!)
      Ya, Ukraina memang tengah diadu-
      domba dengan menggunakan isu Uni
      Eropa. Sebagian rakyat setuju
      bergabung dengan UE, sebagian lagi
      menolak. Pengalaman Yunani yang
      bangkrut akibat bergabung dengan
      UE membuat banyak orang sadar, UE
      dan pasar bebas Eropa bukanlah
      gerbang kemakmuran bagi rakyat
      banyak. Hanya segelintir yang
      diuntungkan,dan para kapitalis kelas
      kakap Eropalah yang jauh lebih
      banyak mengeruk laba.

  42.  

    Bung kate nyang punya nuklir cuma us?

  43.  

    Oh ya? Mana buktinya bung? Pecinta asu yaa

  44.  

    Artikel yang mantap …
    Selamat buat bung Achiles atas momongan barunya …

 Leave a Reply