JakartaGreater.com - Forum Militer
Aug 102017
 

Dok. Kapal Ikan Asing (KIA) berbendera Vietnam yang melakukan penangkapan ikan tanpa dilengkapi dokumen dan ijin yang sah ditangkap KRI Sutanto-377 di wilayah perairan Landas Kontinen Natuna, 22/7/2017.

Timika – Komandan Lanal Timika Letkol Laut Pelaut Yoshapat Indarto, mengatakan pada Kamis 10-8-2017 di Timika, bahwa proses eksekusi KM Laut Maluku sepenuhnya merupakan kewenangan pihak Kejaksaan Negeri Timika.

Peledakan kapal pencuri ikan, KM Laut Maluku yang kasusnya telah berkekuatan hukum tetap melalui putusan kasasi Mahkamah Agung, masih menunggu perintah dari pimpinan untuk terlibat dalam tugas tersebut, ungkap Komandan Pangkalan TNI AL Timika, Papua.

“Prinsipnya kami menunggu perintah. Jika memang nantinya TNI AL yang diperintahkan untuk meledakkan kapal itu, ya kami siap,” ujar Letkol Laut Pelaut Yoshapat Indarto.

Menurut Komandan Lanal Timika, kegiatan peledakan kapal yang terbukti melakukan pencurian ikan di wilayah perairan Indonesia selama ini melibatkan TNI AL maupun Brimob, Polri.

Kedua institusi itu, ujar Letkol Laut Pelaut Yoshapat Indarto, mempunyai kemampuan untuk meledakkan KM Laut Maluku yang memiliki bobot 155 gross tonne tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri Timika Alex Sumarna beberapa waktu lalu mengatakan sudah menyurati Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk melaksanakan eksekusi KM Laut Maluku.

KM Laut Maluku ditangkap oleh Tim Polisi Perairan Polda Papua sewaktu mencuri ikan di perairan Mimika pada akhir tahun 2014 atau pascaterbitnya kebijakan moratorium penangkapan ikan oleh KKP.

“Usulan kami sudah sampai di Kementerian. Kami masih¬† menunggu jadwal pasti dari mereka kapan agenda itu bisa dilaksanakan,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Timika Alex Sumarna.

Terkait pelaksanaan kegiatan peledakan KM Laut Maluku tersebut, Alex Sumarna mengatakan bahan peledak nantinya akan disiapkan oleh pihak KKP berkoordinasi dengan jajaran TNI AL.

Mengingat kapal tersebut memiliki bobot yang cukup besar terbuat dari bahan besi, maka proses peledakan kapal tersebut nantinya membutuhkan bahan peledak yang cukup dan harus dilaksanakan di tengah laut agar tidak sampai mengganggu lingkungan.

Dalam putusan kasasi MA belum lama ini, pengadilan memerintahkan agar kapal tersebut disita oleh negara untuk dimusnahkan.

Sejak terlibat masalah hukum pada akhir 2014, sampai sekarang ini kapal tersebut masih berlabuh di Pelabuhan Sungai Wania, disamping Kampung Cenderawasih, Distrik Mimika Timur. Dirilis Antara 10 Agustus 2017

Bagikan:

  5 Responses to “Lanal Tunggu Perintah Ledakkan Kapal Pencuri Ikan”

  1.  

    Apalagi yg ditunggu. Langsung ledakkan ditempat dng granat

    •  

      Hahaha…ganas….tapi gak papa…harus tegas…kog yg kena selama ini kebanyakan kapal2 kayu ya…yg besar gak ada…atau mereka..anak buahhya ya…yg besar nunggu diperbatasan…

  2.  

    buat latihan nembak

  3.  

    Jadi kangen mbah bowo

  4.  

    Ledakkan

 Leave a Reply