Jul 262013
 
Pelatih Chelsea, Jose Mourinho saat jumpa pers usai Laga Persahabatan Indonesia All Stars vs Chelsea di Jakarta (photo:Tribun Jakarta/JEPRIMA)

Pelatih Chelsea, Jose Mourinho saat jumpa pers usai Laga Persahabatan Indonesia All Stars vs Chelsea di Jakarta (photo:Tribun Jakarta/JEPRIMA)

Jose Mourinho dan Tim Chelsea, sedikit nervous ketika masuk ke lapangan sepakbola Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta, saat laga uji coba dengan Indonesia All Stars, Kamis malam, 25 Juli 2013. Maklum sekitar 70.000 penonton gegap gempita meneriakkan yel-yel, lagu-lagu yang mendukung timnas juga Chelsea. Mungkin mereka berpikir: “Wah…dasyat juga persepakbolaan Indonesia”. Kehadiran 70.000 penonton membuat mereka terkesan. Apalagi tim Indonesia baru saja bertanding dengan Liverpool, dengan angka kekalahan yang tipis bagi Indonesia, yakni 0-2.

Pertandingan pun dimulai. 15 menit pertandingan telah berlangsung namun gol belum juga tercipta. Mourinho pun keluar dari tempat duduknya, berdiri memelototi para pemain Chelsea. Pelototan mata Mourinho, ibarat cambuk yang membuat para pemain Chelsea menjadi lebih bersemangat. Hanya butuh 5 menit, tercipta satu gol untuk Chelsea, akibat tackling yang dilakukan Ferdinand Sinaga terhadap John Terry. Eksekusi penalti dilakukan oleh Eden Hazard. Setelah itu Indonesia terus diserang dan skor akhir, Chelsea menang telak 8-1.

Indonesia All Stars vs Chelsea di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta (photo:(VIVAnews/Fernando Randy)

Indonesia All Stars vs Chelsea di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta (photo:(VIVAnews/Fernando Randy)

Manajer Chelsea, Jose Mourinho, memberikan nasihat kepada tim nasional Indonesia. “Jika ingin sukses, para pemain timnas harus memiliki semangat dan gairah yang tinggi di lapangan”, ujar Mourinho usai pertandingan  laga uji coba di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis malam, 25 Juli 2013.

Mourinho melihat ada kekurangan di dalam skuad Garuda pada laga tersebut. “Saya pikir sebuah timnas harus bermain dengan semangat dan gairah tinggi. Itu adalah cara terbaik untuk membuat tim Anda lebih baik,” kata Mourinho ketika ditanya apakah ia punya saran untuk Indonesia.

“Bermainlah dengan kebanggaan membela tim nasional dan mewakili negara Anda. Jika memakai seragam timnas, maka Anda harus berjuang semaksimal mungkin.”

Jika sebuah timnas memiliki gairah tinggi, maka Mourinho yakin kekuatan tim itu akan berlipat ganda. “Bahkan jika sebuah tim tak punya potensi bagus dan lawan lebih kuat, Anda tetap bisa menang asalkan bermain dengan gairah tinggi. Jika Anda bisa bermain dengan semangat dan gairah, maka Anda bisa lebih baik,” ucap The Special One.

Ucapan yang berbeda disampaikan Mourinho kepada para supporter yang hadir dalam laga persahabatan tersebut. Antusiasme penonton seperti ini membuat Jose Mourinho kagum. “Penontonnya fantastis dan sangat bergairah dalam sepak bola,” kata Mourinho. “Riuh penonton di sini sangat fantastis,” sambung Mourinho.(JKGR).

  8 Responses to “Kritikan Mourinho untuk Sepakbola Indonesia”

  1. Sudah Tau melawan Inngris kok Tidak membawa bambu runcing..??

    Lupa apa yaa dengan perjuangan 10 nofember 1945.
    Sampai ada seruan RESOLUSI Jihad NU tuk membakar semangat rakyat republik ini untuk mengusir penjajahan.

  2. Gila bola.saking gilanya sehingga susah waras dlm bermain bola….kalah

  3. Artinya untuk pelatih sekelasnya, dia melihat pemain Indonesia rata-rata tidak memiliki gairah dan semangat yang tinggi. Pantas saja pemain-pemain kita terutama kalau sudah babak kedua atau sudah kemasukan gol staminanya terlihat menurun jauh.
    Perlu juga dimasukkan dalam tim para motivator atau ahli mengenai pikiran untuk mengubah pikiran bawah sadar para pemain agar mempunyai gairah dan semangat maksimum selama bermain.
    Berbeda dengan suporternya yang demi nonton timnas apapun dilakukan dan ditribun tetap semangat sepanjang pertandingan.

  4. para penggemar sepakbola bangunlah dari tidurmu
    wajar saja kalo timnas kita selalu kalah dengan tim sepakbola persahabatan
    maklum aja kan mereka itu tim profesional yang digaji tinggi & bonus besar gak seperti timnas yang jadi tarik ulur kepentingan politisi, gaji kecil, bonus tak tentu
    tim sepakbola di indonesia sebagian dibesarkan dengan dana APBD nah gimana mau ngelawan tim sepakbola profesional yang dibiayai milyader…..
    Pak Presiden, menteri olahraga, gubernur, pejabat negara yang berkompeten harus menciptakan iklim yang kondusif untuk mengundang investor lokal maupun internasional untuk bikin club bola yang tangguh

  5. apa yg disampaikan jose mourinho benar adanya sepakbola qt jd konflik kepentingan para petinggi organisasinya mental mereka jd rusak contoh sahih tim sepakbola militer qt dlm event kejuaraan olahraga antar milter di ASEAN gak ada kamusnya qt kalah sama singapura malaysia atau thailand soalnya dalam jiwa mereka menggelegak rasa bangga sebagai militer indonesia lha dlm sepakbola sipil mental pemain qt sdh down duluan sebelum bermain lwn timnas jiranatau negara lain akumulasi dr produk pembinaan dan carut marut organisasi PSSI yg sarat kepentingan politis

  6. Lain kali sebelum bertanding Timnas kita harus dilatih lagi sama Kopasus. Ingat waktu mau AFF dulu Timnas digembleng kopasus hasilnya..semangat mereka jauh lebih Militan. Jika saja saat itu Timnas tidak dipolitisasi sama Nurdin dan Bakri (sampai kelelahan)…saya yakin saat itu kita yg juara. Masih ingatkan moment itu?

  7. Pemain bola kita harusnya memang dari balita sudah dilatih, agar tubuh dan ototnya terbentuk dan kuat.

    Ada kejadian yg ingin saya share. Anak saya yg SD suka main2 bola di halaman rumah dgn tetangganya yg kelas 9 (SMP). Anak yang sudah keals 9 ini memang paling senior dan badannya tinggi kuat. Suatu ketika datang ikut bermain seorang anak tetangga, perempuan bule (dari Brazil), usianya 13 tahunan. Anak lelaki yg kelas 9 (orang Indonesia) jadi kiper, dan anak cewek Brazil diberi kesempatan menendang bola ke kiper. Tak disangka banyak anak2 di situ, saya juga lihat, tendangannya dari jarak 10an meter ternyata keras sekali. Kiper susah payah mem-blok bola, malah tangannya kesakitan, padahal yang nendang anak perempuan yg lebih muda usianya.

    Sepertinya dari sisi genetika saja anak-anak kita memang lain dengan orang sono … . So anak-anak kita perlu berlatih dari sejak balita untuk mengejar ketertinggalan gap bawaan sejak lahir.

 Leave a Reply