Lagi, Rusia Sukses Uji Pencegat Rudal Balistik Baru

Rusia uji coba pencegat anti rudal balistik terbaru. © Russian MoD via Youtube

JakartaGreater.com – Militer Rusia telah berhasil melaksanakan pengujian pencegat anti rudal balistik yang dirancang untuk menghancurkan hulu ledak dari rudal balistik yang masuk. Proyektil adalah komponen dari perisai rudal anti-balistik (ABM) yang mampu melindungi Moskow, seperti dilansir dari laman Ria Novosti.

Rekaman video yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan (MoD) Rusia di hari Minggu, menunjukkan lokasi uji Sary Shagan di Kazakhstan, tempat Rusia biasa menguji rudal anti balistiknya. Rudal itu terlihat menjulang ke langit menuju sasaran, meninggalkan segumpal asap di jalannya.

“Sebuah rudal anti balistik terbaru telah berhasil menyelesaikan tugasnya dan mencapai target konvensional sesuai waktu yang telah ditentukan”, menurut Mayor Jenderal Andrey Prikhodko dari Angkatan Udara Rusia.

Kementerian Pertahanan Rusia tidak merilis rincian lebih lanjut, termasuk jenis rudal yang telah diuji di Sary Shagan tersebut. Proyektil adalah komponen dari perisai anti-rudal A-135 yang dirancang untuk melindungi ibukota Rusia dari serangan nuklir.

Sistem ini terdiri dari lusinan rudal pencegat dan radar peringatan dini yang canggih.

Pada bulan Februari, militer Rusia berhasil menguji misil pencegat baru dari rentang uji Sary Shagan. Pencegat itu rupanya merupakan pengganti buat rudal anti-balistik jarak pendek 53T6, yang berfungsi sebagai bagian dari perisai ABM.

Pada awal Maret, Presiden Rusia Vladimir Putin meluncurkan rangkaian senjata nuklir baru yang ambisius dalam pidato kenegaraannya. Senjata yang canggih termasuk rudal balistik antar benua (ICBM) terbaru, drone kapal selam bertenaga nuklir, dan bahkan laser tempur.

Dalam bulan yang sama, Presiden Rusia mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Megyn Kelly Today dari NBC News bahwa perlombaan senjata baru telah dimulai oleh Washington ketika memutuskan untuk mundur dari Perjanjian Rudal Anti-Balistik 1972 pada tahun 2002 yang lalu.

“Jika kita berbicara tentang perlombaan senjata, maka perlombaan senjata dimulai tepat pada titik itu (2002 – red)”, katanya.

Memang, AS telah mulai membangun nuklir di depan pintu Rusia, memperluas perisai anti-rudalnya hingga ke Rumania dan Polandia, dan menyebarkan baterai sistem anti-pesawat jarak jauh Patriot ke Lituania untuk pertama kalinya.

Menurut Deputi Menteri Pertahanan Rusia Alexander Fomin, jumlah sistem rudal anti-balistik AS yang dikerahkan di sekitar perbatasan Rusia bisa segera mencapai sebanyak 400.

AS yang mengepung Rusia memicu tanggapan dari Moskow, yang menyebarkan sistem Iskander ke wilayah Kaliningrad, akibat ancaman yang muncul dari peluncur rudal AS di wilayah Polandia dan Rumania.

Tinggalkan komentar