Aug 122019
 

Panser Anoa Pindad. (@ PT Pindad)

Bandung, Jakartagreater.com – Direktur Utama PT. Pindad, Abraham Mose didampingi oleh VP Bisnis Produk Hankam, Edy Purwanto dan GM Divisi Kendaraan Khusus, Widjil Djatmiko Budi menerima kunjungan Kepala Staf Angkatan Darat Selandia Baru, Mayor Jenderal John Boswell  pada Jumat 9-8-2019 di Ruang Auditorium PT. Pindad, Bandung, Jawa Barat.

Abraham turut menyambut anggota delegasi Selandia Baru lainnya yaitu Atase Militer Selandia Baru, Peter Griffin, Paban V Hublu Spamad, Kolonel Immer HP Butarbutar, Athan RI di Wellington, Kolonel Iwan Suryono, Pabandya 2 Bungprot Spaban V/Hublu Spamad, Letkol Aria Sanggita Saleh serta perwakilan dari Mabes AD dan Kedutaan Besar Indonesia untuk Selandia Baru.

Dalam sambutannya, Abraham mengucapkan selamat datang sekaligus mengungkapkan rasa bangganya atas kunjungan dari KSAD Selandia Baru dan delegasi.

“Kami merasa senang dapat menerima kunjungan Bapak John Boswell dan delegasi di perusahaan kami. Semoga dari kunjungan ini dapat memperkuat kerjasama bilateral antara Selandia Baru dan Indonesia, terutama antara AD Selandia Baru dan AD Indonesia” ujar Abraham, dirilis situs PT Pindad.

John Boswell berterimakasih atas sambutan yang hangat dari PT. Pindad. John pun mengungkapkan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan antara militer Selandia Baru dan Indonesia serta mengetahui lebih lanjut mengenai industri pertahanan yang dimiliki oleh Indonesia, terutama PT. Pindad.

“Dunia saat ini semakin terintegrasi dan kompleks, sehingga perlu kami membangun hubungan baik dengan negara sekitar dan mengetahui potensi kerjasama yang dapat dibangun,” ujar John dalam sambutannya.

KSAD Selandia Baru Jajal Panser Anoa. (@ PT Pindad)

Lebih lanjut John mengatakan setelah mendengar soal PT. Pindad, barulah pihaknya mengetahui Indonesia memiliki industri pertahanan yang bagus. “Oleh karena itu penting bagi kami untuk mengetahui kapabilitas Indonesia dan membuka kesempatan untuk kita bekerjasama,” tutur John.

Berbicara mengenai prestasi, John turut mengungkapkan kekagumannya terhadap produk PT. Pindad, terutama senjata yang memiliki prestasi bersama Kontingen TNI AD dalam memenangkan berbagai kejuaraan tembak internasional.

“Indonesia memiliki tim tembak yang hebat. Tentunya dalam hal ini selain personil, senjata yang digunakan memiliki kehandalan yang mumpuni. Hal ini yang menarik kami untuk dapat mengenal lebih jauh soal PT. Pindad sebagai penghasil senjata tersebut.” pungkas John.

John Boswell pun berkesempatan menjajal panser Anoa dan mengemudikannya sendiri dengan beberapa manuver yang dapat ditunjukkan panser Anoa. Sementara itu para delegasi mencicipi uji tembak menggunakan beberapa produk senjata unggulan PT. Pindad.

  17 Responses to “KSAD Selandia Baru Jajal Panser Anoa”

  1.  

    Moga2 tertarik dan borong

    •  

      Gak dek. Punya mereka lebih bagus dan lebih modern dr Anoa dek. Mereka gak minat. Mereka hanya menghormati tuan rumah saja dek. Coba liat design Anoa sdh ketinggalan model dr panser2 kekinian lainnya dek.

      •  

        Bukanya nz gak punya apc ya?mungkin mereka butuh Dan kalo bilang apc Kita jelek apc Kita yang modern udah Ada kok cobra variant apc yang kaliber 12,7 tapi jujur anoa itu masih modern untuk apc karena memang kapabilitas Dan spesifikasi nya modern mungkin nz mencari apc yang murah Dan itu bisa di dapatkan di Indonesia sama dengan Brunei yang membeli anoa yang sekarang masih dalam tahap pengerjaan karena harga Kita murah tapi kualitas Dan standard nya nato gal kayak cina atau Russia yang bikin standard Dan ordedil bukan dari nato

      •  

        Kalaw gak mau beli paling tidak bayar uang sewa perjam sudah terlanjur diduduki

    •  

      aamiinn , hahaha … moga moga ajah bung…

      Panser 6×6 peruntukannya untuk COIN, cocok untuk negara dengan potensi kelompok pengacau bersenjata / gerilya. Potensi Market nya seperti Afrika, Filipin, PNG, timteng.
      Klo NZ sepertinya enggak ada kebutuhan seperti ini.

  2.  

    mimpinya itu anoa di kasih turet gatling AK 30mm naval gun … bisa nembak pesawat, drone, misil en bolongin lapis baja musuh

  3.  

    Menjajal pun senang…syukur2 juga berminat beli….gak beli juga gpp wkwkwkwkwk

  4.  

    Kayanya Anoa sudah tamat riwayatnya ya gak ada varian baru, memang udah ketinggalan ya secara desain. Badak dan harimau juga nanggung. Kayanya masih jauh ya teknisi2 kita untuk bisa buat produk yg state of the art

    •  

      ada bang Jangan khawatir variant barunya pake roda 8 X 8 rencana kalau gak dipasangi CIWS kaliber 30 mm ya RCWS kaliber 40 mm plus rudal jarak dekat anti serangan udara dan atau rudal anti tank…kalau yg ini TNI AD tetap butuh soalnya buat pasukan gerak cepat dan pasukan penggebuk yang beroperasi mandiri….

  5.  

    Yang penting bisa Belajar buat APC …tank dan panser ..
    Setelah itu dikembangkan lagi …
    Spesifikasi dan Design nya ..
    Model nya Anoa memang tidak menarik …
    Tapi tetap lebih baik daripada tidak bisa buat apa apa…

    •  

      Anoa 6×6 lebih diutamakan untuk Kebutuhan Teritorial. Sangat cocok dan memang ini asal muasal dibikin Anoa 6×6. Bayangkan saja kebutuhan Dandim dan Pangdam diseluruh Indonesia , klo tidak salah waktu itu dibutuhkan total 300 Anoa disebar ke seluruh teritorial.

      Jika untuk pemukul dan operasi tempur , saat ini kita masuk ke TOT Pandur 8×8 (Cobra)

    •  

      Menurut saya bentuknya bagus bang dari pada prajurit TNI/Polri dibawa pakai truk kayu ditutupi pakai plat besi mild steel lembaran (operasi penumpasan GAM) atau pikup toyota/mitsubishi (hadapi KKB) dilihat negara lain seperti milisi bukan tentara kesatuan suatu negara besar berdaulat, khusus buat polisi bisa di cat warna mobil patroli polisi penting bisa buat pergeseran / evakuasi pasukan polisi dengan aman atau untuk patroli polisi hadapi KKB.