Jul 292017
 

Seoul/Tokyo/Washington – Korea Utara menembakkan peluru kendali, Jumat, 28/7/2017 yang menurut para ahli mampu menghantam Los Angeles dan kota-kota AS lainnya, sementara Amerika Serikat dan Korea Selatan menanggapi peluncuran tersebut dengan melakukan latihan peluru kendali gabungan.

Korea Utara memastikan peluncurannya itu pada Sabtu, 29/7/2017 melalui laporan kantor berita resmi mereka, yang mengatakan bahwa peristiwa itu adalah “peringatan keras” bagi Amerika Serikat.

Presiden Kim Jong-un mengatakan bahwa dengan peluncuran peluru kendali tersebut dapat menunjukkan kalau seluruh Amerika Serikat berada dalam jarak jangkauannya. Namun pihak berwenang AS menganggap pernyataan tersebut dibesar-besarkan.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump, yang menganggap Korea Utara merupakan “ancaman paling mendesak dan berbahaya bagi perdamaian,” mengutuk peluncuran tersebut dengan menyebutnya sebagai “tindakan gegabah”.

“Dengan tindakan mereka yang mengancam dunia, senjata dan uji coba ini akan membuat Korea Utara terkucilkan lebih jauh lagi,” ujar Presiden Donald Trump dalam pernyataan.

“Amerika Serikat akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menjamin keamanan tanah air dan melindungi sekutu kami di wilayah ini,” ujarnya.

Menteri Pertahanan Korea Selatan Song Young-moo mengatakan pada sebuah jumpa media pada Sabtu, bahwa Seoul akan menyiapkan langkah-langkah mandiri, untuk mengatasi ancaman nuklir dari Utara.

“Peluncuran peluru kendali balistik oleh Korea Utara ini merupakan provokasi serius, yang tidak hanya dengan jelas melanggar banyak resolusi Dewan Keamanan PBB, namun juga mengancam keamanan kawasan semenanjung Korea dan perdamaian dunia,” kata Young-moo, dilansir Reuters/Antara.

“Sendi pemerintah Korea Selatan dan Amerika Serikat akan tegas menghukum Korea Utara karena provokasi peluru kendali-nya,” tambahnya.

Dia mengatakan langkah-langkah akan diambil untuk mempercepat penempatan sementara satuan sistem pertahanan anti-peluru kendali THAAD dari Amerika Serikat.

Peluncuran pada malam hari yang tidak biasa dilakukan itu, menambah kegusaran di Washington, Seoul dan Tokyo karena Pyongyang terus melanjutkan pengembangan senjata nuklir dan peluru kendali balistik antarbenua (ICBM). Uji coba pada Jumat itu mendorong perwira militer AS dan Korea Selatan melakukan pembahasan militer untuk menentukan pilihan dalam menanggapi peluncuran tersebut.

Militer Korea Utara telah memberikan peringatan dini pada awal bulan ini dengan peluncuran ICBM pertamanya.

Petinggi militer AS, Kepala Staf Gabungan Joseph Dunford, dan Laksamana Harry Harris, komandan Komando Pasifik AS, berbicara melalui telepon dengan petinggi militer Korea Selatan, Jenderal Lee Sun-jin, untuk membahas pilihan tindakan militer dalam menanggapi peluncuran tersebut.

Pemerintahan Trump mengatakan bahwa semua pilihan ada, termasuk tindakan militer, namun juga terdapat pilihan diplomasi dan penjatuhan sanksi.

Menyusul pertemuan Dewan Keamanan Nasional Korea Selatan, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan bahwa dia menginginkan Dewan Keamanan PBB untuk membahas sanksi baru dan lebih kuat terhadap Korea Utara, kata kantor kepresidenan Korsel.

Amerika Serikat dan Korea Selatan melakukan sebuah latihan rudal balistik gabungan, sebagai tanggapan atas peluncuran peluru kendali tersebut, kata militer AS Dua negara bersekutu itu telah melakukan latihan serupa sebelumnya, setelah Korea Utara melakukan uji coba pada awal bulan lalu.

Peluncuran dari propinsi Jangang, Korea Utara dilakukan pada pukul 11:41 p.m. waktu setempat (21:41 WIB), kata seorang pejabat Gabungan Kepala Staf di Korea Selatan.

Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga mengatakan bahwa peluru kendali meluncur sekitar 45 menit sebelum mendarat perairan zona ekonomi eksklusif Jepang.

Media penyiaran Jepang, “NHK”, mengutip seorang petinggi militer mengatakan bahwa peluru kendali tersebut mencapai ketinggian lebih dari 3.000 kilometer (1.860 mil).

  13 Responses to “Lagi, Korut Uji Peluru Kendali Mampu Jangkau AS”

  1. bagak bukan main korut…

  2. Hancurkan mamarika

  3. Bagus biar ada penyeimbang

  4. di wkt yg sama as dan korsel jg sedang latihan mercon , jarak antara seoul dan pyongyang kan ga begitu jauh, jd serasa pesta kembang api taon baru yak..???. xixi

  5. hoammm… as ini aneh takut dg negra miskin yg kt ny punya nuklir.. tp bagaimana dg as sendiri punya beragam senjata canggih termasuk nuklir…

    • justru negara kayalah yg takut akan kematian bung..mrk org2 korut dan pemimpinnya kan pasukan berani mati semua, drpd hidup miskin dgn gaya pemimpin yg diktator itu, mending ya perang nuklir aja sekalian, demikian pula dgn penderitaan mereka selama ini ikut musnah jua…apalgi si trump yg duitnya seabrek, punya bini cantik muda dan bening spt itu, ya mana mau mati sia2 hanya melawan negara miskin macem korut!!, itu yg bener bung!!!

    • Korea utara siap menhadapi apapun resiko perang nuklir karena negara itu memang miskin dan susah, lah kalo amerika!!?????

  6. Tinggal menunggu tanggapan mami rika yg katanya sdh habis kesabarannya… sering banget bilang habis kesabaran… tp tindakan nol besar….

  7. sekali2 lawan yang lumayan

  8. mending ujicobanya lgsg kepangkalan as aj..lebih mantap

  9. Mau disanksi apalagi?
    Wong semua sudut sudah disanksi.

 Leave a Reply