Aug 282017
 

Prof DR Machfud MD (twitter : @mohmahfudmd)

Pamekasan – Presidium Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) Machfud MD mengingatkan terhadap pentingnya mempelajari ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi sebagai penopang kehidupan manusia.

“Ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa depan sangat mempunyai peran penting dan oleh sebabnya, usaha untuk memahami dan menguasai salah satu spesifikasi ilmu pengetahuan, menjadi keharusan, apabila kita ingin tidak terisolasi dalam kehidupan ini,” ujar Machfud MD.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut mengemukakan hal ini, sewaktu menyampaikan amanat dalam acara “Temmo Kerrong” dan Deklarasi Forum Alumni Jogja-Pamekasan (Forum AJP) pada Minggu 27-8-2017 di aula Hotel Front One Pamekasan.

Terkait pentingnya manusia mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi itu, Machfud MD menjelaskan, segala sesuatu yang tidak dapat dijangkau secara rasional sekarang ini, ke depan akan menjadi kenyataan.

Machfud MD menjelaskan, seperti keberadaan mobil yang bisa mendeteksi hambatan dan tidak memerlukan sopir, sebab sudah terintegrasi dengan program teknologi canggih. “Jika anda hendak pergi ke suatu daerah, anda tidak perlu menyetir, cukup memencet program di mobil itu, dan akan sampai ke tujuan yang kita inginkan secara langsung,” ujar Machfud MD.

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang selama ini terkesan “mistis”, tapi sudah nyata adalah pengetahuan akan keturunan dan kerabat, melalui tes DNA. “Dengan ilmu pengetahuan dan teknologi ini, maka anak keturunan kita bisa diketahui sebelum kejadian,” ujar Machfud MD.

Mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Yogyakarta ini lebih lanjut, menjelaskan, pentingnya ilmu pengetahuan itu sebenarnya sudah diajarkan dalam kitab suci umat Islam, yakni Al Quran melalui ayat pertama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad, pada surat Al Alaq ayat 1-5.

Di sisi lain, pria kelahiran Sampang, Madura, Jawa Timur ini juga menjelaskan mengenai perkembangan ideologi dunia, yang menurutnya ada 2, yakni Individualisme-Liberalime dan Sosialime-Komunisme. Dalam perkembangannya, sosialisme-komunisme, hancur, dan sampai sekarang ini tinggal 1, yakni Individualisme-Liberalisme.

“Liberalisme ini terus berkembang dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Makanya, tugas kita adalah mempersiapkan diri, dan tentunya dengan menggali ilmu pengetahuan dan teknologi,” kata Machpud MD.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Machfud MD berpesan, agar Forum Alumni Jogja-Pamekasan (Forum AJP) itu, dapat menjadi promotor dalam menggerakkan wawasan dan ilmu pengetahuan, sebagai bentuk kontribusi terhadap bangsa dan negara. Antara 27-8-2017.

  10 Responses to “Kuasai Iptek, Jika Tidak Ingin Terisolasi dalam Kehidupan”

  1. lha disel 13 tahun piye jal????

  2. Memang sangat penting…..

  3. Gagal Pertamaxx maning son……

  4. ya iyah lah masa generasi muda sekarang ada yang gaptek teknologi dan ilmu pengetahuan apalagi yg di kota.klo yang di desa ya maklum mungkin terkandala sinyal dalam hal memperoleh informasi tp setidaknya kan kita tahu meski nasih meraba dalam hal praktek di lapangan

  5. Ilmu pengetahuan dan teknologi tdk akan pernah ada habisnya…jd kita harus belajar , belajar dan belajar terus….

  6. iptek harus dibarengi dgn karakter yg baik pula
    dunia ini sdh penuh dgn orang pintar tapi….?

    • apa mungkin saya yg salah persepsi, kalau yg terlihat pintar itu sebenarnya pura2 pintar atau sok pintar? krn globalisasi akses pengetahuan jd mudah & bebas…
      ah… itu akibat belajar banyak hal tapi sepotong2 barangkali

  7. Akan sulit menguasai iptek pak klu sistem pendidikan kapitalis liberal dmn biaya pendidikan mahal, semakin bagus suatu institusi pendidikan maka semakin mahal dia sehingga anak2 cerdas dan pintar sulit bersaing dgn anak2 berkecukupan dgn otak pas2an!

  8. KS Nagapasa 403 telah tiba d surabaya.
    Laporan selesai.

 Leave a Reply