Oct 102014
 
Trio MLRF with Sigma (photo: Ari / Jakartagreater.com)

Trio MLRF with Sigma (photo: Ari / Jakartagreater.com)

Surabaya – Pertama kali menginjakan kaki di geladak KRI TOM-357, kami disambut oleh petugas jaga piket yang ramah dan mempersilahkan JKGR untuk melihat lihat isi KRI TOM didampingi seorang Prajurit Laut yang menemani JKGR.

Sore itu suasana udara Surabaya masih terasa panas dan kami sempat melirik papan pengumuman di pos jaga yang menyatakan Komandan Kapal sedang tidak berada di dalam kapal alias keluar.

JKGR tak menyia-nyiakan waktu untuk bisa memfoto kelengkapan KRI TOM dan Arsenalnya. Beberapa senjata memang dalam kondisi ditutupi dengan terpal (casing), sehingga kami tidak jadi mengabadikannya karena akan terasa kurang menarik. Sebagai gantinya kami abadikan senjata 3 matra KRI TOM yang multirole yaitu anti permukaan, anti udara dan anti bawah permukaan (kapal selam), dan juga radar radarnya, beserta hal unik yang ada di KRI TOM.

Kami sempat berpikir kenapa launcher Exocet blok 2 cuma terpasang dua dari 4 bracket penyangga yang tersedia, sedangkan kami juga tidak mendapatkan keterangan tentang type Launcher dan Torpedo yang terpasang di geladak KRI TOM.

image

Launcher Exocet Block II KRI TOM (photo: Ari/ JakartaGreater.com)

Puas berphoto ria terdengar Oemroep yang mengatakan bahwa Komandan Kapal sedang memasuki Kapal dan ada harapan untuk bertemu Kolonel Laut Yayan Sofyan, ST. Setelah sempat menunggu, kami sapa Pak Yayan saat keluar dari Anjungan, ngobrol sebentar dan foto bersama. Kami dipersilahkan memasuki anjungan yang ternyata udaranya dingin karena ber-AC dan kami ngobrol lepas.

Perwira Menengah lulusan AAL angkatan 39 thn 1993 ini adalah Perwira yang mudah bergaul, tegas dan juga ramah. Beliau mempersilahkan kami wawancara walaupun tidak ada janji sebelumnya.

Kolonel Yayan sempat bingung Jakarta Greater itu media apa dan di mana. Setelah kami jelaskan dan dibantu oleh staffnya, beliau mengerti dan terus melanjutkan wawancara. Saya sempat tersenyum dalam hati mengingat warjager sempat mengasumsikan bahwa Kolonel Yayan Sofyan adalah salah satu sesepuh Warjag yaitu Bung Yayan Supriatna. Realitanya beliau tidak tahu Jakarta Greater.

Kami sampaikan ke Kolonel Yayan bahwa dia begitu terkenal di media kami dan kami adalah salah satu media yang tahu duluan mengenai kepastian mengakuisisi MLRF ini dari Sumber Kemenhan.

Kolonel Yayan menceritahkan pengalamananyya membawa KRI ini dari Inggris sampai ke tanah air dan yang saya tanyakan apa yang paling berkesan saat berlayar mengawaki KRI TOM. Beliau menjawab semuanya berkesan. Mantan Komandan Satkor Koarmatim dan juga Mantan Komandan Kapal jenis SIGMA KRI Frans Kaisepo 368 ini meneruskan wawancara.

 Kolonel Laut Yayan Sofyan, ST (photo: Ari / Jakartagreater.com)

Kolonel Laut Yayan Sofyan, ST (photo: Ari / Jakartagreater.com)

Routee Pelayaram KRI TOM dimulai dengan Kapal meninggalkan pelabuhan dermaga Portland (Inggris) setelah menjalani Sea Demonstrations di area Royal Navy Exercise Perairan Glasgow, Inggris dan membuat pemberhentian dan berkunjung di Malaga (Spanyol). Dari Malaga, KRI Bung Tomo melanjutkan perjalanan ke Civitavecchia (Italia), Port Said (Mesir), Jeddah (Saudi Arabia), Salalah (Oman), Cochin (India), dan Jakarta untuk mengakhiri perjalanan mereka di Surabaya.

Saat kunjungan Ke Malaga diadakan acara ramah tamah di geladak KRI Bung Tomo 357 yang juga dihadiri Komandan Angkatan Laut Kerajaan Spanyol di Malaga, Kol (L), José Luis García Velo termasuk menjalankan Misi Diplomatik. Saat di Spanyol, Kolonel Sofyan menyampaikan pidatinya dengan berbahasa Spanyol.

JKGR sempat bertanya, lebih canggih mana KRI TOM dan KRI jenis Sigma ?. Kolonel Yayan memberikan jawaban klise tidak mau membandingkan karena beliau juga mantan Komandan Kapal Sigma.

Beliau hanya menjelaskan bahwa MRLF ini canggih karena semua sistem pengoperasiannya sudah computerized dan juga bisa dioperasikan secara manual.

Pak bagaimana bila sebagai satuan pemukul Tiga MLRF kelas bung Tomo bersanding dengan empat Sigma class di gugusan terdepan ?. Beliau menjawab kekuatannya akan sangat dahsyat dikarenakan terintegrasinya CMS ke tujuh KRI tersebut, apalagi bila nanti PKR 10514 sudah jadi.

Kolonel ijinkan kami bertanya lagi, tentang senjata yang masih dibingungkan oleh teman teman di Warjag. Sebenarnya yang digendong ini masih Exocet Blok 2 atau blok 3 ? dan VLS nya masih memakai Seawolf atau sudah diganti dengan MICA ?. Kolonel Yayan tersenyum dengan berondongan pertanyaan kami yang menggebu dan terkesan penasaran banget. Beliau berkata untuk saat ini KRI TOM memang membawa semua yang ada dari Inggris berupa Exocet blok 2 dan VLS nya masih memakai Sea Wolf. Kami kejar terus, kapan Seawolf mau diganti, dikerjakan dimana dan oleh siapa ?. Lagi lagi Kolonel yang ramah ini tersenyum dan memberikan jawaban, dia sebagai user tidak tahu kapan akan diganti dan akan diganti dengan apa.

Vertical Launcher System KRI Bung TOM

Vertical Launcher System KRI Bung TOM – 357 (photo: Ari / JakartaGreater.com)

“Kami serahkan keputusan pada pimpinan dan Kemenhan. Bagi kami Prajurit adalah selalu siap menjalankan tugas dan bersyukur sudah diberi alutsista yang mumpuni dan diberi kepercayaaan oleh bapak Pimpinan untuk Mengawaki MRLF ini”, ujar Kolonel Yayan.

Beliau berterimakasih kepada KSAL Laksamana Marsetio yang sudah memberikan kepercayaan dan mandat untuk Mengawaki KRI TOM dan juga kepercayaan bagi rekan seangkatan Kolonel lulusan AAL Angkatan 39 thn 1993 yang juga mengawaki KRI Usman harun dan KRI John Lie. Penerima Adi Makayasa Lulusan Akabri Laut/AAL atau Lulusan Terbaik AAL thn 1993 adalah Komandan Kapal KRI Usman Harun.

JKGR melirik jam tangan dan melihat waktu kunjungan yang sudah mepet karena sudah dipesan petugas, jam 5 Sore harus sudah meninggalkan Zona terlarang ini. Sebenarnya masih belum tuntas apa yang ingin kami ketahui tentang KRI TOM yang sangat membanggakan kami sebagai rakyat.

KRI Bung Tomo - 357 bersandar di Koarmatim, Demaga Ujung, Surabaya, Jawa Timur 9/10/2014 (photo: Ari / JakartaGreater.com)

KRI Bung Tomo bersandar di Koarmatim, Demaga Ujung, Surabaya, Jawa Timur 9/10/2014 (photo: Ari / JakartaGreater.com)

Kami berpamitan kepada Kolonel Yayan Sofyan dan beliau berjanji akan membaca JKGR. Stafnya juga diperintahkan untuk mengecek media ini. Kami sebenarnya masih ingin mewancarai beliau dan juga Komandan KRI John Lie, KRI Usman Harun dan Komandan KRI lainnya. mungkin nanti dikesempatan yang lain.

Terimakasih Kolonel Laut Yayan Sofyan ST yang mau menerima kami dan meluangkan waktu untuk wawancara. Terimakasih KSAL dan Pangarmatim untuk Open Ship 8 Oktober 2014. Terimakasih Pak Satrio yang mengoreksi dan membimbing reportase ini. (by: Ari JKGR biro Surabaya).

  82 Responses to “Kunjungan ke KRI Bung Tomo 357”

  1.  

    jadi pengen….

  2.  

    Wow

  3.  

    mantap

  4.  

    hadir….salam JKGR

  5.  

    Wah pokoke!

  6.  

    pertamax

  7.  

    Bung Yayan di JKGR ternyata beda dengan kolonel Yayan Sofyan. Hemm apa pura2 tidak tahu media JKGR. Hiihihi

  8.  

    wah mantap banget, kapan mampir ke bali, pasti bakalan sering lewat dan parkir di benoa nih

  9.  

    lanjutkan bung ari. terimaksih bnyak reportasenya 🙂

  10.  

    mantap liputannya Bung, salam hangat untuk biro Surabaya dan Bapak kita Bung Satrio hehehe…. :mrgreen:

  11.  

    10 besar

  12.  

    “Sesuatu banget” Pak Satrio yang telah mengkoreksi dan membimbing :). Tq

  13.  

    izinnya bisa naik gmna itu?
    hehe

  14.  

    mungkin pak yayan masih sedikit malu2 ketika menjawab pertanyaan dr biro surabaya karena beliau belum tahu dan belum kenal jakarta greater,tapi nanti ketika beliau dah kenal warjag..
    ehm..jangan2 beliaunya malah jadi salah satu kontributor di.warjag spt para sesepuh yg lain…Amin, ngarep.com

  15.  

    Oalah … Bung PS hadir …
    Sehat Bung? Salam hangat buat anda dan keluarga ?

  16.  

    Waw.. Bakalan dapet namepad jurnalis jkgr..hi..hi..hi..Salam kenal bg Ari .cmiw.

  17.  

    izin no 3

  18.  

    Reportasenya luar biasa.. Jadi lebih mengenal TNI terutama TNI-AL..
    Untuk Kolonel Yayan, selamat bertugas dan semoga selalu dalam lindungan Allah SWT..
    Jalesveva Jayamahe…

  19.  

    bung PS mau nanya lontong goib yang ikut di surabaya berapa biji

  20.  

    Mantap bung Ari of JKGR…. Kapan kita bisa bangun Senjata High-Tech macam ni..? #berandai.

  21.  

    luar biasa
    salam buat bapak yayan beserta crew kri bung tomo class
    tni hebat tni kuat darat laut udara bersatu menjaga negeri ini

  22.  

    nah..liputan seperti ini nih yang sangat menyenangkan, trima kasih Bung Ari atas liputannya.

    apalagi ada bebrapa gambar dudukan launcer yang masih kosong, mau diinstal rudal jenis apa yaa??.. monggo diskusi lagi yuk..

    oya menurut Bung Jalo atau mungkin Bung Satrio dulu bahwa para peneliti kita juga sedang mengembangkan rudal dngan nama pacar wutah.. skrg bagaimana kbarnya yaa??

  23.  

    ashm exo blok lll wajib dipasang … aster 15 sam wajib ada …. ciws 730 …

  24.  

    Izin nyimak bung Diego@ Dampak dari kasak kusuk warjager menjelang Defile HUT TNI ke 69 di Surabaya ternyata mencetak kader2 wartawan lokasi JKGR dengan hanya modal tekat yg sebelum ini JKGR hanya menampilkan artikel dan wacana yang ghoib2. Seandainya JKGR punya wartawan lokasi (live) saya yakin JKGR akan menjadi lebih akurat,mantap,profesional,semakin besar dan ini sesuatu yg positif.Sebenarnya pelopornya sdh ada yaitu Ndan Satrio dan bung Jalo tp hanya sebatas kupasan.Sebaiknya tiap2 biro JKGR di setiap daerah membentuk juga wartawan lokasi dibawah koordinator media pusat JKGR oleh Ndan Satrio dan bung Jalo atau para sesepuh lain yang berkebolehan.Semoga apa yang sdh di rintis oleh bung Ari,bung jiwa bening dan bung yang lain2 di Surabaya bisa dijadikan suport dan spirit untuk rekan2 warjag dari biro JKGR daerah lain untuk bisa mengabadikan liputan berita JKGR secara Live.Semoga JKGR semakin me-NASIONAL dan JKGR menuju GO INTERNASIONAL,Salam……

  25.  

    keren…belajar jurnalisme hanya karna kita cinta NKRI..mantap…lanjutkan bung

  26.  

    Sudah sepadan dengan klas ddg lanzhou atau hanzhou RRT..

  27.  

    Salut buat bung ari dan salam kenal buat kol.yayan dan crew..terima kasih udah ramah mengijinkan rekan kami meliput.jaya selalu !!

  28.  

    liputan jempolan nih

    Setelah ini Kolonel Yayan akan sering mantau warjag. Yeeaaahhh..!!

  29.  

    Makasih Bung Ari, Pak (Bung) Satrio, Bpk Yayan atas informasinya. Thank’s Bung PS dgn senyumnya……., moga sehat2 semua. Salam NKRI

  30.  

    kalo saya duga sih kayaknya lebih dari 8 perkiraan saya kilo datang sekitar tahun 2005-2006 disusul dari jerman 2,dari turki 2 terus dari korsel 3 nb yg dari korsel udah dateng apa blm saya dak tahu.just kidding bung ps

  31.  

    7 yang punya kemampuan sama…dan yang akan datang pkr.
    semoga bisa nambah terus….
    laut terjaga, nelayan aman, indonesia makmur.
    thanks bung ary….kl yang ghoib biarkan ghoib
    jangan sampai bocor ntar kedengar tetangga
    tetangga jadi gelisah
    JALESVEVA JAYAMAHE

  32.  

    MANTAP BANGETTT!!

  33.  

    ndak semuanya hapal Bung hehehe…. :mrgreen:

  34.  

    mantabs artikelnya bung Ari, terima kasih untuk liputannya, untuk bung PS salam hangat untuk anda dan keluarga,,untuk kolonel Yayan selamat bertugas semoga anda selalu diberikan kesehatan agar bisa menjaga wilayah NKRI ini

  35.  

    Jempol untuk bung Ari.

  36.  

    Bung ps agenda terdekat TNI setelah presiden baru dilantik kr2 apa ya?

  37.  

    Bung Ari bilang di dalam kapal suhu udaranya dingin bingit..padahal kapal kan lg nyandar..trus sumber energinya darimana yah ? apa genset ? kalo iya berarti kapal diam pun masih ada biaya ops nya..saya bayangkan kira2 apa ya yg jagain aset2 TNI kita di Ujung ketika pada nyandar..mungkinkan SAM yg gahar2 ? maaf pertanyaan anak dibawah umur..

  38.  

    Maksudnya MLRF (Multi Role Light Fregat) kali bung