Dec 032014
 
KSAU Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia

KSAU Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia

 

Pekanbaru – Sebagian wilayah jalur penerbangan baik sipil dan militer di Indonesia masih dibawah kontrol patroli udara Singapura. TNI AU berharap pemerintah Indonesia untuk segera mengambil alih dari negara tetangga tersebut.

Demikian disampaikan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Ida Bagus Putu Dunia di sela-sela peresmian Skadron Udara F16 di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Rabu (3/12/2014). Dia menjelaskan untuk saat ini sebagian wilayah jalur udara baik sipil dan militer Indonesia masih meminta izin dari Singapura.

“Persoalan ini sebenarnya sudah lama sekali. Misalkan saja kalau pesawat kita dari Pekanbaru ingin ke Natuna Provinsi Kepri saja harus minta izin dari Singapura dulu. Begitu juga untuk penerbangan sipil,” kata IB Putu Dunia.

Karenanya, lanjut Marsekal IB Putu Dunia, mengharapkan pemerintah segera mengambil alih pengaturan lalu lintas udara dari Singapura. Karena hal ini adalah menyangkut wilayah keamanan udara di Indonesia.

“Kita punya tugas keamanan hukum wilayah udara. Selama inikan kalau ingin kita bertugas mengamankan wilayah udara ke Natuna itu harus izin Singapura. Kita harus memberi tahu, minta jalan udara ke Singapura. Padahalkan kita bertujuan pengamanan wilayah hukum di Indonesia,” kata Marsekal IB Putu Dunia.

Kalau soal lalu lintas udara, kata Marsekal IB Putu Dunia, secara umum tidak ada masalah dengan Singapura. Tapi dari segi pengamanan kedaulautan wilayah hukum Indonesia, terasa rancu kalau untuk penegakan hukum di wilayah Indonesia harus meminta izin lalu lintas udaranya dari Singapura.

Kita harapkan sesuai dengan UU yang ada di negara kita, tahun 2019 pengaturan lalu lintas udara itu sudah bisa kita ambilalih dari Singapura. Semakin cepat semakin bagus, agar kita lebih mudah melakukan pengamanan kedaulatan udara,” kata Marsekal IB Putu Dunia.

Untuk mengelola lalu lintas udara, lanjut Marsekal Putu Dunia, tidak akan menjadi persoalan terhadap Singapura. Karena pada prisipnya memiliki tujuan bersama dalam rangka pengamanan wilayah udara.

Saya kira tak ada masalah kalau kita ambilalih dari Singapura. Karenakan yang akan kita pantau di wilayah kita sendiri,” kata Marsekal Putu.

Namun untuk mengambil alih lalu lintas udara itu, katanya, pemerintah harus mempersiapkan fasilitas pendukungnya.

“Tapi bukan berarti kita tidak siap untuk fasilitas pendukung tersebut. Karena untuk mempersiapkan fasilitas itu harus ada komitmen bersama dengan departemen terkait. Kita ajak bersama menyelesai masalah ini,” katanya.

“Kalau itu berhasil, maka tugas pokok kita dalam rangka penegakan hukum akan berjalan maksimal. Sekarang inikan banyak pelanggaran udara di tempat kita,” kata tutup Marsekal IB Putu Dunia. (detiknews)

 Posted by on December 3, 2014

  76 Responses to “KSAU Minta Kontrol Lalu Lintas Udara Segera Diambil Alih dari Singapura”

  1.  

    Persiapan take over FIR sudah matang sejak pertengahan tahun ini…banyaknya alutsista udara yg datang akan memperkuat proses tsb.Pemerintah akan segera melakukan eksekusi setelah evaluasi operasi ilegal fishing dan tes peralatan ( radar ) dibatam…persiapan yg pertama ditempatkan adalah pasukan marinir, sekarang skuadron F16 di riau ( yg katanya hanya di isi f16 padahal yg diselipin apaan tuh…sotoy)…sehingga memberikan kesan perebutan FIR ini akan dilakukan dengan cara apapun….sesungguhnya memang FIR harus ditangan kita sendiri, selain harga diri/kedaulatan RI, ingatlah ke depan prediksi di asia tenggara operator terbesar boeing dan air bus adalah RI via L*** air.Dan singapore sudah sdh tahu hal ini serta pasti akan mempertahankan tahta FIR ini dengan bayaran berapapun.Kerana dari FIR saja mereka sdh dpt duit tanpa perlu cape2 memanggil wisatawan datang hehehe…tinggal pemerintah kita saja yg bergerak cepat…kalau bukan sekarang kapan lagi..kalau bukan kita siapa lagi..just do it..kerja..kerja dan kerja..IMHO

  2.  

    KSAU tidak perlu persetujuan anda bung, beliau sudah punya protap dalam merencanakan dan melaksanakan operasi yg ingin dicapainya, sebagai seorang KSAU beliau mempunyai tanggung jawab untuk mengembalikan FIR ke tangan RI !

  3.  

    Umpama ada berita bahwa mulai tgl 1 januari 2015 ada berita bahwa FIR sudah dikelola oleh atc batam gmn?
    Apakah kita harus kaget?????

  4.  

    Thanks a lot for the blog article.Really thank you!

 Leave a Reply