Langkah Panas Rusia dan Iran Ketika AS Memasuki Kaspia

46
Armada helikopter tempur Ka-52 di Suriah © Kemhan Rusia

JakartaGreater.com – Angkatan Laut Rusia dan Iran sedang bersiap-siap untuk mengadakan latihan bersama di Laut Kaspia, keputusan yang muncul tersebut setelah Amerika Serikat secara resmi memasuki perairan itu, seperti dilansir dari laman Bao Dat Viet.

Menyatakan kepada media pada tanggal 6 Januari, Laksamana Muda Iran Hossein Khanzadi mengatakan: “Latihan taktis, penyelamatan dan anti-pembajakan antara angkatan laut Iran dan Rusia sedang direncanakan yang akan dilakukan dalam waktu dekat”.

Iran-Rusia telah menyelenggarakan banyak latihan angkatan laut bersama di Laut Kaspia, termasuk yang berlangsung pada tahun 2015 dan 2017. Namun, latihan pada awal 2019 ini tidak direncanakan oleh kedua belah pihak sebelumnya.

Penyebab ini dianggap oleh media Iran, Mehr terkait dengan masuk militer Amerika Serikat ke Laut Kaspia dengan persetujuan dari Kazakhstan. Secara khusus, Senat Kazakhstan telah menyetujui protokol bilateral dengan Amerika Serikat pada bulan Juni 2017, yang mana itu memungkinkan penggunaan pelabuhan Kuryk dan Aktau untuk mengirim kargo Pentagon ke Afghanistan.

Kapal selam dan kapal perang Angkatan Laut Iran. © Tasnim

Pada saat yang sama, perjanjian kerjasama militer antara AS-Kazakhstan untuk 2018-2021 mulai berlaku. Dengan demikian, militer kedua negara itu tidak hanya melakukan latihan bersama, tetapi juga menciptakan pangkalan NATO di Mangyshlak. Kehadiran pangkalan NATO di Kazakhstan tersebut pada dasarnya adalah ancaman langsung terhadap keamanan Federasi Rusia.

Jadi apa yang menyebabkan Amerika hadir di Laut Kaspia?

Wilayah Laut Kaspia dianggap sangat penting bagi Amerika Serikat karena disana memiliki kehadiran besar armada Rusia dan juga Iran.

Rusia adalah salah satu armada angkatan laut dan marinir terkuat di wilayah Laut Kaspia. Perkembangan kualitas yang kuat, jumlah Armada Kaspia Angkatan Laut Rusia telah secara serius menantang strategi Amerika Serikat di Timur Tengah dan Iran.

Sejak tahun 2015 yang lalu, Amerika Serikat telah menyaksikan kekuatan militer Rusia yang hebat dengan meluncurkan 26 rudal Kalibr berakurasi tinggi. Karena itu, Amerika Serikat harus mendirikan pangkalan militer untuk memantau aktivitas Armada Kaspia Rusia dan dari waktu ke waktu dapat menimbulkan tantangan terhadapnya.

Peluncuran rudal jelajah jarak jauh, Kalibr © Kemenhan Rusia via TASS

Di sisi lain, area tersebut merupakan persimpangan jalur pipa minyak dan gas yang penting di Eropa dan Asia dan merupakan area cadangan minyak dan gas Kaspia yang sangat besar, sehingga AS perlu kontrol untuk tidak membiarkan Rusia memonopoli pasokan energi ke Eropa di masa depan.

Faktanya, AS hampir melakukan ini karena pipa gas disini hampir tidak memiliki partisipasi Rusia. Dari sudut pandang militer, AS mungkin tidak dapat menantang dengan cukup serius, dan butuh waktu, tetapi dalam kasus Iran, situasinya tentu berbeda.

Kehadiran pasukan AS di Laut Kaspia menciptakan ancaman militer AS baru bagi Iran dari Utara, bersama dengan ancaman AS terhadap Iran dari Selatan karena kehadiran angkatan lautnya yang besar Amerika Serikat di Teluk Persia akan membuat dua penjepit langsung ke wilayah Iran.

Dengan demikian, AS-NATO telah melakukan pasca-serangan yang sangat berbahaya bagi dua “raksasa” Laut Kaspia yakni Rusia dan Iran. Jika ada “Kaliningrad” bergaya Rusia yang dekat dengan jantung Eropa, Amerika Serikat juga memiliki Kaspia bergaya Amerika yang berdekatan dengan sisi selatan Rusia.

USS Gerald R. Ford (CVN-78) © US Navy via Wikimedia Commons

Pertanyaan besarnya adalah bagaimanakah Rusia dan juga Iran menghadapi tantangan yang berkembang ini? Dapat dikatakan bahwa Rusia dan Iran adalah kesalahan subjektif serius di bidang ini. Tidak dapat disangkal bahwa hubungan antara Moskow dan Teheran memiliki banyak keuntungan, yang membuat AS dengan cepat membaca dan memanfaatkan.

Hubungan Rusia dan juga Iran tidak seperti Amerika dan Inggris. Mungkin saja kerjasama Rusia-Iran di Suriah berhasil, tetapi itu tak berarti bahwa diwilayah Kaspia sama. Faktanya, tidak ada koordinasi dan kerjasama Rusia dan Iran dalam bidang ekonomi dan pertahanan untuk menghubungkan pasar bersama yang potensial bagi 250 juta orang.

Oleh karena itu, AS mengatur kehadirannya di wilayah Kaspia juga merupakan saat ketika keduanya akan dipaksa untuk menganggap serius jika mereka ingin menghadapi tantangan ini. Dan hanya latihan bersama saja tidaklah cukup, meskipun semua memang benar-benar diperlukan.