Nov 242018
 

Para Perwira Skadron Udara 21 juga turut memecahkan telur di atas kepala dan disiram dengan air bunga, dan tepung, juga disuapi telur mentah dengan maksud agar keberhasilan yang telah dicapai agar tetap melekat di dalam dirinya.

Malang, Jakartagreater.com   –  Skadron Udara 21 Wing 2 Lanud Abdulrachman Saleh kembali meluluskan 2 penerbang Fighter dengan pesawat Super Tucano, atas nama Letda Pnb Bangkit dan Letda Pnb Derrys, pada Jum’at 23-11-2018, bertempat di Shelter Skadron Udara 21 Wing 2 Lanud Abd Saleh. Dalam acara tersebut dipimpin langsung Komandan Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Andi Wijaya, S. Sos.

Letda Pnb Bangkit kelahiran Nganjuk Jawa Timur dan Letda Pnb Septian Derrys kelahiran Jakarta adalah lulusan AAU 2016, dan Sekbang Angkatan 93, telah berhasil melakukan terbang solo selama 12 jam dalam 10 sortie. Setelah melakukan terbang solo dengan sukses, banjir ucapan selamat, dari para Perwira dan anggota Skadron Udara 21.

Kehadiran Fighter muda tersebut disambut meriah oleh para Fighter Tucano dan seluruh Crew Skadron Udara 21. Selesai terbang solo diadakan Upacara tradisi penyiraman air bungapun dilakukan oleh Danlanud Abd Saleh dan dilanjutkan Komandan Skadron Udara 21 dengan pemecahan telor di atas kepalanya diikuti seluruh pejabat serta anggota Skadron Udara 21 Wing 2 Lanud Abd Saleh.

Para Perwira Skadron Udara 21 juga turut memecahkan telur di atas kepala dan disiram dengan air bunga, dan tepung, juga disuapi telur mentah dengan maksud agar keberhasilan yang telah dicapai agar tetap melekat di dalam dirinya.

Danlanud Abd Saleh mengatakan Skadron Udara 21 kembali meluluskan penerbang Super Tucano, yaitu Letda Pnb Septian Derrys dan Letda Pnb Bangkit Pradila P telah berhasil melaksanakan terbang solo dengan mengelilingi wilayah Lanud Abd Saleh dan sekitarnya menggunakan pesawat Super Tucano TT 3116 dan TT 3109.

Lebih lanjut Danlanud Abd Saleh mengucapkan “Selamat atas keberhasilan dalam melakukan terbang solo” dan ini sekaligus menandai bertambahnya kekuatan Fighter Home of Tucano di Lembah Bromo ini.

Sementara Komandan Skadron Udara 21 Wing 2 Lanud Abd Saleh Letkol Pnb Hery Stiawan, Sos, M.A.P Secara pribadi mereka merasa bangga dan bersyukur karena ini tahap pertama dalam pendidikan transisi ke-10 pesawat Super Tucano dapat dilalui dengan lancar dan selamat.

Selain itu untuk mencetak Penerbang Tempur yang profesional dan berkualitas harus melalui berbagai tahapan demi tahapan. Terbang solo merupakan bekal awal untuk menjadi penerbang tempur.

Letkol Pnb Hery Stiawan, Sos, M.AP. berharap agar yang bersangkutan tidak lekas merasa puas atas prestasi yang diraihnya, karena hal tersebut baru merupakan langkah awal untuk meniti karier sebagai seorang penerbang di Skadron Udara 21 khususnya dan TNI AU pada umumnya.

Oleh karenanya harus terus belajar dan berlatih, agar kemampuan terbang yang dimilikinya terus meningkat hingga puncak kariernya sebagai Airman pengawal dirgantara nasional. (tni-au.mil.id).

Bagikan:

 Leave a Reply