May 022019
 

Desain kapal selam Taiwan (foto : Jane’s)

Taiwan berencana akan memproduksi sendiri pesawat tempur ringan dan kapal selam diesel elektrik untuk menghadapi ancaman yang semakin meningkat dari Tiongkok.

Beberapa waktu lalu Taiwan menuduh dua pesawat tempur Tiongkok melintasi garis tengah laut antara pulau Taiwan dan Tiongkok, yang secara diam-diam dipahami sebagai perbatasan antara kedua negara.

Pesawat pembom dan kapal perang Cina baru-baru ini juga melakukan latihan di sekitar Taiwan, manuver militer terbaru dari China di dekat pulau Taiwan oleh pejabat Taiwan itu dikecam sebagai “paksaan” dan ancaman terhadap stabilitas di wilayah tersebut.

Diplomat Taiwan, yang tidak ingin disebutkan namanya tetapi bermarkas di Kantor Representasi Taiwan di Uni Eropa dan Belgia, mengatakan insiden baru-baru ini “menyoroti” perlunya Taiwan untuk menjadi lebih “mandiri” dalam memperkuat kemampuan pertahanan nasional, termasuk memproduksi pesawat tempur dan kapal selam sendiri.

Menurut Diplomat itu,Taiwan sudah membangun jet latih supersonik sendiri untuk meningkatkan kemampuan pertahanan udara taiwan dan telah menyisihkan lebih dari 21 persen anggaran pertahanannya tahun ini untuk pengembangan senjata dalam negeri.

Di bawah tekanan dari China, Taiwan telah mengalami kesulitan sejak tahun 1980-an dalam membeli persenjataan dan peralatan pertahanan lainnya dari negara manapun selain Amerika Serikat, atau meningkatkan persenjataan yang ada.

Meski Taiwan akan meningkatkan produksi peralatan pertahanan dan militernya sendiri, namun bukan berarti Taiwan menghentikan kerja sama dengan negara lain.

Salah satu program program kapal selam Taiwan atau Indigenous Defense Submarine (IDS) tidak diragukan lagi adalah rencana yang paling ambisius dari program persenjataan laut buatan dalam negeri.

Proposal untuk membangun armada delapan kapal selam diesel elektrik Taiwan mulai diperdebatkan pada tahun 2001. Pada bulan Agustus 2016, Taiwan membuka Pusat Pengembangan Kapal Selam (Submarine Development Center – SDC) untuk produksi kapal selam pertama yang dibangun secara mandiri di pulau itu.

Tapi baru sekarang program IDS mulai terlihat bergerak menunjukkan hasil.

CSBC Corporation telah dikontrak untuk memproduksi delapan kapal selam, dengan perkiraan spesifikasi menurut seorang sumber kemungkinan berbobot antara 1.200 dan 2.400 ton, dengan kecepatan tertinggi 17 knot di bawah air dan jangkauan operasi 6.000 mil laut. CSBC dilaporkan berharap untuk mengirimkan kapal selam pertama pada tahun 2024.

Taiwan juga akan memproduksi 66 jet latih dengan biaya NT $ 68,6 miliar untuk menggantikan pesawat latih AT3 yang sudah tua dan pesawat tempur F5 buatan AS yang telah digunakan pilot jet tempur Taiwan selama lebih dari 30 tahun.

Desain pesawat latih supersonik baru akan dibangun berdasarkan pada F-CK-1, termasuk mesin Honeywell yang sama, tetapi dilaporkan akan membawa bahan bakar tambahan.

Meski mungkin ada kemiripannya dengan pesawat tempur F-CK-1 Ching-kuo, Advanced Jet Trainer nantinya sekitar 80 persen merupakan desain baru.

Taiwan berharap bahwa pesawat akan memulai tahap uji penerbangan pada tahun 2020, dengan pengiriman pesanan 66 pesawat supersonic akan selesai pada tahun 2026.

Intpolicydigest

 Posted by on May 2, 2019