Apr 182019
 

Gubernur AAL Laksamana Muda TNI Edi Sucipto, SE., M.M. menerima laporan darim Taruna, sebelum  memberikan kuliah umum kepada taruna/taruni AAL tingkat I, II, III, IV di gedung Maspardi, AAL, Bumimoro Surabaya.

Surabaya, Jakartagreater.com    –   Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) Laksamana Muda TNI Edi Sucipto, SE., M.M. memberikan kuliah umum kepada taruna/taruni AAL tingkat I, II, III, IV  pada Rabu 17-4-2019 bertempat di gedung Maspardi, Akademi Angkatan Laut, Bumimoro Surabaya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur AAL Brigjen TNI (Mar) Endi Supardi, S.E., Komandan Resimen AAL Kolonel Laut (P) Isswarto, Direktur Pendidikan (Dirdik) AAL Kolonel Laut (P) Octavianus Budi Susanto, S.H., M.Si., para Komandan Batalyon Resimen AAL dan para pengasuh taruna AAL.

Gubernur AAL Laksamana Muda TNI Edi Sucipto, S.E., M.M. dalam kuliah umumnya mengambil judul, “Penguatan Wawasan Kemaritiman Taruna AAL dalam Proyektif Keutuhan NKRI”.

TNI Angkatan Laut sebagai komponen utama pertahanan negara di laut, dituntut agar terus membenahi diri dalam menyediakan standar keamanan maritim yang ideal dalam rangka menyukseskan pembangunan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia ini dijadikan momentum mengajak seluruh bangsa Indonesia, bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan merupakan suatu keniscayaan yang tidak bisa dipungkiri artinya segala sesuatunya harus berangkat dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam kuliah umumnya Gubernur AAL menyampaikan bahwa poros maritim dunia merupakan sebuah tekad untuk menjadikan negara Indonesia sebagai negara maritim yang besar, kuat dan makmur.

Melalui identitas Indonesia sebagai negara maritim inilah sehingga diperlukan pengamanan kepentingan dan keamanan di wilayah maritim Indonesia, pemberdayaan seluruh potensi maritim Indonesia demi kemakmuran bangsa, pemerataan ekonomi di seluruh negeri Indonesia melalui tol laut dan melaksanakan diplomasi maritim dalam bingkai politik luar negeri Indonesia.

Selain itu Gubernur AAL memberikan materi tentang Wawasan Nusantara. Hakikat Wawasan Nusantara adalah persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam pengertian cara pandang bangsa Indonesia tersebut harus mencakup perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan Ipoleksosbudhankam, Wawasan Nusantara merupakan wawasan nasional yang memuat ajaran agar kita dapat lebih memahami jati diri, lingkungan kehidupan nasional dan kehendak pendiri bangsa mengenai kelanjutan negara yang berdasar pada Proklamasi 17 Agustus 1945.

Gubernur AAL juga berpesan kepada para Taruna AAL harus menyiapkan diri untuk menjadi perwira yang berintegritas, berpengetahuan dan terampil dalam tugasnya. Untuk itu selama menjalani pendidikan ini, agar selalu menanamkan nilai-nilai moralitas dengan selalu mengubah perilaku menjadi lebih baik.

Kuliah umum Gubernur AAL diakhiri dengan sesi tanya jawab dan menyanyikan lagu Padamu Negeri secara bersama-sama guna mengobarkan semangat jiwa dan raga para peserta kuliah umum serta rela berkoban demi kemajuan dan kebesaran negeri tercinta Indonesia. (Pen AAL)