Dec 192014
 
Pameran alutsista TNI AD di Monas. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Pameran alutsista TNI AD di Monas. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com – Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, anggaran TNI akan mengalami peningkatan pada tahun mendatang.

“Naik menjadi Rp 96 triliun. Itu akan dibagi rata ke seluruh angkatan,” kata Gatot usai kunjungan Presiden Joko Widodo ke pameran alutsista TNI di Monas, Jakarta, Rabu (17/12).

Dari total anggaran tersebut, menurut Gatot, sekitar 68 persen anggaran akan habis untuk belanja pegawai. Sementara sisanya, sebanyak 32 persen, akan digunakan untuk belanja barang dan alutsista.

Pembagian dapat dari Mabes TNI, berapa pun anggarannya 60 persen hanya gaji maksimal 30 persen alutsista,” ujarnya.

Ia menegaskan, dalam berbelanja alutsista, lembaganya akan memprioritaskan industri pertahanan dalam negeri. Namun ia ingin TNI tak bergantung pada PT Pindad, meskipun ia merupakan komisaris utama perusahaan tersebut.

“Supaya ada persaingan,” ucapnya.

Lebih lanjut, saat ini TNI telah memesan tujuh helikopter Apache.

“Kami akan membeli sebanyak mungkin karena satuan-satuan terus berkembang,” ucapnya.

Gatot pun meminta masyarakat tidak meragukan kemampuan alat tempur yang dibeli TNI. Menurutnya, senjata-senjata yang dipesan TNI sudah teruji di medan pertempuran.

Seperti diketahui tahun lalu, anggaran TNI hanya mencapai Rp 86 triliun. Anggaran tersebut naik Rp 9 triliun dari tahun 2012. (Merdeka.com)

Pembelian alutsista TNI juga terganjal melemahnya rupiah

Merdeka.com – Nilai tukar Rupiah melemah terhadap Dollar Amerika Serikat. Kemarin, 1 USD nyaris menembus Rp 13.000. Melemahnya nilai tukar rupiah ini juga mengganggu pengadaan alat utama sistem persenjataan TNI.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan pasti ada keterkaitan antara kedua hal tersebut. Dirinya menjelaskan bahwa melemahnya nilai tukar rupiah itu, jelas berdampak secara langsung dalam program pengadaan dan belanja alutsista.

Pasti ada dampak, tapi itu urusan menkeu dan jajarannya. Kita hanya ajukan, kalau bisa ya kita beli. Tapi kalaupun ada perubahan, paling yang tadinya harus beli 10 jadi beli 9,” kata Ryamizard saat rapat dengan para pimpinan TNI di Jakarta, Rabu (17/12).

Namun Ryamizard mengaku optimistis. Dia yakin nilai tukar rupiah akan segera menguat.

“Tapi tidak terlalu berpengaruh. Saat ini mungkin rupiah sedang anjlok, tapi ada yang memprediksi awal tahun depan naik lagi,” katanya. (Merdeka.com)

  50 Responses to “KSAD: Anggaran TNI Rp 96 triliun pada 2015”

  1.  

    kemungkinan adanya revisi pesanan alutsista kita neeeh…

    •  

      “Naik menjadi Rp 96 triliun. Itu akan dibagi rata ke seluruh angkatan,” kata Gatot usai kunjungan Presiden Joko Widodo ke pameran alutsista TNI di Monas, Jakarta, Rabu (17/12).

      Apa pembangunan postur TNI tdk ada prioritas ya….? (positif thinking smoga anggaran non reguler untuk menggenjot yg prioritas)…salam

  2.  

    10 atau 9 yang penting SU 35

  3.  

    Belum sigficant ternyata kenailannya; ngelus dada.com….gaksebanding dg koar2 nya apalagi jk diukur dg pelemahan rupiah….relatif turun malah alokasi utk belanja alutistanya…mmmmm piluu maning ah…

    •  

      koar2nya kan kalau pertumbuhan ekonomi 7% anggaran pertahanan naik 3x lipat

      katanya tercapai klo gak di 2016 ya 2017, ya kita kihat aja…

      •  

        tolong kalau anda bisa bantu angkat nilai rupiah kita bung… kalau bisa naik 1000 poin dalam 24 jam, saya hargai anda sebagai manusia setengah dewa…

    •  

      Kalo gue menanggapinya cukup antusias malah..(diluar pengaruh dolar ya).

      di tahun 2012 budget BELI BARU mencapai 46%-50% kini ada dikisaran 32%,
      jangan lupa ini anggaran reguler dimana biaya pegawai, pemeliharaan, operasional juga pembayaran kredit alutsista terhutang digabung menjadi satu.

      penurunan ini menunjukan bahwa alutsista di MEF-1 benar sudah menjadi inventaris TNI, ke negara mana z Indonesia berhutang alutsista..?? karena selain berhutang pasti juga ada pembelian tunai dimuka (AS biasanya yg menerapkan pola cash dimuka).

      note : semakin lama, prosentase belanja baru akan semakin kecil apalagi jika kenaikan anggaran reguler flat atau tdk signifikan.

      so, kita hanya berharap dari sisi pos dana taktis mef-2 seperti era sby menganggarkan 156 T diluar anggaran reguler untuk menggenjot belanja alutsista baru (baik secara cash dimuka maupun DP alutsista terhutang baru).

      anggaran reguler militer dlm opini gue tidak akan pernah signifikan penambahannya, pastinya akan bertahap, kalo penambahan dana taktis mef-2 punya peluang untuk “signifikan”.

    •  

      Pilpres sudah selesai beberapa bulan lalu, ngapain masih seperti itu berfikir dan berkomentar? Sudah gak ada lagi forum membahas capres2 lagi, kecuali 5 tahun lagi, sudah selesai! Apalagi disini, ini tempat membahas alutsista. Pemerintah kerja baru 2 bulan, minta muluk-muluk logika ente kemana?

      •  

        kalo belum move on, pasti gak punya logika bung 🙂

      •  

        Sabar bung cuman pendapat .. saya yg saudaranya jokowi aja tenang kok sabar aja ( saudara dari nabi adam .. hihihi )
        -Kenaikan dan penurunan kurs itu pasti terjadi diawal pergantian pemerintahan , dapat kita lihat sentimen positif atau negatif pasar seperti jaman pak habibie dulu jadi presiden rupiah langsung menguat …
        -Ini juga pasar akan merespon setiap program dan tindakan –pemerintahan sekarang , dan tergantung dari menteri keuangan dan keputusan BI untuk terus membuat bebas rupiah ter fluktuasi dipasar bebas atau di intervensi ..
        -Naiknya rupiah akan berimbas pada turunnya export ( barang/produk kita ga laku di LN )
        -turunnya rupiah akan berimbas naikknya export ( barang/produk kita laris di LN karena murah ) gitu aja kok repot …
        -Untuk sementara kita harus mengerem Import kita dulu karena melemahnya rupiah sekaligus menaikkan devisa dengan tidak belanja Import dan nilai EXPORT KITA YG NAIK ..
        -Jadi kita harus SABAR melihat LIST LIST MEF II yg belum akan dibeli tapi udah direncanakan ( itu semua hanya Economy Tricky ) hehehehe

        •  

          Seperti jaman Krisis Moneter tahun 1997 , di Jepara jawa tengah pusat industri mebel menjadi kaya mendadak semua karena nilai rupiah hampir 19.000 per 1 dollar , dan harga mebel di patok pake dollar .. sebelumnya rupiah 2000 per 1 dollar … hehehe pilih mana ?

        •  

          export import tdk semudah itu bung maja. export kita juga bisa turun untuk negara2 tujuan yang mata uangnya bukan dollar karena mata uang mereka juga terkoreksi melemah terhadap dollar.

          •  

            iya bung , tapi semua negara masih menggunakan dollar untuk pembayaran , untuk ekport memang negara peng import pasti akan membatasi kalau mata uang mereka juga melemah .. terhadap dollar
            Ya itu semua tergantung surplus ekport import masing2 negara juga
            tapi jepang juga sebagai negara yg takut mata uangnya menguat terhadap dollar karena mereka negera peng eksport dan tidak punya SDA ..
            Hmm semoga penguatan DOLLAR tidak terjadi oleh intervensi FED saja itu bs membuat krisis moneter , semoga itu cuman sentimen pasar aja terhadap pemerintahan baru seperti kenaikan UMK dan kenaikan BBM .. salam hangat bung

  4.  

    Tugas pemerintah untuk menstabilkan rupiah, tdk alasan dgn mengkambinghitamkan nilai tukar rupiah yg terus anjlok .
    Ayo kerja kerja kerja

    •  

      menstabilkan rupiah itu sama dengan intervensi pasar…..intervensi pasar itu artinya ngegerus devisa….intervensi pasar dikondisi moneter global macam sekarang sama aja dengan “makani bulus caring”. Saya analogikan : untuk halangi air banjir(baca : depresiasi rupiah) yang mau masuk rumah…kita cabutin batu pondasi(baca : devisa) untuk bikin bendungan depan kusen ruang tamu(baca : mengamankan rupiah)….kira2 kalo banjirnya makin tinggi dan 1/2 pobdasi rumah dah tercabut…apa yang terjadi? salam

    •  

      bikin kebijakan penggunaan rupiah untuk transaksi internasional biar kolap’s ntu dolar n rupiah mengguat….

  5.  

    nih buat hiburan : photo lada class yang mirip kri 402 alias nanggala class

    https://engineeringrussia.wordpress.com/2014/12/18/russia-moves-forward-with-lada-class-submarine-production/

  6.  

    30% berarti sekitar 27 triliun dapet main apa ya kira2…?

  7.  

    masih inget saat sukhoi dateng k makassar.. bbrpa tahun lalu…dan disambut mentri pertahanan dan KSAU dan org2 rusia… yang bikin sy k’inget dan heran,,,,saat mentri pertahanan & KSAU ikut flying test sekitar 6 atau 7 pesawat..saya lupa, yang UNIK nya ada 2 pesawat sukhoi beda WARNA,,,bkn putih abu2,,,melainkan loreng coklat pasir gitu…. APAKAH yg sy lihat itu SU-35, knpa gk di publikasikan media ya?

    mudahan dibeli beneran 🙂

    •  

      :maho

    •  

      loreng coklat pasir ??? apa Ya??

      Ohh..Punya nya Thante Sebelah !…wkakakaka :ngakak

    •  

      :cd:

    •  

      ada yang salah dari kata-kataku? saya cerita,,,apa yg sy liat…. bknnya itu bagus…krn flying test nya bersama pesawat beda warna….bisa sj pilot indo saat itu test pesawat sukhoi laen(SU-35).

      ini hnya berbagi apa yang sya lihat

      •  

        Maaf,aq kurang jelas…dan lagi.sulit rasanya membedakan.krna su-30/27 atw su-35 sepintas mirip.kcuali su-27..ukuranx lebih kecil.krn liatnya saat terbang rendah…di atas sepanjamg jln utama mkassar.pamer gitu kyax.krn serah tera dgn mentri.biarpun bkn Su-35..setidaknya warna berbeda,,mengundang pertanyaan.lgian krn rmh sy dkt bandara..cuma bbrpa hri sj liat pesawat ghoib itu trbang dmakassar.setelah itu tdk pernh. Sy berani dsumpah klw bohong soal pesawat ghoib itu.mungkim org lain selaon sy
        Bisa berbagi dsini

  8.  

    Hanya gambaran kasar saja. Dengan dana yg 60% untuk belanja pegawai, gaji pegawai, dll, lalu 30% untuk alutsista, termasuk pembelian alut baru, perawatan, dll.. tidaklah heran jika kita mencoba memenuhi alut kita dg memaksimalkan kuantitas dg membeli barang second, lalu mengejar kualitas dg”ngeteng” barang baru dan mencoba meretrofit alut2 lama/tua yg masih layak pakai…

    •  

      Iya Bung Reso, dengan luasan Indonesia yg amit2 (arah ke kuantitas) dan setelah beberapa lama ndak beli alutsista (kualitas) kadang mendahulukan antara kuantitas apa kualitas kayak 2 sisi mata uang ya? Idealnya sih klo anggaran ndak membatasi (kita kaya), kita kayak punya 2(dua) mata uang, satu sisi mata uang mewakili kualitas, satu sisi mata uang lainnya mewakili kuantitas he he….., but statement dr Menhan ttng industri anak negeri semoga bisa mengejar ke kuantitas dulu. Mohon maaf jika salah.

  9.  

    Rp 96 T mestinya anggaran di APBN 2015, tapi jangan lupa Pak Jokowi juga mengatakan akan menambah angggaran militer di APBN Perubahan 2015. Jadi pastinya lebih dari angka Rp 96 Trilyun…Semoga

  10.  

    Tolong alutsista yg gahar di buka untuk umum di kota kota kalimantan. :matabelo

  11.  

    Anggaran militer ga mungkin dibuka sembarangan. RAHASIA.

    ????

  12.  

    Kasel Kilo , Sukhoi 35 , Mil mi 28 Night Hunter , sUkhoi 34 Bm ,S-300 , Bmp , Terakhir Panah Beracun.

  13.  

    Paparan mengenai anggaran pertahanan tahun depan sebelum ini disebutkan hampir senilai 160T , malah sekarang jadi 95T ,……….tidak konsistan ……….kenapa dalam masa pemerintahan jokowi banyak yang mancla mencle seperti ini………..???????????????????????

  14.  

    Hasil dari kenaikan bbm, masak ga naek…

  15.  

    30%? Berarti 29 T donk,…. Beli fighter full skuadron aja biayanya 18 T (asumsi $ 85 jt atw Rp 1,1 T) itu pun tanpa senjata dan lain2…… Belum Battleship, helikopter, rudal, airlift dll…. ckckck

  16.  

    Anggaran MEF naik 3 kali lipat??

  17.  

    Bang andi bilang minimal $20M dlm 5thn untuk alutsista. Low MEF kemarin $15M dlm 5thn. Harusnya MEF 2 bsa lbh banyak Alutsista.

  18.  

    NKRI-Q ha,ha,ha,ha,hi,hi,hi,hi,hu,hu,hu,hu,he,he,he,he,ho,ho,ho,ho

  19.  

    Bung putra genteng sokka, lebih baik mana beritanya membanggakan tapi kosong alias mengada ada atawa bohong, mending begini apa adanya jadi kta tahu keadaan yang sebenarnya, maaf menurut saya kira kira begitu, salam kenal 🙂

  20.  

    aaaahhhhh cuman utk menahan efek kenaikan dolar nih…. dolar naik 10 % anggaran naik jg 10% . yg dibeli mah kualitas dan kuantitasnya sama… klo anggaran naik jd 10% dalam dolar… itu baru wajar… klo naik lbh 20% dlm dolar… itu luar biasa… gitu aja bangga

 Leave a Reply