Mar 262017
 

Pesawat Militer Amerika Serikat, United States Air Force, bersama penumpangnya berada di area parkir bandara seusai mendarat darurat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Jumat (24/3/2017). Komandan Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda, Kolonel Pnb, Suliono, menyatakan pesawat United States Air Force mengangkut penumpang sebanyak 20 personel militer berangkat dari Diego Garcia, pulau kecil di Samudera Hindia tujuan Jepang itu terpaksa mendarat darurat di Aceh karena salah satu mesin pesawat terbakar, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. (ANTARA /Ampelsa)


Satu unit pesawat Boeing 707 WC telah tiba di Aceh guna menjemput 14 kru pesawat militer Amerika Serikat yang mendarat darurat di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar.

Pesawat penjemput jenis tanker ini berangkat dari pangkalan militer Amerika di Diego Garcia, Samudera Hindia. Setelah berada di bandara sekitar 50 menit, pesawat kemudian lepas landas dan kembali ke Diego Garcia.

“Tadi ada 14 personel yang jemput untuk bawa pulang. Tinggal 6 orang lagi di sini,” ujar Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda, Kolonel Pnb Suliono, seperti dilansir detik.com pada Minggu (26/3).

Selama proses menaikkan penumpang, mesin pesawat penjemput dibiarkan hidup hingga take off kembali. “Kebetulan di sini kondisi kita tidak ada sarana mereka. Seandainya mereka mati mesin harus ada hal-hal yang kita lengkapi. Tadi kru pesawat penjemput tidak ada yang turun,” kata Kolonel Pnb Suliono.

Danlanud Sultan Iskandar Muda menjelaskan bahwa TNI Angkatan Udara akan tetap mengawasi seluruh kru militer yang tersisa. “Untuk pesawat, pengamanannya juga 24 jam dari TNI AU dan pihak bandara. Di depan pesawat parkir ada pos Avsec bandara,” jelasnya.


Pesawat Militer Amerika Serikat Mendarat Darurat di Aceh

Pesawat Militer Amerika Serikat dari Diego Garcia jemput 14 kru di Aceh. (detikcom/Agus)

Pesawat militer Angkatan Udara Amerika Serikat melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blangbintang, Aceh Besar, pada Jumat (24/3), sekitar pukul 13.20 WIB.

“Pesawat dari US Air Force mendarat darurat karena permasalahan mesin. Pesawat jenis Boeing 707,” ujar Komandan Lanud (Danlanud) Sultan Iskandar Muda Kolonel Pnb Suliono.

Pesawat militer Amerika Serikat tersebut terbang dari pangkalan di Diego Garcia, pulau di Samudra Hindia, menuju ke pangkalan di Jepang. Pesawat mengangkut 20 personel militer Amerika Serikat.

Pesawat mendarat dalam kondisi satu dari empat mesin pesawat rusak. Sebelum mendarat, ada panggilan darurat dari pesawat tersebut yang disampaikan kepada traffic control Bandara Sultan Iskandar Muda. Selanjutnya, informasi panggilan darurat tersebut diteruskan ke Lanud Iskandar Muda.

“Setelah berkomunikasi dengan dengan kru pesawat, akhirnya pesawat militer Amerika Serikat tersebut diizinkan mendarat,” kata Kolonel Pnb Suliono.

Sebelum mendarat, pesawat militer Amerika Serikat tersebut sempat berputar-putar di udara untuk menghabiskan bahan bakar guna menghindari terjadinya ledakan ketika mendarat.

Ketika hendak mendarat, kru pesawat militer Amerika sempat hendak mendaratkan pesawat di areal rerumputan samping landasan. Namun, setelah berkomunikasi dengan pihak Lanud, pesawat diarahkan mendarat di landasan.

“Semua petugas, termasuk pemadam kebakaran disiagakan ketika pendaratan berlangsung. Hingga akhirnya, pesawat mendarat darurat dengan selamat,” jelas Danlanud Sultan Iskandar Muda.

Kolonel Pnb Suliono menyebutkan bahwa pesawat beserta awaknya mendapat pengawalan ketat dari TNI Angkatan Udara. Mereka berada di tempat itu hingga kerusakan pesawat selesai diperbaiki.

“Informasinya, mereka sudah menyampaikan kerusakan pesawat ke pangkalan mereka. Mereka menunggu suku cadang untuk perbaikan dikirim,” kata Kolonel Pnb Suliono.

Sumber: detik.com dan Antara

  15 Responses to “Kru Militer Amerika Serikat di Aceh Dijemput Pesawat dari Pangkalan Diego Garcia”

  1. Dicek juga, mesinnya beneran rusak apa kagak

    • Keluar jg beritanya siip… om mimin

    • penjelasan dr pihak TNI AU membenarkan salah satu mesin pesawat tsb terbakar, sehingga harus mendarat darurat
      klo cm mati satu mesin msh bisa melanjutkan penerbangan hingga ke Guam, namun karena terbakar jd harus mendarat darurat untuk mencegah pesawat meledak

    • @pragota

      Udah suruh terbang lagi aja…teknisnya juga ogah ngecek, takut mandul kena radiasi nuklir.

      Kalo jaman dulu sih cara ngecek radiasinya dg mendekatkan burung ke benda yang diduga terpapar radiasi….kalo burungnya tiba2 ribut trus anteng, sibuk notolin…mungkin benda itu pisang

  2. ini apaan pak hihi

  3. Aduh, Numpang ngakak 😆
    Ah mendingan tidur, ngarep dpt pertamax, malah nemu beruk 😆

  4. Hihihi beruk gk tau kalau Iko Uwais. Joe Taslim. Cinta Laurah main di Film Hollywood bahkan Si Joe taslim Main di Fast Forious…..

    #Hidup Najib Forever

  5. jangan tudir dulu .bung jimmy.mendingan dangdutan dulu..judule belah duren .. hihihi

  6. apakah itu bagian dari sekenario / bkn ?

  7. Katanya pesawat ameriki model gini dua kali error, prrtama di chino skrg di aceh. (Sama2 lg ngintip trus bintitan tuh mesin).

  8. Pesawat pengintai RC35(klu tdk salah) dipaksa mendarat di SIM karena ketahuan ngintip, diobrak abrik aja dalamannya. Dpt apa ya TNI AU sebagai konpensasinya?edisi ngayal tingakt tinggi.he3

  9. moga dia beneran asli rusak, bkn cuma alasan rusak. Positip tingkeng

  10. Suruh mqtiin tuh peralatannya, takutnya tetap aktif mqnqti keadaan… Xi.. Xi.. Xi

 Leave a Reply