Mar 072015
 
OPV FS L'Adroit.(gesit). Foto: Jean-Louis Venne

OPV FS L’Adroit.(gesit). Foto: Jean-Louis Venne

L’Adroit (P725) adalah kapal pertama dari Gowind class, kapal patroli lepas pantai(OPV) terbaru dengan teknologi tinggi, mampu melakukan spektrum peran yang luas untuk Angkatan Laut Prancis (Marine Nationale).

Kapal ini dirancang oleh Kership, perusahaan patungan antara DCNS dan galangan kapal Piriou di Brittany. Gabungan kemampuan dari pengalaman DCNS di pasar pertahanan angkatan laut dan dari Piriou di kapal sipil standar. L’Adroit berdesain sangat inovatif sebagai kapal uji dengan berbagai sistem elektronik, peralatan dan fitur baru.

Kapal ini dibangun oleh DCNS (Direction des Constructions Navales and the Direct Chantier Navel) pada tahun 2011 dan telah dipinjamkan ke Angkatan Laut Prancis dari Oktober 2011 sampai pertengahan tahun 2015 untuk uji coba dan untuk promosi ekspor. Anjungan kapal menawarkan visibilitas pandangan 360 derajat dan juga ini merupakan kapal perang Prancis yang pertama dengan satu tiang terintegrasi.

Karakteristik teknis Gowing class. Foto: Jean-Louis Venne

Karakteristik teknis Gowing class. Foto: Jean-Louis Venne

Kapal berbobot 1.450 ton dengan panjang 87m dan lebar sekitar 13m, kecepatan maksimum 21 knot dengan jangkauan operasional 8000 mil laut, sementara dengan kecepatan 12 knots kapal memiliki ketahanan berlayar hingga 21 hari. Kapal hanya diawaki oleh 30-32 orang sementara ada ruang untuk sekitar 30 personil tambahan termasuk detasemen penerbangan (untuk UAV), detasemen udara (kru helikopter), marinir atau tim operasi khusus.

L’adroit memiliki dek penerbangan yang bisa menampung helikopter dengan bobot maksimal 10 ton seperti heli NH90 Caiman sementara hanggar dapat menampung helikopter dengan bobot 5 ton seperti Eurocopter AS565 Panther, Westland Lynx dan SA- 330 Puma. Semua helikopter dapat dipersenjatai dengan peluncur roket, cannon 20mm, torpedo dan rudal anti kapal.

Selain helicopter, L’Adroit bisa menampung Camcopter S-100 Unmanned Aerial Vehicle (UAV) yang telah terintegrasi dengan sistem manajemen tempur. Dengan kemampuan heli UAV ini kapal bisa mengawasi wilayah operasi hampir dua kali lipat secara real time.

Sirehna, boat tak berawak (USV). Foto: Jean-Louis Venne

Sirehna, boat tak berawak (USV). Foto: Jean-Louis Venne

L’Adroit juga membawa dua boat RHIB, satu di setiap sisi suprastruktur dan juga boat Zodiac Hurricane yang bisa dipacu hingga kecepatan 50knots dan Sirehna, boat tak berawak (USV), sehingga total ada empat boat RHIB untuk berbagai operasi seperti operasi SAR, illegal fishing, misi anti pembajakan, kontrol perbatasan dan memerangi terorisme.

F2 cannon 20mm. Foto: Jean-Louis Venne

F2 cannon 20mm. Foto: Jean-Louis Venne

Persenjataan L’Adroit terdiri dari Cannon tunggal 20mm / 90cal dan berbagai senapan mesin. Cannon mungkin akan diganti dengan Nexter Narwhal 20mm Remote Weapon System (RWS) di masa depan. Cannon F2 dioperasikan secara manual dan memiliki daya sembur sekitar 750-800 amunisi per menit sedangkan jarak efektif terhadap target udara sekitar 1500 – 2000m.

Pada setiap sisi anjungan juga terpasang satu senapan mesin berat 12,7 mm, satu senapan mesin ringan 7.62mm dan satu meriam air. Dek depan memiliki ruang besar untuk instalasi sistem rudal jika diperlukan, lebih mungkin untuk penempatan dua peluncur ganda rudal Exocet (SSM). Kapal ini memiliki dua Lacroix Defense & Security Sylena decoy launchers, sebuah sistem yang melindungi kapal terhadap rudal anti radar atau rudal pandu inframerah. Sistem ini terintegrasi dengan Thales Vigile, sensor peperangan elektronik dalam sistem tempur DCNS Polaris.

Menara kubah komposit tembus pandang ditempatkan dua radar surveillance Terma 2D, Scanter 4102 dan Scanter 6002 yang berbagi antena yang sama (dual Scanter radar suite). Scanter 4102 adalah radar pengawasan jarak menengah sementara Scanter 6002 Terma’s most modern X (I) band 2D adalah radar pengawasan permukaan dan udara ketinggian rendah segala cuaca (misalnya target non logam yang sangat kecil di laut) dan memberikan kontrol penerbangan untuk helikopter. Scanter 6002 membuatnya ideal untuk pencarian dan penyelamatan operasi SAR.

Struktur menara kapal yang kerucut dan transparan memberikan sensor kemampuan cakupan hingga 360 derajat penuh. Bagian atas dari radome antena untuk memandu UAV, Menara FLIR Talon terletak di sisi belakang sementara radar navigasi di sisi depan, IFF, antena pandu untuk USV , Thales Vigile LW Radar Electronic Support measures (R-ESM) dan Thales Altesse Communication Electronic Support Measures (C-ESM).

Talon sensor kompak EO / IR FLIR terintegrasi dengan Polaris, sistem managemen tempur (CMS) untuk mendeteksi kapal dan benda-benda lainnya selama tugas patroli. Talon menyediakan hingga enam muatan : thermal imager, color CCD, low light, laser pointer or laser illuminator, laser rangefinder dan IMU/GPS. Thales Altesse adalah wideband berkinerja tinggi untuk komunikasi ESM memberikan peringatan dini dan kemampuan kesadaran situasi taktis dan mengarahkan sinyal komunikasi radio VHF dan UHF Band.

image009

Di atap anjungan ada radar navigasi kedua dan di dasar menara ditempatkan sistem optronic multifungsi Sagem EOMS NG. EOMS NG adalah sistem optronic multifungsi unik dari jenisnya. Dirancang untuk kapal permukaan, menggabungkan jarak pencarian panorama infrared search and track (IRST) dengan kontrol senjata api elektro optik dalam satu unit.

Ini adalah solusi yang sangat efektif untuk perlindungan diri terhadap serangan simetris dan asimetris, ancaman permukaan atau udara karena menyediakan deteksi otomatis dan pelacakan, identifikasi dan keterlibatan senjata dari semua target permukaan dan udara. Hal ini sepenuhnya dikendalikan fully remote controlled dari Combat Management System kapal (CMS) atau melalui konsol operator yang disediakan.

Sistem manajemen tempur Polaris yang dikembangkan oleh DCNS mengintegrasikan GPS, AIS dan ADS-B (Automatic Identification System dan Automatic Dependent Surveillance – Broadcast) dua radar surveillance, dua radar navigasi, dua sistem elektro optik dan sistem pencegat komunikasi.

Polaris memungkinkan misi seperti anti pembajakan, perlindungan konvoi atau pengawasan dan perlindungan wilayah pesisir dan ZEE. Sistem ini mengintegrasikan teknologi maju terbaru seperti penggunaan drone, pengawasan, deteksi otomatis dan analisis pergerakan kapal musuh, alat bantu pengambilan keputusan dan akses yang aman ke jaringan sipil dan sistem informasi. Dalam versi perang anti permukaan juga mampu mengelola penggunaan senjata dan rudal jarak pendek untuk pertahanan diri.

Sumber : Navalanalyses

Pengirim : Pecinta Wanita JKGR Biro Jepara

Bagikan Artikel :

  19 Responses to “L’Adroit, Kapal Patroli Angkatan Laut Prancis”

  1. Tes

  2. JELEK KAPALNYA

  3. Memang huebaat..

  4. Kurang yahutt..

  5. sirenha boat tak berawak tapi kok ada tempat kemudi

  6. apakah type ini yang diakuisisi malaysia bung..saingan sigma class ya

  7. Desain dr Prancis emg mulus2 :mrgreen:, berharap pak Menhan ambil Horizon class,
    ngmg2 Gowind Malaysia jd dibangun d Malaysia ap g ya? :mrgreen:

  8. pitux. Hehehe!

  9. Kapal bagus.

  10. Ikut2an yg diatas ah.
    Kapal bagus, tp tdk menarik. Hehehe!
    Sdh bangun kaprang dan kasel nuklir aja. biar bisa patroli sepanjang tahun tanpa diribetkan oleh persoalan biaya bbm.

  11. Ukurannya tanggung yg 87 m..

  12. Klewang pie kabar e yah?

  13. ni kapal cocoknya buat penjaga pantai, canon 20mm nya diganti ama 12,7mm, dah ada water canonnya pula ntar kalo ketemu coast guard china tinggal main semprot2an deh

  14. Buat bakamla bagus juga.
    cuma sebatas patroli. Kali pake itu perompak selat makasar bisa pd kaboor..

  15. Apakabarnya kapal mistral yang akan dibeli rusia, jadikah? Hehehe ngarep kalo salah kirim ke surabaya.

  16. Kapal patroli yang bisa membawa rudal…. Tugasnya patroli dan kalau bertemu kapal asing langsung diluncurin rudalnya…

 Leave a Reply