Nov 162014
 

Kalau ada ancaman pesawat asing yang datang, Jakarta dalam keadaan ”telanjang” alias hanya mengandalkan meriam atau rudal yang entah berfungsi atau tidak, atau menunggu F-16 yang butuh puluhan menit untuk tiba di Jakarta.


Pesawat Tempur TNI AU melintas di Jakarta

Pesawat Tempur TNI AU melintas di Jakarta

Kalau lebih ditelaah, ada hal menarik dalam insiden pendaratan paksa di Lanud Supadio, Selasa (28/10). Saat itu, pesawat Sukhoi bisa segera dikerahkan karena kebetulan sedang latihan di Batam. Dalam kondisi normal, tidak ada pesawat buru sergap di Batam, baik Sukhoi maupun F-16, sehingga bisa jadi pesawat asing tanpa izin pun bisa berdansa di udara tanpa ada tindakan.
”Memang waktu itu kebetulan,” kata Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) Marsekal Muda Hadiyan Sumintaatmadja, pekan lalu.

Ia mengakui, Kohanudnas yang tugasnya khusus menangani ancaman kedaulatan udara mengalami kendala dalam jumlah pesawat buru sergap yang bisa dipakai untuk mencegat. Hal ini juga bisa dilihat dalam kasus jet Gulfstream IV yang sempat menambah kecepatan menjadi 920 kilometer per jam sehingga Sukhoi dari Makassar harus mengejar dengan kecepatan suara 1.700 km per jam, itu pun baru berhasil mencegatnya nyaris di perbatasan dengan Australia.

Saat ini, pesawat buru sergap yang mumpuni adalah F-16 A/B dan C/D yang berjumlah 15 buah serta 16 Sukhoi Su-27 dan Su-30. Sukhoi bermarkas di Makassar, Sulawesi Selatan, sementara F-16 di Madiun, Jawa Timur. Selain itu juga ada F-5 E/F di Madiun yang beroperasi, jumlahnya kini 9 buah. Pesawat-pesawat tempur milik TNI AU yang lain adalah pesawat tempur taktis yang punya spesifikasi kecepatan terbang di bawah kecepatan suara sehingga tidak bisa untuk mencegat.

Ini berarti, kalau ada pesawat asing tanpa izin di Natuna, Sorong, atau di atas Sumatera, bisa dikatakan, hanya bisa menonton lewat layar Pusat Operasi Pertahanan Udara Nasional tanpa bisa berbuat apa-apa.

”Ke Sorong itu butuh sekitar 2 jam, ke Medan juga sekitar 2 jam dengan Sukhoi atau F-16. Yang bisa kita lakukan hanyalah sebatas memantau, lalu lapor kepada Panglima TNI, buat nota diplomatik,” katanya.

Jakarta telanjang
Salah satu masalah klasik lain adalah tidak adanya markas pesawat tempur buru sergap di Jakarta. Dengan kata lain, kalau ada ancaman pesawat asing yang datang, Jakarta dalam keadaan ”telanjang” alias hanya mengandalkan meriam atau rudal yang entah berfungsi atau tidak, atau menunggu F-16 yang butuh puluhan menit untuk tiba di Jakarta.

Saat ini, secara bergantian pesawat-pesawat tempur buru sergap itu menginap di Jakarta. Hadiyan juga mengakui, beberapa instalasi vital tidak dilindungi dari serangan udara.

Kepala Staf TNI AU Marsekal IB Putu Dunia mengakui, jumlah pesawat yang bisa mencegat pesawat asing masih jauh dari cukup. Pesawat Hawk 100/200, misalnya, yang bermarkas di Lanud Supadio, Pontianak, penggunaannya bukan untuk pengejaran, apalagi kalau pesawat yang dikejar bermesin jet. Pesawat F-5 juga sudah habis masa pakainya dan sedang dicari penggantinya.

”Ya, bagaimana, uangnya tak cukup,” katanya di sela-sela Indo Defence, beberapa waktu lalu.

Selain pesawat sedikit, Kohanudnas pada praktiknya juga tidak memiliki pesawat sendiri untuk digerakkan sewaktu-waktu. Pesawat berada di bawah TNI AU, sementara Kohanudnas berada di bawah Mabes TNI. Secara rutin, hanya sepertiga dari jumlah pesawat TNI AU yang bisa dipakai. Sepertiga lainnya dalam pemeliharaan dan sepertiga sisanya dipakai latihan demi kemampuan pilot-pilot.

Hadiyan mengatakan, di negara-negara lain, penggunaan pesawat tempur dibagi dua bagian yang terpisah. Komando Strategis untuk serangan-serangan strategis sehingga yang dilatih adalah sasaran-sasaran strategis di darat, seperti pengeboman.

Sementara itu, Komando Pertahanan Udara bertugas siaga 24 jam untuk menangani sasaran-sasaran yang berhubungan dengan wahana udara.

”Organisasi ini penting kalau kita mau diakui. Tapi, yang lebih penting lagi jumlah pesawatnya,” kata Hadiyan.

Efek gentar
Pengamat intelijen Susaningtyas Kertopati mengatakan, sebaiknya ada pangkalan udara TNI AU yang dilengkapi dengan pesawat tempur sergap, seperti di Lanud Medan, Natuna, Tarakan, Biak, Timika, Kupang, dan Jakarta. Tujuannya agar Indonesia memiliki efek gentar dalam pertahanan udara.

Hal senada disampaikan Hadiyan. Ia membeberkan bahwa ada beberapa wilayah penting yang harus dijaga, seperti Selat Malaka, Aceh, dan Batam yang bisa menggunakan pesawat dari Medan. Selain itu juga perlu pesawat di Natuna yang strategis, mengingat kondisi di Laut Tiongkok Selatan, dan pesawat di Tarakan atau Manado yang bisa menangani masalah di Ambalat.

Alternatif lain, minimal, setiap Komando Sektor Hanudnas memiliki tiga pesawat tempur buru sergap. Saat ini ada empat Kosek, yaitu Kosek 1 di Sumatera Selatan, Natuna, Jakarta, Jawa Tengah, dan Kalimantan Tengah. Kosek 2 di Makassar, Kaltim, NTT, NTB, dan Sulawesi; Kosek 3 di Dumai ke arah barat; sedangkan Kosek 4 di Biak. Setiap Panglima Kosek bisa mengeluarkan komando cegat terhadap pesawat tempur kalau ada pesawat asing masuk.

Hadiyan mengatakan, dari segi kualitas, pesawat Sukhoi dan F-16 sudah cukup menggetarkan lawan. Namun, selain pesawat, yang juga penting adalah senjatanya.

Dicontohkan, Sukhoi yang mencegat jet Gulfstream awalnya sempat tak dihiraukan sampai akhirnya mengeluarkan R-73 Archer, rudal dari udara ke udara.

”Memang prosedurnya force down itu dengan keluarkan senjata,” cerita Putu Dunia.

Putu Dunia mengatakan, menembak pesawat asing bukan hal yang sederhana kalau merujuk pada kebijakan politik Indonesia. Apalagi terhadap pesawat sipil dan terutama saat dalam keadaan damai. Ada prosedur panjang, seperti perintah Panglima TNI yang sebelumnya merupakan perintah Presiden RI.

Dengan kondisi pesawat tempur seperti ini, realitanya, tidak semua pesawat asing tanpa izin bisa dipaksa mendarat. Kemampuan radar juga jadi catatan.

Saat ini kerja sama radar sipil dan militer sudah semakin baik. Sayangnya, hanya pesawat-pesawat yang menghidupkan transpondernya yang bisa dideteksi radar primary. Itu pun sudah menghasilkan 10-15 pesawat asing tanpa izin yang masuk.

”Ada yang sempat kita force down dan ada yang tidak,” kata Hadiyan.

Edna C Pattisina
Editor: Sandro Gatra
Kompas.com

Bagikan :

  128 Responses to “Langit Jakarta yang Telanjang”

  1.  

    satu dulu deh

    •  

      Sungguh ironis dengan kejadian seperti ini,
      ini baru udara, belum lagi yg bawah laut , yg masih begitu banyak lobang blogspot,

      terlalu banyak teka teki di indonesia tentang pertahanan indonesia, perthanan indonesia yg masih sangat belom mumpuni, berharap pengganti f5 dan ada lagi pengganti hawk 200 , untuk segera terealisasi,,, setidaknya keluarga ssukro family dan gripen, menjadi acuan kemandirian masa depan,,
      sam jarak sedang sangat di butuhkan seperti hal nya buk minah dan S family,
      lebih lanjut kalao rhan bisa mendapatkan guidance dr china atao mbah rusk, atau ukrain sekalipun,
      Akan menjadikan indonesia menjadi harga tawar tersendiri,

      mef 2 berharap alokasi dana bertambah dan bukan cuma maritim setidaknya au juga mendapat kan jatah dg pertahanan udara jarak sedang atau jauh sekalipun,

  2.  

    Tambah lagi donk pesawatnya

  3.  

    kalau seperti ini terus cara pemberitaan yg selalu bilang gak ada uang lah..gak cukup lah..ini itu lah maka jangan salahkan masyarakat banyak yg akhirnya berfikiran bahwa angkatan udara kita lemah dan loyo..

  4.  

    ktnya pernah ada insiden s-300 kt ngelock f-18 hornet dan pernah diulas di artikel jkgr, terus knp gak dipake aja buat ngunsi pesawat itu.

  5.  

    di satu sisi agak miris membacanya,
    di sisi yg lain timbul pertanyaan besar, serapuh itukah pertahanan kita,
    or hanya “strategi” saja?

    •  

      jangan dikejar, tetapi disongsong.
      kalau terpantau di radar pesawat mengarah ke selatan ya jangan tunggu lewat dulu baru dikejar.
      begitu bergerak ke selatanmaka yang diselatan langsung meng-intercept ke arah utara.
      begitu juga jika radar di Saumlaki menagkap blakflight ke utara ya jangan tunggu lewat makassar dulu baru disergap.

      mungkin pertahanan udara kita memang belum terlalu kuat, akan tetapi dengan sumberdaya yang ada bisa dimaksimalkan kan? masih berpikir dengan solution oriented bukan problem oriented.

      oke pertahanan kita masih lemah, tetapi kami punya solusi mengatasi keterbatasan yang ada. mestinya begitu dong komentar/opini dari seorang jenderal atau marsekal. detilnya ga perlu dijelaskan. masalah deployment dan strategi itu kan rahasia.

      kami sebagai rakyat ingin menangkap aura optimisme dari para jenderal-jenderal meski berhadapan dengan berbagai kendala dan permasalahan. sehingga kami bisa tidur nyenyak di malam hari karena yakin negeri ini aman.

      •  

        koreksi:
        mestinya berpikir dengan orientasi solusi bukan orientasi masalah.

        saya teringat dengan training Innovation School di salah satu perusahaan dari Korsel. salah satu materinya adalah 10 prinsip inovasi. beberapa poinnya adalah:
        – berpikir dalam segala kemungkinan
        – jangan beralasan hindari fenomena
        – tanyakan lima kali mengapa (maksudnya mencari root cause)
        – 5% tidak mungkin, 30% mungkin
        yang lainnya saya lupa

        intinya adalah, orang-orang Korsel tidak pernah menyerah ketika berhadapan dengan masalah. apapun masalahnya pasti ada solusi. seandainya tidak menyembuhkan permasalahan yang terjadi minimal mengurangi.

        maka kita lihat sekarang buah dari inovasi Korsel mereka sekarang mulai menyalip negara-negar industri maju di berbagai bidang. elektronik dan perkapalan sudah mereka kuasai. sebentar lagi otomotif dan teknologi canggih lainnya.

      •  

        stuju mas x. serapuh apapun tidak dibeber dgn sgt terbuka,kalau tujuanya utk membuka mata para anggota dewan mengenai anggaran yg kurang cukup di forum.terbatas gedung dpr

  6.  

    Apa benar begitu fakta dilapangan?

  7.  

    Hmmm masak sih seperti itu ???

  8.  

    Realita lapangan persis ya seperti artikel diatas , semoga nunggu pengganti F-5 cpt diputuskan.
    Klo renstra 2014-2019 ini anggaran tni au minimal sama dgn renstra sebelumnya (pengadaan 6su-30 mk2, 24 F-16 cd, 16 T-50i, 16 tucano, 9 c295, 18 grop, 6 caugar) , mk kita bs mengadakan 2 skuadron fighter baru.

  9.  

    semoga cepat di setujui pesawat tempur baru… pilihan sudah ada n tot juga ada beberapa terlihat yg menawarkan… kfx/ifx jangka panjang sebagai tabungan saja dulu..

  10.  

    JKGR Katanya kita mulai disegani, di sini kita lemah seolah-olah kita tidak punya apa-apa##??

    •  

      He he he bedakan bung klo baca artikel di jkgr. Yg ditulis sama narasumber penghuni warjag, atau publish resmi (media cetak, puspen, kemhan dll) atau artikel resmi tulisan bung diego.
      klo yg ditulis sm bung nara jelas kita jagoan kawasan asteng ini …., tp klo publish resmi ya seperti yg kita baca.
      tp jgn salah ini jg strategi user juga , agar pemerintah cpt tanggap untuk akusisi pengganyi F5 , krn proses produksi butuhkan waktu lama

    •  

      Jauh lebih disegani dibanding 10 tahun lalu Bung Putra Sunda, salam kenal, namun masih jauh dari cukup untuk Indonesia kita yg sangat besar ini.

    •  

      mungkin masalah’a d bbm tuk patroli saja bung putra… salam…

    •  

      Militer dan intelijen itu dunia abu-abu. Bahkan pihak intelijen asing akan jauh lebih tahu tentang arsenal yang kita miliki dibanding kita yang hanya orang awam. Tetapi yang tahu dengan pasti ya user dari arsenal itu sendiri.
      Kita hanya bisa menduga sesuai dengan pengetahuan dan logika kita.

  11.  

    SAAB GRIPEN ada baiknya di akuisisi. di taruh di bawah kendali kohanudnas. sedang TNI AU tetap SU 35.

    1 skuadron SAAB cukup di bagi ke empat kosek hanudnas yang sudah ada….

  12.  

    Memang sperti itu keadaannya, gimana lagi….. Kalo sudah ada kilo class, s300, su-35 gak bakalan kok malay masih berani coba2. Kenapa demikian?, ya karena kita masih miris kondisinya sehingga mereka masih coba2

    Kesimpulan artikel, akuilah bahwa alutsista kita masih jauhhhhh dari harapan

  13.  

    Begitulah mental para pejabat sekarang tidak mempunyai semangat juang kalau tidak ada dana…?
    Kasihan para pahlawan dahulu bila berkorban tidak ada senjata bambu runcingpun jadi mlahan kalau bisa merebut senjata dari tangan musuh..nah sekarang peralatan ada..tinggal perintahkan mana saja yg harus terlindungi ruang udara kita…kalau sekarang semua hanya memikirkan serba uang,main golf,karokean di hari libur tanpa memikirkan rasa patriotisme yg melekat dan tumbuh di dalam jiwa raga bangsa yg telah merdeka oleh para pahlawan yg rela makan nasi aking(sego kucing)…mana semangat dan jiwamu para jendral..?

  14.  

    Kalo di pikir pikir beneer jg sih, mw beli pespur uang nya ora ono, mw ngutang selalu minta embel embel dari pemberi utang. Makanya pemerintah berusaha TOT. Pespur untuk menutupi kekurangan dana,biar bisa nutupin kuantitas…tapi di PHP in mulu sama prdusen…nasib nasib

  15.  

    Gawat deh kalau begitu kenyataannya, percepat dong penambahan pesawatnya,please dong.

  16.  

    wesss mbohhh

    tuh halim segede itu gak ada pespurnya? yg ane liat hampir setiap hari ya herky yg terbang rendah muter2 kemana tau dan cuma buat latihan flypass dan hut tni au

    ibukota gak ada payung udaranya? bijimane istana negara didalamnya ada presiden disusupi pesawat siluman dan dirudal

    inget nonton R2B dan olympus has fallen

    •  

      film yg bagus Bung…
      skenariony kereenn

    •  

      Yakin bung Halim nggak ada pespurnya? Peswat tempur hanya di gunakan untuk intersep bila ada flight yg mencurigakan dan memaksa flight tersebut untuk turun dan meng identifikasi penerbangan tersebut. Pespur bisa dipakai untuk patroli rutin, ini biasanya tdk terbang dari Halim, tetapi dari daerah2 di sekitar Jakarta. Seperti Lampung, Yogyakarta, Madiun, Medan, Pekanbaru..

      Kalau anda hanya lihat Herky tiap hari di Halim, memang itu tugas mereka…. Ready for deployment at any time and anywhere… Kesiapan medium airlifter diperlukan bukan hanya untuk keadaan perang, tapi keadaan tanggap darurat dan bencana, Herky bisa digunakan…

      Jakarta tidak akan dibiarkan kosong seperti judul berita… Sistem pertahanan udara sebuah Ibukota negara tidak akan pernah kosong dan dipublikasikan… Karena menyangkut keamanan kepala negara dan jalannya pemerintahan.. Semua anggota TNI akan membiaskan informasi ini bila ada yg bertanya hal tersebut… Radius pengamanan ibukota berjarak ratusan kilometer dan kita semua tdk akan pernah tahu dimana sistem pertahanan udara tersebut di simpan, termasuk pesawat tempur yg mengawal Ibukota…..

      So, bijak lah ketika kita membaca suatu berita dan kaitkan dengan strategi pengamanan Ibukota, jgn kita selalu berkomentar tapi tdk tahu juntrungannya…. IMHO

      •  

        mantap bung pencerahannya dua jempol buat bung hadna

        •  

          Ibukota pasti ada bung,,walaupun cuman meriam penangkis serangan udara dan rudal jarak pendek,,,

          •  

            wah anda hebat bung Antasena, tahu titik penempatan meriam PSU dan rudal jarak pendeknya kalau begitu..

            artinya bung juga tahu isi dari Mako Kopassus, Bumi Marinir Cilandak dan Markas Arhanud Bintaro ya…

            Saya saja nggak tahu tuh bung Antasena…

            Saya yakin di Mabes Cilangkap tersimpan sistem anti serangan udara untuk “payung” di Ibukota…. Anda tahu itu bung?

          •  

            hehehe.. masa iya sekelas ibu kota pertahanannya cuma meriam penangkis sama rudal jarak pendek bung..?? hehehe..

            ya klo mau coba sih monggo ae sewa pesawat trus terbang tanpa ngasih tau kode penerbangan n jgn hiraukan panggilan radio dr ATC setempat insya Allah bakal keliatan pager nya yg berlapis.. :mrgreen:

            jadi orang jgn pesimis terus apalagi sebagai warga negara NKRI masa iya pesimis.. 🙂

            setuju sama bung Hadna diatas… :mrgreen:

      •  

        good

  17.  

    Hehehe….

  18.  

    Kayaknya biar bisa nambah pespur lagi ……..boleh…..boleh…..” ” ” biar sakdabbbbbreeeeeek! Padahal dah banyak tuuuu cluuueenyeeeeeee……

  19.  

    Semoga jakarta mempunyai payung udara yang mumpuni… karena jakarta merupakan ibukota dan simbol negara

  20.  

    Bapak yg satu ini sedang menggunakan strategi.. Kemaren yg dari tni al jg menyatakan hal serupa. strategi ini adalah cara supaya anggaran pertahanan nya naik dan cepet cair. Dikondisikan bahwa kebutuhan perthanan sgt mendesak.
    Imho atau strategi ini d tujukan ke negara asing.. Dengan menunjukan bahwa negara ini lemah padahal sedang dalam kekuatan penuh!

  21.  

    mungkin masalah’a d bbm tuk patroli bung putra… salam…

  22.  

    appear weak when u strong, appear strong when u weak..

  23.  

    Ayo yg bersembunyi keluarlah jangan ngumpet terus 🙂

  24.  

    Kalau jakarta tidak ada payung udaranya sebagai kota vital bagi bangsa indonesia, kalau ada serangan udara dari negara musang siapa yg bertanggung jawab? Artikelnya bertolak belakang dengan list pengadaaan a1 2014.

  25.  

    Sepertinya cuma pancingan buat para maling, masa iya malah buka kelemahan sendiri…. tp kalo memang begitu adanya, indonesia di periode presiden pak ganteng saat ini sedang ditelanjangi.

    •  

      Yang jelas ketika kita membuka kondisi real kita, dan asing memantau serta memastikan (verifikasi baik dengan black flight maupun, sumber agen mereka) dan ternyata benar kondisinya sesuai dengan apa yg disampaikan oleh Kohanudnas, apakah bisa yang bersangkutan disebut membocorkan kelemahan/rahasia negara?

  26.  

    Ya udah gini aja, beli 80 Gripen NG minta 100% ToT. Jangan lupa IRIS-T, RBS-15 sama Meteornya. Dengan Raven ES-05 yang udah AESA dijamin tetangga bakalan kulo nuwun.
    Langit aman, teknologi dapet, biaya operasional murah.

  27.  

    Lagi seneng-senennya melihat belanja pespur, sam, rudal balistik yang sangar, tiba-tiba lihat artikel ini langsung pening kepalaku.. :C
    Ah sudahlah…

  28.  

    beberapa kemunkinan,
    1.strategi intelijen indonesia utk membocorkan daftar alutsista yg belum tentu benar utk efek deterent ke tetatangga
    2.imajenasi fansboy yg ditanggapi serius pemerintah
    3.memang benar adanya berita itu,yg disebarkan oknum militer kita

    •  

      jumat malam.bung.,list a1 pindah lapak langsung suspend

      •  

        Gini bung, account suspend itu beda dengan penutupan web (dalam hal ini oleh pemerintah). Account suspend oleh hosting (bukan pemerintah) disebabkan oleh membanjirnya traffict dalam waktu singkat. Banjirnya traffict ini bisa disebabkan oleh memang terlalu banyak user yg masuk dalam web itu atau akibat serangan DDOS yang mengakibatkan bandwith ludes.

        Jadi bedakan antara penutupan sama account suspended.
        Account suspend kagak ada hubungannya dengan pemerintah seperti yang diberitakan di pasberita.com

  29.  

    sebenarnya bung antonov, untuk bantu peronda, cukup dibantu sama golden eagle yg dipacu mentok 1,5 march.latihan tiap hari juga keliling jawa.
    Nggak mungkin jakarta kosong, tp saya suka artikel tsb biar cepat dibaca pengambil kebijaksanaan.
    Klo sisa 19 bh f16 cd dtg dan separo di pekanbaru sudah mengcoverrny

  30.  

    Betul itu @kang somay ,,
    List a1 itu antara ada dan tiada ,,
    Masih samar” ,,
    Yasudaahlaah

  31.  

    ahhhhh ngapusi kyaknya
    wkwk

    yakin serapuh itu?

    😛

  32.  

    wartawan B*DREX asal post aja.gak mikir kali yang di beritain, ibukota kok telanjang…mbah mu semprol

    ini ni yang ketawa para ular” & kaum pesimisiyah.mereka merasa dah berhasil melunturkan jiwa nasionalisme nya.

    •  

      Bener kok mas… dikarenakan panasnya suhu kota Jakarta makanya telanjang biar dikit adem. 😀

      NB: Jangan terlalu diambil hati. Mungkin suatu saat mereka ingin mencoba terbang make heli di langit Jakarta tanpa ijin buat membuktikan telanjang atau kagak. 😀

  33.  

    Cobain aja, ngetes pake pesawat tempur dari P. Crismast, kalau bisa masuk di wilayah udara sukabumi bearti memang rapuh, tapi kalau ga malah bisa-bisa rontok duluan kena es teler.

  34.  

    Mantap…permainan kata2..dan strategi nya..lemah…tapi awasss…heee…

  35.  

    Sekalian gan ketepelnya ada di Cikupa, Serpong, Tanjung Priuk, Rumpin, dll. Masih telanjang Jakarta? Dari zaman pak Karno dah dipikirkan itu…..

  36.  

    Yakin pertahanan di ibukota serapuh itu,,????
    Meski yg memberikan keterangan berasal dari kalangan petinggi militer namun apakah perkataanya sudah betul atau disengaja untuk memberikan kesan kepada negara luar bahwa negara kita lemah namun sejatinya tidak??
    Saya yakin secara pribadi bahwa para petinggi militer negeri kita PASTI sudah memikirkan hal tersebut jauh2 hari karena ibukota negara ada hal yang sangat vital dan sangat penting bagi suatu negara dan yg terepnting PASTI sudah dijaga oleh alutsista yang handal tanpa perlu publik atau pers mengetahui hal tersebut.

    •  

      Tenang bung, yang jelas negara lain pasti lebih tau tentang kondisi kekuatan kita dibanding kita yang ada disini. Paling tidak 50-70% mendekati kondisi real. Jelas mereka lebih tau, mereka punya Sumber daya (uang, tehnologi (satelit, penyadapan), SDM/agen).

  37.  

    Eh iya….sempat ingat pernyataan pak Wiranto :” Kalo Australia menyerang Jakarta, Canbera…..akan rata dengan tanah “. Kira2 senjata apa yg akan dipake ?

  38.  

    Menurut saya sebagai masyarakat awam, solusinya adalah:
    1. Air patrol. Paling ideal dilakukan oleh heavy fighter spt Su-27/30/35. Sayangnya biaya operasionalnya tinggi bahkan jika menggunakan lightweight fighter spt F-16 C.
    2. Sebarkan interceptor pada titik2 strategis. Hanya terbang jika diperlukan. Su-27/30/35 dan F-16 tampaknya terlalu lambat utk menghadang. Idealnya mungkin MiG-31. Kalau pgn yg medium ada Thypoon atau kalau mau yg murmer ada Gripen dan Mirage.

    •  

      1. Kalau sdh ada early warning radar, air patrol tidak diperlukan, boros bensin.
      2. Nah ini yg benar, sementara siapkan minimal 1 flight pada titik2 strategis.

      Menurut berita terrakhir KSAU bilang bahwa biaya per jam terbang Flanker adalah 100 jt rp, bukan 400 seperti berita sebelumnya.

      MiG-31 itu hanya single-role interceptor fighter, sedangkan Flanker kita adalah multi role, lebih efisien. Sudah sering saya babarkan disini, Typhoon dan Gripen itu kelemahannya hanya punya fuel fraction ratio 0,29-0,30, sedangkan SU-30 itu 0,34 bahkan SU-35 itu 0,40, jadi bisa lebih lama mengudara dan terbang supersonic/ supercruise sebelum “bingo”, yg merupakan suatu keuntungan di pertempuran udara.

  39.  

    tni bermain di dua sisi koin bung, hhee

    •  

      Ha..ha..,itulah bung Torino ,kita g usah bingung2…Negara ada yg urus dan jaga..,kita cm diminta utk berpartisipasi membuat suasana yg adem dan kondusif di dalam negeri,berbuat sesuatu yg berguna buat diri dan Negara.

      Berita apa pun jangan di telan mentah2,kunyah dan cerna dulu…banyak clue yg bertebaran baik yg publish resmi maupun yg g resmi.

      Intinya maksud dan tujuan berita tersebut bisa menumbuhkan rasa Nasionalisme /cinta Tanah air dan efeknya berbuat positif dalam keseharian hidup kita ,tidak pesimis dan merasa inferior terhadap kekuatan TNI..

    •  

      Tujuannya memang disinformasi bung…biar tambah bingung yang lg melototin sishankam kita hehe

  40.  

    yesssss no budget coba lihat dana pendidikan 20% dari apbn hasilnya spt apa?

  41.  

    betul bung Echo01 itu pesawat langsung jadi gosong

  42.  

    Negara kuat tiem kabinet ekonomi harus kuat dan cerdas.. tanpa itu alutsosta hanya alat rongsokan karena ketiadaan sumber enerfi

  43.  

    yakin ibu kota telanjang alias gak punya payung udara..kalau saya gak yakin kalau ibukota telanjang..masih ingat dong keceplosan pak menhan kemarin bahwa tni punya dua skuadron sukhoi..tapi menurut berita resminya tni hanya punya satu skuadron..masa ibukota telanjang..

  44.  

    Masa sih sampai segitu lemahnya keadaan langit jakarta.
    Memprihatinkan!
    Tdk shrsnya hal itu terjadi. Jakarta itu ibu kota negara loh. Pantasnya dipagari dgn rudal rudal psu yg lengkap, jauh, sedang, dan pendek. Disamping pespur yg mumpuni, sbg pengintersep ataupun penggebug.
    Sy kira utk mengantispasi kemungkinan datangnya ancaman dr pulau cocos dan diego garcia pemerintah perlu segera mendatangkan s300/s400 dari rusia, sblm psu produk dlm negri selesai diproduksi masal.

  45.  

    Satrad yg anda sebutkan betul bung. Kebetulan tumah saya deket salah satu Satrad yg snda sebutkan. tp jangan lupa di tanjung priok banyak berjejer KRI yg smuanya juga punya radar plus rudalnya yg siap meluncur . Hehehe itu jg tameng jkt kan.

  46.  

    Smua teman2 lupa ya. Di tanjung priok berjejer tuh banyak KRI yg smuanya jg punya radar canggih plus rudalnya yg siap intercept bom atau rudal dr pespur asing yg mengincar suatu objek di jkt. Bukankah itu juga salah satu “tameng” ibukota jg. Hehehe.. belum.lg yg qt tdk tahu.. tenang saja kawan. Jkt aman belanda masih jauh.. hehehe..

  47.  

    Bingung apa benar segitu rapuh nya pertahanan udara ibukota kita tpi kalo dipikir-pikir ada benarnya juga skuadron pesawat tempur paling dekat dng jakarta ada di madiun…kenapa kok gak Lanud Atang Sendjaja di Bogor diupgrade dng menambahkan skuadron pesawat tempur juga selain utk skuadron heli yg sudah ada disana minimal F-16 lah

  48.  

    Waktunya Bangsa ini menentukan bermimpi terus seolah olah punya segalanya hebat paling kuat paling hebat yang hoax hoex atau bangun ke realita saat ini dan melaksanakan revolusi perkuatan pertahanan…..

    Yah hanya saya anda dan kita semua yang mampu menjawab….

    Jika bukan sekarang kapan lagi..jika kita siapa lagi

    Menunggu ada pulau lagi di caplok….

    Kalau perlu adakan kumpulkan koin untuk save NKRI…

  49.  

    yaaa kompos lagi makin gk bermutu tuh koran blm lg yg pny partisan oee….

  50.  

    pada kenyataanya memang indonesia msh kekurangan alutsista penjaga NKRI, jngan naif bung! amerika begitu telanjang persenjataanya toh gak ada yg berani macan2, itu krn otot amrik terlihat gede dan kuat, meskipun telanjang gak ada yg berani colek dia. yuk kita sama2 memajukan negeri ini dg menjadi yg terbaik di bidangnya masing2 agr ekonomi kita tumbuh pesat dan pertahanan jd kuat. salam hangat bung.

  51.  

    PeshawaT Rahasianya dimana?

  52.  

    Klo mau buktiin ya monggooo..bsa msuk langit daerah skitar jkarta aja dah huwebat..plagi msuk lngit jkrta bsa2 tuh monas yg mluncur..

  53.  

    Langit jakarta telanjang, ibarat seorang gadis cantik yang telanjang di tempat umum !
    miris,memprihatinkan, tidak bermoral ……..ntar kalo sudah diperkosa orang, biar tahu rasa !!!

  54.  

    Sudah jelas australia adalah ancaman, mengapa sampai menganggap megara sahabat? Apakah hanya basa basi diplomatis?

  55.  

    gimana gk melemah bung rupiah krn kitanya sndr lbh ska menilai dg dolar dr pd dg rupiah….pdhl lbh dr 60 th dunia di tipu dg penggunaan asu$ sebagai alat pembayaran internasional, gampang nya mrk cuma ongkang2 nyetak duit pdhl kta hrs mandi keringat untuk dpt duit…..itulah rusak nya sistem moneter ciptaan asu yg ada hnya pemerasan….apa anda masih ingat di era 70 an ekonomi dunia terguncang gara2 asu nyetak dolar seenak udele buat biaya perang mereka tanpa di backup cadangan emas mrk…dan asu tdk ingin ada yg mengusik kemapanan yg tlh mrk rasakan slm ini , apa lg mengusik dolar mrk dh bnyk yg menjadi korban.

  56.  

    Melindungi obyek vital termasuk ibu kota negara secara permanen adalah dengan menggunakan sistem pertahanan udara berlapis :
    1. sistem pertahanan udara jarak jauh , segera pasang sistem rudal S-300/400
    2. sistem pertahanan udara jarak menengah, segera pasang sistem rudal BUK-M1
    3. sistem pertahanan udara jarak pendek dan sangat pendek, segera pasang Pantsir dan IGLA

    masing-masing 4 batalyon dan pokoke rusia punya ….

  57.  

    PERNYATAAN masalah rapuh atau kuat pertahanan Ibulkota saat ini tidaklah penting Untuk Didebatkan.. soalnya butuh penafsiran yang bermacam macam contohnya antara lain :
    – untuk meredam kawasan dalam perlombaan pengadaan Alutsista..
    – pemberian alasan ke negara tetangga biar tidak curiga kalo kita memang membutuhkan Alutsista
    pertahanan ibukota karena masih telanjang..
    – biar dapat perhatian yang lebih dari pemerintah dan DPR..
    – menghindari upaya pengembangan antidot pihak asing terhadap alutsista yang kita punya
    sehingga inormasi yang diterima asing masih dalam keadan abu abu
    – dan amsih banyak lagi penafsirannya pernyataan tersebut. lha wong kita sedang giat giatnya mengejar ketertinggalan maslah teknologi alutsista lewat TOT dengan pihak negara lain sehingga tidak menimbulkan geger negara kawasan..

    saya tidak yakin pertahanan Ibukota selemah itu soalnya saya tau sendiri bagaimana SOP penanganan VVIP mantan Wapres Boediono saat berkunjung ke Bojonegoro yang amat begitu ketat dan berlapis lapis dan masih banyak lagi..

    lebih baik artikel ini harus dimunculkan dan disampaikan ke pihak yang berkepentingan terutama DPR biar ada perhatian serius masalah kebijakan persetujuan pemberian anggaran pertahanan..

  58.  

    ini kenyataan pahit yg harus kita terima, memang kita masih sangat kurang keberadaan alutsista yg dpt mempertahankan dari hal2 buruk yg tak terduga, contoh kasus saat jajak pendapat di Timor Leste dulu, Australia sdh bisa patroli di wilayah kita bahkan hingga mengawasi Jakarta dgn F/A-18 super hornet-nya, Juli 2003 juga /A-18 super Hornet AL USA latihan bermanuver di atas laut P. Bawean, tetapi TNI pasti sdh berhitung masak2 cara lain dgn keterbatasan pespur, spt tameng udara dgn rudal2, disamping itu juga masih menghitung kebutuhan dana bila jatuh pilihan pada salah satu dari pespur yg digadang2 (Su-35, Gripen & Typhoon), meski saya pikir mayoritas masyarakat menginginkan pespur yg memiliki ‘efek getar’…Su-35..intinya adalah proses utk menutup kelemahan itu sedang berjalan, semoga tdk lama lagi ada keputusanjalan keluarnya.

  59.  

    bung Hariyanto:

    anda bicara soal jajak pendapat timtim,kasus bawean itu tahun berapa?kalo tahun” itu memang kita akui kita banyak kekuranganya.
    tapi sekarang jangan di bandingkan dengan tahun lalu.pak SBY menjabat Presiden tahun 2004.dan saat itu pula mulai ada wacana pembaharuan dan penambahan alutsista melalui program MEF 1.2.3.
    Masih untung sekarang black flight dapat di intersep TNI AU.itu artinya MATA kita sudah peka.coba kalo itu pesawat sampai lolos dari pantauan SATRAD kita.pasti komenya pada beuuhhh….

  60.  

    Ada bung tapi pertahanan udara titik, kyk qw3, starstreak

 Leave a Reply