Jan 082015
 
Laksamana TNI (Purnawirawan) Marsetio beserta istri melakukan penghormatan kepada ribuan prajurit Korps Marinir TNI AL pada upacara pelepasan di Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Jatim, Senin (5/1). Marsetio memasuki purna tugas sebagai kepala staf TNI AL dan digantikan Laksamana Madya TNI Ade Supandi. (ANTARA FOTO/Eric Ireng)

Laksamana TNI (Purnawirawan) Marsetio beserta istri melakukan penghormatan kepada ribuan prajurit Korps Marinir TNI AL pada upacara pelepasan di Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Jatim, Senin (5/1). Marsetio memasuki purna tugas sebagai kepala staf TNI AL dan digantikan Laksamana Madya TNI Ade Supandi. (ANTARA FOTO/Eric Ireng)

hingga TNI AL ke depan mampu menuju world class navy atau angkatan laut berkelas dunia

Jakarta  – Pengamat inteligen dan militer, Susaningtyas Kertopati, menyatakan, mantan Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI (Purnawirawan) Marsetio, berhasil membawa perubahan komprehensif dalam kultur korporasi TNI AL dan menggagas program pembangunan pendidikan SDM di TNI AL itu.

“Marsetio sukses membawa TNI AL untuk bekerja dengan visi the world class navy secara agresif,” kata Nuning, Jakarta, Rabu.

Selain itu, Marsetio juga sadar dan paham untuk menjadikan TNI AL yang world class navy tentunya membutuhkan dukungan anggaran, regulasi, prajurit dan komponen tenaga pendidik yang mumpuni.

“Karena itu perwira-perwira TNI AL ke depan tidak saja memiliki kemampuan tempur yang kuat, tapi juga memiliki ilmu pengetahuan yang mumpuni,” katanya.
Marsetio, alumnus Akademi TNI AL pada 1981 sekaligus pemegang pedang Adhi Makayasa, secara aktif menjalankan diplomasi navy to navy dan menempatkan Indonesia pada posisi penting di Asia Pasifik.
Empat kekuatan penting di kawasan ini, Amerika Serikat, Rusia, China, dan India, bersedia bergandeng tangan bersama TNI AL mewujudkan keseimbangan keamanan maritim kawasan. Demikian juga belasan negara lain.

Padahal pada saat sama, terjadi banyak fenomena pokok dunia, mulai dari “perlombaan persenjatan” di kawasan, ditambah ekskalasi konflik Laut China Selatan, aktivitas perdagangan manusia dan terorisme, beriringan dengan peningkatan lalu-lintas perdagangan dan ekonomi kawasan.

Marsetio yang juga doktor di bidang pertahanan, kata dia, juga telah menerapkan sistem yang membuat prajurit TNI AL memiliki karakter yang meliputi, pengetahuan (knowledge of subject), kepribadian (attitude), kemampuan memimpin (leadership ability), dan kemampuan memberi instruksi (knowledge of teaching techniques).

“Dengan komponen ini, bagi lembaga pendidikannya, TNI AL bisa mendidik dan mencetak SDM yang handal dan profesional di bidangnya, hingga TNI AL ke depan mampu menuju world class navy atau angkatan laut berkelas dunia,” kata dia, yang menulis buku Komunikasi Dalam Kinerja Intelijen Keamanan.

Nuning menambahkan, tidak heran bila suasana serah terima jabatan Marsetio kepada Kepala Staf baru TNI AL, Laksamana Madya TNI Ade Supandi, begitu mengharukan. Sertijab sekaligus pelepasan Marsetio ini dilakukan di Dermaga Ujung Surabaya dengan inspektur upacara Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko.

Nuning menilai, gagasan Marsetio dapat dilihat dari bukunya, Sea Power Indonesia. Dalam buku tersebut dipahami sea power tidak berarti hanya armada kapal perang saja, tetapi juga mencakup seluruh potensi kekuatan maritim nasional.

Sebutlah armada niaga, armada perikanan, industri dan jasa maritim, serta masyarakat maritim dan lain-lain.
Dalam buku itu juga, lanjutnya, Marsetio menyadarkan bahwa Indonesia harus memiliki kekuatan AL yang memadai dan proporsional.
Konsep ini juga bisa dimaknai sebagai suatu negara untuk menggunakan dan mengendalikan laut (sea control) serta mencegah lawan dengan menggunakannya (sea denial).
Sea power akan memiliki efek pengganda bagi kejayaan negara kepulauan. Kekuatan laut ini memiliki peran sentral dalam menentukan posisi Indonesia dalam kancah global. Ini adalah kekuatan yang tak tertawarkan lagi,” kata Nuning. (ANTARA News)
Bagikan Artikel :

  47 Responses to “Laksamana TNI (Purn) Marsetio berhasil jadikan TNI AL “World Class Navy””

  1. 1

  2. sr setia,,, walaupun d sini d bilang mulai sepi,, ane tetap akan akan membaca Mr. J

  3. Hadir

  4. he..he..he…hehe..

  5. Empat kekuatan penting di kawasan ini, Amerika Serikat, Rusia, China, dan India, bersedia bergandeng tangan bersama TNI AL mewujudkan keseimbangan keamanan maritim kawasan. Demikian juga belasan negara lain.

  6. salah satu kesuksesan beliau adalah dilaksanakannya komodo exercise.

  7. Terima kasih Pak Marsetio….semoga TNI AL tetap Jaya.
    walau sudah saatnya, kesannya kok gak enak krn gak sejalan sama susis…
    maaf oot

  8. Ghoib

  9. Maju terus..

  10. Article nya membingungkan ,itu pendapat pengamat lokal lagi kurang independen
    Sekarang suatu navy bisa d sebut world class itu yang bagaimana ? Kapal yang frigat aja itungan jari ,korvet d bilang frigat , destroyer ga py ,apalagi cruiser .Bu lain kali mbok ya di habarin sekalian jangam hanya pendapat pribadi .udah d jadikan patokan banyak orang.

    • Kan barangnya byk “GHOIB” bung…hehehe

      • Semua negara py alst rahasia Bung ,kita ga tau maling py kilo ,si porno py soryu/la tapi ukuranya bukan itu Bung, saya heran aja kenapa meesti seringnya tu mrka berpuas dri mendi.ng bicara apa adanya supaya yang katanya terhormat ikut dukung modernisasi alst kita.

        • Sepakat…kalo goib biar goib..tp semua dikatakan se goib goibnya apa sih yg digoipin? Kilo? Udh basi…sekarang ada amur yg jauh lbh canggih..mau bilang punya kelas talwar atau kirov? Haduh barang segede itu bisa diumpetin? Gunakan akal sehat sekali lagi..jangan malah jd bahan tertawaan yg lain

          Freemason

          • Freemason tukang adu domba. ngomong opo kon??

          • Haduh semua yg kontra dibilang adu domba, bebas deh, setidaknya pegangan gua adalah sodaranya KSAU yg baru, dan dia teman kerja gua. Yg ada gua cuma ketawa liat kalian yg bilang goib. Tidak lebih dr anak kecil yg sedang berangan angan, bagus sih, mimpi hbs itu buktikan, mimpi hbs itu buktikan, itu jauh lebih baik. Ini mimmpinya ditumpuk.

            Hidup NKRI

            Freemason

          • Sekali lagi kita kalah..korut sudah memesan super flanker ke putin..ckckckc

          • Yang namanya rahasia yang rahasia..mas…hanya orang2 tertentu yg tahu,,,meskipun itu istrinya,anaknya,cucunya adeknya KSAU,KSAD N KSAL. yang namanya rahasia negara..tetep rahasia. mau di karungin klo ampe bocor.

          • Nah itu ada yg paham tuh soal rahasia. Intinya mau sodara sapa kek, kerabat dekat kek, tidak akan ada yg tau.
            Hanya kalangan mereka yg tau.. bahkan mgk segelintir jenderal doang. Who Knows, so menurut logika yg masih masuk akal sehat sih ya goib goib itu gk jelas. Kalo ada bukti sekecil apapun gpp deh katain gua gemblung kek, oon kek, hanya satu pertanyaan saya sekarang, layakkah kalian ngatain saya yg kontra ini oon, gemblung, sedangkan anda sendiri blm tau bukti sekecil apa pun..hahaha, bermimpi itu memang menyenanangkan.

            Freemason

    • sepertinya judul di atas sedikit mnyimpang bung…yg di babar ntu komprehensif dalam kultur korporasi TNI AL dan menggagas program pembangunan pendidikan SDM di TNI AL itu.sebagai pondasi untuk menuju “world class navy”.
      jd stepnya udh bener untuk ke arah sana, kata ibu pengamat di atas.tdk bicara ghaib atau gk ghoib.

      • jd Perubahan Kultur di tubuh TNI AL

      • Betul, bung Antimo!
        Yang paling penting dan mendasar untuk dibangun itu adalah sumber daya manusianya.

        Lebih sulit lho, membangun manusia, karena lebih rumit dan banyak hal.

        Jika manusianya sudah terbangun bagus kinerjanya baik per orang dan bekerjasama, maka ketika terintegrasi dengan alutsista canggih akan alutsista tersebut pun akan optimal kinerjanya.

    • itu judulnya saja yang yang dibikin bombastis biar rame, biasalah disini kan seneng yang serba bombastis lihat saja tulisan yang dibawahnya yang di bold itu disitu tertulis “hingga tni al mampu menuju” bukan “berhasil menjadikan” world class navy kok bbm kurang

  11. ah hanya seorang pengamat, kalian disini juga bisa jadi pengamat. apalah artinya seorang pengamat

  12. Pondasi nya sudah terbangun tinggal Ksal yg berikutnya utk melanjutkan kerja Laksamana Marsetio membangun otot TNI-AL baik kualitas dan kuantitas Alutsista serta SDM prajurit TNI-AL yg profesional agar World Class Navy bisa nyata terwujud apalagi skrng pemerintah baru juga lagi fokus menuju Poros maritim dunia

  13. Saat ini ancaman paling serius adalah F-15SG. Singapore belum membeli sampai ke tingkat Silent Eagle (waktu itu belum ada), tapi lebih ke F-15E Strike Eagle “biasa” yg memakai APG-63v3 AESA-radar, dan dua mesin GE F110-GE129 yg masing2nya mempunyai daya dorong lebih kuat dibanding mesin P&W F100-200 seperti dipakai F-16 Indonesia.

    Catatan kecil: Mesin F-15 dan F-16 sebenarnya memakai dua tipe yg sama GE F110 atau P&W F100. Tentu saja ada perbedaan sedikit, sub-variant mesin utk F-15 dikonfigurasi utk pesawat tempur bermesin dua, dan sebaliknya untuk F-16 hanya bermesin tunggal.

    ## Availability rate & Jumlah F-15
    ——————————————-
    Permasalahan utamanya adalah F-15SG tingkat “availability rate”-nya akan lebih tinggi dibandingkan Su-30MKM yg dipilih Malaysia atau Su-27/30 Indonesia sendiri.

    Ini memang sudah biasa, karena pesawat tempur buatan Barat (US, atau Eropa) SELALU mempunyai kesiapan tempur yg lebih tinggi (sekitar 80 – 90%) dibandingkan buatan Russia, atau Chinese-copy-nya (sekitar 55% – 70%).

    Ini artinya jika kita mengambil asumsi jumlah pesawat Malaysia, Singapore, dan Indonesia sama, Singapore akan dapat mengudarakan lebih banyak F-15SG setiap saat, dibanding Malaysia (Su-30MKM) dan Indonesia (Su-27/30).

    Masalah kedua, tentu saja jumlah. F-15SG yg sudah dibeli Singapore (24 pesawat + 8 tambahan) jumlahnya sudah menyamai jumlah Sukhoi Indonesia dan Malaysia kalau digabung.

    ## Kemampuan radar, IRST, Aerial Networking, dan BVR Combat
    ———————————————————————————–
    Singapore adalah yg customer export pertama di luar US, yg “berhasil” membeli F-15 Strike-Eagle variant yg diperlengkapi AESA radar (semua pembeli yg lain masih memakai APG-70).

    Boleh dibilang, APG-63v3 AESA radar di F-15SG akan melebihi kemampuan radar semua pesawat tempur lain di seluruh Australasia.
    AESA radar di F-15 ukurannya besar — sekitar 1500 transmitter dibandingkan 1000 di APG-79 F-18F Super Hornet Australia.
    Menurut laporan, APG-63v3 akan memberikan daya jangkau yg 2-3 lebih besar dibandingkan radar “lama” F-15E Strike Eagle — tipe pulse-doppler APG-70 (tipe ini sendiri sudah lebih unggul dibandingkan APG-66 atau APG-68 di F-16 Indonesia). Dan kelebihan radar AESA yg lain seperti biasa, lebih sulit untuk “dikunci” atau di deteksi, maintenance juga lebih mudah dan murah dibanding radar pulse-doppler.

    Dalam hal ini jelas, APG-63v3 AESA mengungguli semua radar pesawat tempur Indonesia manapun. Secara tehnis, F-15SG akan dapat melihat target lebih jauh, dan menembakkan AIM-120C7 AMRAAM dari jarak yg lebih jauh sebelum ada pesawat di seluruh kawasan ini yg bisa mendeteksi atau “lock” mereka.

    Lebih parah lagi, F-15SG juga diperlengkapi IRST untuk deteksi air-to-air secara passive — tapi berbeda dgn pesawat buatan Eropa / Russia, IRST di pesawat buatan US tidak dipasang di depan cockpit, tp dalam bentuk -pod yg dipasangkan dibawah pesawat.

    Terakhir, tentu saja F-15SG juga sudah diperlengkapi standar dengan Link-16 Aerial Network NATO, memberikan kemampuan utk tipe ini saling berbagi lokasi target dgn semua fasilitas radar darat, AEW&C, dan pesawat tempur lain yg dimiliki Singapore.

    ## Kemampuan kinematis
    ——————————–
    Diatas kertas, dari segi kemampuan kinematis, F-15SG akan sebanding dengan Su-30MK2. Mungkin Sukhoi bisa mengungguli F-15 didalam manuever, tapi perbedaannya tidak akan banyak, dan akan tergantung kepada latihan pilot. Dalam hal ini, kemungkinan besar juga Indonesia masih akan tertinggal dibanding Singapore.

    Untuk WVR, F-15SG diperlengkapi JHMCS di cockpit dan AIM-9x Block-2.

    ## Kesimpulan
    ——————-
    Secara tehnis, menurut saya, walaupun platform-nya sendiri sbnrnya sudah berumur 40 tahun lebih, F-15SG bahkan lebih berbahaya dibandingkan F-35.

    F-15 sudah “proven concept”, yg dapat terbang lebih tinggi, lebih cepat, dan bermanuever jauh lebih baik. Diperlengkapi dengan AESA radar, kemampuan deteksi F-15SG bahkan mungkin menyamai kemampuan radar APG-77 di F-22, menjadikannya jauh lebih berbahaya lagi.

    Singapore (dan Australia) sudah mengambil lompatan yg cukup jauh dibandingkan banyak negara lain dengan menjadi yg pembeli AESA radar buatan US yg pertama. Bahkan negara2 pembeli F-15 lain yg mempunyai kocek yg lebih tebal (Israel, Saudi Arabia, Jepang, dan Korea Selatan) saat ini belum mempunyai AESA radar di F-15 mereka. Tambahan lagi, Singapore masih berencana utk meng-upgrade semua F-16 mereka juga dgn AESA radar.

    Dari sudut pandang AESA ini saja sudah memaksa Indonesia untuk mulai memugar seluruh armada tempur TNI-AU. Belum lagi kalau menghitung di masalah Aerial networking. Entah kenapa, pembelian F-16 Block-52ID yg tempo hari itu seharusnya sangat menjanjikan, bahkan tidak disertai dengan Link-16 Network… Sedangkan TSK-2 aerial Network di Sukhoi Flanker — saat ini jangan berharap banyak bisa diintegrasikan sama seperti konsep Link-16 yg dipakai Australia dan Singapore.

    Permasalahan utama kalau Indonesia mau menandingi Singapore, bukan hanya di masalah tipe pesawat tempur yg MANA yg dibutuhkan, tapi juga harus disertai jawaban dari pertanyaan berikut:

    Apakah Indonesia dapat membuat program training pilot yg dapat bersaing dengan Singapore (atau Australia) ?

    Kalau kita boleh membeli pesawat paling hebat sebagaimanapun juga (PAK-FA atau F-22) akan percuma hasilnya, kalau kemampuan pilot Indonesia tidak dapat menyamai / bersaing dengan negara2 tetangga kita yg sudah mempunyai standar yg lebih tinggi.

    • ya…masih akan ya F15 SG nya?

      walaupun radarnya APG63 V3 adalah AESA tetapi kan tetap radar doppler. radar doppler selalu mati kutu kalau berhadapan dg cobra style manuver. missile nya jadi buta baik yang ARH maupun IR seeker.

      sedangkan pesawat buatan barat (USA) tak mampu melakukan pugachev (cobra) manuver.

      kalau masih sekedar mau dan akan …indonesia juga terbilang mau (berencana mengakuisisi SU35 BM). dg kemampuan manuver yang lebih gila daripada SU27/30, disamping kemampuan TVC dan pugachev style manuver. serta beradar AESA ( daya jangkau 400 km… melebihi radar onboard apapun kepunyaan barat).

      so, kalau masih status sekarang…. TNI lebih bagus dg SU27/30 daripada singapura dg F15 nya. berkaca dari kekalahan telak latihan bareng pilot 2 USA dg F15 dg pilot2 india dg SU30, dg kill ration 9:1 utk kemenangan pilot2 india pada tahun 2004 yg lalu.

    • maaf bung wipe out,
      apakah bung seorang instruktur penerbang tempur dari skadik?yang dapat menilai kemampuan kinematis pilot tni au?dan yakin memberikan nilai bahwa pilot tni au tertinggal dari segi nilai kemampuan tempur nya..bila hal tersebut memang benar..maka hal ini menjadi perhatian serius bung bagi tni au untuk mencetak pilot pilot unggul..
      terimakasih dan salam hangat bung

  14. selamat jalan Pak Laksamana ( purn. ) Dr. Marsetio.. baktimu pada negeri ini sungguh besar..
    anda termasuk para laksamana terbaik yang dimiliki negeri ini.. walaupun sudah purna tetapi janganlah berhenti untuk berkarya buat bangsa..

  15. Hahahahahaha kocak pengen jadi world class navy kapal perang aja masih fregat,corvete gk malu tuh di tertawain tetangga

  16. menarik ketika membahas indonesia ingin meningkatkan kapabilitasnya di laut mungkin ini di dasarkan perubahan geostrategic indoensia. menarik lagi jika indonesia mulai melirik geostrategic seperti milik AS (Mahan) yang meanggap lau bukan pembahtas melainkan connection sehingga kita harus memanfaatkan laut sebagi mungkin sehingga munculah anggapan bahwa sea power itu penting untuk mencapai lebensrum.

    think big don’t limit yourself

  17. seperti’a lebih condong pd penyiapan SDM’a… tujuan’a agar bisa mencapai TNI AL berkelas dunia.
    soal alutsista… ada yg lebih berwenang.
    TNI AL telah mampu menggelar operasi laut hingga melampaui wilayah kedaulatan negara, dalam beberapa tahun terakhir ini. seperti pembebasan MV sinar kudus di perairan somalia & pengiriman maritime task force ke lebanon.
    jg berhasil menggelar beberapa kegiatan yang berskala besar seperti internasional maritime security symposium & multilateral naval exercise Komodo.
    upaya mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas ini diimplementasikan dlm paradigma baru TNI AL kelas dunia yg menuntut adanya kepemimpinan yg kuat atau strong naval leadership.
    yg tak kalah penting adalah pembangunan sdm, organisasi, metode & kemampuan melaksanakan operasi maupun latihan, kemampuan dlm menghadirkan unsur” laut atau naval presence dgn didukung oleh kesiapan alutsista.

  18. hmm… topik malonkah…??
    xi… xi…

  19. Indonesia sudah hebat dengan 1 skuadron Gatot kaca.

  20. Tapi sayangnya belum di lengkapi kapal lhd, destroyer dan minim kapal selam duuuuuhh… Mimpi kali ya pengen world class navy

  21. Semoga Tidak ikutan kena gejala Post Power Syndrome. Apalagi nglamar jadi badut politik, apalagi jadi Komisaris PretProt.. Kaya purnawir kebanyakan

  22. Terus terang sy tdk setuju kalo AL kt sudah dianggap world class navy, personelnya mgkn oke, tp alutsistanya masih jauh,kapal perang terbesar kt cuman sekelas LPD, kasel kt cuman sekelas cakra, buat patroli ZEE aja dananya kedodoran, uang sandar awak kapal aja cuman 6ribu rupiah perhari, rudal exocet sudah pada expired, rudal yakhont juga cuman 8 biji, destroyer cruiser jg gak punya..

  23. indonesia masih jauh klo mau di bilang wol cls napi..kpl pling cnggih dan terbaru aja masih takut ma ombak dan jumlahnya itu piro klo udah punya kapal seribu yg kaya bgitu blelhlah…pejabat kita byk yg sakit jiwax byk yg jd maling dan bangga

  24. Mohon maaf sedikit oot, bagai disambar geledek sikahkan baca media Indonesia Koran yg terbit kamis tanggal 8 Jan 2015 pada bagian tengah,terbetik kabar bahwa penyusun mef TNI,/ dephankam menggunakan jasa salah satu konsultan amerika dgn nama DIRI sbg konsultan perencana, apabila benar demikian maka …………jika para bung disini bisa memberi konfirmasi ???? Tenthu judul artikel diatas menjadi absurd

  25. don don

 Leave a Reply