Apr 122019
 

Menembak senjata laras panjang SS2-V1 dengan sikap berdiri, di Lapangan Tembak Astra Krida Akademi TNI AAU.

Yogyakarta, Jakartagreater.com    –   Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Yogyakarta, Lantamal V, Koarmada II, Kolonel Marinir Bambang Andriantoro dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Dasar Militer Prajurit, Lanal Yogyakarta Gelar Latihan Menembak pada Rabu 10-4-2019 di Lapangan Tembak Astra Krida Akademi TNI Angkatan Udara (AAU).

Untuk mengasah dan meningkatkan ketrampilan, kemahiran serta kemampuan dasar militer prajuritnya, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Yogyakarta menggelar Latihan Menembak yang dilaksanakan, Berbah, Sleman, Yogyakarta.

Latihan Menembak yang dilaksanakan dua kali dalam satu TW tersebut, diikuti oleh para Perwira, Bintara dan Tamtama Lanal Yogyakarta dan pada kesempatan latihan ini, dipimpin langsung oleh Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Yogyakarta.

Sebelum pelaksanaan latihan dimulai terlebih dahulu dilaksanakan apel kelengkapan personel yang dipimpin oleh Perwira Staf Operasi (Pasops) Lanal Yogyakarta, Kapten Laut (E) Agus Murdiyanto dalam arahannya menekankan agar para personel dalam menembak untuk mengutamakan safety dan keselamatan personel (zero accident), patuhi aturan dalam pelaksanaan latihan menembak.

Sedangkan Danlanal Yogyakarta pada kesempatan tersebut, memberikan pengarahan kepada seluruh prajurit bahwa tujuan pelaksanaan latihan adalah untuk mengasah kemampuan dasar menembak prajurit yang dilaksanakan secara bertahap, bertingkat, berlanjut dan berkesinambungan.

“Dengan latihan menembak bertahap, bertingkat, berlanjut dan berkesinambungan prajurit akan dilatih dan diajarkan tentang teori, sikap dan cara menembak yang baik dan benar, dengan demikian tujuan latihan untuk meningkatkan kemampuan, ketrampilan serta kemahiran dasar prajurit dalam menembak niscaya akan tercapai”, demikian akhir dari arahan Danlanal Yogyakarta.

Latihan yang dilaksanakan antara lain menembak dengan senjata pistol yaitu jenis Sigsauer dan G2 Combat, personil melaksanakan penembakan dengan posisi berdiri jarak 15 meter dan 25 meter, dengan 3 butir peluru penilikan, 3 butir peluru koreksi dan 10 butir peluru penembakan penilaian untuk tiap-tiap jarak penembakan.

Sedangkan untuk senjata laras panjang digunakan senjata jenis SS2-V1, dengan posisi penembakan sikap berdiri, sikap duduk dan sikap tiarap, dengan jarak penembakan 100 meter. Untuk penembakan senjata laras panjang tersebut setiap personel diberikan 3 butir peluru penilikan, 3 butir peluru koreksi dan 30 butir peluru penilaian dengan tiga sikap penembakan. (Penerangan Lantamal V)