Nov 202016
 

Kapal patroli Malaysia di perairan Sabah. (AFP)

Kapal patroli Malaysia di perairan Sabah. (AFP)


Komando Pengamanan Timur Sabah (Esscomm) mengonfirmasi bahwa telah terjadi penculikan terhadap dua nelayan asal Indonesia di Lahad Datu pada hari Sabtu (19/11) kemarin.

“Sebuah kapal penangkap ikan dengan 13 orang di dalamnya berada di area tersebut sejak sekitar pukul 06.30 pagi. Lalu satu jam kemudian, sebuah kapal dengan lima pria bertopeng dan membawa senjata laras panjang mendekati kapal tersebut,” ujar Kepala Escomm, Datuk Wan Abdul Bari Wan Abdul Khalid, seperti dikutip New Strait Times pada Minggu (20/11).

Lebih lanjut, Abdul Bari menjelaskan bahwa orang-orang bertopeng itu lalu menyerbu kapal dan menghancurkan sistem komunikasi kapal tersebut. Para pria bersenjata kemudian membawa dua kru kapal yang berusia 43 tahun dan 36 tahun. Sekitar satu jam kemudian, awak kapal yang dirampok berhasil mendekati kapal nelayan lain dan meminta pertolongan.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Nasir mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima informasi tersebut.

“Iya betul, kita sudah mendapatkan informasi tersebut tadi malam sekitar pukul 21.00 WIB dari sumber kita di Sabah. Konsulat RI Tawau pagi ini sudah mengirimkan tim ke Kunak untuk mendapatkan informasi lebih lanjut,” ujar Arrmanatha Nassir, seperti dilansir Viva News pada Minggu (20/11).

Belum diketahui identitas dari kelompok penculik tersebut. Namun, kelompok militan Abu Sayyaf dikenal sering beroperasi di wilayah itu.

Sumber: viva.co.id

Bagikan:

  24 Responses to “Lagi, Dua Nelayan Asal Indonesia Diculik di Perairan Sabah”

  1.  

    -dihapus-

    Berita itu sudah disangkal oleh Tiongkok

  2.  

    Gagal paham, kalau begitu Saya bisa simpulkan, pelakunya escomm Malaysia sendiri, dia cuma ngeliatin doank ada kapal Indonesia dibajak dan diculik. 😀

  3.  

    ini ngapain juga si nelayan indonesia sampe ke sabah segala,, emang di perairan indonesia gak ada ikan apaaa,,, udah bolak balik di kasih tau di peringatkan jangan lewat di wilayah rawan masih ngeyel juga…. kadang saya heran juga dengan nelayan kita…

  4.  

    kaoal patroli.y ..kecil seiprit..mana takut…negara.y lg terhegeh2..

  5.  

    militer filip udah sejauh mana ni tumpas si abu, kok masih ada.. saatnya siapkan rudal budhe cintia..?!

  6.  

    Lama2 Sabah seperti wilayah yg tak bertuan bung, sudah saatnya kita tancapkan bendera Merah Putih disana…… lumayan buat ngangon kambing malon….. xixi….

  7.  

    Nah ..komen Jeung Cyntia ini yg paling masuk akal…..

    Kemungkinan besar memang askar bersarung malingsial yg melakukan tindakan penculikan ini….. motipasinya ga jauh2, pasti uang… buat beli kangkung bumbu belacan.

    Kemungkinan kedua, askar bersarung malingsial bekerjasama dgn Abu Gisok, motipadi ga jauh dari yg sudah ane sebutin di atas.

    Kemungkinan ketiga, wilayah Sabah sudah dikuasai secara diam2 oleh militan Abu Gosok….. maka Abu Gosok dengan leluasa bisa menjalakan aksinya.

    Kemungkinan ke empat, askar bersarung malingsial di takut-takuti atau takut sama militan Abu Gosok, biar ga usah macem2 dgn tindakan mereka….. kalo berani macem2, askar bersarung malingsial bakal di sunat sampe habis.

  8.  

    Malingsial khan lagi miskin…. xixi…

  9.  

    hebat ketik komen panjang pertamax

  10.  

    woi chibuy ndandon ndandon u molonyet.. tak ada bahasa “gw” di negeri sok jaguh

  11.  

    Aparat malay tahu betul kejadiannya ,trus mereka hanya melihat saja .,takut sama KELOMPOL ABU SAYYAP ? tak de telur kah..kah..?

  12.  

    BUKANNYA SABAH DEKAT DENGAN BRUNEI YA…KOK KAPAL SELAM KITA YG DITITIPIN DISANA KAGA BISA NGEDETECT haddeeehhhh….

 Leave a Reply