Sep 072017
 

(LAPAN)

Surabaya – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) melibatkan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dalam pembuatan teknologi satelit terbaru yang diberi nama satelit LAPAN A5.

Ketua Tim Satelit A5 LAPAN Dr Albertus Heru dalam kuliah tamu di ITS, Rabu, 6/9/2017 mengungkapkan, pembuatan satelit LAPAN A5 ini bekerja sama dengan Chiba University, Jepang dan telah berlangsung sejak penandatanganan Memo of Understanding (MoU) pada Mei 2013.

“LAPAN akan mengerjakan Platform/BUS-nya, sedangkan Profesor Josaphat akan menggarap sensor SAR untuk payload-nya,” ujar pria yang biasa disapa Heru ini dalam kuliah yang bertajuk “Perkembangan Teknologi Satelit di Indonesia” (A1-A5) tersebut.

Heru melanjutkan, teknologi yang dikembangkan untuk Satelit LAPAN A5, merupakan teknologi microsatelit canggih pertama di dunia yang menggunakan Synthetic Aperture Radar (SAR), yakni bentuk radar yang digunakan untuk membuat gambar objek dua dimensi atau tiga dimensi, seperti landscape.

SAR merupakan bentuk lanjutan dari Side Looking Airbone Radar (SLAR) dan biasanya SAR dipasang pada platform yang bergerak, seperti pesawat terbang atau pesawat ruang angkasa.

Pada kesempatan yang sama, Center for Environmental Remote Sensing, Chiba University, Jepang Prof Josaphat menjelaskan bahwa SAR memiliki frekuensi 1-40 Giga hertz. Sedangkan panjang gelombang yang dihasilkan adalah 1 centimeter – 1 meter lebih panjang dari butiran air di awan.

“Dengan frekuensi dan panjang gelombang tersebut, dengan teknologi SAR ini dapat menembus awan, kabut, maupun asap yang menghalangi sensor,” ujar Josaphat.

Kelebihan lain dengan digunakannya SAR, adalah saat penggunaan satelit pada malam hari. Sumber cahaya satelit ini berasal dari satelit sendiri sehingga apapun waktunya, satelit dapat tetap menghasilkan citranya. “Mulai dari intensity, fase, polarisasi, semua infonya dapat. Kita juga bisa mengetahui jarak dari suatu objek, akurasinya hanya beberapa sentimeter,” kata pria kelahiran Bandung tersebut.

Bahkan menurut Prof Josaphat, teknologi tersebut juga dapat melakukan mapping air bawah tanah. Teknologi SAR tentu jauh lebih baik dan dapat menghasilkan citra lebih baik daripada teknologi konvensional.

Satelit ini, sangat bermanfaat untuk kegiatan perikanan dan maritim. “Banyak kecelakaan di darat atau laut. Saat ini Jepang pun terlalu banyak memiliki jalan tol. Pasti sulit jika melakukan pengawasan satu persatu. Satelit ini dapat mengetahui terowongan-terowongan besar agar dapat menghindari kerubuhannya. Satelit ini juga dapat mendeteksi pergerakan teroris,” katanya.

Sementara itu Wakil Rektor IV bidang Penelitian, Inovasi dan Kerja Sama ITS, Prof Ketut Buda Artana, berharap agar ITS dapat banyak memberi kontribusi untuk pengembangan Satelit LAPAN A5 ini.

“Butuh kerja sama baik dari LAPAN, Chiba University, dan ITS. Saya berharap dengan kerja sama ini maka peran ITS akan semakin terlihat dalam kerja sama ini,” ujar Ketut. (Antara).

  15 Responses to “Lapan – Chiba University, Gandeng ITS Garap Satelit Canggih”

  1. Semoga lancar dan mendapatkan ilmu baru

  2. Lhaaa…yang seperti ini baru namanya prestasi…jangan seperti tetangga” sebelah yg ide”nya cuman untuk DEMO…DEMO DAN DEMO…

  3. Join sm Prof. Josh…apik iki…

  4. siluman, dedemit, kuntilanak,gendruwo,pocong,suster ngesot akan terpantau jelas oleh radar satelit A-5 ini..

  5. Mantaap!!..

  6. Indonesia maupun dunia sudah mulai memasuki pemerintah mengawasi warga negaranya…. kebanyang kejadian kayak film enemy of the states bakal terjadi di Indonesia.

    • Ambil sisi positif nya dong, itu semua diperuntukkan bagi kaum penjahat saja…jadi mrk yg tidak melakukan kriminal ya ga mungkin dong di intai sm pemerintah….di film itu kan will smith di jebak…imho tp apakah dipergunakkan utk itu satelit pemerintah kita? ya blon tentu

  7. Syukurlah jika bung diego termasuk kaum bumi bulat…..trbukti dgn gambar diatas yg memperlihatkan bentuk bumi yg bulat sempurna … xixi peace

  8. Ayo dong pak Josafat kasi kunci teknologi Radarnya ke SDM NKRI Jgn hy jd hak milik Jepang!

    • Bohong‚Ķ. Mana ada satelit? Habis luncur hilang‚Ķ. Trus muncul gambar digitaal smart yg dicrop mjd bentuk asli lalu digerakkan macam robot‚Ķ Tuh satelit hoax‚Ķ. Di Amerika saja org curi‚Ķ. Ditelpon bru ketahuan. Ind mau buat radar bla2 pesawat malay saja yg hilang lama carinya padahal ada ribuat satelit yg pantau bumi‚Ķ‚Ķ..di bumi saja belum semua daerah teridentifikasi‚Ķ.. Sdh mau bla2 dgn satelit tembus Van Allen belt alias termosfer yg panasnya bisa melelehkan nikel, baja dll‚Ķ Tpi dgn entengnya si burung besi antariksa menembusnya n tak terjadi apa2‚Ķ‚Ķ Hoii ingat‚Ķ. Buat apa rusia meluncurkan bom atom n nuklir ke langit,,, tapi tak bisa lebih tinggi ledAkannya? Trus tak ada satu meteor yg benar2 sampai di bumi tapi meledak pada keringgian tertentu? Knp meledak? Itu karena ada perisai bumi yakni kubah‚Ķ.. Kallo menurut ilmu dari buku2 pelajaran itu karena ada gesekan partikel di atmosfer ‚Ķ Gesekan? Kalo begitu yah tak meledaklah macam yg terjadi selama ini‚Ķ Kalo digesek kan pasti hanya mengecil dan tidak meledak‚Ķ.. Nih knp meledak emang si meteor ada bom,,, digesek lalu meledak‚Ķ Atau karena menabrak sesuatu lalu meledak‚Ķ. Lih. Mobil‚Ķ Ditabrak baru meledak‚Ķ‚Ķ Tak digesek‚Ķ. Tuh satelit kuat berapa besinya? Besi yg terkuat di dunia aja‚Ķ Bisa memuai hanya kena sinar matahari‚Ķ. Nah kalo begitu si satelit pas luncur tuh besi apa yah? Kok kuat banget‚Ķ‚Ķ Dibakar tak meleeh‚Ķ Hmmmm HOAX‚Ķ.. Super HOAX‚Ķ

 Leave a Reply