Dec 012014
 
Ilustrasi : Radar Master T

Ilustrasi : Radar Master T

JAKARTA. Kedaulatan Indonesia di atas langit masih memiliki celah. Pasalnya, radio detection ranging atau radar yang dimiliki TNI Angkatan Udara (AU) masih kurang 12 titik. Hal tersebut bisa jadi dimanfaatkan pihak asing untuk melanggar kedaulatan merah putih.

Sesuai data TNI AU, ada 20 radar yang dimiliki dengan jenis Thomson dan Master T yang tersebar di seluruh Indonesia. Thomson merupakan radar tiga dimensi yang menunjukkan jarak, ketinggian, dan bentuk. Master T juga memiliki teknologi tiga dimensi tersebut. Keduanya memiliki radius sekitar 500 km.

Namun, dengan luas wilayah Indonesia yang mencapai 1.990.250 km persegi, kebutuhan radar mencapai 32 titik dengan teknologi yang sama. Dengan begitu, radar yang dimiliki masih kurang 12 titik.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama (Marsma) TNI Hadi Tjahyanto menjelaskan, kekurangan jumlah radar ini telah diperhitungkan TNI. Rencananya, 12 radar akan dibeli secara bertahap dan dipenuhi pada 2024. “Ini masuk pada rencana jangka panjang. Soal 12 titik tanpa radar itu tentu tidak bisa disebutkan,” ujarnya.

Tahapan awal, pada 2015 akan ada empat radar tambahan jenis Master T yang akan ditempatkan di Jayapura, Tambulaka, Singkawang, dan Jombang. Saat ini keempat daerah itu memang belum ada radar, namun dipastikan segera akan diisi. “Artinya, tahun depan hanya kurang delapan radar saja,” tegasnya kemarin (29/11).

Lalu, bagimana dengan celah yang ada karena kekurangan radar? Dia mengatakan TNI AU bekerjasama dengan perusahaan penerbangan sipil untuk mengisi kekosongan tersebut. Radar penerbangan sipil diintegrasikan dengan radar milik militer. “Dengan program itu dapat diketahui, apakah ada pesawat yang masuk atau tidak,” ujarnya.

Namun, tetap saja radar sipil ini memiliki kelemahan. Kelemahan itu adalah tidak bisa mendeteksi pesawat yang sengaja mematikan transpoder atau pemancar radio yang berhubungan dengan radar. Dengan begitu dapat disimpulkan, pesawat yang mematikan transpondernya tidak dapat terdeteksi radar sipil.

“Selama ini memang belum terjadi, tapi kami berusaha mengantisipasinya dengan kerja sama antara TNI, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Luar Negeri. Kerja sama itu dengan program Flight Clearance Information System (FCIS), kalau tidak ada dalam FCIS itu penerbangan gelap,” ujarnya.

Lalu, adakah kemungkinan untuk mempercepat pengadaan radar tersebut, dia mengatakan hal tersebut tergantung pemerintah. Kalau memang penambahan radar dirasa perlu dipercepat, tentu TNI AU akan siap. “Kami tetap menjaga kedaulatan Indonesia secara maksimal,” ujarnya.

Sementara Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengakui radar milik Indonesia masih perlu penambahan dan peremajaan. Namun, pengadaan radar sudah masuk dalam rencana starategis TNI hingga 2024. “Perlu perbaikan tapi sudah dirancang akan dipenuhi dalam bertahap,” tuturnya.

Memang pesawat yang dimiliki Indonesia kian canggih, namun radar sebagai instrumen pendeteksi pesawat tanpa izin juga penting dalam menjaga kedaulatan Indonesia. “Secara umum pertahanan kita sudah seimbang dengan negara tetangga,” terangnya.

Sementara pengamat militer Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Rizal Darma Putra menjelaskan, dampak kedaulatan udara yang masih memiliki celah ini sebenarnya bisa cukup mengerikan. Yakni, terjadinya tabrakan di udara antara pesawat komersil dengan pesawat gelap atau tanpa izin yang mematikan transponder.
“Karena itu mau tidak mau, sebaiknya pemerintah menambah jumlah radar tersebut. Walau memang kendalanya ada pada anggaran yang besar. Pembelian itu tentu juga harus dengan perawatannya,” tuturnya. (www.sapos.co.id


Radar Maritim Butuh Peremajaan dan Pengadaan
Lautan Indonesia Timur Polos Tanpa Deteksi Dini
KRI Bung Tomo. Foto: dok.JPNN

KRI Bung Tomo. Foto: dok.JPNN

JAKARTA – Celah pertahanan tidak hanya di langit Indonesia, lautan nusantara justru lebih polos alias tanpa deteksi dini radar laut militer. Jumlah radar laut militer TNI Angkatan Laut (TNI AL) saat ini mencapai 20 stasiun. Jumlah radar laut militer itu belum mengcover laut Indonesia secara menyeluruh.

Sesuai data TNI AL, wilayah laut yang belum tercover dengan pantauan radar militer ada di sebagian besar Indonesia Timur, seperti Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Celah lainnya, ada di wilayah laut di bagian Barat Sumatera dan laut bagian Barat Jawa.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama (Laksma) Manahan Simorangkir menuturkan, penyebaran 20 radar laut tersebut terbagi dua, 12 stasiun ada di Indonesia Barat dan 8 stasiun radar di Indonesia Timur. “Semua radar itu aktif dan terus mendeteksi pergerakan di perbatasan laut,” terangnya.

Tepatnya, stasiun radar itu berada di sepanjang selat Malaka, Laut Sulawesi hingga Pulau Tahuna di Sulawesi Utara. Sebagian besar wilayah laut merah putih memang telah terpantau dengan radar laut militer. “Hanya sebagian kecil yang memang sama sekali belum terjangkau radar,” tuturnya.

Radar laut militer, lanjut dia, bisa mendeteksi adanya pelanggaran batas wilayah, perompakan kapal, hingga pencurian ikan. Karena itu, daerah yang belum terlindungi radar laut militer, seperti sebagian besar wilayah laut Indonesia Timur menjadi rawan.

Dengan tanpa radar laut militer, dapat dipastikan ancaman pencurian ikan hingga pelanggaran batas wilayah laut Indonesia tidak terdeteksi. “Tentunya TNI AL berupaya lebih maksimal menjaga wilayah laut, bisa menggunakan cara patrol kapal dan sebagainya,” paparnya.

Kebutuhan untuk pengadaan radar laut militer sendiri masih belum dipastikan. Hal itu dikarenakan memerlukan kajian mendalam. Apalagi, ini juga berhubungan dengan tujuan dan teknologi radar laut yang digunakan. Dia menuturkan, ada berbagai jenis radar yang bisa digunakan untuk sistem pertahanan, seperti radar pantai atau radar satelit.

“Radar itu untuk apa dulu, pertahanan atau hanya mengawasi pencurian ikan. Kalau hanya mengawasi pencurian ikan, radar pantai sudah cukup. Namun, untuk sistem pertahanan radar satelit memang yang terbaik. Teknologi radar juga mempengaruhi berapa jumlah radar yang diperlukan,” tegasnya.

Namun, kalau radar laut militer yang teknologinya sama dengan yang digunakan TNI AL saat ini, maka diprediksi memerlukan radar tambahan sejumlah 100 stasiun. Jumlah itu melengkapi perlindungan seluruh wilayah laut Indonesia, terutama yang berbatasan dengan negara tetangga. “Tapi, saya tegaskan butuh pengkajian dulu,” terangnya.

Keberadaan 20 stasiun radar laut militer ini dilengkapi dengan sekitar 80 kapal militer yang bisa merespon kalau terdeteksi adanya masalah di wilayah laut. Dengan pertimbangan minimum essential force atau kebutuhan minimal persenjataan, kapal yang harus dimiliki mencapai sekitar 160 buah. “Tapi, kalau idealnya Indonesia membutuhkan 300 kapal,” tuturnya.

Soal kemungkinan pengadaan radar dan kapal, dia mengaku belum mendapatkan informasi apapun. Namun, TNI AL tidak akan berhenti dalam memberikan perlindungan di wilayah laut Indonesia. “Kami siap dalam kondisi apapun,” tuturnya.

Sementara itu Pengamat Militer Rizal Darma Putra menjelaskan, radar laut militer Indonesia memang perlu peremajaan. Sebab, sebenarnya ada beberapa radar yang telah melampaui batas usia penggunaannya. “Radar itu sudah digunakan sejak 1980, tentu kemampuannya telah berkurang jauh,” terangnya.

Jika memang pemerintah Jokowi ingin menghentikan pencurian ikan dan menjaga batas wilayah tentu radar laut militer diperlukan. Tentu ini akan lebih murah ketimbang penggunaan drone yang teknologinya masih perlu dikembangkan. “TNI AL selama ini bekerja maksimal, walau dengan peralatan yang kurang memadai,” tuturnya. (www.jpnn.com)

Bagikan Artikel :
 Posted by on December 1, 2014  Tagged with:

  36 Responses to “Langit Indonesia Memiliki Celah, Masih Butuh 12 Radar”

  1. Tambah terus RADAR kita biar rapat langit NKRI

  2. AssalamuaLaikum ,,met pagi warjager

  3. jangan hanya radar saja dong, mulai dilengkapi dengan sistem pertahanan udara jarak jauh macam S-300 syukur-syukur S-400 …………….

    • Yang goib begitu katanya kan sdh punya..entar lg katanya mu dateng yg gede gede yg udah di nsyar lunaasss..jmn sby

    • insya Allah yg begituan udah ada di mari,cuma karna adanya perjanjian tingkat tinggi dgn negara supplier.makanya d buat abu”.mungkin 2017 baru akan d babar semua,,itupun klo perjanjiannya gak d perpanjang oleh pemerintah skrg…info inipun saya dapat dari bisikan ghoib para lelembut d mari..kalo salah yaa mohon d maafkan.

  4. Radar ISRA buatan pt len & bppt (lipi?) gimana kabarnya ya….mohon dibabar perkembangan terakhirnya donk…..

    • klo setau saya, perkembangan terakhir PT. LEN, bisa membuat Combat Management System (CMS) untuk sistem mengatur bagaimana radar menangkap, me-lock target sampai menembak target. Berapa banyak musuh yang mengancam, itu terekam. Itu yang di realese PT. LEN.
      CMS ini sudah terpasang pada kapal perang berjenis Van Spijk dan Varcsim class. Sampai dgn 2013. Klo tahun 2014 ini saya blm tahu mungkin KCR.
      Salam hangat

    • Radar Isra setahu saya sudah dipasang di beberapa tempat, kalau gak salah ada 4 unit, cuman saya lupa letaknya dimana? Untuk Radar isra ini kalau gak salah dipegang oleh PT Inti, bukan Len bersama pihak swasta. Radar terbaru adalah hadil Litbang TNI AL dan Infra RCS Indonesia, ini modelnya coastal radar Portable, jadi bisa mobile. Terakhir diuji coba di pantai deket bandara soekarno-hatta, dan hasilnya sangat memuaskan….

      http://infra-rcs.co.id/site/produk/6#.VHyB6qjZFDs

  5. alon2 di penuhi semua , indonesia negara besar , jangan mau kalah sama tetangga kita.

  6. perlu pematangan konsep dalam membangun pertahanan diri,agar tidak terjadi tumpang tindih. Diupayakan dapat terintegrasi dengan sempurna sehingga konsep dari pertahanan negara menjadi jelas.

  7. emng harga radar brp sih?
    kita beli pesawat, kapal kuat
    tp kok radar gk kuat?

  8. Jadi jawaban pencegahan pencurian ikan adalah dengan radar pantai… tugas kapal patroli memastikan kegiatan kapAl yg terdektesi adalah legal

  9. master T ini menggunakan
    frekuensi : S band,,
    displayed range: 240 nm
    range resolution: 45 ft

  10. soal FIR yg di kuaasai singapura kata bpk tejo edi itu bisa kita ambil kalau kita udah mampu mengatur lalulintas udara di kawasan tsb, dan pemerintah hrs menyiapkan segala fasilitas penunjangnya, yg sy tangkap dr ket beliau kita blm pny kemampuan untk itu skrang kecuali pemerintah kedepan mau menyiapkan radar control yg super canggih untuk wilayah batam dan natuna baru bisa ambil FIR dari singapura. semoga pemerintah segera menyiapkan sarana dan prasarana juga SDM yg mempuni agr kita bs ambil tu FIR. untuk pemerintah! malu dong…… ama dunia negara segede ini control udaranya diatur ama singapur yg se upil, ayo pak jokowi tunjukkan pd dunia anda berbeda dg pemimpin indonesia yg lalu2, tunjukkan pada dunia bahwa indonesia BISA.

  11. iya nich jd pnasaran berapa harga radar tercanggih yg d butuhkan tni saat ini..
    beli lah pk jkwi..
    rdar militer plus rdar maritim..
    sekalian buat arhanud s300 nya pk jkwi..berapapun itu..
    kabulkanlah..amiin..

  12. Radar + rudal=top markotop

  13. Alon alon terus kapan mo kelar untuk urusan kedaulatan jangan ditawar apapun alasannya kalo bisa dipercepat kenapa harus dibikin lama..,

  14. Jangan bilang indonesia berdaulat kalau radarnya minim, saya cuma bilang prihatin

  15. Biasa nih pemerintah ngasih berita selalu merendah..katanya banyak wilayah yang bolong, tpi kapal segede imut aja ke deteksi..memang sih “jaringnya” sedikit dan bolong-bolong, tapi “pukat harimaunya” ntu yang banyak dan baru lagi…biar kagak punya radar, tapi nyamuk yang terbang pasti ketahuan..sotoy dan IMHO…hehehe..

  16. Loh katanya ada sumbangan dari Tiongkok dan USAP, yang mana radarnya?

  17. klo menurut ane gan….bnyakin yg bawah laut aja gan…..lebih sereeem yg gk kliatan klo dibawah

  18. Rencana & realisasi dari Menhan baru pak RR tentu sangat ditunggu, dari kemarin2 menhan kita ini msh infonya hasil kerja dr Menhan sebelumnya, utk menhan baru RR kita sangat tunggu terbit rencana jangka pendek, menengah & jangka panjangnya, komentar bangga dg TNI + alutsisata saat ini agar distopp krn itu hsl kerja menhan sebelumnya ,,pak RR ditunggu nihh,,kapan Leopard RI tambahannya, PKR tambahan, Radar tambahan, Korvet barum KCR baru, Sukhoi Baru + Grippen atau Rafale, Arhanud baru, KS baru, destroyer baru,,Rudal+torpedo baru,,,

  19. Rencana & realisasi dari Menhan baru pak RR tentu sangat ditunggu, dari kemarin2 menhan kita ini msh infonya hasil kerja dr Menhan sebelumnya, utk menhan baru RR kita sangat tunggu terbit rencana jangka pendek, menengah & jangka panjangnya, komentar bangga dg TNI + alutsisata saat ini agar distopp krn itu hsl kerja menhan sebelumnya ,,pak RR ditunggu nihh,,kapan Leopard RI tambahannya, PKR tambahan, Radar tambahan, Korvet barum KCR baru, Sukhoi Baru + Grippen atau Rafale, Arhanud baru, KS baru, destroyer baru,,Rudal+torpedo baru, Tank ampibi BMD 4,

  20. Rencana & realisasi dari Menhan baru pak RR tentu sangat ditunggu, dari kemarin2 menhan kita ini msh infonya hasil kerja dr Menhan sebelumnya, utk menhan baru RR kita sangat tunggu terbit rencana jangka pendek, menengah & jangka panjangnya, komentar bangga dg TNI + alutsisata saat ini agar distopp krn itu hsl kerja menhan sebelumnya ,,pak RR ditunggu nihh,,kapan Leopard RI tambahannya, PKR tambahan, Radar tambahan yg lbh kuat & masive, Korvet baru, KCR-KCR baru, Sukhoi Baru + Grippen atau Rafale, Arhanud baru, KS baru, destroyer baru,,Rudal+torpedo baru, Tank ampibi BMD 4,

  21. Radar masih bolong2, pespur sergap masih kurang. Tapi buktinya kalau ada yang coba2 lewat masih bisa dikejar. Kalau ada yang masih belum yakin juga silahkan dicoba :mrgreen:

  22. Ini berita klo dibaca sama tetangga yang iseng kan pasti dicoba2 terobos itu celah,, eeeeh giliran udah lewat itu wilayah yg ga ada radarnya langsung dah bunyi tuh sirinenya pesawat yg nerobos (Missile Alert.. Missile Alert) tanda2 udah dilock sama rudal maut ataupun SU yg setrooong.. :mrgreen:

  23. MAKANYA JANGAN RIBUT MELULU BBM NAIK, SUBSIDI BBM DIALIHKAN UTK HAL2 YG MENDESAK SPT INI, KEDAULATAN WILAYAH & KEWIBAWAAN NEGARA…PENGADAAN RADAR, SKUDRON JET TEMPUR DLL BUTUH DANA YG BESAR, DGN PENGHEMATAN DIHARAPKAN KEBUTUHAN YG MEDESAK ITU DPT DIPENUHI…

  24. BAHAN BAKAR MINYOX

  25. sewa mak lamper aja beres

  26. demo bbm tuk hak mereka.. buruh pabrik biasanya bisa beli susu buat anak, nabung, beliin jajan sekarang boro2 jajan biaya belanjaan nambah.. kalo cuma naikin bbm gayus tambunan juga bisa… kita pilih karena percaya pemimpin harus pinya solusi..

 Leave a Reply