Laboratorium China akan Dibangun di LCS

19
134

China dikhawatirkan akan memicu ketegangan dengan negara-negara ASEAN setelah merencanakan pembangunan laboratorium di bawah laut di kawasan Laut China Selatan.

Dalam presentasi Departemen Sains China seperti dikutip Bloomberg (10/062016) Proyek ambisius Beijing ini akan berada 3.000 meter (9.800 kaki) di bawah permukaan air di Laut China Selatan.

Namun belum diketahui, apakah laboratorium yang akan dibangun memiliki fitur militer atau peran lain.

Hingga saat ini, China tetap mengklaim hampir seluruh kawasan Laut China Selatan sehingga menimbulkan ketegangan dengan negara-negara ASEAN.

Sebelumnya, China juga menegaskan kembali penolakannya untuk mematuhi peraturan apa pun dari panel arbitrase PBB.  

Bahkan, melalui Wakil Kepala Staf Tentara Pembebasan China, Laksamana Sun Jianguo, China mengimbau negara-negara yang tidak terlibat klaim sengketa Laut China Selatan untuk keluar dari polemik.

Himbauan tersebut sebagai sindiran terhadap Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya termasuk Jepang dan Australia yang kerap mengkritik China terkait klaim Laut China Selatan.

“China tidak akan menerima putusan arbitrase, dan tidak akan membiarkan pelanggaran apapun terhadap kepentingan kedaulatan dan keamanan atau acuh tak acuh terhadap perilaku yang tidak bertanggung jawab dari beberapa negara di dalam dan di sekitar Laut China Selatan,” kata Sun.

 

19 COMMENTS

  1. tetapi J-11 yang mereka bawa kelihatannya adalah versi awal yang masih menggunakan sistem analog, yang jauh tertinggal dari avionik JAS 39C Thailand yang sudah menggunakan avionik terbaru termasuk Helmet Mounted Sight.

  2. lebay 🙂
    jelas aja gripen menang telak, yg dilawan JAS 39 Gripen kan cuma KW nya Su-27, dah KW versi paling jadul pula tuh..apa yg mau dibanggain
    kalau emang ingin pembuktian, kt tunggu aja JAS 39 Gripen berhadap2an secara langsung dengan sukhoi family yg original, bukan KW
    dimana ? kapan ?
    kapan – kapan…

LEAVE A REPLY