Mar 292018
 

Jet tempur F-16D Angkatan Udara Israel (IAF). © Efi Elian via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Pemerintah Kroasia akhirnya memutuskan untuk menggunakan jet tempur F-16D Barak bekas Angkatan Udara Israel, untuk menggantikan armada jet Rusia yang sudah tua, seperti dilansir dari laman Defense News.

Dewan Pertahanan Kroasia, termasuk Presiden Kroasia Kolinda Grabar-Kitarovic serta Perdana Menteri Andrej Plenkovic, telah membuat keputusan pada pertemuan tanggal 27 Maret 2018, menurut pernyataan Kementerian Pertahanan Kroasia.

“Keputusan itu dibuat dengan suara bulat, dengan memper-timbangkan semua aspek, mulai dari aspek keuangan hingga kebutuhan Kroasia”, menurut Grabar-Kitarovic, seperti dilansir oleh harian lokal Dnevnik.

Biaya akuisisi 12 pesawat bekas tersebut diperkirakan bernilai sekitar $ 500 juta.

Pada bulan Oktober 2017 yang lalu, Kementerian Pertahanan Kroasia berkata, bahwa mereka memperoleh empat tawaran, termasuk tawaran yang diajukan oleh AS, Israel, Yunani dan Swedia. Tiga negara pertama menawarkan untuk memasok F-16 baru atau bekas, sementara tawaran Swedia adalah mengirimkan jet tempur JAS 39 Gripen.

Pembelian itu akan memungkinkan Kroasia untuk mengganti pesawat tempur MiG-21 yang dirancang Uni Sovietnya dengan para jet tempur baru. Jet pertama diharapkan di kirim ke Angkatan Udara Kroasia pada akhir tahun 2020.

Jet tempur F-16D Barak Israel dilengkapi dengan mesin Pratt & Whitney F100-PW-200 yang memiliki daya dorong 6.654 kilogram, memungkinkan terbang dengan kecepatan maksimum lebih dari 2 Mach, menurut data dari Angkatan Udara Israel (IAF).

Model jet tempur F-16D Barak pertama yang masuk ke dalam layanan Israel dilakukan pada tahun 1987.

Berbagi

  52 Responses to “Kroasia Beli 12 F-16D Bekas Israel Seharga $ 500 Juta”

  1.  

    Kroasia hobi bekas jg

  2.  

    Masih lebih murah kita. Cuma usd 750 juta dapat 24 unit + 2 unit + 4 unit = 30 unit.

    •  

      Nanti Pesan 48 Viper Jgn Lupa Offset 85% plus T.o.T nya

    •  

      Tentu beda harga yang “terlemah” dikawasan vs yang “terkuat” dikawasan 😛 wkwkwk 😆

      •  

        Walau dianggap terlemah, trust weight ratio punya RI yang 23 unit itu lebih kuat dari punya tetangga.

        Saya baru ketemu jawaban mengapa F16 RI tidak ada IFF nya.

        1. Sebab RI tidak mau gabung dengan persekutuan militer apa pun entah timur atau barat. Jadi kalo perang RI sendirian saja mempertahankan wilayahnya. Nggak ada teman.

        2. Karena sendirian saja, jika keadaan perang maka setiap pesawat yang diidentifikasi oleh radar darat datang dari arah luar wilayah RI bisa dianggap sebagai musuh.

        Oleh karena itu perlengkapan IFF dianggap tidak diperlukan untuk saat ini.

        Lain halnya dengan Singapura, mereka suka gabung dengan persekutuan negara lain dan hobinya main keroyokan, jadi mereka butuh alat IFF untuk mengenali pesawat yang di depan itu apakah kawan atau lawan.

        •  

          wow
          tapi mengingat kondisi geopolitik sekarang atau terjadi clash di utara yg jelas2 skirmishnya menebar di wilayah kita
          apa kebijakan tersebut bisa berubah suatu saat bung?

          •  

            Kebijakan kita tegas kok.

            Pesawat mereka yang mau perang entah di utara atau di selatan, nggak boleh lewat wilayah kita.

            Harus muter dulu.

          •  

            lalu jika ada grup serang kapal induk suatu negara pada saat terjadi perang lewat di Alki kita
            posisi kita harus gimana, mengawal mereka kah?
            kan jelas grup serang kapal induk tersebut di target kubu lawannya apalagi jika konsep Unrestricted Warfare muncul lagi.

          •  

            Kalau niat mau perangin yang sebelah sono suruh muter.

            ALKI itu hanya digunakan untuk tujuan damai.

            Lain halnya kalau mau latihan saja, ya boleh aja lewat.

        •  

          Berarti RI harus kuat secara ekonomi dan militer bung, termasuk pasokan logistik yg banyak untuk perang dlm jangka waktu lama terutama untuk gerilya bl sudah terpaksa. Resiko negara yg netral dan non blok.he3

        •  

          Wah, RI lebih suka main SOLO ternyata…

        •  

          Bukanya IFF itu untuk mendeteksi teman atau musuh??? jadi teman sendiri bisa saja dibidik karena tidak ada fitur yang bisa mendeteksi itu…
          dalam sebuah pertempuran yang rumit maka hal ini bisa berbahaya karena bisa saja friend makan friend…

          Tetap saja, kondisi maupun apanya tetap lebih bagusan ini daripada yang didapat Indonesia dari hibah Block 25…
          Itu saja ngambil dari gudang di gurun…

          •  

            Bung Yuli,

            Coba lihat point 2 dan baca perlahan.

            Saat keadaan perang, semua yang datang dari luar wilayah RI dianggap musuh.

            F16 diakuisisi RI dimaksudkan untuk bertahan dan bukan menyerang negara lain.

            Jadi tak perlu identifikasi teman atau musuh.

          •  

            dalam sebuah pertempuran yang rumit…

            mungkin bisa diasumsikan sudah terjadi percampuran karena manuver yang dilakukan sehingga posisinya tidak jelas lagi dimana pihak agresor dan dimana pihak yang intersep… ketika masih dalam formasi tentu ketahuan dimana kawan dan lawan…
            Terutama jika pesawat yang terlibat jumlahnya banyak… dan seperti main “betengan” satu dikejar balas dikejar oleh temenya begitu seterusnya hingga sulit membedakan kawan dan lawan apalagi jika pespurnya sama jenisnya…

          •  

            bukannya malah menguntungkan bung yuli
            prosentasi terjadinya blue on blue lebih besar dan efeknya juga bisa meruntuhkan moral psikologis pilot lawan.

          •  

            Untuk pilot TNI AU saya yakin tidak ada masalah karena mental mereka telah berkali2 terbukti…
            Saya hanya ingin meluruskan penggunakan IFF saja bung Anu…
            Kalau perangnya dogfight jarak dekat dan terdiri dari beberapa pespur yang sedang terlibat dengan jenis hampir sama maka rudal nyasar ke pesawat teman besar kemungkinan bisa terjadi di banding yang menggunakan IFF…

          •  

            yg sya maksud pilot lawan bung

            bukannya iff adlah sistem identifikasi yg lain dgn sistem pengunci target
            lagipula kalo sudah within visual range(wvr)
            rudal yg dipake juga beda, radar moto juga punya andil

          •  

            Benar… tetapi pesawat teman masih bisa di lock dan ditarget… berbeda ketika ada IFF…

    •  

      Jangan Lupa Ketik

      “F-16VBersamaRakyatTNIAUKuat”

      Kirim Sebanyak2nya Ke @ _TNIAU

    •  

      Bung TN, itu yang $ 500 juta sepertinya untuk 30 unit F-16 deh, merujuk dari artikel berikut:

      “Perkembangan ini merupakan ekspresi lain dari hubungan mesra antara kedua negara. Kesepakatan atas 30 unit F-16 itu bisa bernilai hingga $ 500 juta, namun persyaratan potensial belum selesai”, menurut keterangan pemerintah Israel.

      https://jakartagreater.com/kesepakatan-israel-kroasia-untuk-f-16-bekas-hampir-final/

      Jadi untuk yg 12 unit mungkin bukan yang $500 juta seperti judul di atas. Itu artinya 30 unit F-16 yg dibeli RI lebih mahal dari 30 unit F-16 Kroasia. Memang F-16 RI “setara” blok 52 sedang F-16 untuk Kroasia baru blok 40 tapi beda $ 250 juta

  3.  

    block berapa?

    katanya vietnam juga berminat sama bekasnya isreal

  4.  

    Indonesia darurat pespur generasi keenam xixixii

  5.  

    Seperguruan dong dgn kita ?

  6.  

    Enak yg bekas apa bru tpi murah ya bung?

  7.  

    Beli yg baruuuu ixixixi jgn yg bekas udah longgar bungg

  8.  

    saya juga demen ama f 16 ri ketika dogfight di bawean,dua pihak bisa sama” rugi,so f 18 sudah mengunci f 16 yg di awaki kapten pnb.fuadi dan pnb.fajar juga berhasil mengunci salah satu f 18,dan pihak f 18 akhirnya memberikan data diri yang katanya ada di perairan internasional( radar USN buta kalee)

 Leave a Reply