Mei 262019
 

Kroasia sedang dalam pembicaraan dengan Swedia dan Amerika Serikat mengenai pembelian jet tempur untuk memodernisasi angkatan udaranya, kata Menteri Pertahanan Damir Krsticevic.

Zagreb hampir saja mencapai kesepakatan untuk membeli satu skuadron jet tempur F-16 bekas yang diupgrade dari Israel, tetapi akhirnya Israel tidak bisa menjualnya ke Kroasia karena tidak mendapatkan persetujuan dari Amerika Serikat.

Israel telah bersaing dengan beberapa negara yang mengajukan penawaran kepada Zagreb, dan pesaing paling seriusnya dilaporkan adalah SAAB Swedia yang menawarkan pesawat tempur Gripen baru.

“Pemerintah masih bertekad untuk menyelesaikan masalah strategis. Kami sedang dalam pembicaraan dengan Swedia dan Amerika Serikat, dan kami akan segera menginformasikan kepada publik begitu kami memiliki informasi konkret, ”kata Krsticevic kepada wartawan.

Kroasia bergabung dengan aliansi NATO pada 2009 dan Uni Eropa pada 2013. Angkatan udaranya memiliki skuadron jet tempur MiG-21 buatan Rusia yang berasal dari era Yugoslavia, tetapi MiG-21 sudah ketinggalan zaman dan hanya sedikit yang beroperasi saat ini.

Reuters

 Posted by on Mei 26, 2019

  19 Responses to “Kroasia Lakukan Pembicaraan Untuk Dapatkan Gripen Atau F-16”

  1.  

    Pilih Gripen E aja. Murah dan bisa dapat banyak.

    •  

      Alangkah Baiknya TNI-AU memilih griped NG version terbaru Di banding f-16 viper, Kenapa? Karena pertama Kita hrs mulai bisa lepas Dari bayang2 pengaruh AS yg suka mengontrol terutama Dari Segi militer, mungkin militer kita sdh terbiasa dgn f-16 Dari teknisi Sampai pilot tapi saya yakin itu bkn menjadi soal jika beralih Ke pesawat baru sebagai contoh pilot kita mengoperasikan Pesawat t-50i dan Tucano EMB-314 yg tergolong brng baru bagi TNI-AU pada saat di beli begitu pun jika pilot kita menerbangkan gripen, bkn sales atau fansboy gripen tapi lebih melihat dari segi efesiensi dan politik ditambah pihak gripen menawarkan TOT dan paket combat full yg disertai pesawat peringatan dini.

      •  

        Dibandingkan F-16 A/B sekalipun, Gripen belum pernah battle Proven. Kalo soal ToT lebih baik Indonesia beli F-35 aja sekalian. Karena selain sudah masuk generasi kelima juga bisa membantu dalam pengembangan IFX.

      •  

        Bung Garuda
        Kita analogikan dng Motor GP aja ya. Lorenzo pindah dr team yamaha yg membuatnya juara ke.team ducati melorot tajam, lalu pindah ke team honda jg demikian. Satu yg menjadi alasan dia utk ngelea yaitu dia butuh waktu dan penyesuaian. Sampe kapan? Sementara kompetisi sdh berlangsung dan hanya 10 bulan waktu yg diberikan utk bertarung. Itu di motor GP
        Lalu bagaimana dng yg akuisis Gripen? Artinya sang pilot yg bakal menjadi mentor nantinya pun perlu waktu dan bisa paham karakteristik pespur ini. Semwntara kita gak tau ancaman datangnya kapan.?
        Beda kasus dng Sukhoi, yg notabene krn adanya tekanan dan embargo, kita beralih. Itu pun perlu proses 8 tahun baru kita bisa mencetak pilot2 baru yg handal utk armada sukhoi.
        Beda lagi dng peswat Tucano, itu bukan pesawat penjaga teritorial kedaulatan negara dan bukan jenis air superiority, itu pesawat utk serang darat dlm pertempuran darat. Artinya di bekerja setelah udara dibebaskan dr pesawat musuh. Jd kalo toh peelu proses lama dalam adaptasi itu bukan suatu masalah, krn bukan yg berkaitan dng menjaga kedaulatan udara RI.

  2.  

    kl utk kroasia mnding beli beli gripen saja.
    kl gue sih sdh sakit hati sama si amer.
    israeil mau jual f16 bekas ke kroasian sj ga boleh.
    berarti yg mau di kasih pasti sdh di downgrade.
    kyk f16 kita.
    dah kl bs jgn beli barang dari si amer dah
    kecuali pemimpin kita pd ga berani berpaling krn sdh enak duduk di kursi panas