Aug 252017
 

Pembelian 11 Pesawat Tempur Su-35 dari Rusia dengan imbal beli berbagai komoditas Indonesia (Vitaly V Kuzmin).

Jambi – Akademisi Universitas Jambi Prof Amri Amir menilai, kesepakatan antara Pemerintah Indonesia dan Rusia terkait imbal beli berbagai komoditas dari Indonesia dengan 11 pesawat tempur Sukhoi SU-35 dari Rusia, akan memberikan dampak positif terhadap perdagangan.

“Tentu kesepakatan ini baik dan nantinya akan meningkatkan kinerja ekspor komoditas sebab ada pangsa pasar yang baru,” ujarnya, Kamis 24-8-2017 di Jambi.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi ini juga mengapresiasi langkah pemerintah yang meyakinkan Rusia bahwa produk komoditas minyak kelapa sawit kepunyaan Indonesia higienis sehingga bisa memberi kepercayaan imbal beli tersebut.

“Sebab selama ini juga berimbas pada kampanye negatif penggunaan minyak sawit di Uni Eropa dan Amerika Serikat, termasuk terhadap resolusi parlemen Eropa dan Norwegia,” ujar Prof Amri Amir yang juga Ketua Program Studi Pascasarjana Ilmu Ekonomi Universitas Jambi.

Dengan adanya kesepakatan itu juga diharapkan bisa memberikan dampak yang positif untuk Provinsi Jambi, sebab Provinsi ini salah satu Provinsi terbesar penghasil komoditas minyak kelapa sawit (CPO) dan karet.

Melalui kesepakatan tersebut harus bisa memberikan dampak terhadap petani kelapa sawit dan karet, sehingga jangan sampai harga komoditas ditingkat petani menjadi tertekan.

“Komoditas minyak kelapa sawit dan karet telah menjadi komoditas unggulan Jambi, dan selama ini harga kedua komoditas tersebut mengalami tekanan, jadi dengan ada pasar baru maka petani juga harus mendapatkan harga jual yang lebih baik,” ujar Prof Amri Amir.

Sementara itu, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) Provinsi Jambi mencatat produk crude palm oil (CPO) setiap tahunnya yang dihasilkan pabrik kelapa sawit (PKS) yang beroperasi di Jambi bisa mencapai 2,1 juta ton.

Sedangkan rata-rata CPO Jambi dan turunannya yang diekspor melalui Pelabuhan Dumai dapat mencapai 1,3 juta ton.

Sebelumnya Pemerintah Indonesia dan Rusia sepakat melaksanakan imbal beli pengadaan senilai 1,14 miliar dolar AS dengan barter berbagai komoditas dari Indonesia yang akan diekspor ke Rusia.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Jakarta, menyampaikan kedua negara menunjuk Rostec dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sebagai pelaksana teknis imbal beli antara pesawat sukhoi dengan berbagai komoditas dari Indonesia. Seperti olahan karet, furnitur dan minyak kelapa sawit serta turunannya tersebut. Antara, 24-8-2017.

  22 Responses to “Langkah Jitu Proses Pembelian Su-35 Indonesia”

  1. Nah….

    • kaum malon pun waktu beli su 30 pake barter (imbal beli) pake minyak sawit n karet…

      sebetulnya kalo dipikir ini adalah hal yg biasa saja… justru jika tidak memakai sistem imbal beli itu yg “mengenaskan”..

      jika loby pemerintah kpd rusia n india untuk nyantolin brahmos di su 35 itu barulah langkah jiiituuuuuuu…. (raptor puuttuuuuuussssss…)

    • Si ojekgelap baca artikel ini bisa semaput 7 hari 7 malem mah. Hihihi

    • Katanya ekonomi lagi meroket, tpi kenapa belinya pake imbal dagang ya, nah loh….ting tong… 🙄

      • Di baca, dalami, dan di cerna biar encer. Jangan kebanyakan baca blog yg isinya nggak jelas. Toh selama bisa saling menguntungkan, apa yang harus di permasalahkan. Semua demi keamanan NKRI

      • Kenapa melulu mesti uang??? uang itu hanya kertas dan angka yang entah siapa yang menciptakan… imbal balik dagang itu adalah dasar pertama terjadinya jual beli… semua hal yang berhubungan dengan jual beli adalah saling menguntungkan… disana hepi disini senang dan cocok dengan yang diterima beres…

  2. 11unit untuk awal apa itu tok ya…..mengingat AU Russia pun masih blm terpenuhi Armada su35nya…

  3. Digoreng teruuuuuuuus!

  4. Sudah matang tinggal disajikan 2thn lagi utk NKRI. MANTAP….

  5. dah waktunya CPO kita exspor semua ke ngr Rusia n ngr2 eropa timur

  6. Bikin malon semakin nyiuttt nyalinya….pasti beruk minta tolong juragan british….sembunyi di ketiak british

    • Iya yang beruk ITU lu..kalau manusia memang tak akan sibukkan hal org lain. Beruk aja yang tidak tahu diam. Kami orang malaysia tak pernah sibuk APA yang Indonesia mahu beli sebab ITU hal negara lu duit negara lu tapi sayangnya Indonesia ada sebilangan rakyat yang sakit jiwa macam lu sibukkan hal orang lain. Cuba lu lihat di cermin , mesti lu akan nampak ada iras2 beruk wajah lu.wkwkwkwkwkw

      • Perasaan gak nyebut nama negara deh hahahhahahaha

        Emang ente merasa gitu?? Gak enak kan dibully? Makanya disarankan jaga baik sikap jgn main serobot……

      • biarlah bro..kita tak rugi apa2 kalau dihina dengan panggilan beruk…beruk tu bukan haiwan hina..malah berguna utk manusia..di malaysia kita guna beruk utk tuai kelapa..untuk tuai sawit..kita guna beruk juga tapi spesis lain..tuhan tu maha kaya..kita tak perlu balas hina..tuhan yg balas..kita tinggal tengok jer siapa yg jadi beruk…hehehe…

  7. Maksud loe, ditambah dgn mig35 & yak 130, gitu yaa, tapi apa mungkiiin?

  8. Ayolah Indo-malay tak perlu berseteru. Jgn mudah di pengaruhi oleh oknum yg sengaja buat gaduh. Permasalahan bilateral pasti bsa diselesaikan dg kooperatif. Tambah bgus kalau ada sokongan dari rakyat masing2.
    Kita serumpun, saudara selamanya 🙂

 Leave a Reply