Mar 092014
 
Setangkai anyelir merah terlihat di monumen Angkatan Laut Rusia di kota pelabuhan Sevastopol Krimea

Setangkai anyelir merah terlihat di monumen Angkatan Laut Rusia di kota pelabuhan Sevastopol Crimea (photo: Baz Ratner/ Reuters)

Pepatah kuno China mengatakan “Pena lebih tajam dibanding Pedang”, dan rupanya makna itu yang akhir-akhir ini sedang dipertontonkan oleh Obama dan Putin dalam menyiasati krisis Ukraina terutama di Crimea.

Pepatah itu, kini berkembang bukan hanya dalam bentuk penulisan di berita, mengirim fitnah atau melakukan politik devide et impera, namun juga melalui kekuatan lain yang lebih dahsyat: Ekonomi.

Selama beberapa dekade ini, Amerika sukses merepresentasikan pepatah tersebut dalam memaksakan hegemoni atas Negara-negara yang ditekannya. Iran, Syria, Irak, Libya, termasuk Indonesia, Panama dll adalah Negara-negara korban bully ekonomi si polisi dunia itu.

Kini, senjata tanpa sisi tajam itu kembali digunakan Obama untuk menekan Putin agar menarik tentaranya dari Crimea dengan ancaman embargo dan blockade ekonomi atas Rusia. Dan apa balasan Putin, menggunakan senjata yang sama untuk saling menggertak!.

Si pelakon catur Ukrainian: Kremlin

Si pelakon catur Ukrainian: Kremlin

Saat mengumumkan ancaman ekonomi, tampaknya para penasehat Obama lupa akan 1 hal, bahwa Amerika kini bukan lagi satu-satunya Negara adidaya bidang ekonomi, sebaliknya justru pasien yang sedang sakit menahun jika tidak mau dikatakan sekarat. Dan pion catur ini digunakan dengan sangat baik sekali oleh Putin, dengan mengancam balik akan menjual semua obligasi (utang pemerintah USA) ke pasar internasional. Ancaman ini, jika benar dilakukan, dapat mengancam stabilitas ekonomi dalam negeri Amerika. Federal reserve bagaimanapun akan harus membeli kembali entah langsung ke pengusaha-pengusaha Rusia yang memegang obligasi tersebut, atau membeli lebih mahal lagi ke pasar internasional yang berarti mengalirkan dollar lebih banyak lagi ke luar negeri. Melimpahnya dollar di luar, berarti supply berlebih, menyebabkan dollar jatuh ke ambang batas yang belum pernah diperkirakan sebelumnya. Ini berarti inflasi yang luar biasa tinggi di pasar domestik Amerika mengingat kini mereka adalah Negara importir murni dengan sebagian besar import berasal dari Negara-negara BRICS.

Masih belum cukup, Putin menggerakkan 1 pion lagi dalam catur gaya Ukrainian ini dengan ancaman memaksa perusahaan-perusahaan Rusia yang berhutang agar tidak membayar hutangnya.

Pion catur ketiga diluncurkan minggu lalu, yaitu bersiap dengan desakan kepada semua Negara mitra dagang untuk tidak menggunakan dollar dalam perdagangan dengan Rusia. Masyarakat ekonomi Eropa, 90% pasti akan mematuhi desakan tersebut jika tidak ingin kehilangan gas, minyak dan batu-bara serta mineral dari Rusia. Sebagai informasi tambahan, Negara-negara timur-tengah dan amerika selatan sudah lama menerima perdagangan dengan Rubel dan Yuan sebagai mata uang pertukaran dengan Rusia. Jadi, bagaimana dollar dapat bertahan terhadap gempuran the three musketeer pion catur Putin tersebut? Skakmat!

USD Index 1968 - 4 Maret 2014 (Bloomberg)

USD Index 1968 – 4 Maret 2014 (Bloomberg)

Bagaimana dengan Indonesia?
Dalam skala yang lebih kecil, Indonesia kini juga mulai memainkan peranannya dalam bidang ekonomi atas beberapa masalah regional. Diakui atau tidak, kemajuan ekonomi Indonesia dalam beberapa sisi dan semakin meluasnya peranan Indonesia dalam hubungan internasional membuat kementerian-kementerian terkait dapat menggunakan peluru-peluru yang lebih fleksibel untuk bermain catur dalam kasus-kasus pelanggaran territorial.

Manusia perahu

Manusia perahu

Kasus manusia perahu dan pelanggaran wilayah oleh tentara Australia, Alih-alih secara emosi menanggapi secara militer (meskipun TNI-AL tetap menandai kehadirannya di perbatasan selatan), sebaliknya Kemenlu secara cerdik mengalihkannya menjadi isu ketidakbertanggungjawaban pemerintah Australia atas pencari suaka. Dan memang, Dunia mengutuk tindakan tentara Australia yang menggiring manusia perahu tanpa perikemanusiaan ini. Peran internasional yang dimainkan pemerintah RI saat ini, semakin mencuat dan menarik simpati dunia. Kasus pembakaran kapal nelayan Papua di PNG beberapa waktu lalu, diduga merupakan ekses dari semakin dekatnya hubungan Indonesia dengan Negara-negara Melanesia di samudera Pasifik.

Kini TNI sudah berbenah. Persenjataan semakin lengkap dan gahar. Di pihak lain, perekonomian semakin stabil dengan ketersediaan sumber daya dan SDM yang cukup dalam 20-30 tahun ke depan. Kemajuan-kemajuan ini harus disikapi secara cerdik dan bijaksana oleh semua kementerian. Hal yang paling jelas terlihat dari permainan catur oleh Kemenlu adalah pengakuan dari pengamat internasional di Australia sendiri yang membandingkan Menlu mereka sebagai junior yang menghadapi senioritas Marti Natalegawa (beliau berangkat dari jenjang karir, bukan orang partai politik).

Bidang Hankam dan Kemenlu merupakan salah satu kebijakan pemerintahan SBY yang paling berhasil menjalankan fungsinya dewasa ini.

Semoga pertumbuhan ekonomi di Indonesia dapat terus dipertahankan sehingga dapat menyediakan banyak variable yang dapat digunakan dalam percaturan politik dunia, dan semoga pemimpin yang nanti terpilih dapat memanfaatkan orang-orang yang berkualifikasi tinggi sesuai bidangnya untuk menduduki posisi-posisi strategis. Bukannya dengan menempatkan wakil-wakil partai koalisi akibat politik transaksi. (by Maling Jemuran / FS W).

nb: oleh-oleh abis keliling kampus online membahas krisis ukraina dengan sahabat pena dari eropa (mahasiswa Indonesia). Thanks

Sumber:
www.theeconomiccollapseblog.com
www.usawatchdog.com
www.zerohedge.com
www.theguardian.com

  69 Responses to “Krisis Ukraina dan Penggunaan Senjata Non-Militer”

  1.  

    saya duluan ….

  2.  

    Kemenhan dan Kemenlu memang yang paling menonjol dalam beberapa gahun terakhir. contoh bagaimana kementrian harus datang dari kalangan profesional. Kemenkeu adalah kekecualian 🙂 terlalu banyak rongrongan dan masalahna

    •  

      Bung, kalau begitu, Kemenkeu harus lebih profesional lagi. Jangan sampai Kemenkeu dipegang oleh kader salah satu partai. Bahaya, lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya..!

      •  

        Menkeu saat ini dari kalangan praktisi. Ada dua kemungkinan ketika satu individu masuk ke lingkungan dengan karakter yang sudah jadi.
        1. Dia akan terpengaruh lingkungan dimana dia masuk
        2. Dia mampu melakukan perubahan terhadap lingkungan kemana dia datang

  3.  

    Bung Diego, kalau ada kesempatan, postingkan juga tentang kecelakaan kapal selam nuklir milik India barusan. Thanks.

  4.  

    Mantap,,,

  5.  

    test..

  6.  

    Biar Amerika bingung dan jangan brani ngancam negara2 berkembang. Kita liat apa tindakan Amerika dan saya berharap Putin dapat menjual obligasi amerika ke pasar duniA. Amin

  7.  

    Menlu kita skg ini saya akui sbg menlu yg sgt berpengalaman dan cerdik. Saya harap pemerintahan yg akan datang bisa memilih dia lg apalg dia dari profesional karir bukan partai. Menhan jg smp skg sdh di jalurnya, sgt tepat kalau dia terpilih lg utk meneruskan mef yg dia rancang. Kalau indonesia ingin mjd bangsa yg dipandang, program mef ini hrs tetap jalan terus tentunya jg menhannya.

    Kalau menkeu, saya pikir dia bagus jg cuma dia muncul disaat yg tdk tepat dan baru menjabat sdh byk masalah. Program2 kebijakan ekonominya sgt berani dan bisa membuat terobosan spt kebijakan utk mengurangi impor, meningkatkan ekspor, investasi, dll shg hasilnya ekonomi indonesia skg mjd yg tercepat pulihnya.

    •  

      Kalau soal dua posisi menteri ini(menlu dan menkeu), dari dulu kita selalu memiliki yang terbaik. Sekuat apapun posisi pemimpin kita dalam partainya, ternyata dalam menentukan dua posisi ini, dia berhasil menjaga netralitasnya. Alhamdulilallah, prestasi keduanya bisa dibanggakan, bahkan sejak kita baru memulai mengisi kenerdekaan sekalipun. Di beberapa negara, kedua posisi ini terkadang harus dirangkap oleh sang PM atau wakilnya. Menunjukan bahwa bebannya berada setingkat posisi kepala pemerintahan.

  8.  

    ane setuju bung, ..walau berpendapat/beropini merupakan
    hak setiap orang tetapi juga harus beretika…sadar diri..ada di mana dan
    harus bagaimana serta tidak seperti “congor di depan…otak ketinggalan” …maaf,

  9.  

    Kalo gitu artinya saling terkait. Rusia berhutang ke AS dan AS berhutang ke China yg juga mendapat pasokan energi dari sekutu AS.

  10.  

    Ekonomi kita sekarang sudah sangat menjanjikan, bener sekali… Belajar dari pengalaman yg lalu, pemerintah kita pun sudah menyiapkan strategi jika kita mengalami krisis, seperti untuk masalah pertumbuhan dan pemerataan yaitu tidak berhenti membeli barang dan jasa (kepada buyung strategy) agar perekonomian terus menerus berputar.

    Pemerintah kita juga telah memikirkan proyeksi Indonesia menjadi negara maju dan kuat 2030 yg merupakan pencapaian atas sustainable growth and development program. Diprediksi tahun 2045 negara kita akan menjadi kuat, produktif, mandiri (industri), dll.

    Mudah2an menteri keuangan dan menteri perekonomian kita, bisa menyempurnakan program ini… Melalui program ini diperkirakan 2030 negara kita bisa menduduki peringkat 7 terbesar dunia.

    Selain itu perlu diperhatikan juga empat langkah utama, yaitu pro-growth, pro-poor, pro-job, dan pro-environment. Semoga pelajaran krisis 2008 membak kita pandai dan menyiapkan proteksionisme, pencegahan terhadap ekonomi gelembung (bubur economy), global ekonomi balance, regulasi keuangan global, dll…

    Ekonomi yg merupakan bagian ketahanan bangsa juga mulia diperhatikan TNI, salah satunya pada oktober 2013 TNI mengirim perwira2nya mengikuti APEC…. Semoga program ini bisa terealisasi, amieeen

    •  

      Maksudnya buble economy

      •  

        @jalo : maaf bung, nubie mau bertanya, buble ekonomi itu yang seperti apa?salam

        •  

          Bung dewo, gelembung ekonomi itu terjadi akibat ada harga yg tinggi terhadap produk dan berakibat membuat ekonomi tidak stabil.

          Pada tahun 1997 bangsa kita pernah menjadi korban gelembung ekonomi, saat itu banyak perusahaan hancur dan berakibat harga melambung tinggi.

          Pak Amien Rais pernah mengatakan bahwa negara kita bisa mengalami lagi jika kapitalisme menggeser ekonomi kerakyatan.

          •  

            Secara garis-besar, betul yang dikatakan oleh Bung Jalo. Tapi tidak hanya harga melambung, sebaliknya jika harga-harga secara serentak dan seragam jatuh ke level terendah juga bisa buble.
            Buble di Amrik disebabkan oleh jatuhnya nilai property. Ini akibat banyaknya gagal bayar angsuran rumah sederhana (kalo di RI mgk msh kelas menengah karena minimum 3 KT, Dapur, RT, pemanas ruangan dll).
            Gagal bayar terjadi karena komite yang menilai seseorang berhak atas kredit rumah atau tidak kebablasan kasih nilai. Karena mengejar target penjualan property (bagi komite), komisi (bagi sales rumah dan leasing) maka geladanganpun diberi pass grade sehingga bisa ambil rumah padahal tidak punya pendapatan tetap.
            Ini hampir terjadi di Indonesia (Jakarta) dalam kredit sepeda motor dimana dp rendah, bunga terjangkau dan khusus di Jakarta ada faktor pendorong kemacetan sehingga rakyat kecil berbondong-bondong ambil motor.

          •  

            potensi terjadinya buble economy berarti masih bisa terjadi di kondisi sekarang ya bung…
            khusus kredit sepeda motor ini yang benar2 booming, wong mau beli kontan aja ga boleh, harus kredit..
            salam

        •  

          Maaf bung, saya juga nubie… Hehehehehe

          Semoga bisa menjawab ya bung, salam kenal

      •  

        coba nambahin knapa terjadi bubble economy

        Besaran Pendapatan Negara / Juml.usia produktif = rata2 pendapatan perkapita.
        Pendapatan perkapita dijadikan index rangking.

        mengingat sistem ekonomi indonesia adalah konglomerasi.
        simulasi z ya :
        A.1% penduduk RI dikategorikan sangat kaya
        B.80% penduduk RI dikategorikan kelas menengah, dgn pendapatan relatif rendah.
        C.19 % penduduk Ri dikategorikan bawah, dgn pendapatan sangat rendah.

        kombinasi diatas walaupun memiliki rata2 pendapatan perkapita cukup besar tapi itu adalah SEMU, karena tertutup oleh kelompok yg A.1%.
        Jika kelompok A. mengalami kenaikan pendapatan (Bubble economi) tidak serta merta kelompok lain ikut menikmati, sebaliknya jika kelompok A mengalami kerugian karena urusan transaksi tetekbengek, maka kelompok lainnya terpengaruhi, dan indeks pendapatan perkapita juga akan anjlok drastis (balon – mudah pecah alias semu)

        # koreksi ya

  11.  

    * Weapon gas, Msg, Rafale *

    atau pion ke-3 dari article diatas yg paling mematikan, tempo hari ketika eropa satu suara terhadap embargo minyak dari Persia yg membuat ekonomi eropa lebih acak adut dari sebelumnya hanya karena KESETIAAN buta sama Asu, sekarang eropa bagaimanapun akan mendua jika Weapon gas diberlakukan, buka Asu yg merasakan dampak langsung tapi kawasan eropa sendiri.

    Perang asimetris berdasarkan geo-ekonomi dan geo-grafis dimainkan dgn baik oleh Ruskie, yg sebetulnya memang akan kita mainkan secara bertahap kedepannya setelah otot cukup Muscle.
    Penguasaan teknologi oleh eropa dimata rusia lebih cenderung useless, jadi daya tawar eropa ke rusia adalah lebih inferior, berbeda dgn kondisi eropa ke asean, mereka bisa barter senjata dan teknologi vs ekonomi.
    Kebijakan membuat UU perlindungan Informasi terkait belanja militer Yu ke Ruskie dan sebagian eropa sudah tepat dan pas, sebagian pengamat menyatakan ini adalah gerilya gaya yu, yg kebetulan cocok dgn cara pandang ruskie dlm memperlakukan eropa untuk menggerus pengaruh ASu dikawasan itu.knpa? ini membuat mereka saling lirik2an, makan itu keperluan yg sangat mendasar, bayangkan jika Yu bisa menggiring cara pandang berbelanja negara2 Asean seperti Yu sendiri,
    Disini pentingnya membuat peranan Yu harus mampu mengendalikan keadaan paling tidak di asean sendiri dan menjadi prestasi tersendiri jika mampu mengajak negara2 MSG sehaluan.
    Setelah dolan2 mendasar, ke negeri Shah Ruh khan, Viet dan Jin, sebaiknya Yu blusukan ke timur lebih intens lagi, membangun opini Asia for Asia.

    Imho- dari keterkaitan posisi Yu, Ruski, Eropa dan Asu, dan suhu di di asean sendiri, gue jadi lebih memahami kenapa Rafale lebih tepat diakuisi dibandingkan Grippen, untuk mendampingi flanker.
    Karena seluruh alasan pembelian sudah terpenuhi selain masalah teknis, kita lihat z perkembanganya.

    # sekedar ngeramein obrolan pagi 😀

  12.  

    Malapetaka buat usa jika china sampai ikut2 an langkah rusia dalam menghadapi perang ekonomi dgn usa.seperti di ketahui china lebih banyak menyimpan surat utang dollar usa ketimbang rusia.kalo sampe 2 negara ini serempak menjual obligasi dollarnya tak terbayang bagaimana sibuknya fed reserve untuk menghadapinya,kalo kemungkinan itu trjadi bagaimana imbasnya ke negara kita?,, mohon bung yayan,now,dan bung satrio berkenan menjawab pertanyaan ane.
    Maklum newbie,,,

    •  

      bung @dars, memang ada analisa yang menyiratkan China dan Russia akan berusaha ‘membangkrutkan’ US, persis seperti dulu US menghancurkan USSR tanpa perang dan seperti saat ini upaya2 mengurung dan melemahkan Russia. Itu antara lain mengapa Russia ngotot di Suriah dan Ukraina.

      China punya potensi besar untuk mendongkel hegemoni US dalam bidang ekonomi, lebih banyak negara dunia yang China dalah mitra dagang terbesarnya daripada US. China juga sedang berusaha menjadikan mata uang mereka sebagai alat tukar internasional. Sedang Russia hanya mempertahankan sisa2 pengaruh kejayaan Uni Soviet. Seperti kebanyakan negara Eropa, popolasi Russia juga menurun dengan cepat, dan ekonomi mereka sangat bergantung pada export migas. Kekuatan utama US adalah kebutuhan dunia pada US Dollar, secara theory hutang negara US yang juga dalam mata uang mereka sendiri bisa diatasi dengan mencetak uang lebih banyak. Tapi tentu pada akhirnya akan melemahkan nilai USD sendiri.

      Yang penting adalah IDR. Saat ini IDR sangat lemah terhadap USD, pemerintah RI harus punya wawasan jauh ke depan memikirkan bagaimana caranya agar nanti IDR juga tidak loyo menghadapi Yuan.

      •  

        Makanya saya paling tidak setuju dengan redenominasi IDR bung Now. Dengan redenominasi, nilai 1000 disederhanakan jadi 1, takutnya nanti pejabat-pejabat keuangan kita juga disederhanakan, misal kalo sekarang dollar naik dari 11000 jadi 12000 udah pada kalang kabut (karena naik 1000 poin), jika redenominasi hanya bergerak dari Rp. 11 ke Rp. 12. Hanya 1 poin sehingga cenderung membuat BI terlena….opini saja…

        •  

          Kalo memang mau naikan Rupiah, ya lewat jalan yang benar dan diridhoi, yaitu melalui perkuatan ekonomi di segala segment. Kalo cuma redenominasi (capek nulisnya) berarti seperti dibilang non angel eyes dan bung donny, “Buble Currencies”

      •  

        Bung Now, sekedar menambahkan, taktik serupa yang dilakukan oleh Rusia sebenarnya kita sudah lakukan meski masih dengan malu2 dan tidak terang2an dan alasannya lebih untuk moneter namun sebenarnya tidak juga melulu untuk moneter tetapi bisa berdampak kepada Trade Finance untuk International Trading, coba kawan2 cermati berita2 di media umum 4 tahun terakhir, soal bilateral swap (rasanya kemarin barusan dengan Korsel, silahkan baca Kompas hari ini ada dikolom ekonomi) yaitu perjanjian swap mata uang antara Rupiah dengan mata uang counterpart (won, Yuan, Yen, Rubel dll) nah apabila tanpa mekanisme swap biasanya mekanismenya adalah Rp-USD-mata uang counterpart maka melalui mekanisme swap mata uang intermediary nya (USD) dihilangkan, silahkan baca komentar saya di komentar atas komentar kemarin bahwa secara teoritis USA masih berkuasa karena mata uangnya saja, jika ini serentak disalvo oleh kekuatan ekonomi menengah dunia habislah dia (namun efeknya tentu juga tidak sesederhana itu, namun jika sudah mau main catur cepat ini adalah senjata asymetric yg paling ditakuti Gov USA saat ini).

        @Bung Now, Dan jika mau Rupiah menguat (tentu harus dipertimbangkan equilibriumnya terkait harga jual ekspor agar kompetitif) , kita punya perangkat kok , yaitu terapkan UU mata uang no 7 tahun 2011 secara murni dan konsekuen, sudah pernah saya lontarkan dalam komentar atas komentar di Warjag ini juga, yaitu terapkan secara koersif semua kontrak diwilayah hukum RI wajib, sekali lagi wajib menggunakan mata uang Rupiah dan tentunya efektifkan pengawasan oleh BI terhadap semua pintu masuk2 terkait transaksi dengan mata uang asing, seperti money changer, offshore loan, direct investment, transaksi surat2 berharga, transaksi trade finance dan remittance.

        Sektor2 yang paling banyak menggunakan mata uang asing (USD) di negara kita adlalah : 1. Sektor Migas 2. Sektor Tambang 3. Sektor Pariwisata 4. Sektor Property 5. Sektor Pelayaran dan Perkapalan
        Jika kita mau melakukan salvo maka sektor2 itulah yg wajib dipaksa secara koersif (ada konsekuensi hukumnya jika tidak mematuhi).
        Just Opini 🙂

        •  

          Nambahin lagi :), kalau mau Rupiah kuat dan disegani, boleh kita contoh diplomasi perdagangan Cina dan Jepang yaitu kita bisa tingkatkan besaran luas hemisphere ekonomi Rupiah kita melalui kredit ekspor ke negara2 tujuan seperti Afrika, Negara2 Pacific (Micronesia, Melanesia, Polynesia) dan negara2 Amerika Tengah, Amerika Latin, ASEAN non Singapore n Malaysia, Eropa Timur, Negara2 Tim Tengah (Irak, Iran,Yaman, Palestina) dan Negara2 eks USSR , praktek ini secara ekonomi artinya memperluas skala ekonomi (memperluas pengguna mata uang Rupiah, atau memperlebar batas kawasan perekonomian Rupiah), pilot project nya kalau mau ya negara2 anggota NonBlok, lebih dari cukup itu.

          Coba dikaji kita punya keunggulan produk2 apa dimana kita bisa mengontrol pasar dunia (banyak kok utamanya produk2 khas Indonesia )dan tentunya produk2 baru macam alutsista produk Pindad, DI, PAL dan bahkan produk UMKM jika perlu kita jual bisa kita jual dengan sistem kredit ekspor namun tentunya harus dikkoordinasikan dengan BI sbg sang penjaga gawang sektor moneter, maka jika ini bisa kita jalankan ini dalam 10 tahun maka niscaya Ekonomi Indonesia akan makin kuat berlipat lipat dan disegani dan kita akan makin pede apabila bawa uang Rupiah di dompet kita manakala kita plesiran keluar negeri, 🙂

          Just Analisa & Opini 🙂

  13.  

    Krisis yg berbahaya. Sebagian besar rakyat Krimea, yg didorong juga oleh Rusia, ingin melakukan referendum apakah tetap akan ikut Ukraina atau Federasi Rusia.

    Case ini akan ditiru neo GAM untuk menjalankan aksi serupa minta referendum memisahkan Aceh dari NKRI. Soal bendera GAM untuk dijadikan bendera propinsi Aceh saja mereka masih ngotot, perundingan ditunda sampai tahun depan saat RI dipimpin presiden baru.

    Kelompok separatis tinggal menunggu dipilihnya presiden gemblung yg dibesarkan oleh iklan. Dengan sedikit gertakan dari internal dan Barat, presiden boneka ini akan memerintahkan referendum bagi separatis dan lepasnya wilayah RI.k

    •  

      @WH : saya baru ngeh bung, rupanya hal seperti ini juga yang beberapa waktu lalu dilontarkan oleh sekjen PBB, bahwa krisis krimea ini berbahaya..salam

  14.  

    Adatuhsi gembel joko hihih

  15.  

    saya setuju dengan artikel ini,
    rusia bermain cerdik tapi bisa juga di katakan licik.. terlepas dari itu semua kayaknya indonesia juga perlu meniru strategi tersebut… menghadapi negara besar seperti amerika mang gak mungkin dengan senjata… tapi dengan ekonomi, sama kaya indonesia tahun 1997.
    seandainya gak ada krisis itu, indonesia sama majunya dengan china saat ini

    •  

      tp ada baiknya gan
      dengan krisis 97 kita punya kitab mujarab untuk menghadapi itu semua
      tanpa krisis 97 soeharto pasti gk turun
      dan tanpa krisis 97 sistem yg dijalankan soeharto pasti akan terus berlangsung seperti hutang masuk ke pendapatan hegara hingga hutang untuk subsidi segala barang yg gk punya nilai lebih

  16.  

    memang seharusnya kekuatan suatu negara tidak hanya terpaku dibidang militer, tapi sejauh mana kekuatan ekonomi dan diplomasi….

    tanpa ekonomi dan diplomasi kuat, alutista canggih hanya akan jadi barang rongsokan…..

    untuk diplomasi menlu sekarang sudah tepat bagi saya…..
    setidaknya indonesia “sedikit” punya nyali….

    permasalahan ukraina, us-rusky sedang memainkan kekuatan peran ekonomi – diplomasi…
    tentunya china yang akan lebih diuntungkan…

    dan Apa kabar india????? kekuatan militer yang bisa mempengaruhi pergeseran peta kekuatan di masa akan datang.

    militer china – india kandidat pengaruh pergeseran peta kekuatan regional….

    •  

      kekuatan ekonomi dan diplomasipun tidak akan ada artinya tanpa militer yang kuat,.. Militer kuat + Ekonomi kuat secara otomatis diplomasi akan kuat..

  17.  

    memang seharusnya kekuatan suatu negara tidak hanya terpaku dibidang militer, tapi sejauh mana kekuatan ekonomi dan diplomasi….

    tanpa ekonomi dan diplomasi kuat, alutista canggih hanya akan jadi barang rongsokan…..

    untuk diplomasi menlu sekarang sudah tepat bagi saya…..
    setidaknya indonesia “sedikit” punya nyali….

    permasalahan ukraina, us-rusky sedang memainkan kekuatan peran ekonomi – diplomasi…
    tentunya china yang akan lebih diuntungkan…

    dan Apa kabar india????? kekuatan militer yang bisa mempengaruhi pergeseran peta kekuatan di masa akan datang.

    militer china – india kandidat pengaruh pergeseran peta kekuatan regional….

    cuma pendapat
    maaf cucu lancang

  18.  

    Masihkah poros Djakarta – peking- moskwa ada di benak pemimpin indonesia ke depan ??… Atau hanya jadi cita-cita Bung karno yg tak akan pernah ke sampian . Maaf kalau nyeleneh dari tema bahasan bung para senior di warjag

  19.  

    jika ukuran ekonomi negara Rp 1000, hutang 30% adalah 300. Tapi jika ukuran ekonomi meningkat jadi 10000, maka persentase hutang turun 20% pun nilainya meninhkat 2000.

    jadi biarpun nominal hutang meningkat, agar adil, harus diketahui “kekayaan” totalnya. 300 bagi 1000 lebih berat bebannya daripada 2000 bagi yg punya kekayaan 10000. dan di Asia tenggara, Indonesia trmasuk yg hutangnya kecil berbanding GDP, hanya 25%-an, sebagai perbandingan Malaysia hampir menyentuh 60%.

    •  

      itu analogi yang bagus bung @selevo, hutang memang seharusnya untuk investasi jangka panjang seperti infrastruktur dan pendidikan, di kita masih ada utang untuk bayar utang alias gali lobang tutup lobang 😀 .Walau demikian, persentase hutang yang turun terhadap GDP (walau nilainya naik) harus disebut agar lebih fair.

      dan IMHO- belanja militer bisa dipandang sebagai investasi negara juga. Contohnya potensi hutan atau kekayaan laut. Entah berapa kali lipat yang akan bisa diselamatan dari pencurian dengan investasi alutsista yang dibeli. contoh lain juga di LCT dan LCS sekarang ini yang kaya migas dan perikanan, China sudah mengangkangi hak mencari ikan di LCS, migas mungkin akan segera menyusul dan China akan jor-joran melakukan lifting minyak di daerah yang disengketakan. Malaysia yang ladang minyaknya banyak berada di muka LCS akan sangat dirugikan dari potensi belum tergarap yang hilang. Hutang yang terjadi demi modernisasi TNI tidak kalah penting dengan berhutang demi infrastruktur.

  20.  

    Bung jacky, tidak ada orang yang bilang bahwa kredit itu berarti negaranya tidak maju. Kredit diperlukan untuk mensiasati penggunaan APBN terhadap pengeluaran negara untuk domain-domain yang bisa diukur. Kredit jadi malapetaka jika sudah tidak terukur, biasanya secara kasar maksimum angsuran kredit adalah 30% dari PDB.
    Sama seperti kita dalam hidup bermasyarakat. Kita sudah itung kalo beli motor pake kredit, bisa menghemat biaya transportasi yang tadinya harus pake oject-angkot-busway/train-oject sampe kantor menjadi sekali jalan pake motor.
    Dan kita juga bisa mengukur bahwa bunga kredit tidak akan lebih tinggi dari pertumbuhan penghasilan (bunga kredit interstate 0,2-2,3% sedangkan pertumbuhan indonesia 6%).
    Kenapa gak beli cash? karena masih ada pengeluaran lain yang tidak diduga (misal kebanjiran, kematian, sakit dll) yang harus segera dibayar dengan uang yang ada. Istilahnya adalah likuiditas harus dijaga. Nah untuk menjaga likuiditas ini, kita tidak bisa menghamburkan APBN hanya membeli cash, tapi diakali sebagian dengan kredit. Semoga membantu penjelasannya. trims.

  21.  

    soal OPM,RMS,itu gampang…..!
    cukup bentuk MAFIA ..!!! (abu abu) yang siap bikin KAPOK pentolan2 OPM,RMS,dan separatis yang lainnya ,,maaf radikal sedikit tetapi ATAS NAMA DEMOKRASI..!
    ingat…! JANGAN..!! melibatkan TNI DAN POLRI….nanti mereka kena HAM
    itu lah kekurangan INDONESIA….,
    jadi inget film mission imposible…”tak dikenal”

    •  

      Jng terlalu mikirin HAM bung, klw demi keutuhan NKRI…..saya rasa TNI & polri sebelum terjun ke medan tugas sdh di bekali pendidikan HAm.

      •  

        ikuti saja permainan HAM negara2 besar…
        kalau pribadi itu tak probelem…tapi kalau negara dan institusi TNI ,polri…bisa bonyok..kalau urusan ham..walaupun sudah di bekali pendidikan ham..
        pendek kata…ikutin game mereka…MAFIA…!!.(abu abu) cukup black budget yang atur itu semua…ngak sampai 1 buah rudal kok setahunnya.. untuk pelihara mereka.( mafia yang pakai otak yah..)
        biar kapok itu pentolan2 RMS,OPM,..dll
        diplomasi…??ngak bakalan deh berhasil…sudah puluhan tahun itu..
        tak ada jalan lain..MAFIA ..!
        ikuti game mereka dengan flim mereka..!

        http://www.youtube.com/watch?v=qq9R65fXDKQ

        sudah waktunya pentolan separatis seperti OPM,RMS,…..DLL untuk diberi ganjaran oleh mafia/gank seperti ini..karena sangat merongrong

        maju indonesiaku. NKRI harga mati.

  22.  

    * Coba corat coret mengikuti Bung Nowyou dan bung MJ *

    berkenaan pembelian alutsista militer, memiliki Hutang Lancar (pembayaran kredit) dgn multi year Renstra 5 thn-an(60 bulan) memang lebih baik dan aman dibanding pembelian Cash/tunai sekalipun kita mampu, demikan pula dari sudut jaminan garansi.

    meminta penggantian item alutsista (jika rusak) atau berlaku garansi pasca pemb.tunai lebih sulit dibanding menggunkan skema kredit, tinggal stop cicilan, maka memaksa akan kreditor untuk melaksanakan kewajiban atas atas pasal2 MoU yg disepakati bersama.

    * Simulasi renstra 5 tahunan (60 bln) 2015-2020 :
    asumsikan dari data2 yg diketahui khusus untuk kemenhan adalah sbb :
    A.Apbn/thn merujuk apbn 2014 adalah $1000 bn dgn tingkat pertumbuhan 6%/thn.
    B.Kemenhan memerlukan akuisisi alutsista lebih besar dari $250 bn, maks jumlah hutang adalah 25% versus pdb).
    C.Maka akan didapat angka $1250 bn (5thn kedepan) yg boleh dialokasikan untuk alutsista.

    – Nilai belanja $1250 alutsista yg sulit dilakukan di thn 2015 secara tunai walaupun memilik cadangan devisa diatas itu tetaplah bisa berjalan dgn skema kreditan
    – Nilai hutang akumulatif $1250 bn, adalah tetap atau <25% dari apbn renstra 5 thn,5.(1000 + (6%.pdb))

    Bentuk HUTANG seperti diatas dikategorikan wajar-normal dgn catatan kehidupan bernegara dan ekonomi normal dan lancar juga, tidak ada huru hara bencana nasional seperti 1998.

    Bentuk Hutang yg menjerat negara kurang lebih sbb :
    dgn adanya kerusuhan seperti 1998 atau bentuk lainnya,
    sehingga memaksa negara melakukan PINJAMAN dari IMF misalnya, hanya untuk menutupi apbn $1000bn.
    dgn berbagai syarat yg memberatkan, termasuk negara harus mendirikan/menyerahkan proyek pengolahan sda kepada negara asal pemberi donor.

    # kalo bener bisa sampe $1250 bn untuk alutsista..keren ya 😀 😀 😀

  23.  

    Bung@ jacky
    Klw menurut saya itu karena Model perbankan di dunia ini yg salah kaparah dengan melegalkan riba.
    Contoh gampangnya begini kenapa huatang negara kita terus bertambah bukan cenderung berkurang, ketika berdiri suatu negara pasti berdiri juga suatu bank, klw di amerika The FEd dan klw di indonesia ya BI. Perlu di ketaui Bank indonesia di jadikan bank sentral pada tahun 1968 melalui UU/13/1968. Sejak saat itu jika pemerintah membutuhkan rupiah, maka harus berhutang kepada BI. Padahal sebelumnya rupiah yg di cetak BI di berikan gratis kpd pemerintah. Shingga tidak ada utang nasional yg di bebankan kpd masyarakat. Namun semenjak berlakunya UU 13/1968 pasti rakyat indonesia akan di bebani dengan hutang nasional, yg jumlahnya akan terus meningkat. Dan gk bakal bisa lunas. Melalui UU 13/1968 tsbut beserta Uu turunanya melegalkan sistem riba uang hutang perbankan. Sebagaimana anda ketaui bahwa sistem keuangan global saat ini menggunakan sistem uang= hutang. Maka bank akan mencetak uang baru jika ada yg menghutang. Contohnya bgni. Di ibaratkan di negara kita ini blom ada uang rupiah yg beredar maka pemerintah menerbitkan SUN ( surat utang negara)mmemberikanke BI selakui bank sentarl untuk mencetak uang dan uang yg di keluarkan BI tsbut adlh hutang dan harus di kembalikan bunga , contoh hutangi aku 10 triyun aku akan membayar slama 10 thun bunga, kmudian pemerintah membelanjakan uang tsbut ke peredaran , ya untuk gaji pegawai, biaya pendidikan , ddll, .
    Kmdian rakyat menerima bayaran rupiah melalui berbagai macam profesi , ada tukang ojek, ada sales jf sulfur dll.
    Kmudian setelah mendapt bayaran , rakyat harus membayar pajak ada PBB, pajak penghasilan,pajak kendaraan bermotor Dll kpd pemerintah.
    Pemerintah membelanjakan pajak yg tlah terkumpul dr rakyat untuk pembiayaan sektor publik, bangun jalan, bangun sekolah, bangun RS DLL DAN SEBAGIAN BUAT MEMCICIL HUTANG.
    KMUDIAN TIMBUL PERTANYAAN SEBAGIAN RUPIAH SDH BUAT MENCICIL HUTANG DAN otomatis uang yg beredar berkurang dan lama ke lama an pasti akan habis untuk membayar hutang.
    Pd contoh diatas hutang pemerintah 10 triyun, akan di bayar 10 tahun bunga maka rupiah yg beredar hanya ada 10 trilyun, diambil contoh setiap tahun di ambil cicilan 1 trilyun maka dlm 10 thun hutang pokok pemerintah lunas dan itu berarti uang yg ada di peredara berkurang 1 trilyun tiap tahun, jadi ppada tahun kedua rupiah yg beredar tinggal 9 trilyun karena yg 1 trilyun untuk membayar cicilan dan bgtu seterusnya. Saat rupiah di peredaran sdh habis, pemerintah baru bisa memebayar hutang pokoknya saja dan bunganya blom, lantas bagaimana pemerintah membayar bunganya tsbut…? Ya pemerintah harus berhutang lag ke BI dan begtu seterusnya sampai kiamat.
    Maka jng heran jika hutang nasional suatu negara cenderung naik terus seetiap tahun bung jacky.

  24.  

    Deplu dan Kemenhan rasanya sudah memainkan peranan yg pas dan berbobot malah,
    tempo hari pak marty lebih menyindir kolega dalam negeri nya supaya lebih responsif,
    dari sekian jumlah negara2 msg hanya vanuatu yg tidak pro nkri,
    tinggal urusan internal yg lebih baik, begitu kata kata pak marty ini.

  25.  

    Hutang disebabkan karena dlm struktur anggaran kita, pengeluaran lebih besar dari pendapatannya. Bisa beberapa hal yg menyebabkannya: 1. Anggaran kita terlalu boros, lihat saja anggaran DPR dgn hanya 500 orang saja, anggarannya bisa sebanyak itu. 2. Target penerimaan pajak kita, terlalu kecil dari pengeluarannya dan bahkan di akhir tahun tdk melampaui target shg harus ditutupi oleh hutang.

    Menurut saya hutang asalkan masih dalam tarap yg normal dibawah 30% dari GDP, oke-oke saja. Karena negara kita perlu berkembang, kalau tidak ada modal untuk berkembang, pertumbuhan negara kita tetap saja stagnan dibawah 4%. Dengan hutang tsb, negara bisa membiayai pembangunan di semua daerah.

    Yang menjadi masalah anggaran di negara ini ada dua, yaitu kebocoran anggaran (spt korupsi, mark up, proyek fiktif dll) dan alokasi anggaran yg tdk produktif dimana anggaran tsb hanya utk pengeluaran rutin saja bukan utk belanja modal spt pembangunan infrastruktur atau pengembangan output nasional spt bantuan kredit kpd para petani atau pengusaha kecil.

    Hutang bisa stabil bila pertumbuhan ekonomi kita juga stabil. Pertumbuhan ekonomi naik maka penerimaan pajak jg naik utk membayar hutang tsb. Jadi disini kita harus meilhat tingkat utang tsb thd GDP kita bukan dilihat dari prosentase kenaikan atau jumlah hutang tsb dibandingkan tahun lalu.

    •  

      @bung donnie
      Btul memang The Fed dari awal berdirinya punya tujuan untuk memonopoli sistem keuangan dunia, didirikan oleh bangkir keturunan Y………tahun 1913.
      Bung@ihsan
      Ya klw menurut statistik yg ada memang seperti itu bung. Tapi Mark Twain mengatakan ; There are lies, damn lies and statistics. Ada tipuan, ada tipuan canggih dan ada statistik . Kenapa hampir setiap tahun hutang negara kita naik, dan GDP dan perkapita jg naik , wlaupun prosentase hutang tHdap GDP turun , …..
      Ini karena inflasi, setiap tahun hampir semua harga barang naik, dan nilai mata uang turun. makanya smpai seribu tahun lagi klw dengan sistem keuangan dan perbankan masih melegalkan riba hutang nasional kita gk bakal kebayar bung.
      Ini sieh pendapat awam saya bung, klw salah mohon di koreksi.

      •  

        Riba atau mungkin disini saya sebut saja bunga akan selalu ada disistim perekonomian yg inflasi rata2nya setiap tahun tinggi. Orang tdk akan mau menabung kalau nilai uangnya menurun, lbh baik dia membelanjakanuangnya drpd menyimpan uangnya akibatnya orang akan lbh byk belanja brg apalagi kalo bunga nol persen maka dia akan lbh byk minjam uang utk dibelanjakan. Disini akan ada dua implikasinya.1. Suply barang akan terganggu krn byk orang membeli, akibatnya tjd kenaikan brg terus berulang yg akhirnya nilai uang mjd rendah, 2. Krn tdk ada org yg menabung tjd masalah likuiditas diperbankan yg akhirnya tjd cost of fund artinya bank hrs berusaha mencari sumber dananya dgn cara memberikan keuntungan kpd para penabung maka timbulah bunga, agar bank bisa hidup dia hrs memberikan spread bunga kpd para pemimjamnya.

        Jadi disini bunga tdk akan terelakan di sistim perekonomian dan menjadi instrument moneter utk mengendalikan perekonomian suatu negara.

  26.  

    upss itu komen utk no 19 sub @angel eyes

  27.  

    Negara-negara yang kuat memang akan selalu mencampuri urusan negara lain demi kepentingan nasionalnya. Amerika Serikat dan Rusia (dulu Uni Sovyet) dan sebentar lagi Cina adalah contoh nyata. Bahkan dengan dalih keamanan nasional mereka bisa mengintervensi dan mengekspansi negara lain.

    Amerika Serikat mengintervensi Panama, Somalia, Irak, Afghanistan, Indonesia (pemberontakan Permesta), Vietnam, dll. Rusia/Uni Sovyet mengintervensi Afghanistan, Georgia dan sekarang Ukraina. Di masa lalu Cina mengintervensi India, Tibet, Xinjiang, Vietnam, Kamboja dan sekarang Kepulauan Spratly. Meskipun jarang diberitakan, Perancis juga sering mengintervensi negara-negara bekas jajahannya di Afrika seperti Aljazair, Niger dan Chad.

    Secara halus Indonesia juga diintervensi oleh negara-negara yang kuat secara ekonomi agar kebijakan (ekonomi maupun politik) yang diambil menguntungkan negara-negara tersebut. Amerika Serikat, Jepang dan Singapura adalah negara-negara yang paling sering mengintervensi kebijakan ekonomi Indonesia. Belanda pernah mencoba melakukan hal tersebut ketika mereka menjadi ketua negara-negara pemberi pinjaman kepada Indonesia (IGGI) tetapi gagal.

    Contoh paling nyata adalah gagalnya berbagai proyek mobil/motor nasional dan keterlambatan/ketertinggalan pembangunan transportasi massal adalah adalah akibat kuatnya intervensi Jepang dalam kebijakan transportasi Indonesia.

  28.  

    ooopppss…..itu ormas…..bukan lah… tak level lah
    yang saya maksud seperti di film Mission: Impossible

  29.  

    Kemana kita akan pergi? Alkitab mengatakan: “Dan [raja negeri utara = Rusia] akan kembali ke negerinya dengan sejumlah besar barang [1945. Detail ini menunjukkan bahwa Hitler akan menyerang juga Uni Soviet dan akan berjuang sampai akhir pahit], dan hatinya akan menentang perjanjian kudus [permusuhan terhadap orang Kristen]. Dan Ia akan bertindak [tinggi aktivitas di arena internasional] dan akan kembali ke negerinya [1991-1993. Runtuhnya Uni Soviet dan Pakta Warsawa. Pasukan Rusia kembali ke negara mereka]. Pada waktu yang ditetapkan, ia akan kembali [disintegrasi Uni Eropa dan NATO. Pasukan Rusia akan kembali ke banyak negara-negara mantan Blok Timur]. Dan ia akan memasuki ke selatan [paling mungkin Georgia], tetapi hal itu tidak akan seperti yang terdahulu [2008 – Georgia] atau yang terakhir [dan sekarang, Ukraina].” (Daniel 11:28,29)

    Tapi ketiga kalinya akan intervensi AS dan perang nuklir global. (Daniel 11:30a; Matius 24:7; Wahyu 6:4)

  30.  

    Presiden Putin: Jangan Paksa Rusia Ratakan Bumi Eropa
    14-03-2014

    Presiden Rusia, Vladimir Putin, bukan negarawan bau kencur yang mudah digertak Amerika Serikat dan NATO melalui manuver militer gabungan di Laut Hitam.

    Sebaliknya, penguasa Kremlin itu balik menggertak AS dan NATO bahwa jangan coba-coba untuk memprovokasi Rusia dengan moncong senjata.

    “Kebijakan kami di Ukraina jelas, bahwa ada kudeta dan kami tidak sepaham dengan Barat. Jadi jangan terlalu mencampuri urusan Rusia, sama seperti kami tidak mencampuri urusan kalian saat menginvasi negara lain,” tegas Putin, dilansir Inter-fax, Kamis (13/03/2014) di Kremlin.

    “Pesan kami juga jelas kepada kalian, jauhkan moncong senjata kalian dari halaman kami. Sejujurnya, kalau terpaksa, kami bisa ratakan Eropa jika kondisi tidak terkendali,” lanjutm Putin dengan nada geram.

    Pernyataan keras Putin itu Sekretaris Gedung Putih, Jay Carney yang menyebut latihan militer AS dengan kapal perang Rumania dan Bulgaria di Laut Hitam merupakan pesan yang jelas bagi Rusia.

    “Kami meningkatkan dengan jelas bantuan ke negara-negara itu dalam kasus Ukrania dan ini adalah pesan jelas ke Rusia yang melawan hukum internasional dan melanggar integritas teritorial Ukraina,” ujar Carney.

    Sumber : http://www.theglobal-review.com/

  31.  

    cover the economist edisi terbaru,

    shirtless putin on a tank

 Leave a Reply