Aug 122017
 

Karimun – Speed Boat Dua Putra yang membawa barang elektronik yang diduga ilegal asal Batam dengan tujuan Teluk Meranti, Pelalawan, Riau, ditembak Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lanal Tanjung Balai Karimun dan Tim WFQR Lantamal IV Tanjungpinang .

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tanjung Balai Karimun Letkol Laut (P) Totok Irianto dalam keterangan pers pada Jumat 11-8-2017 di Makolanal Tanjung Balai Karimun, mengatakan Speed Boat  bernama “Dua Putra” dilumpuhkan dengan menembak bagian mesin di sekitar perairan Penyalai, Riau.

“Petugas terpaksa melumpuhkan Speed Boat Dua Putra dengan menembak mesin, sesudah mengabaikan tembakan peringatan dari petugas yang melakukan pengejaran,” ujar Letkol Laut (P) Totok Irianto .

Letkol Laut (P) Totok Irianto menjelaskan Speed Boat itu target operasi sejak April 2017. Berdasarkan informasi dari Pos Pengamat Penyalai bahwa ada “speedboat” berkecepatan tinggi sering melintas di perairan menuju Penyalai.

“Petugas belum dapat menangkap dalam beberapa pengejaran disebabkan TO sangat lihai dalam beraksi,” ujar Letkol Laut (P) Totok Irianto

Pihaknya kemudian membentuk Satgas Penyalai yang merupakan gabungan dari Tim WFQR Lantamal IV Tanjungpinang dan Tim WFQR Lanal Tanjung Balai Karimun pada 1 Agustus 2017.

Tim gabungan tersebut menerima informasi dari tim pelacak bahwa ada “Speed Boat” yang melintas dengan kecepatan tinggi pada koordinat 00 33 502 U-103 18 562 T, dan berhasil dilumpuhkan pada Rabu 9-8-2017 dengan menembak mesinnya sekitar pukul 13.00 WIB.

“Speed Boat” dengan tiga mesin gantung berkekuatan masing-masing 200 PK dengan kecepatan sekitar 40 knot tersebut, membawa sedikitnya 100 koli (karung) barang elektronik dan kosmetik untuk kawasan bebas Batam.

Sebanyak 100 koli (karung) barang untuk kawasan bebas yang ditahan itu berisi 100 komputer jinjing dan telepon genggam berbagai merek, ponsel tablet, alat kosmetik dan Vave Elektronik.

Komandan Pangkalan mengatakan barang-barang elektronik tersebut merupakan barang hanya boleh beredar di Kawasan Bebas Batam yang memperoleh fasilitas bebas bea dan cukai.

“Kita mengamankan 17 orang dalam Speed Boat  itu, namun belum ada penetapan tersangka sebab masih dalam proses penyelidikan, sedangkan nilai barang masih dikalkulasi dan dikoordinasikan dengan Bea Cukai,” ucap Letkol Laut (P) Totok Irianto.

Namun demikian, Nakhoda diduga melanggar Pasal 232 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran karena tidak mengantongi Surat Pemberitahuan Berlayar (SPB) dari syahbandar dan diduga melanggar UU Nomor 17 tahun 2006 tentang Perubahan Atas UU Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.

Danlanal Letkol Laut (P) Totok Irianto mengatakan penangkapan tersebut adalah bagian dari kegiatan patroli bersama, menindaklanjuti kesepakatan apel bersama dengan Polres Karimun, Bea dan Cukai, Kantor Syahbandar, Kodim 0317/Karimun, dan instansi terkait lainnya.

“Apel bersama itu bentuk sinergi kami dalam menjalankan tugas sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing. Sasarannya penyelundupan, Narkoba, dan tindak kejahatan lain, dan sejak apel bersama itu, kami sudah beberapa kali melakukan patroli,” kata Letkol Laut (P) Totok Irianto.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Penyidikan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean B Tanjung Balai Karimun A.C. Prihadiwan mengapresiasi pengungkapan pengangkutan barang Kawasan Bebas Batam menuju daerah kepabeanan.

“Kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada jajaran Lanal Tanjung Balai Karimun,” ujar Prihadiwan.

Hadir dalam rilis tersebut, antara lain Kapolres Karimun AKBP Agus Fajaruddin, Dandim 0317/Karimun I Gusti Ketut Artasuyasa, dan perwakilan dari Syahbandar setempat. Dirilis Antara pada 11 Agustus 2017

  2 Responses to “Lanal Karimun Tembak Speed Boat Bawa Elektronik Ilegal”

  1. Perairan tersebut wajib ditambah kapal patrolinya!! Tambah jam terbangnya 24 jam!!!

 Leave a Reply